Wednesday, November 05, 2008

Geolog Dunia: Lumpur Lapindo Kesalahan Pengeboran

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Anggota DPR mengatakan Lapindo tidak bersalah atas lumpur panas di Sidoarjo, karena disebabkan gempa bumi saja. (Atau dalam kata lain, “Jangan salahkan teman kita dong! Dia sangat kaya, jadi tidak mungkin bisa dibuktikan bersalah.”)

Sebaliknya, ahli geologi dunia mengatakan bahwa lumpur tersebut memang disebabkan kesalahan Lapindo dalam proses pengeboran. Dari 74 ilmuan yang hadir dalam konperensi, 42 merasa yakin bahwa masalah tersebut disebabkan kesalahan Lapindo. Bahkan Professor Richard Davies dari Durham University, Inggris, mengatakan bahwa dia “yakin 99%” bahwa semua ini adalah kesalahan Lapindo.

Hanya 3 ahli geologi setuju dengan DPR dan mengatakan penyebabnya adalah gempa bumi.

Hmmm… kita percaya pada yang mana ya? Pendapat dari anggota DPR? Atau pendapat dari mayoritas ahli geologi di dunia?

Hmmm sulit untuk pilih ya…?

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene

########
Geolog Dunia: Lumpur Lapindo Kesalahan Pengeboran
31/10/2008 06:27 - Lumpur Lapindo

Liputan6.com, Cape Town: Kesalahan pengeboran atau bencana alam? Dua pertanyaan mengenai penyebab terjadinya lumpur Lapindo itu menjadi pokok utama pembahasan 90 ahli geologi yang berkumpul di Cape Town, Afrika Selatan, belum lama ini.

Hasil akhirnya, 42 ahli geologi menyimpulkan PT Lapindo Brantas melakukan kesalahan prosedur pengeboran sehingga mengakibatkan munculnya lumpur ke permukaan. Sedangkan faktor gempa bumi di Yogyakarta yang terjadi dua hari sebelum munculnya semburan lumpur hanya didukung oleh tiga geolog. Ahli lain tidak berpendapat atau menyebut semburan lumpur dipicu dua faktor, yakni kesalahan pengeboran dan gempa bumi.

Geolog asal Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Susila Lusiaga, anggota Drilling Engineering Club Indonesia, serta Rudi Rubiandini, pakar geologi bidang minyak dan gas dari Institut Teknologi Bandung. Keduanya menyatakan hasil opini ahli geologi ini akan disampaikan kepada Presiden, Jaksa Agung, dan kepolisian.

Kesimpulan para geolog itu jelas bertentangan dengan kesimpulan DPR. Beberapa waktu silam, DPR sempat menyebut lumpur Lapindo disebabkan faktor alam [baca: Lumpur Lapindo Bencana Nasional?].(ANS/Tim Liputan 6 SCTV).

Sumber: Liputan 6
Geolog Dunia: Lumpur Lapindo Kesalahan Pengeboran

BBC News
Mud eruption 'caused by drilling'

2 comments:

  1. Pak Gene,

    Ada cerita versi lain, berbentuk konspirasi yang memang lumpur Lapindo itu memang sengaja disemburkan dan sengaja tidak dihentikan. Alasan karena gempa bumi dan drilling tidaklah menjadi masalah. Tapi alasan mengapa semburan lumpur ini tidak di hentikan itu yang jadi masalah. Apakah benar pemerintah benar-benar berniat menghentikan semburan lumpur itu? Menurut perhitungan jumlah gas di bawah Lapindo bernilai ratusan triliun rupiah. Bagaimana cara mudah untuk mendapatkannya? Meminta baik-baik kepada penghuni sekitar Lapindo untuk menyerahkan tanahnya agar bisa didirikan kilang gas dan minyak disana, well, amat sangat susah. Paling gampang, ya banjiri saja dengan lumpur, mereka semua akan pergi dari situ, tergusur. Penggantian rugi cukuplah dibawah 1 triliun, bahkan jauh dibawah itu. Kira2 beberapa tahun kemudian setelah masyarakat Lapindo mulai melupakannya, dihentikanlah lumpur itu dan dibangunlah kilang gas dan minyak yang omzetnya bisa ratusan triliun rupiah. Kira-kira bangunan2nya mirip2 blok Cepu-lah. Nah, kalau memang pemerintah benar2 lebih mementingkan rakyatnya, rasa2nya sudah dari dulu lumpur itu berhenti menyembur dan tidak membuat banyak orang sengsara. Dan orang2 yang memang benar2 ingin menghentikan lumpur itu tidak dihalang2i dan dipolitisir.

    ReplyDelete
  2. Sebenernya banyak yang punya pemikiran kayak Titut. Tapi yang terposting di media kan yang pro lapindo. Semburan yang terus menerus menandakan bahwa memang kandungan gas di dalamnya emang bueee...ssarr. Jangan lupa nanti ceritain sama anak cucu kita ulah lapindo kayak gitu, kalo bisa ya tercatat kayak sejarah. Karena bila suatu saat pihak Lapindo emang mengeksploitasi blok porong, sudah barang tentu anak cucu kita akan dengan senang hati menghancurkan 'sang penjajah baru'

    ReplyDelete