Saturday, December 22, 2007

Hilangkan Tray di Toko Swalayan

Assalamu’alaikum wr.wb.,

>>Di sini, yang saya bicarakan adalah “polystyrene tray” (piringan polistirena) yang sering digunakan di toko swalayan dalam bungkusan makanan. Maaf, saya tidak tahu istilah yang tepat dalam bahasa Indonesia selain “polistirena” yang ditemukan di internet, jadi saya sebutkan ‘tray’ saja. Contoh2 dari apa yang saya maksudkan dapat dilihat di sini.

Sering kali, saya belanja di toko swalayan seperti Hero atau Superindo karena dekat dengan rumah saya. Satu hal yang membuat saya sedih adalah setiap kali belanja di toko swalayan manapun, selalu ada bungkusan makanan (untuk buah, sayuran dan daging) yang tidak dibutuhkan. Setelah pulang ke rumah, dan buah/sayuran/daging mau dimakan, tray itu dibang. Kenapa makanan tersebut tidak bisa dijual tanpa ada tray ini?

Pertama, toko swalayan rugi karena menyediakannya. Menyediakan berarti mereka harus beli. Kedua, kalau kita semua membuangnya, berarti setiap hari ada ratusan ribu tray yang dibuang ke tempat sampah. Saya mau bertanya kenapa tidak dihilangkan saja, atau dikurangi penggunaannya?

Setelah saya cek di internet, ternyata nilainya sangat rendah sebagai bahan yang bisa didaur-ulang (recycle). Berarti kebanyakan dibuang saja, dan menjadi bahan yang mencemari lingkungan.

Sudah sering saya melihat wortel atau apel dibungkus. Pertama, ditempatkan di atas tray, lalu dibungkus ketat dengan “Cling Wrap” (plastic halus yang tipis). Kenapa tidak dibungkus dengan “wrap” saja, tanpa ada tray di bawahnya? Pernah saya datangi satu toko swalayan yang tidak pakai tray, dan semua sayuran yang mau saya beli ditempatkan dalam kotaknya secara lepas atau dibungkus dengan ‘wrap’ saja. saya kira toko ini lebih mempedulikan lingkungan. Ternyata tidak, karena pada kunjungan berikut, tray sudah digunakan lagi. (Mungkin mereka kehabisan stok untuk satu minggu).

Dengan cari-cari di internet, saya dapat situs ini (TotallyWasted.org) yang mengekspose bungkusan makanan yang tidak dibutuhkan dan menjadi sampah. Tetapi saya tidak menemukan yang setara dalam bahasa Indonesia (saya tidak sempat mengecek Walhi dan situs pencinta lingkungan yang lain). Ada beberapa situs bahasa Indonesia yang membicarakan masalah ini sebagai satu post saja, tetapi saya tidak dapat satu situs yang membicarakan semua bungksan yang digunakan di toko swalayan dan kemudian menjadi sampah, seperti yang dilakukan Totally Wasted.



Contoh beberapa situs yang sudah membicarakan masalah ini:

Katakan Tidak Pada Plastik Swalayan

Kampanye Natal 2007 tanpa kantong plastic

Swalayan & ”Hypermarket” Jadi Sasaran Sosialisasi K3

Plastik dalam gaya hidup konsumtif



Dari Wikipedia:

Expanded polystyrene is not easily recyclable because of its light weight and low scrap value. (Tidak bisa di-recycle karena ringan dan punya nilai recycle yang rendah)

Expanded polystyrene foam takes a very long time to decompose in the environment and has been documented to cause starvation in birds and other marine wildlife. According to the California Coastal Commission, it is a principal component of marine debris. (Makan waktu yang lama sekali untuk menjadi hancur di dalam lingkungan, dan bisa menyebabkan burung2 menjadi kelaparan {???Apa dimakan sama burung? Tidak dijelaskan prosesnya membuat burung kelaparan!}. Menjadi salah satu bahan utama yang mencemari laut.)

The city of Berkeley, California was one of the first cities in the world to ban polystyrene food packaging (called Styrofoam in the media announcements).[7][8] It was also banned in Portland, OR, and Suffolk County, NY in 1990.[9] Now, over 20 US cities have banned polystyrene food packaging, including Oakland, CA on Jan 1st 2007.[10] San Francisco introduced a ban on the packaging on June 1st 2007:[11] (Kota Berkeley, California, menjadi salah satu kota pertama di dunia yang melarang penggunaan polistirena. Sekarang, sudah lebih dari 20 kota di AS telah melarangnya.

Sumber: Wikipedia

Bagaimana kita bisa memberitahu para pengurus toko swalayan bahwa kita inginkan mereka menghilangkan tray ini karena tidak bermanfaat, tidak dibutuhkan, tidak di-recylce, tidak diinginkan masyarakat, dan hanya menjadi sampah yang mencemari lingkungan kita? Kalau bisa dihilangkan berarti toko bisa menghemat, dan lingkungan menjadi lebih bersih. Kenapa para pengusaha yang biasanya mengejar profit di atas segala-galanya jsutru menyediakan sesuatu yang tidak bermanfaat, padahal mereka harus membelinya terlebih dahulu?



