Wednesday, June 25, 2008

Tim Obama Diskriminasikan Wanita Muslim

Jumat, 20 Juni 2008

Belum jadi presiden sudah mulai berlaku diskriminatif terhadap kaum Muslim. Kemarin, tim kampanye Obama berusaha “menyingkirkan” dua Muslimah agar tak terkena jepretan kamera

Hidayatullah.com—Baru kampanye, kandidat presiden tim kampanye Barak Obama sudah berlaku diskriminatif terhada kaum Muslim. Tim kampanye Obama kemarin terpaksa harus meminta maaf kepada dua wanita Muslim yang duduk di belakang podium yang akan dipakai Barack Obama untuk berorasi.

Kedua wanita berjilbab itu diminta untuk menghindar dari jepretan kamera dalam kampanyenya di Detroit, AS, Kamis (19/6), di mana Al Gore memberikan dukungannya kepada Obama.

Tujuannya, para relawan itu berusaha mencegah agar muslimah-muslimah berjilbab itu tidak terlihat sebagai latar belakang pemandangan saat Barack Obama berpidato.

Kepada majalah Politico, Hebba Aref, seorang pengacara berusia 25 tahun mengatakan, "Saya datang untuk mendukung dia (Obama), dan saya merasa dibedakan dengan orang yang seharusnya membawa perubahan ini.”

“Pesan yang saya pikir disampaikan pada kami adalah mereka tidak ingin dia (Obama) terkait dengan muslim atau para pendukung Muslim,” terang wanita Muslim yang merasa kesal dengan perlakuan relawan kampanye Obama.

Sementara teman Aref, Ali Koussan, seorang mahasiswi hukum, mengutip pernyataan seorang relawan yang menyatakan, perlakuan itu dilakukannya karena iklim politik yang tidak kondusif.

"Dan apa yang sedang terjadi di dunia...tidak bagus bagi dia untuk dilihat di layar TV atau dihubungkan dengan Obama," kata Koussan mengutip pernyataan relawan itu.

Tak sekedar meminta menghindar, relawan kampanye Obama juga meminta wanita Muslim itu untuk menanggalkan jilbabnya jika ia ingin berada di tempat duduk yang spesial.

Sebelum ini, sejumlah polling menunjukkan bahwa sekitar satu dari delapan orang Amerika mempercayai bahwa Obama adalah seorang Muslim.

Sementara jurubicara kampanye, Bill Burton, mengatakan, "Hal ini tentu bukan kebijakan kampanye. ini ofensif dan bertentangan dengan komitmen Obama untuk menyatukan warga Amerika dan bukan termasuk kampanye seperti ini yang kami lakukan."

"Kami meminta maaf sedalam-dalamnya atas tindakan para relawan ini," imbuhnya. [nui/ir/www.hidayatullah.com]

Sumber: Hidayatullah.com

2 comments:

  1. Sebegitu takutnya orang-orang barat (khususnya Amerika) kepada orang Islam. Seolah-olah Muslim adalah bom yang kapan saja bisa meledak atau ibarat penyakit yang menular yang perlu dihindari. Tidak semua wanita berjilbab adalah suicide bomber dan tidak semua Muslim itu teroris.

    Seharusnya media barat khususnya media massa yang harus disalahkan. Media selalu menyajikan berita-berita yang buruk tentang orang Islam ( Muslim adalah teroris & Islam identik dengan kekerasan). Sementara ribuan anak-anak Muslim menjadi korban perang, wanita menjadi janda karena perang, tidak menjadi sorotan bagi media barat. Saya yakin lebih banyak orang Islam yang menjadi korban dibanding dengan orang Islam yang menjadi pembunuh (teroris). Media barat telah banyak membantu membentuk imej yang buruk tentang Islam dan pemeluknya.

    Sikap Barack Obama yang takut imejnya menjadi buruk karena terlihat berpoto bersama wanita berjilbab akan semakin menambah kebencian umat Islam kepada Amerika dan sebaliknya orang-orang Amerika akan semakin takut dengan orang Islam. Kalau seperti ini terus kapan akan tercipta kedamaian di muka bumi ini.

    ReplyDelete
  2. Amerika?! Siapapun presiden nya,akan tetap berlaku diskriminasi terhadap umat Islam.

    Kabar nya setiap calon presiden yang akan maju bertarung jadi presiden berlomba2 sowan untuk mendapat restu petinggi Yahudi,karena mereka penyandang dana terbesar sebagai sponsor,asal sang calon presiden berjanji tetap berada di belakang Yahudi dengan Israel nya dan membela Israel tanpa syarat.

    Maka pastilah sang calon presiden alergi terhadap muslim dan segala atribut nya karena takut disangka berpihak pada Muslim.

    Maka tak heran kalau Hillary Clinton saat sosialisasi sebagai calon presiden,tempat yang pertama dikunjungi nya adalah Israel sebagai bukti dukungan dan pembelaan nya pada Yahudi.

    Tidak beda jauh dengan Barrack Obama yang dengan bangga mengatakan bahwa ayahnya seorang muslim abangan yang cenderung ateis.Sudah jelas dia mengatakan itu karena takut dikatakan sebagai keturunan Muslim,seperti jg Hillary tentu sj dia harus menjilat Yahudi dengan mengatakan bahwa dia akan terus mendukung Israel dari gangguan rakyat Palestina.

    Nah,sudah jelaskan bahwa Amerika siapapun presiden nya akan berlaku diskriminatif terhadap kaum muslimin.

    So,kalau jadi sy sih,lebih baik saya golput aja kali yah....

    ReplyDelete