Friday, July 27, 2007

Komentar Kesaksian Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ


Assalamu’alaikum wr.wb.,

Setelah menerima email yang sama dari beberapa orang, saya ingin berkomentar tentang isinya. Bila ada orang yang ingin meyakini kesaksian tersebut, silahkan saja.

Menurut kesaksian itu, ada seorang wanita yang wafat dan ruhnya dibawa jalan-jalan oleh dua malaikat. Tetapi bukannya setelah mati ruh kita akan ditahan di kuburan? Kok malah bisa jalan-jalan dan kembali ke dunia dengan membawa sebuah kisah di hadapan alumni ESQ? (Kenapa tidak membawa foto2 sekaligus, biar seru!)

Pertama, saya tertarik pada kalimat ini:

Aslina seperti orang ombak (menjelang sakaratul maut, red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat.

Kalau diajarkan syahaddat pas akan wafat, bukannya berarti dia orang kafir sebelumnya? Dan kalau dia orang kafir yang “masuk Islam” pas akan wafat di ICU di Rumah Sakit, kok syahadatnya diterima? Seingat saya syahadat tidak diterima Allah kalau diucapkan pas orang sudah yakin akan segera wafat. (Seperti kisah Firaun).
Tidak dijelaskan apakah perempuan ini sudah Muslim sebelumnya atau masuk Islam pada detik2 sebelum wafat.

Akhirat adalah kekal,

Emang dia mengalami akhirat yang kekal sebelum kembali ke jasad? Katanya hanya sebentar saja di situ. Kok bisa tahu bahwa akhirat kekal setelah jalan-jalan untuk beberapa saat saja?

[setelah ketemu ruh ayah yang almarhum] Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ''Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. '' ruh Aslina pun menjawab. ''Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai''.”

Tapi ternyata bisa pulang ke rumah juga. Jadi yang berkuasa atas roh seseorang adalah Allah atau bapak yang almarhum? Kok bisa sampai bapaknya memikirkan anak yang lain yang tertinggal dan dia berpesan agar ankanya kembali ke dunia? Dan ternyata Allah melakukan apa yang diinginkan seorang bapak yang sudah lama wafat. Bukannya hal ini aneh? Bapak yang sudah almarhum tidak sibuk memirikan diri sendiri (dosanya selama di dunia), dan tidak tertahan di kuburan, tetapi ada waktu untuk jalan-jalan, menemui anaknya, dan malah memikirkan anak lain yang masih ada di dunia.

Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi.

Dari mana ketahuan perempuan itu beramal saleh? Bisa jadi dia pembunuh 100 manusia dan atas Rahmat Allah, semua dosanya diampuni (sesuai dengan hadiths Bukhari dan Muslim mengenai pembunuh 100 orang yang diampuni dosanya). Jadi dia bisa masuk sorga atau diampuni dosanya karena Rahmat Allah dan bukan karena amal salehnya.

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ''Saya mau shalat.'' Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ''Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,'' ungkap Aslina.

Adzan di Mekkah tergantung siapa yang ucapkan. Emang ada satu adzan saja di Mekkah sepanjang masa? Adzan dari generasi yang mana yang dia dengarkan? Kok tahu dari Mekkah dan bukan dari Tanah Abang? Apa bedanya?

Kenapa dia bertayamum? Hukum tayamum hanya berlaku dalam beberapa keadaan saja, misalnya bagi orang yang telah mencari air dan tidak mendapatkannya. Apakah dia mencari air? Tidak ada penjelasan bahwa dia mencari, tidak mendapatkannya, dan baru setelah itu dia bertayamum. Kalau ternyata memang ada air di situ, penggunaan tayamum sebagai wudhu tidak sah. Apa dia bertayamum karena musafir? Musafir dari mana ke mana? Dia tidak sengaja tinggalkan jasadnya, berarti dia tidak berniat untuk berpergian. Untuk musafir pun, lebih utama mencari air dulu. Jadi kenapa dia bertayamum?

Sholat yang mana ini yang dia kerjakan? Berapa raka’at? Kok di alam barzah ada sholat juga? Buat apa sholat di situ? Untuk menambahkan amalnya? Bagaimana menentukan waktu sholat, yang harus sesuai dengan posisi matahari? Apa ada matahari juga di situ? Bulan? Bintang?

Wanita ini dalam keadaan “RUH” bukan jasad. Apakah berarti dia “telanjang”? Atau “ruh” mempunyai perlengkapan baju? Apa ada toko busana Muslim khusus untuk ruh di alam barzah? Kalau tidak ada baju, bagaimana dan untuk apa dia melakukan sholat, karena sholat hanya sah kalau menutup aurat. Dia menutup auratnya dengan apa?

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ''Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.'' Manusia-manusia itu juga memohon. ''Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.''

Ini lapangan apa? Kalau ini di alam barzah, berarti ruh tidak tertahan di kuburan, dan bisa berkumpul bersama dengan orang lain. Bisa ngobrol dengan teman kalau begitu. Dan tidak di dalam kuburan sendiri.

Kalau mereka ini sudah di Padang Mahsyar, berarti kiamat sudah terjadi. Manusia hanya dikumpulkan di situ setelah kiamat terjadi dan manusia dibangkitkan kembali. Kok mereka malah minta kiamat dengan cepat? Berarti belum kiamat. Berarti masih di kuburan masing2. Kok malah bisa kumpul?

…Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘’Maka didatangkanlah kepadanya ruh dan kebaikannya. Allah melapangkan kuburan itu baginya seluas mata memandang (HR Abu Daud dari hadits al-Amasy, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah dari hadits al-Manhal bin Amr.)

Bila setiap orang saleh yang wafat punya kuburan yang seluas mata memandang, bagaimana bisa berkumpul di suatu lapangan? Dan kalau lapangan tersebut adalah Padang Mahsyar, berarti kiamat telah terjadi.

Lapangan ini apa dan di mana?

Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat.

Ilmuan barat sudah meneliti “hantu” dan dikatakan sebagai ruh manusia yang tidak bisa “menyebrang ke dunia yang lain”. “UFO” telah diteliti oleh ilmuan barat dan mereka mengatakan UFO adalah alien dari planet yang lain. “Homoseks” telah diteliti ilmuan barat dan mereka mengatakan oke-oke saja, bukan kelainan, dan tidak perlu dikritik. “Sunatan” telah diteliti ilmuan barat dan mereka katakan tidak perlu dilakukan dan merupakan suatu bentuk aniaya terhadap anak.

Apakah sesuatu pernah diteliti oleh “ilmuan barat” berarti mereka pasti dalam kebenaran? Dan apa yang mereka ucapkan harus diterima oleh orang yang beriman kepada Allah?

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ''aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,'' Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat
Al-Mu'muninun (23) ayat 99-100:

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:''Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).''(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).

Kata Allah: SEKALI-KALI TIDAK! Lalu wanita yang dihadirkan oleh ESQ mengatakan kepada Allah swt. “Aku ingin kembali”. Apakah Allah menjawab “Ya, oke deh, boleh” setelah Allah berfirman sekali-sekali tidak? Berarti maksud ayat ini adalah “sekali-sekali tidak boleh, tetapi untuk orang tertentu, boleh-boleh saja”.

Nb : Bagikan cerita ini kepada semua orang, agar mereka mendapat hikmahnya dari cerita ini. Ternyata hidup ini hanya sementara, dan hanya amal serta hati yang bersih yang menuntun kita menuju jalan kehadapan Illahi.

TERNYATA HIDUP INI HANYA SEMENTARA? Emang baru percaya setelah ada orang yang bicara di hadapan almni ESQ? Setelah Allah telah berfirman di dalam al Qur'an, kurang percaya. Setelah Nabi bersabda dalam hadiths, kurang percaya. Tetapi setelah seorang wanita yang tidak dikenal, yang sepertinya masuk Islam beberapa detik sebelum wafat, menyatakan hal yang sama, baru anda percaya dan meyakini dengan sungguh-sungguh?

Astagfirullah al adzim.

Alangkah baiknya kalau ummat Islam tidak peduli dengan kisah2 seperti ini. Sumber informasi tidak jelas dan tidak bisa dibuktikan benar atau tidak. Al Qur'an jelas. Hadiths Nabi Muhammad (SAW.) jelas. Tetapi cerita dari orang yang tidak dikenal malah lebih mampu menarik perhatian ummat Islam. Sayang sekali. Saya jadi ingat acara TV “Dunia Lain” di mana orang bisa duduk dan menatap layar TV untuk belasan minit tanpa bergerak hanya untuk menyaksikan sebuah “pocong” untuk 2 detik. Inti dari cerita mati suri ini kurang lebih sama. Anda tidak bisa melihatnya sendiri, anda tidak punya bukti apa benar atau tidak, tetapi yang jelas ini sebuah kisah yang penuh dengan misteri dan kejadian ajaib.

Makanya sedang disebarkan ke semua teman sesama Muslim di internet.

Semoga ummat Islam bisa segera tinggalkan kisah-kisah seperti ini yang tidak punya dampak terhadap kebenaran Islam sama sekali. Al Qur'an dan agama Islam yang telah disampaikan kepada kita dari Nabi Muhammad (SAW.) telah benar sendiri dan tidak perlu kisah-kisah misterius yang penuh dengan fakta yang tidak jelas dari orang yang tidak jelas untuk meyakinkan orang yang sudah beriman.

Kalau anda merasa lebih beriman setelah mendengar kisah yang tidak jelas ini, maka saya minta jawaban atas semua pertanyaan saya di atas. Dan kalau anda tidak bisa menjawab, tetapi masih meyakini kebenarannya, berarti anda makin mirip dengan orang dari lain agama yang meyakini agamanya hanya karena penuh dengan kejadian ajaib dan ajaran spiritual yang diciptakan oleh manusia. Dan mereka juga yakin walaupun agama mereka penuh dengan fakta-fakta yang tidak jelas, alias tidak masuk akal.

Semoga ummat Islam tidak membutuhkan kisah aneh dari orang yang tidak jelas untuk membenarkan ajaran agama kita.

Wallahu a’lam bish-shawab

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene Netto

Membaca teks asli yang sedang disebarkan di sini:

64 comments:

  1. Analisa yang bagus..
    saya setuju...saya yakin hari akhir itu ada, dan bahwa baik dan buruk perbuatan manusia tentu ada balasannya...tapi untuk penjelasan2pengalaman mati suri yang banyak versi, saya blum bisa menambahkannya dalam kepercayaan saya...

    ReplyDelete
  2. Salam,

    Maaf saya warga Malaysia, ada beberapa terma Indonesia yang kurang difahami. Mati suri tu maksudnya apa ya?

    ReplyDelete
  3. Ada orang yang meninggal (jantung berhenti), lalu mengalami sesuatu seperti mimpi tetapi dianggap nyata (real life). Orang itu berhasil diselamatkan oleh dokter (jantung berfungsi kembali) dan dia menjadi hidup lagi seperti kita. Pengalaman itu disebut "mati suri" atau orang yang pernah mati dan kembali hidup.

    ReplyDelete
  4. Saya warga Bengkalis, saya juga pernah mendengarkan cerita yang di utarakan sendiri oleh Azlina yang kebetulan diundang oleh pengurus mesjid tempat kami, setelah beliau panjang lebar bercerita saya pribadi tidak yakin tentang kisah Azlina mati suri, tidak ada bedanya seperti mimpi jika kita lagi tidur, namun jika Allah yang berkehendak semuanya jadi mungkin.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih. Ini membenarkan analisa saya. Saya juga tidak bisa buktikan 100 % apakah cerita dia benar atau salah, wallahu a’lam. Tetapi kalau kisah dia dianalisa, terasa cukup ganjil untuk diragukan.

    ReplyDelete
  6. Izinkan saya mengomentari tulisan anda, sebelumnya saya lampirkan kutipan dari kisah tsb :

    Seperti dikatakan pamannya Rustam Effensi SAg, sebelum ini sosok Iin adalah pribadi yang pendiam dan suka grogi jika berjumpa banyak orang. Soal ibadah, ia juga biasa-biasa saja. Hanya saja ia rajin salat tahajud dan membaca Alquran. Tapi bukan hafal Alquran.

    Tapi setelah kejadian ini, seperti juga yang Riau Pos saksikan sendiri, ia bercerita penuh percaya diri. Ceritanya juga tak terkesan dibuat-buat. Bahkan selama beberapa jam siaran langsung di SJTV bicaranya sangat lancar berdakwah. Padahal sebelumnya, ia tak terlalu paham apa-apa yang diuraikannya kemarin itu. Ia berdakwah seperti lazimnya ustadzah.

