Friday, May 23, 2008

Survei: 91% Warga Amerika Tak Anggap Penting Agama


Kamis, 22 Mei 2008

Survey terbaru yang dilakukan Gallup, 91 persen warga Amerika mengatakan bahwa agama "bukan sesuatu yang sangat penting" dalam kehidupan mereka

Hidayatullah.com -- Hampir 91 persen yang mengatakan bahwa agama "bukan sesuatu yang sangat penting" dalam kehidupan mereka dan perceraian "dapat diterima secara moral," menurut Gallup.

Suatu kekhawatiran terhadap 70 persen dari orang Amerika sekarang percaya bahwa perceraian secara moral dapat diterima, menurut jajak pendapat yang baru-baru ini dilakukan oleh Gallup's 2008 Values and Beliefs survey.

"Suatu pandangan baru - catatan tertinggi -menampilkan peningkatan sebesar 11 persen dari 7 tahun yang lalu dan sekitar 3 persen kenaikan dari 2 tahun lalu. Hanya 22 persen dari orang Amerika mengatakan mereka percaya perceraian salah secara moral," menurut hasil survei tersebut.

Penerimaan perceraian di antara orang Amerika menempati peringkat tertinggi dibandingkan dengan 16 masalah etis lainnya menurut survey-termasuk hukuman mati, perjudian, seks pra-nikah, homoseksualitas, aborsi dan penelitian medis terhadap hewan. Selain itu, perceraian meningkat cepat dan diterima secara moral diantara orang Amerika dibandingkan dengan permasalahan etis lainnya.

Walaupun hasilnya mengungkapkan penerimaan terhadap perceraian makin meningkat, dimana saat ini sudah berada pada titik "secara moril dapat diterima oleh mayoritas hampir setiap kategori pendudukan utama masyarakat Amerika. Namun mereka yang mengidentifikasikan dirinya sebagai "konservatif", "beragama", atau berusia lebih dari 65 tahun mengatakan bahwa perceraian "secara moral adalah salah. "

Namun di lain pihak mereka yang menyatakan dirinya sebagai "liberal", "bebas," dan "tidak percaya", sebagian besar menanggapi dan mengatakan perceraian secara moral "dapat diterima".

Survei itu juga menguatirkan kenaikan terhadap penerimaan isu-isu lain, dimana lebih dari 70 persen dari orang Amerika terus [menerima] bunuh diri, mengkloning manusia, poligami, dan laki-laki dan wanita yang telah menikah berselingkuh sebagai "suatu bentuk moral yang dapat diterima."

Hasil jajak pendapat Gallup berdasarkan survei telepon kepada lebih dari 1.000 orang dewasa. [chtp]

Sumber: Hidayatullah.com

1 comment:

  1. Survei ini benar dan tidak hanya di USA tapi di Eropa pun demikian, saya ada banyak mendapat cerita dari beberapa orang terdekat, yaitu beberapa orang sepupu saya yang di USA dan German juga Australia menceritakan hal ini bahkan diperkuat dengan cerita sahabat saya di Seattle-USA dan Rotenburg-German yang mereka beragama Katolik dan Protestan jika ke gereja hanya akan penuh gereja itu menjelang NATAL dan NATAl sedang pada hari minggu dan hari perayaan lainnya hanya di dapati beberapa orang saja dan kebanyakan nenek-nenek dan kakek-kakek. Para pemuda-pemuda tidak pernah dan sudah menganggap gereja hanya untuk tempat pernikahan yang di sahkan dan itu pun mereka menganggapnya sebuah tradisi saja.

    (Namun di lain pihak mereka yang menyatakan dirinya sebagai "liberal", "bebas," dan "tidak percaya", sebagian besar menanggapi dan mengatakan perceraian secara moral "dapat diterima").

    *** Benar sekali ini dialami oleh sepupu saya, hanya karena sang suami kembali ke USA lalu bertemu seseorang hanya dalm seminggu mereka berselingkuh dan merasa cocok lalu mengatakan pada sepupu saya, dia ingin bercerai dan memberi pengakuan bahwa mereka ingin menikah. Cepat sekali dan mudahnya... tidak seperti di Indonesia untuk mengakui dan mengambil keputusan cerai sulit yang terjadi malah perselingkuhan berlangsung lama....

    Rina

    ReplyDelete