Thursday, October 09, 2008

Kalau shalat di pesawat, duduk dan pakai sabuk



Assalamu’alaikum wr.wb.,

Beberapa minggu yang lalu ada teman yang bertanya di milis tentang cara shalat di pesawat. Ada yang membalas dengan menganjurkan agar kita berusaha untuk berdiri pada waktu shalat di pesawat karena itu yang semestinya. Selama ada tempat untuk berdiri, kita harus berusaha untuk berdiri, katanya.
Saya balas dengan komentar yang berbeda. Saya anjurkan untuk selalu duduk pada saat shalat di pesawat, dan juga harus memasang sabuk. Saya jelaskan begitu karena pesawat tidak seaman yang kita pikirkan. Sewaktu-waktu, pesawat bisa masuk udara kosong atau tekanan udara yang berbeda, dan hal-hal seperti itu tidak nampak di radar pilot. Jadi, secara tiba-tiba, peswat bisa jatuh dengan cepat.
Dalam kondisi ini, siapa saja yang tidak duduk di kursi dengan memakai sabuk akan terlempar ke atas, dan kemudian jatuh kembali. Bisa jadi orang itu terlempar dengan keras sekali sampai kena luka parah (ini sering kelihatan dalam film Hollywood, dan memang bisa terjadi). Semuanya tergantung kondisi udara dan tekanan udara di luar pesawat.
Ini memang jarang terjadi, tetai tidak mustahil. Saya jelaskan kembali sekarang karena apa yang saya ceritakan kemarin itu baru saja terjadi pada pesawat Qantas yang terbang dari Singapua ke kota Perth di Australia.

Kemarin diberitakan pada awalnya bahwa pesawat masuk clear air turbulence (yang tidak nampak di radar) dan jatuh dengan cepat. Tetapi sekarang, diperkirakan bahwa ada masalah teknis dengan komputer di pesawat sehingga auto-pilot berjalan sendiri diluar kendali pilot dan membuat pesawat jatuh (penyebabnya masih diselidiki).
Apapun alasannya, hasilnya tetap sama: penumpang yang tidak memakai sabuk (anak2, bayi, orang yang sedang jalan ke WC, dan orang yang duduk di kursi tetapi tidak pakai sabuk) terlempar ke atas dengan keras sekali.
Sedikitnya 30 penumpang dari 313 orang kena luka berat. Di antaranya, ada 6 orang yang luka berat pada tulang punggung dan masih berada di rumah sakit. Sisanya, ada yang kena patah tulang dan luka-luka yang lain.

Jadi, kesimpulannya, kalau anda naik pesawat ke luar negeri, dan masuk waktu shalat, tolong berfikir dua kali sebelum berusaha untuk shalat dengan berdiri. Lebih aman untuk shalat di tempat duduk. Selama anda di dalam perjalanan naik pesawat, selalu berusaha untuk memasang sabuk pada saat duduk di kursi, terutama pada waktu tidur (di mana reaksi pasti lebih lambat kalau terjadi apa-apa). Tidak perlu ketat sekali, asal dipasang jadi pada saat santai atau tidur (atau shalat) dilonggarkan saja 10-15cm, tetapi pastikan bahwa sabuk memang dipasang. (Kalau kaki pegel dan mau jalan2 sebentar, silahkan, memang perlu juga itu, tetapi kalau kembali ke kursi langsung pasang kembali sabuknya sebelum lupa.)

Allah tidak memberikan Islam kepada kita untuk menjadi beban, dan bila ada risikonya untuk melakukan shalat dengan berdiri, maka Allah memberikan keringanan untuk shalat dengan duduk (seperti halnya kalau kita naik kapal). Hal ini dulu diajarkan kepada saya oleh guru saya KH Masyhuri Syahid, dan dia tekankan bahwa shalat dengan berdiri di pesawar tidak dilarang kalau ada yang mau, tetapi lebih baik tidak ambil risiko. Allah inginkan kita sampai tujuan kita dengan selamat.
Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Computer error linked to horrific Qantas jet plunge
Courier Mail

Passengers on board the flight have described haunting images of children and babies hitting the ceiling of the plane. While the incident left some with spinal injuries and others with broken bones and lacerations, many Qantas passengers have been scarred by the terrifying scenes.
"The poor little kid next to us, we watched him hit the ceiling and sit there for about three seconds, until his dad dragged him back into his seat," passenger Mark Bell told ABC news.
Another passenger, Mike Maxwell, said: "Some people were up for toilets and those sorts of things, and so they were the ones who really suffered worse I suppose and people obviously with young children and so on, babies hit the ceiling and come down again."
Jim Ford, of Perth, said he thought he was about to die as he watched people being thrown around the cabin.

Australian jet plunge injures 40
BBC News

No comments:

Post a Comment