    ‘’Selama ini ia bukanlah hafal Alquran. Tapi sekarang ia hafal Alquran. Percaya dirinya juga sangat tinggi, dan tidak malu-malu seperti sebelumnya. Kulitnya juga berbeda dari sebelumnya,’’ ungkap Rustam sembari mengatakan jika sebelumnya kulit Azlina sedikit gelap. Namun yang dilihat sekarang, putih bersih bercahaya.

    Nah, sekarang menurut anda, bagaimana dengan kelebihan yang dia dapatkan setelah mati suri dengan dia sebelum mati suri, sebelum mati suri dia tidak hapal 30 juz Al-Qur'an, tapi setelah mati suri, dia jadi bisa menghapal 30 juz Al-Qur'an, PD-nya meningkat, apakah ini bukan suatu tanda/jejak dari Alloh SWT agar menjadi pelajaran dan menunjukkan kekuasaan-Nya ?

    ReplyDelete
  7. Komennya terlalu tendensius dan pendapatmu belum tentu benar. Kita tidak akan mampu memahami / mengerti semua hal, jadi tdk perlu terlalu membabi buta memandang salah pendapat orang.

    Saya sendiri pernah bertemu dan berbincang dengan orang yang pernah 3x mengalami "mati suri". Singkatnya hampir mirip dg cerita diatas.

    Percaya / tdk percaya kita ambil hikmahnya buat mengingatkan kita si calon mayat.

    ReplyDelete
  8. Dear Anonymous, terima kasih komentarnya.
    Yang saya bahas adalah hal-hal yang saya anggap ganjil di dalam cerita tersebut. Bukan sifat pribadi dari orang yang menceritakannya. Kalau ada seseorang bernama Ahmad Moshaddeq dari kelompok Al Qiyadah yang mengalami “mati suri”, lalu dia menceritakan pengalaman mati surinya, di mana dia bertemu dengan malaikat Jibril dan dilantik sebagai Nabi Baru, apakah wajar kalau kita percaya begitu saja, padahal isi cerita adalah ganjil? Dan kalau setelah itu, kulitnya berubah menjadi lebih putih dan dia berhasil menjadi Hafiz Qur'an, apakah berarti kita harus menerimanya sebagai Nabi Baru disebabkan kulitnya menjadi lebih putih dan dia menghafal al Qur'an? Saya tidak setuju kalau kita harus menerima ceritanya menjadi Nabi Baru dengan sebab kulitnya lebih putih. Dan saya masih akan berpegang pada prinsip bahwa cerita mati surinya mengandung banyak hal-hal yang bersifat ganjil, dan kenayatan itu tidak bisa diubah oleh warna kulit apa saja.
    Silahkan berbeda pendapat.

    ReplyDelete
  9. Maksud saya, bukan menyamakan dengan Musshadeq, saya bukan menuliskan pribadi orang yg mati suri itu, tapi melihat hasilnya, sebelum dan sesudah mati suri ada perbedaan yang mencolok. Kalo Ahmad Mushadeq jelas2 sesat, krn mengaku sebagai nabi baru pengganti nabi Muhammad, kita bisa langsung mencapnya sesat atau salah, karena dlm Islam ada parameter2 tertentu yang bisa dijadikan sandaran atau acuan berdasarkan Al-Qur'an. Kalo masalah mati suri ini, utk perubahan pada diri si pelaku,saya tidak melihat sisi negatifnya, malahan sangat positif, kalo dilihat dari kelebihannya sekarang, asalnya pribadi dia itu malu2, skrg jadi PD, asalnya tdk hafal Al-Qur'an, sekarang jadi hafal 30 juz. Coba kalau kita sengaja menghafal Al-Qur'an bisa butuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Tapi si pelaku matisuri tsb "hanya" beberapa jam saja. Itu termasuk hal yang mustahil tapi nyata kan ?
    Disini harap dibedakan antara Mushadeq yang anda andaikan mengalami mati suri dan mengajarkan ajaran baru dengan Azlina yang menceritakan pengalamannya, sedangkan yg menceritakan kelebihannya, adalah pamannya sendiri. Maaf, saya hanya memberikan pendapat saya, bukan mendebat anda. :)

    ReplyDelete
  10. saya ada menjumpai blog yang mempunyai video tentang kesaksian tersebut..

    http://rockbebeh.blogspot.com/2007/09/perjalanan-alam-roh-dua-jam-mati-hidup.html

    ReplyDelete
  11. Perdebatan seperti ini menarik, tapi sebenarnya akan lebih menarik lagi jika berbagai pihaknya tidak sekedar membela pendapatnya masing-masing. Kata Ibnu Rusyd, soal akhirat itu boleh dijelaskan dengan berbagai gambaran, yang penting dapat menambah keimanan kepada halnya. Jadi, Gene Netto terutama tidak perlu terlalu sinis dengan pengalaman orang seperti itu. Islam itu luas sekali pak. Dan Australi bukan negeri yang banyak menyimpan hazanah Islam. Coba tambah dulu dengan pengetahuannya tentang pandangan para sahabat, tabiin, atau salafus salih mengenahi masalah ini. Qur'an dan hadis itu cukup dan jelas, tapi itu bagi mereka yang mampu memahaminya, dengan pemahaman yang semestinya.
    Kebenaran ukhrowi memang tidak ada ukuran kebenarannya, seperti Isra' dan Mi'raj Rosul. Coba kita berempati dengan masyarakat yang semasa dan seusia atau se-ilmu dengan Nabi Muhammad. Orang yang masih lebih muda dibanding kita, dari suku dan keturunan dan kekayaan yang mungkin sepadan dengan kita, kita pun baru mengenalnya.
    Pada saat itu terjadi perpecahan pandangan antara yang langsung percaya, seperti Abu Bakar sehingga memperoleh gelar As Shiddiq, ada yang mencoba menguji kebenaran itu tapi dengan niat memojokkan Rosul, sebab setelah Rosul mampu membuktikan ucapannya toh mereka tetap tidak percaya, dan ada yang bisa mempercayai Rosul setelah rekan-rekan mereka yang senior, percaya terlebih dahulu.
    Jika kita coba bersama-sama kembali ke masa itu, termasuk kubu yang manakah anda?
    Ibnu Taimiyyah pernah menyatakan "adamul ilmi laisa ilman bil adam", tidak adanya pengetahuan bukan justifikasi ketiadaan suatu hal yang tidak ada (mistery)". Jadi, jika anda belum tahu sesuatu jangan bilang sesuatu itu tidak mungkin ada/benar, hanya semata-mata karena anda mampu mendebatnya. Pengalaman ruhani tidak mungkin dijelaskan dengan kata-kata atau cerita, makanya dilarang menceritakannya pada mereka yang bukan di maqamnya, sebab akan menjadi "fitnah" bagi mereka.

    Anda lebih tahu di mana maqam anda pak.

    ReplyDelete
  12. Assalamu’alaikum wr.wb.,
    Terima kasih anonymous.
    Sekarang coba berfikir lagi.
    Ada penejelasan dari Nabi SAW tentang hari kiamat. Tersimpan dalam hadiths supaya kita tetap bisa membacanya sampai sekarang. Kalau Nabi SAW sendiri menjelaskan alam kubur, dan alam barzah, dan hari kiamat, lalu ada seorang perempuan yang menceritakan yang bertentangan dengan penjelasan dari Nabi SAW, maka saya ingin bertanya, anda lebih percaya pada siapa? Apakah seperti Abu Bakar dan langsung percaya pada penjelasan Nabi SAW, atau seperti orang-orang lain yang tidak yakin pada penjelasan Nabi SAW dan masih butuh kesaksian dari perempuan yang mati suri untuk menjadi yakin?
    Sekarang coba jelaskan: anda lebih percaya pada riwayat yang datang langsung dari Nabi SAW sendiri, atau lebih percaya pada cerita dari seorang perempuan yang tidak dikenal? Ternyata rohnya tidak tertahan di kubur. Dan dia bisa saja bertemu dan bergaul dengan keluarga yang almarhum. Dan orang tidak disiksa sendiri di dalam kubur, karena bebas untuk berjalan-jalan dan bergaul di suatu padang sambil menunggu kiamat. Dan di situpun dia mendengar adzan Mecca. Dan dia juga melakukan sholat. Tanpa wudhu. Atau orang yang sudah wafat bisa berwudhu di dalam kuburannya? Untuk mendapatkan pahala? Apakah roh dia lengkap dengan mukena juga?
    Jadi, kesimpulannya, saya Insya Allah termasuk kaum yang langsung percaya pada riwayat dari Nabi Muhammad SAW dan saya tidak merasa membutuhkan kesaksian dari siapapun sebagai tambahan untuk membuat diri saya lebih yakin. Apalagi kalau kesaksian itu bertentanga dengan riwayat dari Nabi SAW.
    Jadi anda termasuk kaum yang mana? Orang yang percaya penuh pada riwayat Nabi SAW? Atau orang yang masih membutuhkan cerita yang cukup ganjil dari orang selain Nabi SAW untuk menjadi lebih yakin?
    Anda lebih tahu di mana maqam anda pak.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.,
    Gene

    ReplyDelete
  13. Hai Gene Netto! Saya setuju benar dengan pendapat anda berkenaan dengan cerita Tahyul Si Azlina tu! Mengapa hendak memperbesar kan cerita cerita remeh seperti ini? Allah Subhanahuwataala telah memberikan penjelasan yang nyata sekali dalam al Quran berkenaan Syurga dan Neraka dan di perlihat kan sendiri oleh Allah Subhanahuwataala kepada Rasulullah S.A.W. terang terangan semasa Rasulullah masih hidup agar Rasulullah sendiri yang menceritakan akan kebenaran Syurga dan Neraka yang Baginda lihat sendiri (bukan mimpi). Masakan Rasulullah akan bercakap bohong? Jadi,dengan itu, cukup hanya sekali sahaja Allah menunjukan Dunia Akhirat hanya kepada kekasih nya dan bukan kepada Si Azlina. Exactly NOTHING TO DO! Lagipun, bukan lah perkara mudah untuk menghafaz Al Quran 30 Juz ! Kalau orang Arab lain lah kesah nya,sebab Al Quran adalah dari bahasa mereka sendiri.Inikan pula bangsa asing? Jangan di anggap remeh untuk menghafaz al Quran ini sebab jika cara bacaan dan segala tajwid tidak di ingat 100 persen dalam otak, bukan rahmat Allah yang di perolehi, tetapi LAKNAT! Saya sendiri pun merasa terlalu perit untuk menghafaz al Quran,tetapi untuk sehelai dua muka surat boleh lah juga. Memadai lah hanya dapat membaca nya sahaja asalkan betul dan sempurna.

