Sunday, January 27, 2008

Studi: Bush dan Pejabat lain Mengeluarkan Ratusan Pernyataan Palsu Sebelum Perang Iraq


Berita ini sangat luar biasa.

Ternyata Bush dan para pejabat lain di AS mengeluarkan ratusan (hampir 1000) pernyataan palsu sebelum Perang Iraq dimulai.

Kebanyakan dari pernyataan itu mengatakan bahwa Iraq mempunyai sejanta pemusnah massal (SPM) dan sisanya menyatakan bahwa Iraq punya hubungan dengan Al Qaida.

Kedua pernyataan tersebut terbukti palsu. Kenyataan bahwa Saddam tidak punya senjata itu, dan tidak berusaha untuk mendapatkannya, dan juga kenyataan bahwa tidak ada hubungan antara Saddam dan Al Qaidah tidak mencegah pejabat AS dari mengatakannya sebanyak mungkin biar rakyat menjadi semangat berperang. Kedua klaim tersebut sangat diragukan oleh intel AS dan UK, tetapi mereka tidak didengarkan. Yang penting, perang harus terjadi dengan alasan apapun, dengan bukti selemah apapun. Perang harus terjadi.

Studi ini menghitung 935 pernytaan palsu dalam jangka waktu 2 tahun. Bush dan pejabat lain menyatakan secara tegas sebanyak 532 kali bahwa Iraq mempunyai senjanta pemusnah massal (atau sedang mencarinya) atau ada hubungan dengan Al qaidah, atau dua-duanya.

Bush menjadi pembohong paling utama dengan membicarakan SPM sebanyak 259 kali, dan sebanyak 28 kali mengatakan Iraq punya hubungan dengan Al Qaidah. Pembohong nomor dua adalah Colin Powell yang mengatakan 244 kali ada SPM di Iraq, dan ada hubungan dengan Al Qaidah sebanyak 10 kali. (Mereka begitu yakin dan tegas walaupun tim inspeksi PBB tidak menemukan apa-apa, dan melaporkan hal tersebut pada dunia).

Yang diperiksa di dalam studi ini adalah: President Bush, Vice President Dick Cheney, National Security Adviser Condoleezza Rice, Defense Secretary Donald H. Rumsfeld, Secretary of State Colin Powell, Deputy Defense Secretary Paul Wolfowitz and White House press secretaries Ari Fleischer and Scott McClellan.

Pernyataan palsu ini ditambah lagi dengan ribuan acara berita (yang mengutip pejabat negara dalam liputannya, tentu saja) yang kemudian menjadi sebuah gerakan luar biasa dari media massa untuk mendukung perang. Selama beberapa bulan sebelum perang dimulai, media massa membicarakan hal-hal tersebut secara terus-terusan, tanpa melakukan analisa sendiri.

Selamat pada Bush dan media massa AS. Pelopor pembohongan massal demi perang terhadap negara lain.

Go to Original

Study: Bush, Other Officials Issued Hundreds of False Statements Before Iraq Invasion
By Douglass K. Daniel
The Associated Press

The study counted 935 false statements in the two-year period. It found that in speeches, briefings, interviews and other venues, Bush and administration officials stated unequivocally on at least 532 occasions that Iraq had weapons of mass destruction or was trying to produce or obtain them or had links to al-Qaida or both.

Bush led with 259 false statements, 231 about weapons of mass destruction in Iraq and 28 about Iraq's links to al-Qaida, the study found. That was second only to Powell's 244 false statements about weapons of mass destruction in Iraq and 10 about Iraq and al-Qaida.

On the Net:

Center For Public Integrity: http://www.publicintegrity.org/default.aspx

Fund For Independence in Journalism: http://www.tfij.org/

Web Site Assembles US Prewar Claims
By John H. Cushman Jr.
The New York Times

Go to Original

Wednesday 23 January 2008

Washington - Students of how the Bush administration led the nation into the Iraq war can now go online to browse a comprehensive database of top officials' statements before the invasion, connecting the dots between hundreds of claims, mostly discredited since then, linking Saddam Hussein to Al Qaeda or warning that he possessed forbidden weapons.

There is no startling new information in the archive, because all the documents have been published previously. But the new computer tool is remarkable for its scope, and its replay of the crescendo of statements that led to the war. Muckrakers may find browsing the site reminiscent of what Richard M. Nixon used to dismissively call "wallowing in Watergate."

The database is online at www.publicintegrity.org.

Sumber: Truthout

No comments:

Post a Comment