Saya juga sering mengalami masalah saat saya menolak tas plastik kecil di toko swalayan. Saya tidak tahu kenapa, tetapi hal ini paling sering terjadi saat saya belanja di Superindo (lebih daripada yang lain, tetapi sewaktu-waktu juga terjadi di toko lain). Saya masuk toko karena ingin beli susu, atau fruit tea, atau makanan ringan, dan semua yang saya beli dimasukkan ke tas plastik kecil (padahal bisa dipegang dalam satu tangan, dan juga bisa saya masukkan ke tas saya, atau masukkan ke kantong kelana. Tetapi sepertinya ada UU yang melarang orang belanja tanpa menerima tas plastik.)

Saat belanjaan saya dimasukkan ke tas plastik, saya sering menolaknya. Kasir menjadi bingung.

“Tidak jadi beli ini Pak?”

“Tidak usah pakai tas plastik.”

“Gimana Pak?”

“Sini.” (Dengan arti, susu Ultranya kasih kepada saya, dan jangan masukkan ke tas plastik, sambil saya keluarkan tangan saya untuk menerimanya.)

“Nggak pakai tas plastik Pak?” (Dengan arti, apakah anda ini seorang alien yang tidak mengerti apa-apa tentang kehidupan yang normal di bumi ini?)

Yang saya ingat di Australia, kita harus minta tas plastik kecil kalau belanjaan kita sedikit. Di sini, saya malah harus menolak 2-3 kali, dan setelah itu, orang yang layani saya memandang saya dengan ekspresi muka yang aneh, seakan akan saya orang gila yang baru saja memberitahunya bahwa saya adalah alien dari planet lain yang datang ke bumi ini khusus untuk beli susu Ultra. (Dan kalau saya bicara begitu, wajar kalau dia kaget dan bingung. Tetapi kenapa dia bisa kaget kalau saya tidak mau ambil tas plastik yang akan dibuang dalam waktu 5 minit setelah kembali ke kantor??)

Di Indonesia, di mana kita punya masalah yang besar dalam mengurus sampah, kenapa tidak ada usaha dari pemerintah, pemda, organisasi masyarakat, guru sekolah, dll. untuk mendidik masyarakat dan juga para pemilik toko swalayan supaya mereka tidak menggunakan bahan2 seperti tray ini yang tidak bermanfaat sama sekali (atau juga tas plastik buat orang yang beli 1-2 barang). Satu tindakan yang kecil seperti ini bisa menaikkan profit perusahaan (dan penghasilan dari penghematan yang baru itu bisa digunakan untuk anak yatim), dan juga akan menjaga lingkungan kita.

Apakah wajar kalau kita berprotes kepada manager toko swalayan? Apakah pernah ada konsumen yang melakukannya? Atau apakah konsumen di Indonesia sangat pasif? Kita siap terima apa saja yang diberikan kepada kita, tanpa berfikir, tanpa berkomentar? Bagaimana masa depan bangsa? Bagaimana kalau cucu anda harus main di dekat gunung sampah pada 20 tahun mendatang?





PLAYTIME, TAHUN 2030


MAIN KE PUNCAK BERSAMA KELUARGA UNTUK REFRESHING, TAHUN 2030



MENIKMATI WAKTU SANTAI DI TAMAN MINI, TAHUN 2030




DILARANG MEMBUANG SAMPAH? MASA SIH?


OHHHH. TERNYATA SAYA TIDAK PERLU MEMBICARAKAN MASA DEPAN, KARENA INDONESIA SUDAH SEPERTI INI SEKARANG, TAHUN 2007!!!

Kapan kita bisa bertindak sendiri (sebagai ummat yang peduli pada kebersihan) untuk mencegah keadaan ini, dengan tindakan sekecil apapun?

Masa bangsa yang penuh dengan orang Muslim ingin hidup seperti ini terus-terusan?

Mari kita berusaha untuk hilangkan satu kantong plastik kecil, satu tray makanan, satu bungkusan yang tidak dibutuhkan.

Setiap hari, coba hilangkan satu saja (dengan cara jangan beli/ minta/ ambil dari toko swalayan) dan tindakan itu sudah memberi dampak yang cukup luas, insya Allah. Tindakan kecil dari banyak orang = hasil yang besar. Kalau tidak percaya, bayangkan kalau setiap orang di indonesia memberikan anda Rp 100 saja. Hasilnya apa?

Mari kita mulai sekarang…

Mari kita ciptakan bangsa yang bersih…

Dimulai dari belanjaan kita di toko swalayan…

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene

1 comment:

  1. Ooooh ...

    ini toh yg bikin aku penasaran... ;)). Betuk bgt yah...

    ReplyDelete