    ReplyDelete
  14. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Saya mencoba ikut mengomentari kisah mati suri diatas, Sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin terjadi bila Allah sudah berkehendak, namun mengenai kejadian sesudah mati alangkah lebih baiknya bila kita merujuk pada apa yang pernah disampaikan oleh Rasulullah.Untuk itu saya mencoba menulis ulang kisah “Ruh Saat Keluar dari Jasad dan Peristiwa yang Dialaminya” berdasarkan hadist yang diterjemahkan ulang oleh Ust.Zubeir S.Abdullah LC.
    Sahabat Al-barra’ Ibnu ‘Azib menuturkan:
    “Suatau hari kami keluar bersama Rasulullah dalam acara pemakaman salah seorang sahabat Anshor.Ketika kami telah sampai pemakaman, saat itu liang lahat sedang digali. Rasulullah duduk lalu kamipun duduk mengelilingi beliau, dan seolah-olah di atas kepala kami ada burung (ini adalah kiasan, bahwa para sahabat begitu serius mendengar Rasulullah sedang bersabda).Sedang ditangan beliau ada sebatang kayu yang beliau pukul-pukulkan ke tanah.Lalu beliau memandang ke langit lalu ke bumi,beliau mengangkat dan menundukkan pandangannya sampai tiga kali, kemudian belaiu bersabda:
    :Mohonlah kalian perlindungan kepada Allah dari adzab kubur, beliau ulangi dua atau tiga kali. Kemudian beliau bersabda:”Sesungguhnya seorang hamba yang beriman pada saat meninggal dunia dan menuju akhirat, maka para malaikat dari langit akan turun kepadanya.Para malaikat tersebut putih wajahnya, seolah-olah ada sinar matahari di wajah mereka.Mereka membawa kain kafan dari kain kafan surga,mereka juga membawa obat pengawet mayat dari surga.Lalu para malaikat tersebut duduk sejauh mata memandang dari orang yang akan meninggal tersebut.Lalu datanglah malaikat maut, kemudian duduk di dekat kepalanya dan berkata:”Wahai jiwa yang baik (dalam riwayat yang lain:jiwa yang tenang), keluarlah kamu untuk mendapat ampunan Allah dan keridhaan-Nya”.Maka ruh orang mu’min tersebut keluar dengan tenang seperti embun yang mengalir dari tempat air (yang terbuat dari kulit), lalu malaikat maut menyambut dan mengambilnya, (dalam sebuah riwayat yang lain:ketika ruh orang mu’min itu keluar, seluruh malaikat yang ada diantara langit dan bumi mendo’akannya,lalu dibukakan pintu-pintu langit.Tidak ada seorangpun malaikat penjaga pintu-pintu itu kecuali mereka mohon kepada Allah agar ruhnya melewati meraka).Jika malaikat maut telah mengambil ruhnya, maka para malaikat tersebut tidak membiarkannya sekejap matapun melainkan mereka segera mengambil dan meletakkannya di kain kafan dan obat pengawet tersebut. Itulah yang dimaksud firman Allah Ta’ala:
    “Utusan-utusan Kami telah mewafatkannya, sedang utusan-utusan Kami tidak akan menyia-nyiakannya” (QS.Al-An’am 6:61). Dan keluarlah ruh dari jasadnya dengan bau yang harum, lebih wangi dari minyak kasturi yang ada di permukaan bumi ini.Beliau bersabda:”Lalu mereka membawanya naik dan mereka tidak melewati para malaikat kecuali mereka semua mengatakan “Ruh siapakah yang baik ini? Maka para malaikat yang membawanya menjawab: “Ini ruhnya si Fulan bin Fulan”. Mereka menamainya dengan sebaik-baik nama panggilannya sewaktu di dunia, sehingga mereka sampai ke langit dunia (langit yang paling bawah).Lalu mereka minta dibukakan untuknya, maka dibukakanlah langit untuknya. Maka semua malaikat muqorrobin yang ada di langit tersebut menyebarkannya ke langit berikutnya, sehingga sampai langit ke tujuh, lalu Allah ‘Azza wa Jallah berfirman: Tulislah kitab hamba Ku di dalam ‘illiyyin. Firman allah Ta’ala : “Tahukah kamu apakah ‘illyyin itu?(yaitu) kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (Kepada Allah)”.(QS.Al Muthaffifin 83:19-20).
    Lalu dituli kitabnya di ‘illiyyin, kemudian dikatakan:bawalah dia kembali ke bumi, karena Aku telah berjanji, bahwa dari padanya Aku ciptakan, dan kepadanya Aku kembalikan, dan dari padanya Aku bangkitkan untuk kedua kalinya.”
    Rasulullah melanjutkan sabdanya: Lalu dibawalah ia kembali ke bumi dan kemudian ruhnya di kembalikan ke jasadnya. Beliau bersabda lagi :”Sesungguhnya ia mendengar suara sandal orang-orang yang meninggalkan mayat di kuburnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang sangat keras bentakannya, lalu dua malaikat tersebut berkata kepadanya dengan suara yang menghentak dan mendudukkannya, mereka bertanya kepadanya: Siapa Tuhanmu?maka jawabnya, Tuhanku ialah Allah. Mereka bertanya lagi, Apa agamamu? Ia menjawab:Agamaku Islam. Mereka bertanya lagi, siapa laki-laki yang diutus kepadamu? Maka ia menjawab: Dia adalah Rasulullah. Mereka bertanya lagi: Apa ilmumu? Ia menjawab, aku membaca Kitab Allah, lalu aku beriman dan membenarkannya. Maka malaikat itupun membentakknya dan berkata: Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa Nabimu? Inilah ujian terakhir bagi seorang mukmin. Inilah maksud dari firman Allah: “Maka Allah meneguhkan pendirian orang-orang yang beriman dengan perkataan yang teguh di dalam kehidupan dunia”.(QS.Ibrahim 14:27).
    Lalu ia berkata: Tuhanku Allah, agamaku Islam, dan nabiku adalah Muhammad. Kemudian ada yang memanggil dari langit, “Sungguh hamba Ku berkata benar, maka hamparkanlah tempat tidurnya dari surga dan pakain baju dari surga, serta bukakanlah baginya satu pintu dari surga, sehingga bau harumnya sampai kepadanya. Maka datanglah seorang laki-laki yang menghibur dan baik kepadanya, kemudian melapangkan kuburnya sejauh mata memandang.
    Beliau bersabda :”Dan ia didatangi (dalam jilmaan) seorang laki-laki yang tampan wajahnya, bagus bajunya dan wangi bau badannya, lalu berkata :”Aku akan memberi khabar gembira kepadamu dengan keridhaan Allah Ta’ala dan surga Nya yang di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan yang kekal. Inilah hari yang dijanjikan untukmu. Lalu ia berkata: “Dan engkau pun telah diberi khabar gembira oleh Allah.” Siapa engkau? Wajahmu menampakkan engkau adalah orang yang gemar berbuat kebaikan. Maka orang tersebut berkata :”Aku adalah amal kebaikanmu, demi Allah, aku tidak mengenalmu kecuali engkau adalah orang yang cepat melaksanakan perintah Allah Ta’ala, lambat dalam bermaksiat kepada Allah, maka Allah membalasmu dengan kebaikan.Kemudian orang tersebut membukakan untuknya pintu dari surga dan pintu dari neraka, lalu ia berkata: “Inilah tempat tinggalmu jika kamu dahulu durhaka kepada Allah, maka Allah akan menggantikan (neraka) ini untukmu. Maka ketika ia melihat apa yang ada di surga ia pun berkata:”Ya Allah segerakanlah datangnya hari kiamat, agar aku kembali lagi kepada keluargaku dan hartaku. Maka dikatakan kepadanya:”Tenanglah kamu disini”.
    Belia melanjutkan sabdanya:”Dan sesungguhnya seorang hamba yang kafir (dalam satu riwayat orang yang durhaka ) jika ia telah meninggalkan dunia ini dan menuju akhirat, maka turunlah para malaikat yang kasar dan keras, berwajah hitam pekat dari langit kepadanya dengan memebawa kain yang kasar dari neraka, lalu mereka duduk sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut lalu duduk di dekat kepalanya dan berkata :”Keluarlah kamu menuju murka dan kemarahan Allah”. Beliau bersabda:”Maka tercerai berailah ruhnya dalam jasadnya, lalu malaikat maut mencabutnya seperti Sufud (besi yang bergerigi yang biasa untuk membekar daging) dicabut dari bulu yang basah (sehingga terputuslah urat nadi dan urat sarafnya). (Maka seluruh malaikat yang berada di antara langit dan bumi serta para malaikat di langit melaknatinya.Kemudian pintu-pintu langit ditutup. Tidak ada satupun penjaga pintu-pintu itu melainkan mereka berdo’a kepada Allah Ta’ala agar ruhnya orang yang durhaka itu tidak melewati mereka). Maka malaikat maut mengambilnya. Dan apabila telah mengambilnya, maka mereka tidak membiarkannya sekejap matapun ditangannya sehingga mereka meletakkannya di dalam kain yang kasar tersebut. Dan keluarlah dari ruh tersebut bau yang paling busuk yang pernah ada di permukaan bumi. Merekapun membawanya naik. Mereka tidak melewati para malaikat melainkan mereka mengatakan:”Ruh siapakah yang busuk ini? Mereka menjawab:”Ini ruhnya si Fulan bin Fulan,mereka memanggilnya dengan nama yang terjelek ketika masih berada di dunia hingga sampai di langit dunia (langit pertama).Lalu mereka minta dibukakan untuknya, maka tidak dibukakan langit tersebut. Kemudia Rasulullah membaca ayat “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum”. (QS.Al-A’raf 7:40).
    Maka Allah Ta’ala berfirman:”Tulislah kitabnya dalam sijjin, di bumi yang paling bawah. Kemudian dikatakan:”Bawalah ia kembali ke bumi,karena Aku telah berjanji, bahwa dari bumi Aku ciptakan, dan ke bumi Aku kembalikan dan dari padanya kelak Aku bangkitkan mereka kembali untuk kedua kalinya. Maka dilemparlah ruhnya dari langit sehingga kembali ke jasadnya. Lalu Rasulullah membaca ayat:”Dan barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah,maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angina ke tempat yang jauh.”(QS.Al-Haj 22:31). Kemudian ruhnya dikembalikan ke jasadnya.Nabi bersabda:”Sesunguhnya ia mendengar derap langkah sandal orang yang meninggalkan kuburnya. Kemudian datanglah dua malaikat kepadanya (yang sangat keras bentakannya, lalu dua malaikat tersebut berkata kepadanya dengan suara menghentak) dan mendudukkannya, mereka berkata kepadanya:” Siapa Tuhanmu? Lalu ian menjawab:”Hah…hah…aku tidak tau”.Mereka bertanya lagi:”Apa agamamu? Ia menjawab: Hah…hah…aku tidak tau”.Mereka bertanya lagi:Apa yang kamu ketahui tentang seorang laki-laki yang diutus kepadamu? Ia tidak tau namanya, lalu dikatakan kepadanya:”Namanya Muhammad”. Ia menjawab aku tidak tau, aku pernah mendengar orang-orang menyebut nama itu. Nabi bersabda :”Lalu dikatakan kepadanya, “Kamu tidak tau dan tidak pula mau belajar” Maka ada suara memanggil dari arah langit:”Sungguh ia telah berbuat dusta, maka gelarkanlah untuknya tepat tidur dari neraka dan bukakanlah pintu dari neraka, sehingga hembusan angina panas neraka sampai kepadanya.Kemudian kuburnya menjadi sempit, sehingga remuk tulang-tulang rusuknya. Maka datanglah seorang laki-laki (dalam satu riwayat:dalam bentuk jelmaan manusia) yang amat buruk rupanya, teramat jelek bajunya dan teramat busuk bau badannya.Lalu orang tersebut berkata:”Aku memebri khabar buruk kepadamu.Inilah hari yang dijanjikan kepadamu, maka dikatakan kepadanya:”Dan kamu juga akan diberi khabar buruk oleh Allah. (Ia bertanya) siapakah engkau?Wajahmu adalah wajah orang yang suka berbuat kejahatan. Lalu orang tersebut berkata:”Akulah amal burukmu, demi Allah aku tidak mengenalmu kecuali engkau selalu lambat dalam menjalankan perintah Allah dan cepat dalam melakukan maksiat kepada Allah, sehingga Allah membalasmu dnegan keburukan.Kemudian didatangkan kpdnya orang yang buta dan tuli serta bisu yang ditangnnya ada palu gada. Kalau sekiranya palu gada tersebut dihantamkan ke gunung, niscaya gunung tersebut akan hancur menjad debu. Kemudian orang tersebut memukulnya dengan palu gada tersebut, maka hancurlah ia jadi debu. Kemudian Allah mengembalikan lagi seprti sedia kala. Lalu dipukul lagi, keudian dia berteriak dengan teriakan yang didengar oleh semua makhluk kecuali jin dan manusia.Kemudian dibukakan baginya pintu neraka, dan disiapkan hamparan dari neraka.Maka ia pun berkata:”Ya Tuhanku, janganlah Engkau datangkan kiamat.

    Hadis ini dinukil dari kitab:
    1.Ahkamu al-janaiz wa bida’uha oleh Muhamad Nashiruddin albani.Hadis riwayat: Abu Dawud;Al-Hakim;Ath-Thayalisi:Ahmad:Nasai:Ibnu Majah.
    2.Al-Musnadu Al-Jami’u
    3.Ahadist hayatil Barzahi fil kutubit-tis’ati oleh Dr.Muhammad bin haidar bin mahdi bin hasan disertasi doctoral di Universitas Ummu Dirman Al-islamiyah sudan.

    Alih Bahasa :Ust Zubeir S.Abdullah Lc.

    ReplyDelete
  15. Hidup dan mati itu milik Allah..
    ape pun amalan perlu kita pertingkatkan..
    memang benar kadangkala amal yang membantu kita diakhirat.. kadangkala rahmat allah melebihi segala-galanya..
    namun Kisah Azlina ini boleh dibaca, didengar dan direnungkan.. tapi apa yang penting kita terus mencari rahmat allah.
    Saya berharap Azlina bercerita yang benar sekali..

