Tuesday, November 25, 2008

Kegiatan Sosial di Bekasi menjadi Kristenisasi

MUI Sesalkan Izin untuk Yayasan Mahanaim Yayasan ini kerap mengkristenisasi berkedok kegiatan sosial.

Sabtu, 22 November 2008 pukul 15:54:00

BEKASI-- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Badruzzaman Busairi, menyesalkan terbitnya izin wali kota untuk kegiatan sosial yang dilakukan Yayasan Mahanaim. Yayasan ini diduga kerap mengkristenisasi berkedok kegiatan sosial. Berbicara saat khutbah Jumat, Badruzzaman menyebutkan, awal 2007, yayasan ini membuat acara serupa bertajuk Galileo. Kegiatan yang digelar di lapangan Galaksi, Jati Asih, Kota Bekasi, itu diadakan mendadak dan dengan panggung yang sangat besar. Berkedok acara sosial, mereka mengadakan pembaptisan massal. Acara tersebut bahkan berlangsung hingga tengah malam.

Karena itu, dia menyesalkan surat rekomendasi Wali Kota, Mochtar Mohammad, untuk kegiatan yayasan tersebut. ''Seharusnya, sebelum memberi izin, pak wali mengambil pelajaran dari kejadian tahun kemarin,'' ujarnya, kemarin (21/11). Camat Bekasi Timur, Cecep Muntasar, membenarkan adanya kegiatan yang dilakukan yayasan tersebut. Dia mengatakan, ada surat yang masuk ke kantor kecamatan per 11 November 2008 bernomor 460/2530-kesos/XI/2008. Inti surat berupa rekomendasi wali kota agar setiap wilayah mendukung diadakannya acara bertajuk 'Bekasi Berbagi Bahagia'.

''Yayasan ini tahun kemarin membuat acara kristenisasi,'' ujarnya. Namun, Cecep menambahkan, dia tidak dapat melakukan apa-apa karena ada surat rekomendasi dari wali kota. Menurut Cecep, acara ini mengincar orang-orang miskin sebagai target pesertanya. Di dalam surat rekomendasi tersebut terpapar bahwa mereka akan mengadakan acara keluarga super, lomba tumpeng, dan pernikahan massal selama tiga minggu berturut-turut. Yakni, pada Ahad (23/11) untuk tingkat RT/RW, Ahad (30/11) untuk tingkat kecamatan, dan Sabtu (06/12) se-Kota Bekasi. Bahkan, acara hari Ahad (06/12) akan diadakan penyerahan hadiah, pemecahan rekor MURI, dan pagelaran di GOR Bekasi. ''Bisa jadi ini event terbesar di Kota Bekasi,'' ujarnya.
Tak hanya camat, surat sama juga ditembuskan kepada pimpinan di Polrestro Bekasi, kantor Satpol PP, dan lurah se-Kota Bekasi. ''Waktu itu event organizer dari yayasan itu datang dan meminta izin penggunaan lapangan,'' ujar Azis Muslim, salah seorang staf wakil wali kota.Sebenarnya surat tersebut ia diamkan saja karena tahu kredibilitas yayasan tersebut. Namun, karena mereka telah membawa surat rekomendasi dari wali kota, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Badruzzaman pun meminta kepada umat Islam agar menyikapi hal ini dengan tegas. Tidak perlu dengan anarkis, menurutnya, tapi lebih baik menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan yayasan tersebut. Irianti dari Dewan Dakwah Islamiyah Kota Bekasi, mengatakan, pada Jumat (21/11) malam, akan diadakan pertemuan antarormas Islam se-Kota Bekasi. Pertemuan itu, menurut Irianti, mengenai langkah konkret yang akan mereka lakukan serta pernyataan sikap. ''Kita tidak akan langsung melakukan tindakan frontal, seperti demonstrasi. Tunggu dulu situasi di lapangan nanti,'' ujarnya.

Irianti menjelaskan, pembahasan dalam pertemuan itu adalah sikap wali kota. Irianti mengaku sangat kecewa dengan terbitnya surat rekomendasi dari wali kota yang kini sedang menunaikan ibadah haji bersama wakilnya tersebut.Liani, dari Yayasan Mahanaim menjelaskan, acara yang akan diadakan tersebut adalah murni acara sosial. Bahkan, acara pernikahan massal juga mengakomodisasi semua agama. ''Kalau Islam, ya dengan KUA.''Yayasan Mahanaim, menurut Liani, merupakan yayasan sosial yang tidak berlandaskan agama apa pun tanpa ada pembatasan jumlah orang dan bebas biaya.

