Wednesday, April 16, 2008

KPI Peringatkan "Mamamia Show" Karena Mengganggu Waktu Maghrib


Rabu, 16 Apr 08 05:40 WIB

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memberikan peringatan keras terhadap tayangan program televisi berupa ajang kompetisi bernyanyi secara langsung (live) "Mamamia Show" dan sejenisnya (“Star Dut” dan “Super Seleb Show”) yang mengganggu ibadah sholat Maghrib yang wajib dilaksanakan umat Islam

Protes KPI itu dilayangkan setelah mendapatkan masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU), serta menerima protes dari sejumlah elemen masyarakat.

“Selain mengganggu penonton di rumah, KPI pusat juga mendapatkan keluhan bahwa di studio Indosiar tidak disediakan tempat shalat untuk penonton acara reality show tersebut,” kata Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja dalam surat yang dilayangkan ke PBNU, Selasa(15/4).

Berdasarkan pemantau, tayangan kompetisi bahkan dimulai sebelum waktu shalat maghrib tiba dan berakhir hingga larut malam. Indosiar hanya memberikan jeda waktu untuk adzan maghrib beberapa menit saja, kemudian acara dilanjutkan kembali.

Kalaupun dipersiapkan tempat shalat, pihak Indosiar tidak mungkin bisa menampung ratusan penonton yang hadir, sambil menyiapkan tempat berwudhu sekaligus. Sementara itu, banyak di antara keluarga peserta dan para penonton yang hadir tampak berbusana muslim dan dipancing untuk bersorak sorai pada menit-menit shalat maghrib yang sangat pendek sekitar 65 menit.

KPI meminta pihak Indosiar memindahkan jam tayang ”Mama Mia Konser” dan program ajang kompetisi sejenis pada pukul 19.00 waktu setempat. Selain itu, lanjut Sasa, jam tayang program tersebut juga dapat mengganggu waktu belajar anak-anak.

Bahkan, KPI beranggapan program pemilihan bakat itu masih menampilkan lelucon-lelucon kasar dalam dialog antara pembawa acara dan komentator.

“KPI Pusat mengingatkan Indosiar untuk senantiasa memperhatikan peraturan-peraturan terkait isi siaran dalam Undang Undang Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, ” sambung Sasa Djuarsa.(novel/nu.ol)

Sumber: Eramuslim

*************

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Ternyata, kalau ada kesempatan muncul di tivi, dan ketawa2 bersama dengan para artis, banyak ibu2 yang berbusana Muslim (dan bapak2 juga) siap tinggalkan ibadah wajib. Tapi kalau ibu itu disuruh lepaskan jilbab supaya bisa masuk tivi, apakah dia mau? Saya yakin banyak yang akan menolak, tapi kalau diajak mengabaikan ibadah wajib, no problem. Yang penting masuk tivi deh. Ha ha, hi hi. Menjadi terkenal. Sholat maghrib? Apa itu?

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene

1 comment:

  1. Dampak dari suatu acara yang penanyangannya bersambung akan seperti ini, apa lagi kalau disiarkan secara langsung. Apabila kita tidak mengikuti kita akan merasa sayang karena akan ketinggalan cerita selanjutnya. Saya pribadi pernah kecanduan nonton telenovela, kalau datang waktu maghrib, saya sholat tapi sholatnya secepat kilat takut ketinggalan. Atau kalau cerita belum selesai, sudah datang waktu sholat, sholat ditunda nunggu iklan. Cara saya menghindari agar saya tidak menjadi korban dari tayangan atau cerita yg bersambung, saya tidak pernah menontonnya lagi. Saya tidak pernah lagi nonton telenovela, sinetron atau acara2 yg mengharuskan saya untuk mengikuti terus-menerus. Saya tidak mau diperbudak oleh acara-acara TV, apalagi sampai mengganggu sholat.

    Intinya kalau memang tayangan tersebut mengganggu waktu sholat kita, ya jangan ditonton. Kita sendiri yang harus bisa mengendalikan nafsu kita bukan orang lain.

    ReplyDelete