    ReplyDelete
  16. wah...kenapa saya baru baca ini sekarang ya??

    btw, Mr. Netto, terlepas apakah cerita Azlina itu benar apa tidak saya tdk begitu mempedulikannya, tapi kalo saya boleh ikutan mengkritik nih, hehehe..maaf ya, anda orangnya terlalu LOGIS. bagi anda semuanya harus bisa dipikirkan dengan LOGIKA,bener githu ya??padahal bagi orang Indigo ga semuanya yg LOGIS itu bisa berlaku.

    tentu saja orang mati tempatnya di kuburan. tapi dimanakah sebenarnya nyawa kita bertempat tinggal selama ini, itu adalah sebuah keniscayaan. bukankah kita tdk pernah tahu seluas apa sebenarnya ruangan yg ditempati ruh kita di dlm tubuh kita saat ini, dimana tempatnya?di otak apa di hati?apa di jantung?terus kemana perginya ruh waktu kita mati kecil (tidur)?
    begitu juga saat ruh kita keluar dari tubuh kita, akan berada dimanakah dia?kata anda di kuburan. ya itu mungkin2 saja, tapi kita juga ga pernah tahu kan seberapa luas kuburan kita??bagi jasad kita mgk sempit dan sesak tapi apa juga sesesak itu buat ruh kita??

    mgk anda tdk pernah mengalami seperti yg saya alami, ketika bisa melihat sesuatu yg org lain ga bisa liat. saat mengalami apa yg org lain ga mgk bisa mengalami. saat itu penjelasan LOGIKA sama sekali ga bisa memberikan solusinya. saya sendiri emang ga pernah mati suri, tapi seperti DUNIA LAIN, saya juga bisa melihat sesuatu yg orang2 normal mgk tdk bisa lihat...kadang2 itu mengerikan, tapi LOGIKA sama sekali tdk bisa menjelaskannya sampai sekarang. belum lagi DEJAVU" yg seringkali harus saya alami, melihat sesuatu yg pasti akan terjadi di masa depan, itu juga bukan hal yg menyenangkan kok. menurut anda kemanakah ruh saya saat itu sedang melesat???

    yah, mgk kapan2 anda perlu juga nih menulis topik 'penderitaan orang2 Indigo' macam ini di blogger, Mr. Netto. bagaimana menderitanya mereka krn hrs berhadapan dg org2 yg ga mgk bisa menerima apa2 yg mereka alami. bgm mereka bisa menjelaskan hal2 gaib yg ada di dunianya. kemampuan itu bukan dari hasil belajar ilmu sihir kok tp benar2 murni krn kehendak Allah SWT

    NAKULA

    ReplyDelete
  17. assalaamualaykum
    dear gene...

    saya tak percaya itu ESQ...
    di sesi ESQ ada bersujud tapi bersuara keras2...
    it's not syar'i...
    ini cuman sekumpulan orang nyari duit saja gene...
    di embel-embeli islam...

    anda setuju dengan saya?

    semoga anda, saya, selalu dilindungi Allah Azza wa jalla...

    ReplyDelete
  18. untuk mempercayai esq atau tidak kita sebaiknya mencobanya. karena untuk menghakimi kita harus mengerti. karena kira punya hati yang selalu di tutupi kegelapan untuk mencari kebenaran.

    ReplyDelete
  19. Gene, anda mencoba memahami Islam & alam Ghaib dgn logika anda. Terlalu logika, & anda merasa sdh mampu menguasai semua bahkan sampai anda bicara mengomentari sodara muslim yang lain dgn dalil2 yg lemah. Berpeganglah pada Qur'an & Sunah. Lihat bagaimana Nabi & Rasul mencari kebenaran & keyakinan. Jgn terlalu menjadikan logika anda sebagai berhala. wallahualam

    ReplyDelete
  20. Assalamu’alaikum wr.wb.,
    Terima kasih anonymous.
    Sekarang coba anda berfikir lagi.
    Ada penejelasan dari Nabi SAW tentang hari kiamat. Tersimpan dalam hadiths supaya kita tetap bisa membacanya sampai sekarang. Kalau Nabi SAW sendiri menjelaskan alam kubur, dan alam barzah, dan hari kiamat, lalu ada seorang perempuan yang menceritakan yang bertentangan dengan penjelasan dari Nabi SAW, maka saya ingin bertanya, anda lebih percaya pada siapa? Apakah seperti Abu Bakar dan langsung percaya pada penjelasan Nabi SAW, atau seperti orang-orang lain yang tidak yakin pada penjelasan Nabi SAW dan masih butuh kesaksian dari perempuan yang mati suri untuk menjadi yakin?
    Sekarang coba jelaskan: anda lebih percaya pada riwayat yang datang langsung dari Nabi SAW sendiri, atau lebih percaya pada cerita dari seorang perempuan yang tidak dikenal? Ternyata rohnya tidak tertahan di kubur. Dan dia bisa saja bertemu dan bergaul dengan keluarga yang almarhum. Dan orang tidak disiksa sendiri di dalam kubur, karena bebas untuk berjalan-jalan dan bergaul di suatu padang sambil menunggu kiamat. Dan di situpun dia mendengar adzan Mecca. Dan dia juga melakukan sholat. Tanpa wudhu. Atau orang yang sudah wafat bisa berwudhu di dalam kuburannya? Untuk mendapatkan pahala? Apakah roh dia lengkap dengan mukena juga?

    Jadi, bukan akal yang dijadikan berhala, tetapi ajaran Islam yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW yang dijadikan patokan. Semua yang diceritakan di dalam kesaksian tersebut tidak logis karena tidak sesuai dengan ajaran Nabi SAW. Nabi tidak pernah menyuruh orang melakukan shalat di alam barzah. Malah Nabi SAW mengajarkan bahwa pada saat mati, amalannya sudah putus kecuali tiga. Di dalam kondisi tersebut, apa manfaatnya mengerjakan shalat setelah “dengar adzan dari Mekkah”? Cerita2 inilah yang tidak logis karena bertentangan dengan apa yang telah disampaikan oleh nabi kita Muhammad SAW. Tapi buat orang yang hanya ingin percaya kepada Allah, Nabi Muhammad SAW dan Al Qur’an kalau dibarengi dengan kisah-kisah misterius dari dunia lain, mungkin mereka senang: Allah dan Islam hanya bisa benar kalau ada cerita2 aneh dari dunia lain yang membenarkan. Tetapi kalau sekedar membaca al Qur'an dan hadits Nabi SAW, Islam belum benar karena belum ada kisah-kisah misterius. Orang sepetri inilah yang nonton acara tivi sepetri Dunia Lain dan Pemburu Setan, sampai shalatpun bisa dilupakan karena mereka begitu tertarik pada hal yang ghaib. Allah menciptakan Islam untuk kaum yang berfikir dengan akal yang sehat, bukan untuk kaum yang senang dengan penampakan setan dan kisah-kisah misterius dari dunia lain.

    Kesimpulannya, saya Insya Allah termasuk kaum yang langsung percaya pada riwayat dari Nabi Muhammad SAW dan saya tidak merasa membutuhkan kesaksian dari siapapun sebagai tambahan untuk membuat diri saya lebih yakin. Apalagi kalau kesaksian itu bertentangan dengan riwayat dari Nabi SAW.
    Anda termasuk kaum yang mana? Orang yang percaya penuh pada Al Qur’an dan hadits Nabi SAW? Atau orang yang masih membutuhkan cerita yang cukup ganjil dari orang selain Nabi SAW untuk menjadi lebih yakin pada Islam?
    Wassalamu’alaikum wr.wb.,
    Gene

    ReplyDelete
  21. masya Allah.... menurut saya ambil saja esensinya saja dari cerita ibu itu, nggak usah menghakimi. selama menambah keimanan, alhamdulillah.baguskan jadi ingat kematian. Gak usah nuduh bohong,palsu... ambil hikmahnya aja.
    Jangan sombonglah Bro... istigfar! you need to be more humble. sorry, if i say impolite.
    wasswrwb
    'AL FAKIR'

    ReplyDelete
  22. Coba anda baca lagi: tidak ada kata "berbohong" di dalam komentar saya.
    Saya hanya katakan "tidak sesuai dengan ajaran Al Qur'an dan Hadits Nabi SAW."
    Titik.

    ReplyDelete
  23. gak jujur ...
    ente dateng aja ke MUI, belajarlah disana, Islam yg bijak.Banyak ulama2 bagus disana, yg ilmunya dalam & bijaksana.
    never blame lah
    'AL FAKIR'

    ReplyDelete
  24. Terim kasih Pak/Ibu Anonymous. Guru saya yang almarhum KH Masyhuri Syahid MA memang dari MUI, dan dua guru yang baru juga dari MUI.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  25. Assalamu'alaikum..
    Ehm maaf saya ikut nimbrung..bukan berlagak sok pintar tapi saya cuma ikut berpendapat.
    Saya melihat bahwa tidak ada yang salah di sini..Sdr.Gene saya lihat mencoba berpikir secara logis,tapi bukankah Ilmu Allah sangatlah luas..kadang pikiran kita pun tak akan sampai memikirkan karena pemikiran manusia sangat terbatas. Tapi Gene juga mencoba mendasarkan pikiran-pikirannya pada Al-Quran dan Al-Hadist. Mungkin Gene perlu mencari dan menggali sumber-sumber yang lebih banyak lagi..Seperti hadist yang ditulis Sdr Anonimous pada tgl 22 March 2008 (Saya pun pernah membaca di sebuah kitab namun saya lupa judulnya) bahwa Nabi Muhammad pun pernah menceritakan tentang bagaimana keadaan ruh yang telah meninggalkan jasadnya (dan menurut saya hampir sama dengan kejadian Azlina)..
    Sekali lagi Allah yang lebih mengetahui..Tapi paling tidak ambil sisi positif dari pengalaman Azlina..Selama itu menambah keimanan kita terhadap Allah SWT...
    Dan buanglah jika itu membuat syirik dan menyekutukan Allah..
    Wassalam
    Fathul

    ReplyDelete
  26. assalamu alaikum.
    maaf ikut saran ya.
    trims untuk pak fathul, untuk pencerahannya yang bijaksana.
    ana setuju. kalo terlalu ngandelin logika dikhawatirkan jadi nggak jelas mau kemana.
    wasslam
    Eva Hariyati

    ReplyDelete
  27. Sama-sama mbak eva hariyati..tapi jangan panggil saya pak fathul. Saya baru 21 tahun mba..Hehehe..

    ReplyDelete
  28. assalamu'alaikum wr. wb.

    menurut saya tidak ada yang aneh...Allah bisa menciptakan bumi dan seisinya dan juga alam semesta, mengapa Ia tidak bisa membuat suatu kisah sebagai hikmah dalam segala bentuk?Kemampuan ALlah tidak bisa diragukan dan

    ReplyDelete
  29. assamulaikum wr. wb.

    membaca dari opini dari sdr. Gene serta komentar yang masuk, menurut saya masih ada kesenjangan antara opini sdr Gene serta dari komentator, malahan ada yang berkomentar tentang maqam serta logika ..

    menurut saya sdr. Gene menyatakan bahwa fenomena yang dialami sdri. Azlina (some say Aslina) adalah sesuatu yang punya banyak ketidak sesuaian dengan apa yang diajarkan oleh agama (Islam) berpegang pada Al qur'an dan hadits dengan, dalam hal ini sdr. Gene lebih banyak berpikir secara kontemporer dengan mengandalkan logika berpikir.

    Sementara komentator beropini, bahwasannya agama (Islam) adalah sesuatu yang penuh dengan hal yang syir (rahasia) yang mana dalam menjalaninya manusia tidak bisa menjangkaunya dengan logika berpikir biasa, dibutuhkan orang2 yang punya fundamental Islam yang dalam dalam rangka mempelajari syir ini, serta berpegang bahwasannya kalau ALLAH sudah berkehendak, then so it is.

    Tidak ada maksud dari saya untuk menyimpulkan diskusi yang menarik ini ..

    Saya berpendapat bahwa Agama harus punya akuntabilitas yang tinggi, akuntabilitas ini bisa dibuktikan dengan logika berpikir dari zaman ke zaman dan masih tetap punya relevansi.
    Dan satu persatu rahasia yang disembunyikan alam ini mulai terungkap padahal Al qur'an sudah menyatakan berabad-abad yang lalu.

