Thursday, April 10, 2008

Terungkap, Proyek Rahasia Bush untuk Singkirkan Hamas dari Ghaza


Selasa, 4 Mar 08 16:02 WIB

Dugaan ada nyacampur tangan AS dalam penggulingan pemerintahan Hamas yang sah di Palestina, ternyata benar adanya. Setelah pemerintahan Hamas tumbang dan menyingkir ke Ghaza, pemerintahan AS ternyata masih belum puas juga. Presiden AS George W. Bush rupanya telah merancang proyek rahasia untuk mengakhiri penguasaan Hamas atas Ghaza.

Proyek rahasia itu diungkap majalah Vanity Fair berdasarkan sejumlah dokumen-dokumen rahasia yang berhasil mereka dapatkan. Dari dokumen-dokumen itu diketahui bahwa Bush dan Menlu Condoleezza Rice telah menandatangani sebuah rencana membantu Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk menyingkirkan Hamas dari Ghaza.

Isi dokumen-dokumen tersebut, menurut Vanity Fair, juga menguatkan tuduhan yang dilontarkan Hamas dan sebagian rakyat Palestina selama ini, bahwa AS telah memberikan bantuan persenjataan dan uang untuk menumpangkan pemerintahan Hamas yang terpilih lewat pemilu yang demokratis di Palestina.

Setidaknya ada tiga memo rahasia yang dikeluarkan jajaran pemerintahan Bush, yang dibeberkan oleh Vanity Fair terkait dengan rencana jahat Bush terhadap Hamas. Memo pertama dibuat oleh Konsul Jenderal AS di al-Quds, Jake Walles. Dalam memo disebutkan bahwa pada tahun 2006, pemerintahan Bush memerintahkan Walles untuk mengatakan pada Abbas di Ramallah agar presiden Palestina itu membubarkan pemerintahan Hamas, jika Hamas tidak mau mengakui rejim Zionis Israel.

"Kami yakin sudah waktunya buat Anda (Abbas) untuk bergerak dengan cepat dan meyakinkan. Jika Hamas dalam batas waktu yang telah ditentukan tidak sepakat (tidak mau mengakui Israel), Anda harus tegas menentukan tujuan dan segera mendeklarasikan situasi darurat serta membentuk pemerintahan darurat yang secara eksplisit memegang komitmen platform tersebut. Jika Anda bertindak sesuai jalur, kami akan membantu Anda baik dari sisi material maupun sisi politik... Kami akan di sana mendukung Anda, " demikian bagian isi memo pertama.

Memo kedua disusun oleh Departemen Luar Negeri AS. Dalam memo itu disebutkan bahwa harus dicari cara-cara yang bisa "mengakhiri permainan" di mana Abbas harus menyingkirkan Hamas dari tampuk kekuasaan sampai akhir tahun 2007. Untuk itu, Abbas harus diberi perlengkapan untuk memperkuat pasukannya.

Sedangkan memo ketiga, berisi perencanaan di mana Abbas akan membubarkan pemerintahan bersatu Fatah-Hamas dan kesepakatan keamanan akan dilakukan antara Dahlan dan Dayton untuk memperkuat pasukan Fatah. Yang dimaksud dengan Dayton adalah Letnan Jenderal Keith Dayton, yang pada saat itu menjadi kordinator pasukan pengamanan AS di Palestina. (ln/presstv)

Sumber: Eramuslim

No comments:

Post a Comment