Sumber: Republika.co.id


Lihat juga:
Pemkot Siap Bubarkan 'Bekasi Berbagi Hadiah'

29 comments:

  1. naah kalau pemimpin yang seperti ini yang terpilih siapa yang mau disalahkan? Yang memilih atau yang tidak memilih yaa...Maka nya hati-hati pilih pemimpin,akhir nya umat islam juga kan yang dirugikan,jangan silau dengan janji-janji,naik haji berkali-kali bukan jaminan akan membela kepentingan umat Islam.

    tara

    ReplyDelete
  2. ketika beban ekonomi semakin berat, dan urusan perut jadi prioritas utama, ketika saudara2 sesama muslimnya acuh, krisis iman pun datang, orang hidup butuh makan, tidak hanya dengan merampok, membunuh demi alasan cari makan, bahkan iman pun bisa digadaikan..sebuah pelajaran.., disana ladang dakwah sebenarnya.

    --lain kali pilih pemimpin yang amanah juga--jangan tergoda janji2 syurga, karena belum tentu sipemimpin ngajak ke syurga, malah kehidupan yang dipimpinnya serasa neraka--:) swingvoter2009

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum.

    Siapa yg salah, yg memilih atau yg tidak memilih?
    Mana yg harus dipilih, memilih pemimpin untuk menjalankan aturan manusia atau memilih memperjuangkan penerapan aturan Tuhan?

    Pemimpin itu 'esensinya' bisa siapa saja, mau dia muslim atau non muslim, mau dia baik atau kurang baik. Yang penting dia bisa menjalankan aturan yg ada.
    Ketika pemimpin tersebut non muslim menjalankan aturan yg 'BENAR' maka hasilnya akan baik, karena sejatinya dia hanya menjalankan segala sesuatu yg sudah tertulis dlm aturan tersebut.

    Berbeda, Ketika pemimpin tersebut muslim kemudian menjalankan aturan yg 'TIDAK BENAR' maka hasilnya otomatis tidak akan baik, walaupun pemimpin tersebut memiliki akhlak yg super baik, karena sangking baiknya pemimpin tsb sehingga dia hanya mau menjalankan aturan yg "TIDAK BAIK' yg sudah terbentuk tersebut.

    Intinya, memilih pemimpin itu tidak wajib, sedangkan yang wajib itu adalah mengangkat pemimpin.
    Mengangkat pemimpin dlm hukum Islam itu hukumnya wajib, karena pemimpin yg kita angkat akan meneggakkan aturan2 Islam.

    Sekarang yg jadi pertanyaan:
    1. Bagaimana hukumnya mengangkat pemimpin untuk tidak menjalankan aturan Islam melainkan untuk menjalankan aturan manusia?

    2. Apakah kewajiban kita untuk menerapkan aturan Islam itu gugur ketika kita telah memilih pemimpin yg baik?

    3. Apakah ada jaminan bahwa pemimpin yg baik yg menjalankan segala sesuatu aturan manusia ini dgn baik akan membawa hasil yg baik yg sesuai dg fitrah manusia dan alam semesta?

    4. Bagaimana jika ada pemimpin yg kurang baik yg dia hanya menjalankan aturan Allah, apa hasilnya akan baik atau kurang baik atau malah jelek?

    semogga bermanfaat.
    Wassalamualaikum.

    Arif

    ReplyDelete
  4. apaan seh?!!
    kenapa mangnya?!!
    toh kita juga gagh maksa..
    Walikota juga gagh salah..
    kan pemrntah harus bersikap adil TERHADAP SEMUA AGAMA!!!!
    jgan dikelompokkan gini donkz..
    acara2 kaya gini juga banyak koqh..
    wktu itu di Jakarta di bikin besar2an di Monas.. kalian knpa gagh cegat?!!
    gagh dapet informasinya ya?!!
    hahahahahah..

    ReplyDelete
  5. hello g mau tanya neh ini negara 1 agama apa bermacam-macam??

    kl lo mau mau jdin 1 agama ky lo.mending lo ke laut aje ato pindah negara gih.jgn bkin NOOBS di indoo deh

    ReplyDelete
  6. Tidak ada negara didunia ini yg hanya memiliki 1 agama saja. Termasuk indonesia. Mau kita di Arab Saudi maka penduduknya akan kita temui banyak yg Yahudi, Kristen dll.
    Selamanya mungkin tidak akan bisa dlm sebuah negara hanya ada 1 agama, pasti akan lebih dari satu. Yang ada adalah penerapan hukum agama tertentu didlm sebuah negara. Dan mengingat tidak ada agama yg seperti Islam yg memiliki ajaran yg lengkap mengenai ekonomi, politik, pidana, sosial, pendidikan, hubungan antar negara dll, maka sudah barang tentu sebagi individu muslim kita mengajak saudara2 kita akan pentingnya penerapan hukum2 dlm agama kita.