    Rahasia ini terungkap berkat logika berpikir, bukan atas dasar "penerimaan wahyu" lagi.

    Saya setuju dengan kenyataan berpikir sdr. Gene, saya berpendapat bahwa tidak ada salahnya mempertanyakan cerita sdr. Azlina dikarenakan ada banyak fenomena yang dia alami (sebagai manusia biasa) tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.

    Tapi tidak salah juga kalau sdri. Azlina menyampaikan ceritanya kepada orang lain dalam konotasi sebatas beropini saja.

    Agama Islam bukanlah sebuah doktrin yang dipaksakan, tapi secara indah memprovokasi manusia untuk selalu berpikir dan hasil berpikirnya memperkuat keyakinannya, tentunya dilandasi dengan niat yang benar.

    Dalam hal berpikir ini tidak dibatasi oleh maqam seperti apa yang membolehkan manusia berpikir dan berpendapat, sebab kalau dalam konteks berpikir adalah ilmu itu adalah gudang, bertanya adalah kuncinya.

    Kalau saja tidak ada ruang dalam Islam untuk membolehkan berpikir dan berpendapat, tentunya dunia tidak akan seperti dunia yang kita tinggali sekarang.

    Mengenai pengalaman spiritual sdri. Azlina, menurut saya tidak lebih adalah dari endapan permainan pikirannya sendiri (perspektif ini dapat dijelaskan lebih jauh dengan psikologi) , serta dalam masalah hafadz Al qur'an, bukanlah fenomena tunggal yang luar biasa, karena Al qur'an adalah sangat mudah untuk dipelajari dalam hal hapal dan membaca, serta rahasia kemampuan otak manusia yang luar biasa yang mampu membuat manusia melakukan hal2 yang sebelumnya tidak bisa dia dilakukan.

    Kalau mati suri tsb dianggap lebih dari sekedar fenomena psikologi hanya karena di dalam ceritanya terdapat Malaikat, alam barzakh, bertemu dengan keluarga dsb nya, niscaya orang2 yang bermimpi bertemu dengan Jibril setelah dia menonton film Constantine akan mengklaim dirinya sebagai Nabi.

    Saya, Insya Allah, pernah mengalami mati suri setelah disengat listrik pada saat tidur, didalam mimpi saya, saya bertarung dengan kalajengking raksasa dimana kalajengking tersebut memegang saya dengan capitnya dan membentur2 kan saya ke tiang listrik PLN dengan kecepatan tinggi, sama sperti kalau anda menyentuh kable listrik bertegangan 220V. Rasa sakitnya sungguh luar biasa sekalipun saya dalam keadaan tidur.
    Hal itulah yang terakhir saya ingat setelah saya tersadar 2 hari kemudian.

    Memang sebelum tidur saya membaca buku tentang Zodiac yang mana kebetulan Zodiac saya adalah kalajengking. Tidak lebih dari sekedar ingin tahu, saya semakin agak yakin ketika ada hal2 yang kebetulan saya rasa sesuai dengan saya.

    Perspektif keluarga (yg, religius), ini adalah peringatan dari Allah SWT karena nyaris saya jatuh ke dalam syiriq

    Persektif saya, ini semata2 karena kecerobohan saya untuk tidur dengan terminal listrik di sebelah saya demi saya bisa tidur sambil mendengarkan radio.

    Kalau saya, fenomena apapun akan saya kembalikan kepada Al quar’an dan hadits, kemuadian berpikir dan bertanya.

    Saya yakin kepada Allah SWT atas apapun kehendak Nya, yang pasti saya juga yakin bahwa kehendak Nya tidaklah mungkin akan mendatangkan kesan yang bodoh kepada ciptaan Nya yang mampu berpikir.

    Sangat menarik sekali diskusinya, dan membuat saya tertarik untuk bertemu langsung dengan sdr. Gene, demi mempererat tali silahturahmi dan untuk berdiskusi mengenai kaitan2 kajian Islam

    Terus terang saya tau blog ini, dari teman yang mengaku mengenal anda secra langsung, mohon tanggapan dari sdr. Gene ke indra.perwira@yahoo.co.id

    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  30. Tentang adanya kehidupan setelah kematian, serta adanya surga neraka, dan sebagainya sebagaimana yang dikisahkan oleh Rasulullah dalam hadits-haditsnya, itu adalah Haq dan kita semua pasti mengimaninya.
    Tentang cerita azlina yg mengisahkan ttg kehidupan setelah kematian, tanpa dia ceritapun kita sudah yakin bahwa kehidupan setelah kematian itu ada. Tapi kalau azlina bilang bahwa dia 'benar-benar telah berada di akhirat dalam kontek ruhnya telah berada di alam setelah kematian' yang kemudian disebut mati suri....saya tidak yakin, karena mati suri sesungguhnya belumlah mati yang sesungguhnya, itu hanya fenomena dimana kondisi fisik/biologisnya mengalami 'gangguan' sehingga dia seakan akan telah mati. Orang yang sudah mati, yang ruhnya sudah berada didunia lain, di alam setelah kematian, itu tidak bisa balik lagi kedunia. itu quran yang bilang.
    Saya sependapat dengan gene, gene bukan tidak percaya dengan kehidupan akhirat, ia beriman akan itu. gene cuma mengkritisi azlina yang terkesan 'mengaku pernah ke akhirat sampai ketemu dengan ayahnya, dan bisa balik lagi ke dunia.
    Kalau azlina mau menceritakan pengalaman mati surinya silahkan saja, asal jangan meyakinkan orang bahwa ia benar-benar telah pernah berada di akhirat.
    Bahaya sekali kalau orang lebih percaya atau merasa lebih yakin adanya kehidupan akhirat dengan cerita azlina dari pada hadits nabi...
    bahaya sekali...secara implisit berarti lebih percaya ke azlina dari nabi muhammad sendiri.
    Pengalaman spiritual azlina dalam mati surinya bisa jadi hanya peristiwa psikologis wanita beriman, mungkin dengan cara itu Allah 'memaksa' azlina agar makin beriman.
    Saya angkat topi pada gene yang berani mengkritisi, terimakasih juga indra perwira, saya tercerahkan. Sebaiknya azlina kalau mau cerita ttg kehidupan setelah kematian mendasarkan ceritanya itu pada Al quran dan hadits saja, JANGAN mendasarkan pada pengalaman spiritual mati surinya. karena mati suri sesunggunya belum mati, anda mungkin ruhnya berada seperti ruhnya orang yang sedang tertidur sebagaimana di alamani oleh indra perwira, wallahu a'lam...mohon maaf lahir bathin....Salam semut ESQ...

    ReplyDelete
  31. Gene,,,saran saya coba km cari guru tasyawuf,yg mengerti ilmu hakikat, agar bisa terjawab, km terlalu mengandalkan logika,sementara yg hakikat sendiri saya yakin km blom mengetahuinya, itu saja wasalamualikum wr.wb

    ReplyDelete
  32. Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh ya akhy

    Bersabarlah dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya.

    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata:

    Dikhawatirkan atas mereka termasuk orang-orang yang diancam oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sabdanya :

    “Artinya : Barang siapa berdusta dengan sengaja atas namaku maka hendaknya ia menempati tempat duduknya di Neraka”. [Hadits shahih mutawatir]

    Karena sesungguhnya mereka walaupun tidak berniat berdusta secara langsung tetapi telah melakukan perbuatan dosa, karena mereka menukil hadits-hadits semuanya (tanpa menyeleksi), sedang mereka mengetahui bahwa dalam hadits-hadits itu terdapat hadits dha’if dan maudhu’. Dan mengenai hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi isyarat dengan sabdanya :

    “Artinya : Cukuplah seorang dianggap pendusta karena menceritakan perkataan yang ia dengar” [HR. Muslim]

    Kemudian diriwayatkan dari Imam Malik bahwa beliau berkata :
    “Ketahuilah tidak akan selamat seorang lelaki yang menceritakan apa saja yang ia dengar, dan selamanya seorang tidak akan menjadi pemimpin jika ia menceritakan setiap perkataan yang ia dengar”.

    Imam Ibnu Hibban berkata dalam shahihnya halaman 27 tentang bab : “Wajibnya masuk neraka bagi seseorang yang menyandarkan sesuatu ucapan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan ia tidak mengetahui kebenarannya”.

    Kemudian ia menukil dengan sanadnya dari Abu Hurairah secara marfu’ :

    “Artinya : Barang siapa berkata atasku apa yang tidak aku katakan,maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka”. [Sanad hadits ini hasan, dan asalnya dalam shahih Bukhari dan Muslim]

    Dan Imam Ibnu Hibban berkata tentang bab “khabar yang menunjukkan benarnya apa yang kami isyaratkan padanya pada bab yang lalu”. Lalu ia menukil dengan sanadnya dari Samrah bin Jundub, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Artinya : Barang siapa menceritakan dariku suatu hadits dusta, maka ia termasuk seorang pendusta”. [Hadits riwayat Muslim]

    Maka jelaslah dengan apa yang disebutkan (diatas), bahwa tidak diperbolehkan menyebarkan hadits-hadits dan riwayat-riwayatnya tanpa tasabbut (mencari informasi tentang kebenarannya). Dan barang siapa melakukan perbuatan itu (menyebarkan hadits tanpa mencari kejelasan tentang kebenarannya terlebih dahulu) maka ia terhitung berdusta atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Artinya : Sesungguhnya berdusta kepadaku, tidak sebagaimana berdusta kepada salah seorang (di antara kalian), barang siapa berdusta kepadaku secara sengaja, maka hendaknya ia menempati tempat duduknya di neraka”.[HR. Muslim]

    Oleh karena bahayanya perkara ini, saya berpendapat untuk memberi andil dalam “mendekatkan” pengetahuan tentang hadits-hadits yang kita dengar pada masa kini, atau hadits-hadits yang kita baca dalam kitab-kitab yang telah beredar, yang (tidak jelas kedudukannya) menurut ahli hadits, atau (hadits-hadits itu atasku palsu). Semoga hal ini menjadi peringatan dan mengingatkan bagi orang yang mengambil pelajaran sedang ia takut (kepada Allah Jalla Jala Luhu). [Lihat Silsilah Hadits Dhaifah halaman 47-51]

    [Disalin dari majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi Th I/No. 03/Dzulhijjah 1423/Februari 2003. Diterbitkan Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Alamat Redaksi Perpsutakaan Bahasa Arab Jl. Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya]

    Cukupkanlah diri kita dengan Al-Qur'an, Hadits yang shahih, dan ijma para Shahabat radiyallahu anhuma ajma'iin

    Imam Ibnu Rajab (wafat th. 795 H) rahimahullaah mengatakan, “Ilmu yang paling utama adalah ilmu tafsir Al-Qur-an, penjelasan makna hadits-hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan pembahasan tentang masalah halal dan haram yang diriwayatkan dari para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para imam terkemuka yang mengikuti jejak mereka...”
    [Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘alal Khalaf (hal. 41).]

    Imam al-Auza’i (wafat th. 157 H) rahimahullaah berkata, “Ilmu itu apa yang dibawa dari para Shahabat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, adapun yang datang dari selain mereka bukanlah ilmu.”
    [Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih (I/769, no. 1421) dan Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘alal Khalaf (hal. 42).]

    Beliau juga mengatakan, “Ilmu yang paling utama adalah ilmu tafsir Al-Qur-an, penjelasan makna hadits-hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan pembahasan tentang masalah halal dan haram yang diriwayatkan dari para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para imam terkemuka yang mengikuti jejak mereka...”
    [Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘alal Khalaf (hal. 41).]

    Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullaah mengatakan,

    Seluruh ilmu selain Al-Qur-an hanyalah menyibukkan,
    kecuali ilmu hadits dan fiqih dalam rangka mendalami ilmu agama.

    Ilmu adalah yang tercantum di dalamnya: ‘Qaalaa, had-datsanaa (telah menyampaikan hadits kepada kami)’.

    Adapun selain itu hanyalah waswas (bisikan) syaitan.
    [Diiwaan Imam asy-Syafi’i (hal. 388, no. 206), dikumpulkan dan disyarah oleh Muhammad ‘Abdurrahim, cet. Daarul Fikr, th. 1415 H.]

