Saturday, September 27, 2008

Muslim dilarang berpuasa di Cina


Assalamu’alaikum wr.wb.,

Mungkin di bulan puasa ada sebagian orang yang mengeluh.

· Tidak bisa pulang cepat dari kantor

· Kena macet di jalan

· Semua rumah makan penuh, sulit dapat tempat duduk

· Es buahnya kurang manis, kurmanya terlalu kering

· Belum dapat tiket kereta untuk mudik

· Dan seterusnya

Walaupun kita ada keluhan masing-masing, masalah apapun yang kita hadapi tidak seberat kehidupan orang Uighur di Cina (Uighur adalah suku asli di bagian barat dari Cina, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim).

Lihat berita dari Al Jazeera di sini: You Tube

Atas nama memberantas terorisme, orang Uighur dilarang berpuasa oleh pemerintah Cina.

- Murid, guru, PNS, dan orang pensiun dilarang berpuasa.

- Pria harus cukur jenggotnya dan wanita dilarang pakai jilbab.

- Di dalam satu kota, petugas periksa masjid 2x setiap minggu.

- Dilarang kumandang adzan dengan pengeras suara.

- Anak di bawah 18 tahun dilarang puasa, dan disuruh makan di sekolah.

- Anak di bawah 18 tahun juga dilarang masuk masjid.

(Jadi kalau ada anak atau PNS yang mau berpuasa, harus secara rahasia dan diam-diam.)

Kalau ada rumah makan yang tidak mau buka siang hari di bulan ramadhan, pemerintah mengancam akan berikan denda atau menutup rumah makan tersebut.

Semua kegiatan agama yang berkaitan dengan Ramadhan dilarang keras (shalat Tarawih?)

(Dalam bulan2 terakhir ini, telah terjadi beberapa peledakan bom, dan 20 polisi wafat dalam serangan tersebut, yang dinyatakan pemerintah sebagai “tindakan teroris”).

Kata pemerintah, mereka mau melawan terorisme, tetapi seluruh penduduk Muslim Uighur yang menjadi sasaran dan ibadah puasanya terganggu sekali.

Jadi, kalau besok ada teman yang mulai mengeluh tentang apa saja yang berkaitan dengan puasa, ajak dia merenung tentang apa yang dialami saudara Uighur kita di Cina. Di sana, orang yang berpuasa harus berani melawan pemerintah (dengan segala ancaman dan sangsinya).

Sungguh nikmat bagi kita di Indonesia yang diberikan kemudahan untuk berpuasa tanpa ancaman dari pemerintah.


Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene Netto

No comments:

Post a Comment