    Kalau kita menganut agama yahudi dan bila yahudi memiliki aturan2 dlm agamanya mengenai ekonomi politik dll maka sudah pasti kita ingin agama yahudi itu menjadi legal formal dlm pengurusan negara.
    Gak boleh kita memaksakan aqidah Islam kepada satu orangpun didunia ini. tetapi yg disebut hukum dan sistem itu pasti memaksa kita untuk mengikutinya, sperti kalau kita di pasar modal maka otomatis kita kena aturan dan sistem pasar modal. Tetapi kita juga boleh memperjuangkan pasar real yg lebih adil dan aman.

    Jadi kalau masih mau berdemokrasi yg katanya boleh bebas menyuarakan aspirasi dan pendapat maka perjuangan untuk mengajak temen2 untuk menyadari akan pentingnya hidup dibawah sistem islam adalah boleh. So tidak ada masalah kan?

    Semoga bermanfaat.


    Arif

    ReplyDelete
  7. Ikut coment lg ..
    To bella cristy or carefully..siapapun yg mau baca ini:)
    Saya ga bela in siapa2 ya.., bener kata arif, tidak ada Negara didunia yg hanya memiliki 1 agama, tapi yang pasti diseluruh dunia, agama islam itu ada.
    Pemerintah kan harus bersikap adil kepada setiap agama>> saya rasa udah cukup ADIL, karena 5 agama yg diakui Negara, setiap hari Raya nya dijadikan hari libur nasional, Dan setiap perayaan keagamaan selalu ada wakil pemerintah yang hadir..adil ga, rasa toleransi tetap ada dinegeri ini, coba Tanya di Negara maju sana, gimana pas hari raya idul fitri, dikasih liburan panjang ga..

    Acara kayak gitu banyak>> yupp..kalau acaranya memang benar untuk kegiatan social, tidak ada yang melarang. Yang selalu jadi permasalahannya adalah acara ini selalu jadi kedok ‘kristenisasi’ dan selalu dengan iming2 materi, dan sasarannya selalu orang miskin yang lemah iman, setiap pemberian itu harus selalu minta ‘imbalan’, membeli akidah mereka.

    Dari sejarahnya kalau anda tahu dan pernah baca: hal2 licik seperti itu yang selalu dilakukan untuk mengajak’ domba2 tersesat’ (ehm manusia kok disamain domba, ga monyet sekalian sesuai teori Darwin yg pada percaya itu??)
    Tau sejarahnya perang salib,tentang kejatuhan Cordoba?? Apa ada cara yang ‘baik’ ketika mereka menyebarkan keyakinan itu, yang ada adalah penggal kepala, pembunuhan, perampasan. Dan bandingkan juga ketika salahudin menang perang di yerusalem, apa dia menghancurkan tempat ibadah keyakinan lain?? Dia menghormati, dan mempersilahkan penduduk yg beda keyakinan tetap menjalankannya, tanpa ancaman atau terror, Itu dibawah kekuasaan islam, Islam tetap menghargai segala perbedaan, apa anda tahu dimana jaman keemasan para ahli pikir kaum yahudi , Kristen di eropa?? Itu dibawah kekuasaan kekhalifahan di Granada-cordoba sekarang jadi bagian Spanyol.


    Islam tidak pernah memaksakan orang untuk memeluk keyakinan ini, tidak ada pemaksaan dalam keyakinan ini,
    Karena bagimu agamamu bagiku agamaku…


    Oh..ya yang perlu ke laut aje>> mungkin anda perlu ke laut, untuk menjernihkan pikiran, dan melihat betapa besar kekuasaan Tuhan

    ReplyDelete
  8. to Arif,yang lain agama minggir dulu yah.....
    Assalamu'alaikum

    "Jihad yang paling utama ialah kata-kata yang benar di hadapan pemimpin yang dzolim" (Diriwayatkan oleh An Nasa'i)

    Berada dalam payung besar bernama daulah Islamiyah adalah cita-cita semua da'wah harokah.Saat ini tidak ada yang nama nya Jama'ah Islamiyah,kalau organisasi yang bernama jama'ah Islamiyah memang ada.Jika daulah Islamiyah berdiri baru ada yang nama nya jama'ah Islamiyah.Semua da'wah harokah pasti punya cita-cita menuju ke sana tapi cara mencapai nya saja yang berbeda.Ada yang ingin lewat jalan tol(biar lebih cepat,walau tidak realistis),ada memulai dari grassroot,ada yang lebih realistis lewat parlemen.Alangkah indah nya kalu kita semua bisa bersinergi hingga bertemu di satu titik,mimpi kali yee....

