Monday, May 19, 2008

Hati-Hati Bila Green Radio Masuk Sekolah Anak Anda

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Memperkenalkan Radio for Education.

Guru sekolah telah diseleksi untuk ikuti workshop yang dibuat oleh Yayasan Putera Sampoerna, di mana mereka akan dilatih untuk menggunakan program baru di dalam kelas. Sebagai dijelaskan di dalam surat berikut:

Dear Principal,

I am writing to inform you that the English teachers at your school have been selected by the Putera Sampoerna Foundation United schools program to join Radio for Education workshop on Tuesday, May 27th. Radio Ed is a partnership between the Putera Sampoerna Foundation and the radio program Asia Calling from KBR 68H Green Radio.

Participating schools will receive free classroom materials to share with their schools.

Introducing Radio for Education with Asia Calling

Where: Green Radio, Jl. Utan Kayu No. 68H, Jakarta Timur

Tapi ada organisasi lain yang juga punya pakai alamat yang sama:

Sekretariat Jaringan Islam Liberal (JIL): Jalan Utan Kayu No. 68-H, Matraman, Jakarta Timur. Dan juga menggunakan Radio 68H untuk siaran.

Jadi, Uang dari Yayasan Putera Sampoerna (non-Muslim) = akses ke sekolah = Green Radio 68H = Jaringan Islam Liberal (JIL).

Apakah ini masa depan pendidikan buat anak Muslim di Indonesia?

Murid di kelas, terpengaruh oleh yayasan swasta non-Muslim untuk mendengarkan siaran radio yang satu ini, yaitu Radio 68H. Guru dikasih latihan (gratis?) supaya bisa tahu bagaimana menggunakan Radio 68H di kelas, dan juga mendapatkan materi gratis. Secara automatis, mempromosikan Radio 68H.

Anak sekolah akan mendengarkannya di mana? Di dalam kelas saja? Di luar kelas juga?

Tetapi radio ini bukan saja untuk belajar bahasa Inggris di sekolah.

Dari website JIL:

“…Talk-show di Kantor Berita Radio 68H. Talk-show ini akan mengundang sejumlah tokoh yang selama ini dikenal sebagai “pendekar pluralisme dan inklusivisme” untuk berbicara tentang berbagai isu sosial-keagamaan di Tanah Air. Acara ini akan diselenggarakan setiap minggu, dan disiarkan melaui jaringan Radio namlapanha di 40 Radio…”

Jadi, ada juga siaran ceramah agama pada hari minggu pagi yang bisa disimak dengan baik. (Alhamdulillah). Nanti anak-anak sudah terbiasa mendengarkan Green Radio di sekolah. (Alhamdulillah). Masa dilarang orang tua mendengarkan ceramah agamanya pada akhir minggu? (Astagfirullah al adzim, itu ‘kan ILMU Ibu!). Bisa mendengarkan ceramah agama dari pemikir besar seperti… {isi nama sendiri}. (Alhamdulillah). Dan setelah itu, mendapatkan wawasan yang sangat bagus tentang agama. (Alhamdulillah). Sesuai dengan pemikiran JIL. (Alhamdulillah???).

Setelah menyimak ceramah agama pada hari minggu pagi, pada hari Senin di sekolah, anak bisa berdebat dengan guru agama, “Pak kemarin saya dengarin Radio 68H lagi karena sudah biasa di sekolah, ternyata ada ceramah agama. Katanya semua agama sama dan semua orang baik-baik akan masuk surga, walaupun kafir. Tidak apa-apa kalau kita murtad, katanya. Tetap bisa masuk surga. Benar kan Pak? Kan, itu radio yang kita cintai di sekolah. Kalau benar di sekolah, masa tidak benar di luar sekolah? Pasti benar Pak. Saya mau jadi orang Kristen saja Pak, atau orang ateis saja, katanya masih masuk surga Pak. Nggak usah shalat lagi. Terima kasih Pak guru!”

Ya, terima kasih Pak Guru.

Terim a kasih Pak Kepala Sekolah.

Terima kasih Yayasan Putera Sampoerna.

Terima kasih Green Radio.

Terima kasih JIL…

Majulah pencucian otak, ehh maaf, pendidikan anak Indonesia! (Yang penting gratis ‘kan? Karena ada yayasan yang siap bayarin semua…)

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene Netto

9 comments:

  1. Aduh... Banyak kata "alhamdulillah"-nya...

    Itu "sindiran" atau betulan ...?

    rgds,
    Raf

    ReplyDelete
  2. Ya, tentu saja sindiran Ust. Raf. Kalau anak sudah terbiasa mendengarkan radio JIL, siapa yang akan melindungi mereka dari pikiran sesat itu ketika mendengar lagi di luar sekolah?