    Wallahu'alam bishshowab.
    Wassalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  33. Wassalaamu 'alaikum wr.wb.
    MAti suri belumlah mati. Jika aslina mati sungguhan maka ia tidak bisa kembali lagi kedunia. Alquran yang bilang. Fenomena Aslina banyak yang mengalami tetapi kita tidak bisa meyakininya, karena ia tidak mati yang sesungguhnya. Jadi cerita yang benar adalah dari orang ynag pernah mengalami mati sungguhan. Tapi masalahnya yang mati sungguhan gak pernah cerita, karena memang gak pernah balik kedunia lagi.
    Aslina mungkin juga diperlihatkan fenomena seperti itu, dan itu sudah diluar pengetahuan kita. Sudahlah..., serahkan saja semua urusan pada Allah SWT. Kita tidak tahu apa2 mengenai ruh kecuali sedikit. Alquran yang bilang. Sedikitnya seperti apa. Saya kira cukup lihat dalil Quran dan hadist.
    Terimakasih. Wallaahu a'lam bishowab.
    Wassalaamu 'alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  34. Astagfirullah...cerita yang dikritisi Gene itu terlalu dipandang logic oleh Gene sendiri. Logika emang perlu, tapi berpikir kalau Allah Maha Berkehendak juga perlu. Apapun bisa terjadi pada setiap hambanya.

    Kalau Aslina mengalami mati suri dan menceritakan pada seseorang, mungkin dia bermaksud berbagi sharing saja, tanpa ada maksud mempengaruhi/membuat orang takut/membuat orang berbondong2 jadi lebih religius.

    Saudara Gene terlalu menganalogikan dengan logika. Ada saatnya kejadian-kejadian yang ada, tak bisa di analogikan dengan logika manusia. Banyak contohnya...

    Kenapa begini kenapa begitu...?semua ada kok di Alquran dan hadis.

    Mengenai tanggapan seseorang yang tak percaya ESQ... itu sah-sah aja. Percaya kan hanya pada Allah swt. Tapi jangan memandang sebelah mata jika anda belum merasakan pengalaman trainingnya...

    Kalau anda pernah kuliah atau sekolah, ada yang namanya malam renuangan atau muhasabah. ESQ sama seperti itu, bentuknya renungan atau muhasabah. Bedanya, dengan menggunakan metode tertentu dengan bantuan multimedia.

    Bukalah pikiran anda yang terbelenggu pada sesuatu hal...

    Kami yakin, lembaga ESQ yang semakin besar itu tak mungkin bergerak maju tanpa hambatan. Tapi itulah perjuangan...

    ReplyDelete
  35. Kebanyakan orang menyalahkan pendapatnya Mas Gene, seharusnya tidak demikian cara menyatakan ketidak setujuan terhadap suatu pendapat. Yang dinyatakan Mas Gene kan hanya sebuah pendapat, bisa benar dan juga bisa salah.Tapi sampai semua coment terakhir saya amati bahwa kebanyakan dari yang tidak sependapat dgn pendapatnya Mas Gene hanya berkutat pada masalah yang personal case bukan general case. jadi kalau mau dikatakan cerita ibu aslina itu benar secara syar'i maka seluruh dari bagian cerita harus sesuai dgn apa yang sudah di jelaskan oleh Rasullah. Kalau ada satu bagian yg tidak sama dgn Rasullah maka bisa dikatakan bahwa cerita tersebut bukanlah cerita yang bisa diklaim sebagai peristiwa yg luar biasa untuk umat. itu hanyalah sebuah pengalaman pribadi yang mungkin bisa salah karena hal tersebut hanya dialami oleh manusia biasa. Sedangkan rasullah yg telah bertemu dgn Allah dan melihat Surga dan Neraka secara langsung, sehingga udah barang tentu yg bener adalah Rasullah berarti Aslina ceritanya bisa saja salah. kalau mau mengkritisi pendapatnya Mas Gene seharusnya itu Hadist dan Ayat Al Quran yang dikemukakan oleh Mas Gene untuk mengkritik cerita Aslina yang perlu dipatahkan atau bilang aja Ayat ayat dan hadist yang digunakan oleh Mr Gene adalah PALSU sehingga pendapat Mr Gene salah.

    ReplyDelete
  36. Begitulah ummat Islam di Indonesia. Siap percaya pada semua hal yang bersifat ghaib, sekalipun bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Kalau Nabi kita mengatakan A dan ada orang yang mengalami mati suri mengatakan B, banyak sekali orang siap percaya begitu saja pada B karena disampaikan lewat cerita ghaib. Semua yang masuk kategori A hanya sebatas ajaran Nabi SAW dan tidak ada kejadian misterius untuk menarik perhatian mereka. Jadi ajaran B bisa dianggap lebih kuat daripada ajaran A dari Nabi SAW.
    Sebenarnya, ini bisa dites kalau ada yang mau. Membuat pengajian rutin di masjid dekat rumah. Pasang spanduk atau iklan dan mengatakan bahwa yang akan dipelajari hanya ilmu Islam yang standar, tafsir, fiqih dan sebagainya, dengan menggunakan kitab standar seperti Bulughul Maram. Yang datang barangkali hanya sekian orang saja.
    Lalu membuat pengajian kedua. Iklankan bahwa yang berceramah adalah orang yang pernah mengalami mati suri, bertemu dengan malaikat, mengetahui banyak tentang alam kubur, banyak mengetahui tentang hal-hal yang ghaib, serta bisa memberi kesan-kesan misterius untuk ummat Islam.
    Saya yakin bahwa jumlah orang yang akan datang akan melibihi kapasitas masjid.
    Mungkin orang Indonesia tidak sadar bahwa masyarakat kita masih punya sifat seperti ini. Sudah ratusan kali saya bertemu dengan orang Indonesia dan mereka bertanya: “Apakah ada kejadian?” (Maksudnya, apa ada kejadian aneh yang menimpa saya sehingga bisa masuk Islam). Kenyataan bahwa ajaran Islam sangat masuk akal tidak cukup memuaskan bagi mereka. Mereka sangat mengharapkan ada suatu macam kejadian aneh yang ghaib, yang membuat saya kaget dan mendorong saya untuk masuk Islam. Kalau tidak ada, mereka kelihatan agak kecewa. Mereka sangat inginkan saya melihat cahaya, ketemu malaikat, mati suri dan melihat alam kubur, dan sebagainya. Memutuskan dengan akal yang sehat kurang menarik. Harus ada “kejadian”. Oleh karena itu, acara televisi seperti “Dunia Lain” dna “Pemburu Hantu” mendapat rating yang sangat tinggi di sini. Masyarakat sangat inginkan acara seperti itu.
    Pada sisi lain, juga sangat mungkin bahwa sebagian orang yang berkomentar pada post ini adalah pendukung ESQ yang setia. Mereka menilai apa saja yang disediakan oleh pemimpin ESQ harus diterima dan dibenarkan. Kalau ada komentar dari orang yang bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh ESQ maka itu identik dengan “sesat” (dan harus diselamatkan lewat ESQ; mereka sering mengatakan, “Orang itu harus dikembalikan ke garis orbit yang benar” = mendukung ESQ).
    Jadi kalau ada cerita yang bertentangan dengan ajaran Nabi SAW, mereka tidak terlalu peduli karena ESQ sudah lebih utama di dalam pikiran mereka daripada semua hal yang lain. Mereka sekedar membela apa yang mereka yakini, sekalipun bertentangan dengan ajaran Nabi SAW.
    Begitulah masyarakat kita di Indonesia. Masih perlu banyak waktu sehingga sifat-sifat seperti ini bisa hilang dan diganti dengan keyakinan pada Nabi Muhammad SAW saja, sehingga tidak perlu cerita2 aneh dari siapapun untuk alasan apapun untuk menyakinkan mereka tentang kebenaran Islam.
    Kalau ada orang yang menjadi lebih yakin pada Islam disebabkan ada cerita misterius (yang bertentangan dengan ajaran nabi Muhammad SAW) maka saya merasa kasihan dengan orang itu. Lebih baik kita yakin pada apa yang disampaikan oleh Nabi Allah tanpa perlu tambahan kisah misterius dari manusia lain.

    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete
  37. Afwan, akhy Gene, sedikit meluruskan saja, kalau kata "Begitulah ummat Islam di Indonesia" di ganti dengan "Begitulah mayoritas ummat Islam di Indonesia" bisa lebih tepat, karena antum dan beberapa umat Islam di Indonesia lainnya tetap berusaha menyaring apapun tentang Islam dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah (Hadits).

    Sedikit tambahan mengenai bahaya taqlid (mempercayai/mengikuti dengan tanpa dalil dari Al-Qur'an atau As-Sunnah):

    PARA IMAM MELARANG TAQLID DAN MEWAJIBKAN ITTIBA’

    Diantara hal lain yang menunjukkan perbedaan yang mendasar antara taqlid dan ittiba’ adalah larangan para imam kepada para pengikutnya dan taqlid dan perintah mereka kepada para pengikutnya agar selalu ittiba’:

    Al-Imam Abu Hanifah berkata, “Tidak halal atas seorangpun mengambil perkataan kami selama dia tidak tahu dari mana kami mengambilnya” Dalam riwayat lain beliau berkata, “Orang yang tidak tahu dalilku, haram atasnya berfatwa dengan perkataanku” [Dinukil oleh Ibnu Abidin dalam Hasyiyahnya atas Bahru Raiq 6/293 dan Sya’ rany dalam Al-Mizan 1/55]

    Al-Imam Malik berkata : “Sesungguhnya aku adalah manusia yang bisa benar dan keliru. Lihatlah pendapatku, setiap yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah maka ambillah, dan setiap yang tidak sesual dengan Kitab dan Sunnah maka tinggalkanlah” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam Al-Jami’ 2/32]

    Al-Imam Asy-Syafi’i berkata, “Jika kalian menjumpai sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , ittiba’lah kepadanya, janganlah kalian menoleh kepada perkataan siapapun” [Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ 9/107 dengan sanad yang shahih]

    Beliau juga berkata, “Setiap yang aku katakan, kemudian ada hadits shahih yang menyelisihinya, maka hadits Nabi , lebih utama untuk diikuti. Janganlah kalian taqlid kepadaku”. [Diriwayatkan olehAbu Hatim dalamAdab Syafi’i hal.93 dengan sanad yang shahih]

    Al-Imam Ahmad berkata, “Janganlah.engkau taqlid dalam agamamu kepada seorangpun dari mereka, apa yang datang dari Nabi dan para sahabatnya ambillah” Beliau juga berkata, “Ittiba’ adalah jika seseorang mengikuti apa yang datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya” [Masa’iI Al-Imam Ahmad oleh Abu Dawud hal.276- 277]

    Al-Imam Ibnu Abil ‘Izz Al Hanafy berkata, “Umat ini telah sepakat bahwa tidak wajib taat kepada seorangpun dalam segala sesuatu kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam …makà barangsiapa yang ta’ashub (fanatik) kepada salah seorang imam dan mengesampingkan yang lainnya seperti orang yang ta’ashub kepada seorang sahabat dan mengesampingkan yang lainnya, seperti orang-orang Rafidhah yang ta’ashub kepada Ali dan mengesampingkan tiga khalifah yang lainnya. ini jalannya ahlul ahwa” [Al-Ittiba’ cet. kedua hal. 80]

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Barangsiapa yang ta’ ashub kepada seseorang, dia kedudukannya seperti orang-orang Rafidhah yang ta’ashub kepada salah seorang sahabat, dan seperti orang-orang Khawarij. ini adalah jalan ahli bid’ ah dan ahwa’ yang mereka keluar dan syari’at dengan kesepakatan umat dan menurut Kitab dan Sunnah ... yang wajib kepada semua makhluk adalah ittiba’ kepada seorang yang ma’shum (yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam) yang tidak mengucap dan hawa nafsunya, yang dia ucapkan adalah wahyu yang diturunkan kepadanya” [Mukhtashar Fatawa Mishniyyah hal.46-47]

    [Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 2 Tahun V/Ramadhan 1426, Oktober 2005. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim PO BOX 21 (61153)]

    Mari kita lebih bersabar dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan mendakwahkannya.

    Tidak ada jalan pintas untuk memahami Islam sepenuhnya tanpa usaha untuk terus-menerus menuntut ilmu dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah di miliki.