    " Sesungguh nya Aku menjadikan mu imam bagi sekalian manusia...." maaf lagi2 saya lupa redaksional nya

    " Setiap kamu adalah pemimpin dan kamu semua akan diminta pertanggung jawaban nya kelak terhadap kepemimpinan itu "

    Mau diangkat atau dipilih pemimpin itu harus tetap ada dengan syarat-syarat tertentu.Tidak ada aturan baku memilih pemimpin dalam Islam.

    Maka nya jangan mencampur adukan antara sunnah dengan siroh (biografi) untuk dijadikan hujjah,jangan menyimpulkan momen2 siroh nubuwah untuk suatu keharusan,siroh tidak bisa di sejajarkan dengan sunnah (dalam siroh banyak sanad yang tidak bersambung).

    Contoh nya hijrah dalam siroh tidak perlu dilakukan lagi saat ini karena kita sudah aman di negeri sendiri dan bisa menyebarkan da'wah dengan leluasa.Toh kita juga tidak perlu memancang masa 13 tahun untuk menanamkan aqidah lalu mengangkat seorang pemimpin seperti siroh beliau kan......
    "Kamu lebih tahu duniamu......"
    Mekanisme memilih pemimpin adalah ijtihad,disesuaikan pada masa dan tempat yang berlaku saat itu.Yang penting bagaimana membumikan perintah Alloh.

    Tabiat dan risalah Islam yang bersifat umum dan universal harus menyusup ke seluruh sendi kehidupan.Sulit digambarkan jika kita mengabaikan urusan daulah dan menyerahkan nya kepada para ateis atau orang2 jahat untuk mengurusnya.
    Al Fudhail bin Iyadh,Ahmad bin Hambal dll pernah berkata :
    "Andaikata kami mempunyai da'wah yang dipenuhi,tentu kamu akan berda'wah kepada sultan,sebab dengan kebaikan sultan,sekian banyak manusia akan menjadi baik "

    Saat di rumah aturan siapa yang kita ikuti ? Saat di sekolah aturan siapa yang kita patuhi ? Saat di jalan raya dengan rambu2 nya siapa yang membuat ? Bukankah semua itu buatan manusia ? Selama tidak bertentangan dengan perintah Alloh kenapa tidak ?! Justru kita harus memilih pemimpin yang menjalankan perintah Alloh sehingga tidak bertentangan dengan aturan Alloh,kalau membiarkan orang kafir atau muslim yang tidak bermoral apa mungkin bisa sejalan dengan aturan Alloh ??

    Saya bukanlah siapa-siapa.Saya bukan pemuja pemerintah,saya juga tidak diajarkan untuk fanatisme buta terhadap partai,saya juga tidak biasa untuk menerima doktrin mentah2 tapi harus tahu dalil dan alasan yang mendasari nya,itu prinsip buat saya,maka nya jangan membatasi narasumber.

    Sebagai bahan perbandingan coba Arif baca buku yang berjudul FIQH DAULAH DALAM PERSPEKTIF AL QURAN DAN SUNNAH karangan Dr Yusuf Qordhowi jadi kita punya banyak referensi,atau perlu saya paketkan? Tapi ga janji yah

    Manfaat kalau ditinjau dengan hati bersih,insya Alloh
    Wassalamu'alaikum wr wb

    tara

    ReplyDelete
  9. Assalamualaikum wr wb.

    Trimakasih untuk Mbak Tara yg baik hati dan konsen terhadap dakwah Islam.

    Memang kita tidak perlu bersetu untuk masalah yg seperti itu, tapi walaupun bagaimanapun juga sebenarnya kita satu tujuan walaupu berbeda jalan, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa saya dan Mbak Tara sama2 berjuang untuk Islam.

    Kalau Mbak Tara lewat jalur yg menurut saya salah, ya silahkan lanjutkan sekuat tenaga sehingga Islam bisa bangkit diseluruh dunia dgn cara itu, sedangkan saya dengan jalanku juga berjuang sekuat tenaga untuk kebangkitan islam yg mulia.

    Dari situ kita bisa saling menghormati. Mbak Tara berkampanye untuk memilih dlm pemilu yg demokrasi sedangkan saya berkampanye bahwa Demokrasi itu tidak berasal dari islam dan dia ada dan lahir dari rahim sekuler yg haram. Kita kerahkan sekuat tenaga untuk masing2 jalan itu.

