Sunday, January 06, 2008

Gus Dur Usulkan Pembubaran MUI


30/12/07 17:49

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Jakarta, Minggu, menyorot kritis kiprah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dinilainya, antara lain suka membuat fatwa sesat, sehingga mengusulkan pembubaran atas lembaga itu.

"Jadi, bubarkan MUI. Dia bukan satu-satunya lembaga kok. Masih banyak lembaga lain, seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah. Jadi, jangan gegabah keluarkan pendapat," ujarnya.

Dalam orasi akhir tahunnya, Gus Dur juga berpendapat, organisasi ulama tersebut sudah terbiasa mengeluarkan fatwa secara serampangan, terutama terkait dengan fatwa aliran sesat.

“Makanya, MUI bubarin sajalah kalau caranya begini. MUI kan hanya satu dari sekian ormas Islam. Oleh karena itu, jangan gegabah mengeluarkan pendapat. Karena hal itu bisa membuat kesalahpahaman semakin melebar," katanya.

Bagi Gus Dur, sikap MUI semacam itu ikut memicu timbulnya radikalisme dan fundametalisme di Indonesia.

"Beberapa waktu lalu, Sekjen MUI Ikhwan Syam mengatakan, MUI kan tugasnya bikin fatwa. Pendapat tersebut saya bantah," ujar Gus Dur.

Gus Dur, yang juga Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), lalu menunjuk contoh dalam kasus Ahmadiyah.

Sebaiknya, menurut Gus Dur, MUI tidak menggunakan kata sesat, karena Undang Undang Dasar (UUD) telah mengatur kebebasan berbicara dan kemerdekaan berpendapat.

"Kita bukan negara Islam tapi nasionalis," ujarnya.

Sejumlah tokoh hadir pada acara pidato akhir tahun tersebut yang dimulai sekitar pukul jam 13.00 WIB, antara lain Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (juga Ketua Umum DPP PKB), dan Ketua Komisi Yudisial (KY), Busyro Muqodas, serta Agum Gumelar. (*)

Sumber: Antara

6 comments:

  1. Assalamualaikum.Wr Wb.

    Dear Gus dur yang saya hormati,
    Ya opo panjenengan niki...Pak...kulo niki cah nom sing arep matur nembung pendapat kulo...sampun duko njeh...nembe wonton kalepatan ...matur sembah nuwun...

    kalau saya malah pinginnya MUI itu lebih independen lagi, dalam artian mereka terdiri dari ulama-ulama yang mewakili semua golongan (maaf saya gunakan istilah golongan) umat Islam seperti NU dan Muhamadiyyah atau ulama yang tidak ikut golongan manapun hanya menguasai ilmu agama murni baik bersumber dari Al-qur'an dan As-sunnah dan dapat berkolaborasi dengan pihak2 yang memang berkompeten dibidangnya dalam menentukan fatwa2 yang spesifik misal menyangkut hari-hari Islam etc.

    Mereka menurut saya justru hendaknya se-independen mungkin, mereka menentukan fatwa untuk kemaslahatan ummat Islam berdasarkan kapasitas mereka sebagai ulama yang mempunyai kapasitas dibidang ilmu agama Islam, ya tentu saja sebisa mungkin dia menggali nilai2 Islam sebagai dasar fatwanya. seobyektif mungkin.kalau ulama sudah dijadikan alat negara atau alat manapun ummat jadi bingung mana karena nilai kebenaran dalam Islam jadi blunder tidak jelas sumir.


    Terima kasih Pak Gene

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.


    -Dini-

    ReplyDelete
  2. yupe, kebebasan berpendapat dijamin negara, dan MUI berpendapat Ahmadiyah adalah SESAT, pendapat MUI itu formatnya Fatwa yang mengikat kaum muslim yg mau peduli dg fatwa tsb, dan kalau banyak muslim setuju pendapat MUI kenapa Si Dur yg repot?
    Aksi kekerasan ga ada hubungannya dengan fatwa MUI, ingat...MUI ngga pernah menyarankan tindakan kekerasan kpd yg dianggap SESAT.
    Tangkap dan hukum itu perusak2, biarkan MUI bebas berfatwa/berpendapat.
    Ente setuju fatwa MUI silakan, kalo ngga setuju ngga usah provokasi.
    Emang manusia satu ini (Si Dur) cuma itu doang bisanya...

    ReplyDelete
  3. Ya Ampyuuuuuuuun...

    Ta Injek2 lagi kaki sampeyan lho Gus....

    hahaha...

    ReplyDelete
  4. Kalau MUI dibubarkan, NU dengan Muhammadiyah bisa berantem karena kedua lembaga ini sering membuat keputusan yg membingungkan umat ISLAM. Salah-satu contoh merayakan hari raya idulfitri seringnya berbeda. Gus Dur yg mengaku sebagai ulama & intelektual seharusnya berpikir dulu sebelum berbicara. Apa bukan Gus Dur yg menyesatkan karena pernah bilang kitab suci Alqur'an adalah kitab suci yg paling jorok.

    ReplyDelete
  5. pak lik sudah dong, tolong berhenti saja bikin sensasi demi pamor...kita sudah cukup terpecah belah dengan tindakan-tindakan anda selama ini, mohon jangan diteruskan lagi...saya jadi sedih ngeliatnya...

    ReplyDelete
  6. Pendapat gusdur mungkin ada benarnya. Seharusnya MUI ini mengeluarkan fatwa harus lebih hati-hati terutama fatwa yang berhubungan dengan kebangsaan. Kita bukan negara islam tetapi adalah negara nasionalis. Tetapi kalau untuk membubarkan MUI janganlah, nanti lebih parah lagi indonesia. Lebih baik ketua MUI nya diganti aza dengan Ketua yang lebih mengerti tentang nasionalisme, dan kebangsaan.
    ---> http://hudaya-organization.blogspot.com

    ReplyDelete