Saturday, September 13, 2008

Assalamu’alaikum, CINTA

September 13, 2008 oleh vizon

Judul tersebut adalah judul sebuah sinetron produksi Sinemart di RCTI, tayang setiap hari pukul 22.00 wib. Pemerannya antara lain Nirina Zubir, Richard Kevin dan Didi Petet. Aku mengetahuinya karena memang setiap hari iklan sinetron itu wara-wiri di stasiun tv swasta tersebut.

Aku tidak mengikuti sinetron itu. Di samping karena aku sudah mulai membatasi diri menonton sinetron, juga karena jam tayangnya yang sudah kelewat malam. Kalau diikuti terus, bisa-bisa sahurnya lewat lagi.

Tadi malam, sinetron ini tiba-tiba menarik perhatianku. Bukan karena ceritanya atau akting pemainnya. Melainkan karena soundtracknya. Ketika aku akan mematikan tv, sinetron ini mau dimulai dan terdengarlah soundtracknya.

Lagu yang mengiringi sinetron ini berjudul Raja Jatuh Cinta milik Numata. Karena musiknya asyik, aku teruskan mendengarkan sampai selesai. Tapi, di tengah-tengah lagu, terselip beberapa kalimat yang menurutku tidak pantas untuk dilakukan dan inilah yang membuatku tertarik untuk membahasnya.

Di sela-sela lagu itu, terdengar seseorang yang membacakan surat Al-Fatihah dan Asmaul Husna dengan irama yang cukup baik. Sebetulnya bacaan ayat-ayat al-Qur’an itu bukanlah lirik asli dari Numata. Itu hanyalah bentuk kreatifitas pihak Sinemart.

Menurutku, memasukkan ayat-ayat al-Qur’an dalam sebuah lagu tidaklah tabu, asal ada korelasi antara ayat tersebut dengan syair lagu. Tapi, dalam kasus ini, aku tidak melihat sama sekali hubungan antara surat Al-Fatihah dan Asmaul Husna dengan syair lagu Raja Jatuh Cinta tersebut.


Berikut lirinya:

ku tak bisa berhenti

untuk mengejarmu

walau kini yang ada

***

kamu tak mau

ku tak bisa berhenti

untuk mencintaimu

jangan tanyakan mengapa

karna ku tak tahu

***

[reff]

1000 wanita menggoda

hanya kamu yang jadi rebut hatiku

1000 kali kau hancurkan

masih ada banyak waktuku

tuk memaksamu

***

hooo… hooo…

raja sedang jatuh cinta kepadamu

***

ku tak bisa berhenti

untuk memujimu

dan aku takkan menyerah

oh hanya kamu

***

ku tak bisa berhenti

untuk mengagumimu

jangan sia-siakan aku

ku ingin kamu

***

Terlihat sedikitpun tidak ada korelasinya…!

Menurutku, sama sekali tidak pantas surat Al-Fatihah yang berisikan tentang pujian kepada Allah dan penghambaan diri kepada-Nya serta Asmaul Husna yang merupakan bentuk ekspresi keagungan Allah, dipersandingkan dengan lagu yang berisi romantika cinta makhluk semata. Aku tidak hendak mengatakan kalau ini adalah bentuk pelecehan terhadap ayat-ayat yang agung itu. Tapi, peletakannya benar-benar tidak tepat dan harus segera dikoreksi.

Persoalannya sekarang adalah, bagaimana caranya menyampaikan protes ini? Dan bila memang bisa disampaikan, apakah pihak yang bertanggungjawab mau mendengarkan dan lantas merubahnya? Sejauh pengamatanku selama ini, pihak stasiun tv maupun rumah produksi, selalu tidak peduli dengan kritikan semacam ini. Mereka baru akan melakukan tindakan bila protes tersebut diikuti dengan aksi dari kelompok-kelompok garis keras, dan ini aku tidak suka.

Akhirnya bagaimana? Aku hanya bisa menggunakan jari-jariku untuk menuliskannya di sini. Barangkali ada manfaatnya.

Sumber: Surauinyiak.wordpress.com


1 comment:

  1. Assalamu'alaikum.

    Ya benar, saya sangat setuju dengan pendapatnya bro Gene.

    Tidak sepantasnya hal itu terjadi. Mari kita layangkan surat kepada KPI.

    Terimakasih untuk informasinya. Wassalam.

    ReplyDelete