    "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS. Al-Israa', 17: 36)

    Wallahu'alam bishshowab.
    Wassalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  38. Assalamu'alaikum,

    Barangkali "mati suri" yang dialami oleh Aslina berbeda dengan "mati" menurut Al Quran dan As Sunah. Jika "mati" diartikan sebagai "berpisahnya ruh dari jasad" mungkin dalam mati suri ruh belum berpisah dengan jasad tetapi tanda-tanda kehidupan (misalnya jantung berhenti berdetak". Kalau nggak salah, dalam kedokteran orang dinyatakan mati kalau aktivitas batang otaknya berhenti [bukan jika jantung berhenti berdetak]. Hmmm, mungkin mati suri seperti ini, jantung mungkin berhenti berdetak tetapi otak masih beraktivitas (mungkin nggak ya?). Jadi, kejadian-kejadian yang dialami dalam "mati suri" adalah aktivitas imajinasi otak. Karena hasil imajinasi otak, maka bisa saja orang yang "mati suri" seolah mengalami kejadian-kejadian yang aneh-aneh itu (yang dikatakan bertentangan dengan Al Quran dan Hadits coz sebenarnya dia belum "mati", ruhnya masih bersatu dengan jasadnya). Seperti dalam mimpi, barangkali.

    Kalau memang demikian, maka Alloh maha berkehendak dengan menjadikan manusia mengalami mati suri, seolah-olah mati (tanda2 kehidupan hilang, jantung berhenti berdetak), tetapi belum mati yang sebenarnya (ruh berpisah dengan jasad dan dibawa ke alam barzakh). Jadi, apa yang dialami oleh orang yang mati suri lalu diceritakan itu bukan kondisi orang yang sudah benar-benar mati (kejadian2 setelah orang meninggal dunia).

    Afwan kalau komentar saya ngaco. Ini hanya sebatas pemikiran saya yang awam. Karena saya berpikir mungkin mati suri itu berbeda dengan mati yang sebenarnya sehingga apa-apa yang dialami ketika mati suri mungkin berbeda dengan kejadian setelah mati yang sebenarnya yang telah disebutkan dalam Al Quran dan As Sunah. Kalau mati yang sebenarnya mah, nggak bisa hidup lagi... (Kalau ada orang yang bangkit dari kuburnya...? Hii...).

    Wallohu a'lam bishowab
    Semoga Alloh mengampuni saya dan kita semua jika ada kesalahan.

    ReplyDelete
  39. subhannallah... hanya Allah yg tau. Mengapa kita tidak dapat menerima begitu saja?
    Kalau berbicara tentang akhirat selalu banyak alasan untuk menyangkalnya(kenapa kok begini? kenapa kok begitu?) dan sulit untuk menerima. Tetapi kalau bicara tentang dunia(fashion, uang, bisnis, kerja, apalagi wanita) wah tidak ada alasan untuk tidak menerimanya.
    seperti kejadian Nabi SAW sepulang dari Isra' Mi'raj. saat beliau bercerita. Dimana hanya Abu Bakar yg percaya. Mengapa? Karena Abu Bakar sangat yakin bahwa segala kejadian KALAU Allah menghendaki pasti akan terjadi. ingat SEGALA KEJADIAN(tdk perlu dijelaskan arti kata SEGALA dan arti kata KEJADIAN).

    ReplyDelete
  40. wedeh... kenapa sih tiap kalimat dikomentari? apa tiap kalimat itu dirasa salah? salah benarnya hanya Allah yang tau. buat apa digembar gemborkan. dan Allah tentunya akan memberikan kebenaran pada tiap hambaNya dan menunjukkan yang benar untuk hambaNya sekiranya itu salah..

    ReplyDelete
  41. Subhanallah.. Maha Suci Allah dari segala prasangka buruk kita..

    Mengapa sampai ada alasan Allah Azza wa Jalla yang Maha Kuasa di lemparkan untuk membela suatu kisah yang di buat manusia yang tidak di jamin ke-ma'sum-annya (di ampuni segala dosa)?

    Dalil ayat apakah yang digunakan untuk mempercayai semua kisah tentang Islam tanpa memeriksanya dengan dalil yang shahih?

    Allah Maha Kuasa, tetapi Allah itu Maha Benar, tidak mungkin Allah azza wa jalla menyelisihi ayat-ayat Al-Qur'an dan As-Sunnah yang Dia firmankan.

    Sebaiknya kita lebih bersabar dalam berucap, dan jangan malas dalam mencari ilmu atau mencari kebenaran dari suatu kisah.

    Jangan mengambil jalan pintas dalam usaha membela Islam ini dengan alasan Allah Maha Kuasa sedangkan tidak ada dalil yang mendukungnya.


    Perhatikanlah... Allah itu Maha Kuasa, namun mustahil bagi Allah berubah wujud menjadi manusia.

    "Artinya : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : 'Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam". [Al Maidah:17]

    "Artinya : Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga" [Al Maidah:73]

    Jangan juga kita menyamakan atau menggunakan alasan jawaban Abu Bakar رضي الله عنه ketika ditanya mengenai kisah Isra' dan Mi'raj dengan kisah mati suri ini, karena dengan melakukan hal itu kita sudah menyamakan Rasulullah صلّÙ‰ الله عليه Ùˆ سلّÙ… dengan orang lain.

    Siapa yang mengisahkan kejadian Isra' Mi'raj?
    Siapa yang mengisahkan kesaksian mati suri?

    Subhanallaah..

    Sudah jelas dalil-dalil yang shahih mengenai kematian dan azab kubur, cukupkan diri kita untuk hanya berpegang pada Al-Quran dan As-Sunnah serta menggunakan pemahaman yang benar, yaitu pemahaman para sahabat رضي الله عنهمااجمعن, tabi'in, tabi'ut tabi'in رحمه الله.

    Wallahu'alam bishshowab.

    ReplyDelete
  42. Yang penting kita kena banyak kan amalan baik dan jauhkan perbuatan dosa kerna kita semua akan MATI.

    mengingati mati penting bagi kita

    ReplyDelete
  43. ASSALAMUALAIKUM.

    SAYA MENCOBA MENANGKAP MAKSUD ATAU POINT/INTI DARI TULISAN SAUDARA GENE NETTO yaitu BAHWA KITA HARUS "HATI-HATI" MENYIKAPI FENOMENA PENGAKUAN SESEORANG (dalam kasus ini yaitu Azlina) MENGENAI PENGALAMAN MATI SURINYA TERSEBUT (walaupun kepada sebagian orang berdampak positif) DARI PERSFEKTIF ISLAM YANG MEMANG HARUS ENGEMBALIKAN SEGALA SESUATU (terutama masalah yang irrasional) BERDASARKAN ATAS ALQURAN & HADIST SHAHIH. DAN, BERDASARKAN ATAS HASIL KAJIAN MAS GENE NETTO, ADA BEBERAPA HAL YANG TIDAK SESUAI 2 LANDASAN TERSEBUT (ALQURAN&HADIST).
    MASALAH BAGAIMANA MENYIKAPINYA, MAS GENE NETTO TENTU SAJA MENYERAHKAN HAL TERSEBUT KEPADA MASING-MASING ORANG. MAU MEBERIMA SILAHKAN, MAU MENOLAK JUGA SILAHKAN.

    SEKALI LAGI, MAKSUD DARI MAS GENE NETTO ADALAH COBALAH UNTUK HATI-HATI UNTUK MENYIKAPI FENOMA MATI SURI TERSEBUT (TERSERAH BAGAIMANA KITA MAU MENYIKAPINYA).
    HANYA SAJA, DIA KHAWATIR, BILA SEANDAINYA KEYAKINAN KEIMANAN SESEORANG DIHADAPKAN PADA SUATU PERISTIWA YANG BELUM JELAS KEBENARANNYA SELAIN ORANG ITU SENDIRI YANG TAHU. KECUALI TENTU SAJA, BILA ORANG ITU ADALAH NABI MUHAMMAD SAW, YANG DIJAMIN JUJUR, DAPAT DIPERCAYA, DAN MENDAPAT JAMINAN KREDIBILITASNYA DARI ALLAH SWT DI DALAM ALQURAN

    DEMIKIAN. MOHON MAAF BILA ADA KEKHILAFAN.
    WASSALAM

    ReplyDelete
  44. salam..
    RENUNGKAN!
    >kata2 siapa perlu dipercayai antara 3 golongan ini(pihak mati suri/pihak gene/pihak nabi muhammad s.a.w.)

    >berpegang teguh pada AL-QURAN dan HADIS...jauhi tahyul dan perkara yang tak jelas(sumber yang tidak pasti).

    >adakah kamu yakin c mati suri itu tidak menokok tambah cerita.

    >yakinlah nabi Muhammad s.a.w. itu tidak menokok tambah cerita kerana beliau seorang yang berkata2 benar saja.

    ............

    sekian terima kasih.

    ReplyDelete
  45. kecenderungan yg saya baca setelah banyak opini, dan banyak pihak yg menyalahkan bahkan menyudutkan gene..mulai agak membuat diskusi ini ke arah yg salah.

    setidaknya, baiknya yg didiskusikan adalah (untuk semua orang, bukan hanya pihak pak Gene saja) berasal dari al-quran dan hadist. jangan dari opini semata.

    kalo beropini hanya dengan mengandalkan ingatan dan emosional semata, kiranya perpecahan antar sesama umatlah yg terjadi. tetapi apabila diskusinya untuk memberitahukan apa yang benar menurut Al Quran dan Hadist. saya percaya, tidak ada opini yg saling menjatuhkan.

    amin..

    cukuplah, peristiwa2 yg membuat umat muslin pecah.
    tidak masalah, gene dari Ausy atau kita di indonesia, yg penting kita semua adalah saudara. yg benar haruslah memberitahu yg salah agar menjadi benar. namun dengan cara yg halus dan sopan seperti yg di ajarkan nabi kita Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  46. wah....menarik juga nich debatnya.tapi sayang, karena yang komentar tidak mencantumkan ID yang jelas (disertai dengan profil singkatnya), maka pendapatnya juga akan sulit dipercaya walaupun itu "benar".
    Contoh : seorang yang pendusta atau suka berbohong, tentu nasihatnya sulit untuk diterima orang, walaupun nasihat itu "benar".
    Jadi, cantumkanlah ID anda, agar ada yang mengkoreksi pendapat anda atau bahkan akan mendukung/menghormati anda, sebagai contoh : "nama saya K.H. Sulaeman George, Eng., Prof. (alumni Al-Azhar Kairo th.1980, jurusan Fiqih, dsb.....).

    W$$lm....
    Frederik F.P.

    ReplyDelete
  47. Iya, saya setuju dengan pendapat di atas.
    jika ada ID, maka saya yakin bahwa ybs tidak akan memalsukan datanya, jika hal ini terjadi, maka pasti akan ada yang membantahnya jika ada pemalsuan.
    saya tambahkan mengenai IDnya, hendaknya juga disertai dari Ponpes atau Lembaga Dakwah mana dia berasal atau yang sedang digelutinya.

    Trimsssss
    Anti R. Dewi

    ReplyDelete
  48. Iya, apalagi debat di atas hanya debat melalui tulisan2.
    Tiap pihak, saling mempertahankan pendapatnya msg2.
    Tahukah anda, dahulu, sahabat Nabi SAW juga ada yang bijak dan sabar, dan ada juga yang keras dan tegas, contohnya Abu Bkr & Umar BK (RA) yang memiliki karakteristik yang berbeda 180derajat.

    Wallahu 'alam bishawaf.
    Yudi Permana

    ReplyDelete
  49. g jelas,mati suri tu pa jga?.......
    aq g tw......
    bagai mana rasanya mati suri?....
    kok seperti nama buah"timun suri".
    g kok bercanda...............

    ReplyDelete
  50. jgn brpikran smpit, Allah punya urusan masing2, mslh mati suri jika Allah brkata kun fa yakun, ap ada yg bs nolak??