    ReplyDelete
  3. Hahahaha (sambil guling-guling.) Ini postingan yg paling banyak pujian (Alhamdulillah & Terima kasih) kalau saya nggak salah. Apakah ada udang di balik batu dengan adanya kerjasama antara JIL & Yayasan Putra Sampoerna. Kasihan udangnya dong kejepit ha ha.

    Pak Guru, orang Indonesia dikritik tajam aja nggak mempan, apalagi diberi pujian, bisa2 mereka lupa diri .

    ReplyDelete
  4. Pak guru kalau ada keponakan saya bertanya hal serupa, saya musti jawab gimana Pak?

    ReplyDelete
  5. >>Pak guru kalau ada keponakan saya bertanya hal serupa, saya musti jawab gimana Pak?

    Gene: Maksudnya apa? Kalau anak tanya tentang Green radio? Jelaskan saja bahwa kita sebagai orang Muslim tidak suka isinya. Sudah cukup.

    ReplyDelete
  6. maaf gene, maksud saya tentang pernyataan bahwa semua agama sama dan semua orang baik2 akan masuk surga walaupun kafir, bagaimana kita menjelaskan kepada anak2 kita yang menanyakan hal tsb?
    terima kasih..

    ReplyDelete
  7. duh
    apa yang salah sih dengan PLURALISME ?
    apa yang salah sih dengan JIL ?

    yang jelas dengan PLURALISME lo gak akan membunuh orang dengan alasan JIHAD

    TUHAN GAK BUTUH UNTUK DIBELA.

    janda miskin, anak yatim piatu, lebih butuh dibela daripada TUHAN.

    ReplyDelete
  8. Yang dibela bukan Allah tetapi aqidah anak kecil yang awam.
    Kalau mau paham apa yang salah dengan pluralisme, ada banyak penjelasan di lain tempat. Pluralisme tidak membunuh orang, tetapi kalau orang yang bersangkutan murtad? berarti dia akan masuk neraka. Buat apa hidup dengan ‘happy-happy’ di dunia kalau akhirnya masuk neraka? Orang yang berfikir seperti itu telah ditipu oleh dunia. Dunia ini bukan tujuan dari kehidupan, tetapi tempat ujian. Allah yang membuat ujian ini, dan kalau mau berhasil, kita harus menuruti hukum DIA, bukan menuruti kemauan kita sendiri. Makanya, pluralisme (yang mengatakan semua agama sama-sama benar) adalah salah karena mengingkari keputusan Allah: hanya Islam yang benar.
    Lain kali kalau mau berkomentar, tolong tulis nama.

    ReplyDelete
  9. Saya sependapat dengan Mr.Gene bahwa Allah tidak perlu pembelaan dari hambanya, tapi aqidah yang benar perlu ditegakkan.

    Saya pernah menanyakan di suatu blog (non muslim) yg membuat kartun yang saya anggap melecehkan wanita berjilbab. Pemilik blog menjawab bahwa kartun itu merupaka reaksi dari filen AAC karena di filem itu diceritakan bahwa Maria menikah dengan Fahri yang Muslim. Kemungkinan AAC mempunyai misi pluralisme, menikahi wanita non muslim, tp ternayat mendapat reaksi dari umat non muslim. Dari sini saya melihat bahwa umat agama lain juga tdk berpendapat bahwa semua agama itu sama (benar semua), terus mengapa kita umat Islam berpendapat semua agama sama. Mengapa kita umat ISLAM mau dibikin bodoh oleh faham pluralisme itu.

    Apakah umat (yang mengaku ISLAM) mendukung Pluralisme bertujuan menghancurkan ISLAM secara perlahan???

    Saya pernah di debat oleh Bos (non Muslim) karena setelah membaca buku Harun Yahya bahwa nabi Isa (Yesus) akan turun ke bumi untuk menyelamatkan orang ISLAM, Bos saya tidak setuju & menanyakan mengapa bisa begitu. Saya bilang memang itu yang diajarkan dalam kitab suci (Al-Qur'an) Apakah lantas saya jawab, oh semua agama sama tidak perlu diperdebat & dibela. Alangkah bodohnya kalau saya jawab begitu.

    Dari pengalaman saya ini, saya ambil kesimpulan lagi bahwa umat agama lain tidak berpendapat bahwa semua agama sama. Kalau Bos saya berpikir semua agama itu sama & tidak perlu dibela, buat apa dia mendebat saya.

    saya mempunyai teman dari Filipina (non muslim) yang mengatakan bahwa Tuhan itu sama ( Tuhan dia & saya). Lantas saya tanya Who is your GOD?
    dia jawab Jesus Christ. Tentu saya bilang Tuhan saya tidak sama dengan Tuhanmu. Tuhanku hanya Allah, Isa is only prophet not God, likewise muhammad.

    Dari sini lagi saya berpendapat bahwa semua agama TIDAK SAMA.

    Wassalam

    ReplyDelete