    ReplyDelete
  51. Assalamu'alaikum.. HEY Bung, Aslina itu adalah mantan mahasiswi STAI di bengkalis! ketika itu ia diingatkan oleh pamannya, karena pada waktu itu Aslina sedang koma, dan bukannya terdapat di sebuah hadits Shahih Muslim yg berbunyi, : TalQinkanlah (ajarilah dengan bacaan) "Lailaha Illallah" pada diantaramu yg akan mati. (HR. Muslim) maka dari itu Aslina itu seorang Muslimah, dan dia itu tercatat sebagai siswi STAI (kalau tdk percaya datang sendiri dan tanya langsung). Justru saya jadi curiga kepada anda bahwa mungkin saja anda seorang Islam Liberal, karena Kenapa anda menafikan hadits ini? anda lupa atau pura2 lupa, sekali lagi jgn memfitnah orang yg bersangkutan (Aslina). Makanya anda kalau berbicara hati hati, karena dapat menyebarkan fitnah! Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  52. ivan garda / ESQLCFriday, 19 June, 2009

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Kami dari pihak ESQ LC dengan ini memberi penjelasan sebagai berikut:
    1. Kami terbuka terhadap kritik dan saran terutama untuk menjalin saling pengertian dan ukhuwah sesama muslim.
    2.Berkaitan dengan fenomena mati suri dan kisah yang disampaikan oleh Ibu Aslina, kami hanya media saja sebagaimana beliau menyampaikan kisahnya diberbagai pengajian, media massa cetak dan elektronik, untuk selanjutnya bertakbir memuji kebesaran Alloh SWT.
    3. Lembaga kami hanyalah lembaga Training, sehingga materi didalamnya bersifat simulasi. Sebagaimana ustad mungkin mengajar orang sholat menggunakan simulasi jadi menghadap peserta pelajaran shalat ustad, tidak menghadap kiblat. Atau untuk memudahkan hapalan Al-Qur'an dan Hadits mungkin ustad menggunakan irama tertentu.
    4. Kami keberatan jika ustad menyebut kami hanya berorientasi bisnis, bagi kami bisnis hanya merupakan alat. Kami memiliki cita-cita perubahan sikap mental masyarakat Indonesia agar lebih baik.Jika ustad dapat berkunjung ke tempat, kami memiliki sedemikian banyak program yang berorientasi dhu'afa, termasuk mencetak Al-Quran gratis oleh para alumni kami karena masyarakat yang memiliki Qur'an hanya berjumlah kurang dari 10% dan kami bertekad minimal semua keluarga muslim memiliki Al-Quran, mohon do'anya Ustad.
    5.Selanjutnya program-program kami baik langsung atau tidak langsung diawasi (quality qontrol)oleh hampir semua lembaga Islam formil termasuk yang non-formil dan senantiasa berkomunikasi dengan berbagai ulama.
    Terimakasih atas perhatiannya.

    Ivan Garda
    ESQ-LC

    ReplyDelete
  53. ASSWRWB,
    bukalah, 13:24

    Saudaraku semua, saya melihat bahwa disini tidak ada satu pihak-pun yang keliru dalam pernyataannya masing-masing. Saya pribadi setelah membaca komentar-komentar yang muncul lalu saya meng-Amin-kan bahwa jika kita mencari kebenaran kemudian datang suatu "kebenaran" (kita tidak mengetahui apakah itu benar)lalu kita mendebatkannya maka dalam perdebatan itu muncul yang namanya SETAN yang kemudian dengan racikannya seperti emosi, perasaan menang, perguncingan antar sesama maka siapa yang bertepuk tangan dan mengatakan mission accomplish?

    Nah saya menyarankan sebaiknya sebelum kita akan menyaring suatu ilmu sebaiknya kita mohon perlindungan seperti 23:97-98 sehingga jelaslah 11:46-47 bahwa berusahalah (saya bermohon kepada Allah untuk semua orang disini) untuk melakukan perbuatan baik sehingga kita mendapat ganjarannya.

    Untuk saya pribadi setelah menyaksikan kisah perjalanan ruh ini yang terjadi adalah saya mulai memperbaiki seperti apakah shalat yang diajarkan kepada saya oleh orang tua saya sesuaikah? apakah dengan kenyamanan saat ini yang saya rasakan cukupkah atau masih kurangkah? sudahkah, kurangkah, lebihkah...... kata-kata pemicu akhirnya bermunculan..

    Ada pernyataan ..dan ingatkanlah akan azab kubur dan pedihnya siksa neraka pada saat kita dan yang lainnya sedang menikmati HIDUP dan antarlah dengan di-imajinasikan bagaimana keadaan surga pada saat akan mendekati KEMATIAN

    Bacalah 4:49, renungkan 5:17, peganglah 5:54, perkuatkah 6:39, ingatlah 7:188, bandingkanlah 10:49, janjilah 10:108, lihatlah 11:88, penuhi 11:107, jadilah 6:126

    Mari penuhi diri dengan ilmu, carilah apa yang dicari, jika dalam mencari kebenaran lalu muncul perselisihan maka hindari karena itu lebih baik dan jadikan hati menjadi sabar kembalikan kepada Quran dan sunnah (13:31).

    Perhatikan bagaimana emosi akan mengunci umur kita sedang kita dalam usaha melakukan, mencari kebaikan, ridho Allah.

    Bagi rekan ESQ khususnya dan juga lainnya, jadilah seperti apa yang sedang dilakukan sampaikanlah jika itu membawa kebaikan lakukanlah hanya karena Allah semata

    ..ya benar .. semua karena Allah...13:28

    baik untuk direnungkanlah 13:27-30

    mohon saya diikut sertakan dalam doa saudara sekalian kepada Allah

    WassWrWb.

    ReplyDelete
  54. hm.... ana sebagai orang awam menjadi terbuka pikiran ini setelah membaca opini, komentar dan dalil dalil yang disampaikan. melihat penomena ini menjadi teringat banyaknya kejadian kejadian misterius dialam ini yang tidak bisa dijelaskan oleh logika tapi mungkin bisa di cerna oleh keimanan satu hal yang bisa ana ambil hikmah dari semua itu adalah mistery boleh terjadi tapi keimanan tetap dihati. Alquran dan Sunah tetap jadi pegangaan walahualam..

    ReplyDelete
  55. assalamualaikum,
    saudara gene yang dirahmati Alloh,
    saya hanyalah seorang hamba Alloh yang jauh dari sempurna. saya juga sama sekali tidak pernah mengikuti ESQ. saya hanyalah seorang ibu dan seorang istri yang masih jauh dari sempurna.
    terus terang pemahaman agama islam saya dan logika saya tidak secemerlang anda. sehingga saya tidak memahami adanya anggapan dari anda yang mengatakan bahwa cerita aslina merupakan cerita yang tidak sesuai dengan tuntunan Al Quran dan sunah rasul.
    tapi satu yang saya bisa katakan, saya sangat sangat terinspirasi oleh ceritanya.. setidaknya cerita aslina mampu menyelamatkan pernikahan saya dan membuat saya tidak pernah lelah untuk berusaha kembali menjalankan tugas saya sebagai istri, ibu, dan muslimah yang bermanfaat.
    beberapa hal yang saya ingat dari cerita aslina adalah :
    1. sakaratul maut itu sangat sakit. sakit sekali. dan ini sama dengan riwayat Nabi Muhammad SAW di saat sakaratul maut.
    2. di saat dalam kubur, hanya sendiri, hanya amal yang menemani. sehingga ketika ada malaikat yang menanyai, hanya kita dan amal kita yang menemani. entah bagaimana bentuk amal kita, wallahualam bishawab.
    dua hal itu yang memotivasi saya dan seperti melahirkan saya menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Saya tidak mengingkari Al Quran dan riwayat serta hadist Rasulullah. tapi, saya juga terinspirasi oleh cerita ini. sehingga alhamdulilah, pernikahan saya terselamatkan dan saya bisa lebih memaknai hidup dengan lebih berarti dan mencari ridha Alloh SWT.
    sehingga, saudara gene, setidaknya cerita aslina ini, jangan hanya dicari kesalahan dan kejanggalannya. tapi, cerita aslina telah menyelamatkan sebuah keluarga kecil dari kehancuran.
    Alhamdulilahirabil'alamin.

    umi lutfia

    Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  56. Dear Gene,
    klo saya baca dari opini anda ini sangat salah besar, klo masalah tayamum dan sholat ketika di alam barzah bisa saja, karena azlini kan sedang mati sementara (karena Allah SWT maha mengetahui) makanya mba azlini bisa mendengar adzan dan ingin sholat. klo dia mati beneran kali ga ada cerita gini kalee....
    salam
    ari

    ReplyDelete
  57. Allah Swt berkata : Kun Fayakun!

    hanya itu komentar saya atas analisa anda...,,,jika Allah SWT sudah berkehendak apapun bisa terjadi...ilmu kita hanya sedikit untuk menganalisa alam gaib...

    ReplyDelete
  58. berfikirlah logis dengan otakmu,pertimbangkanlah dengan hatimu.dan kamu akan menemukan jawaban dari semua pertanyaanmu.semoga hatimu tak membeku seperti kerasnya batu.banyaklah berzikir izmu dzat "allah" dengan sepenuh hati penuh keeikhlasan...insya allah kamu akan mengerti apa apa yang tak pernah kamu mengerti..sesungguhnya ilmu allah maha luas, tak cukup bagimu berlogika saja..salam

    ReplyDelete
  59. semoga hatimu tak membeku seperti kerasnya batu. ( jemur aja hatinya kalau membeku, biar meleleh dan cair he..he)

    Hati yang keras itu seperti apa? kenapa ya orang suka menuduh orang lain mempunyai hati yang keras kayak batu? apakah yg berkata orang lain hatinya keras kayak batu berarti mempunyai hati yang lembut?

    Atau sebenarnya orang yang menuduh orang lain hatinya keras kayak batu sebenarnya hatinya sendiri yang keras kayak batu? karena kalau orang mempunyai hati yang lembut maka dia tidak akan berani menuduh orang lain berhati keras atau membeku.

    Kalau kita mengatakan orang lain buruk, berarti secara tidak langsung kita merasa lebih baik dari orang yang kita tuduh, Astaghfirulloh siapa sih kita? emang ada jaminan kita masuk surga? sehingga kita bisa meremehkan orang lain.

    Diam lebih baik kalau kita tidak bisa berkata baik.

    ReplyDelete
  60. Di acara Kick Andy, diungkapkan bahwa pada dasarnya mbak Aslina keberatan menceritakan kembali kisahnya.

    Menurut saya, mungkin mbak Aslina takut jikalau terjadi fitnah.

    Dan, entah bagaimana, setelah kisah mbak Aslina diungkap, ada sebagian orang yang skeptis.

    Terus terang saya adalah orang yg awam dalam ilmu agama, tetapi setelah mendengar pengalaman mbak Aslina, saya banyak mengambil hikmah dari situ. Terlepas dari kebenarannya, saya percaya ilmu manusia sangat-sangat terbatas dan saya yakin Allah Maha Mengetahui.

    Dan untuk tes yang diajukan Gene, saya coba iseng menjawab :
    Saya setuju bahwa pengajian yang kedua akan lebih rame karena pada dasarnya manusia penasaran dan ingin melihat sendiri 'pembuktian' atas hal-hal yang terkandung dalam Hadis dan Al-Quran. Dan apabila apa yang disampaikan pada pengajian kedua adalah suatu kebenaran, insya Allah itu adalah petunjuk untuk menjadi pelajaran bagi kita umat manusia. Dan tidak menutup kemungkinan juga jika setelah menghadiri pengajian kedua, banyak orang mengambil hikmah dan kemudian ramai menghadiri pengajian pertama :)

    Kita ambil hikmah positifnya aja yuk :)

    ReplyDelete
  61. [17.36] Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

    Kalau saya, hanya akan mengikuti Al Qur'an dan Sunah Rasulullah SAW.

    kalau soal cerita orang lain mengalami ini dan itu, hanya Allah saja yang Maha Tahu dia berkata benar atau dusta, jadi saya nggak merasa perlu apalagi wajib meyakininya, karena kalau ternyata dia berdusta dan saya berpegang teguh pada ucapannya, bisa bahaya masa depan saya di akhirat nanti, bahkan jka saya mengalami sendiri hal gaib sekalipun, saya akan memfilternya dengan Al Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW, jika sesuai ya syukur dan jika tidak sesuai saya akan semakin memohon perlindungan Allah SWT, karena boleh jadi itu setan yang sedang berusaha menguasai pikiran saya.

    Masa depan di akhirat bukan hal main-main.

    ReplyDelete
  62. cerita Aslina tergantung kita mengartikannya kalau dari sudut pandang saya banyak benarnya karena berdasarkan pengakuan org yang pernah mati suri tidak jauh dari cerita tersebut, tergantung pada kita peristiwa itu merupakan teguran bagi umatnya yang beriman bila Allah berkehendak maka terjadilah, kita tidak usah berteori macam-macam seperti kita menyakini adanya isro mi'roj nabi Muhammad.

    ReplyDelete