    Maaf tidak bisa banyak komentar soalnya skrg lg sibuk sekali.

    Kalau Mbak Tara menyuruh saya membaca bukunya Dr yusuf Qordhawi, maka saya juga mohon Mbak Tara membaca buku2nya Syek Taqiyudin Annabhani, disitu banyak dijelaskan bagaimana cara2 menegakkan Islam tanpa melaui demokrasi, ekonmi islam, politik islam, Undang2 Khilafah, hukum pidana dll.

    Trimaksaih semoga bermanfaat.

    Arif

    ReplyDelete
  10. Masih ada yang tertinggal nih....
    kalau kamu bertanya mana kapedulian mu pada umat,bukan saya bermaksud riya tapi memang harus tabayyun khan....

    kebetulan saya bekerja di daerah Bekasi jadi saya tahu benar sebagian teman-teman saya ikut mendemo 'mereka'.Dan selama ini saya juga tahu benar teman-teman di Bekasi cukup peduli dan berjuang semampunya membantu masyarakat karena dana kami tentu saja terbatas karena prinsip kami "sunduquna juyubuna" (kantong2kami adalah kas2 kami) artinya dana membantu masyarakat adalah sebagian nafkah kami,tidak banyak memang,terbatas kan? Dan itu teman2saya lakukan sepanjang 5 tahun bukan hanya saat pemilu saja,bukan sekedar tebar pesona,dan itu sudah kami lakukan sebelum adanya PARTAI! Partai buat kami hanya wasilah/perantara saja,tidak ada partaipun kami akan tetap ada.
    Tapi namanya manusia tidak akan pernah puas,ada yang memberi lebih dan gratis akan tetap diterima.

    So, R U ? What you've done ?

    tara

    ReplyDelete
  11. Assalamualaikum wr wb

    Hanya mencoba menjawab dan beropini.

    Tara said " Masih ada yang tertinggal nih....
    kalau kamu bertanya mana kapedulian mu pada umat,bukan saya bermaksud riya tapi memang harus tabayyun khan...."

    Answear:
    Wah kok jadi berapi2 sih, saya hanya mencoba memaparkan saja apa yg saya yakini benar.
    Saya tidak bertanya tentang kepedulian kelompok Mbak Tara, dan juga saya mungkin udah bisa liat apa yg dilakukan kelompok tsb.

    Tara said "kebetulan saya bekerja di daerah Bekasi jadi saya tahu benar sebagian teman-teman saya ikut mendemo 'mereka'."

    Answear:
    Alhamdulilallah Mbak Tara dan kelompoknya sudah mencegah kegiatan jelek itu dgn melakukan demo. semoga kegiatan itu segera berakhir dan berhenti.

    Tara said "Dan selama ini saya juga tahu benar teman-teman di Bekasi cukup peduli dan berjuang semampunya membantu masyarakat karena dana kami tentu saja terbatas karena prinsip kami "sunduquna juyubuna" (kantong2kami adalah kas2 kami) artinya dana membantu masyarakat adalah sebagian nafkah kami,tidak banyak memang,terbatas kan? Dan itu teman2saya lakukan sepanjang 5 tahun bukan hanya saat pemilu saja,bukan sekedar tebar pesona,dan itu sudah kami lakukan sebelum adanya PARTAI! Partai buat kami hanya wasilah/perantara saja,tidak ada partaipun kami akan tetap ada."

    Answear:
    Ya syukurlah kalau masih ada yg peduli terhadap umat ini, walaupun dgn dana yg terbatas.

    Tara bertanya "So, R U ? What you've done ?"

    I answear:

    Kerpedulian saya terhadap umat saya refleksikan dgn menyebarkan pemahaman bahwa kehidupan kita diatur oleh sistem kufur, maka kita harus kembali dan berjuang untuk menegakkan kembali sistem Islam.Jadi saya dan yg sependapat dgn ide saya peduli dgn mendidik umat agar paham terhadap sistem Islam.

    Saya dan temen2 saya yg sudah paham akan pentingnya sistem islam memang secara kelompok jarang sekali memberi bantuan berupa sembako murah dll, itu karena:

    1. Tidak pernah membawa baju atau atribut kelompok untuk memberikan bantuan krn memang bantuan itu diberikan oleh individu2 krn sembako murah bukan agenda yg besar buat saya dan buat yg seide dg saya.

    2. Tidak ada niat untuk membujuk masyarakat untuk memilih ide saya dgn memberikan sembako murah, krn agendanya adalah pemahaman msyarakat terhadap sistem Islam dan bukan agenda PEMILU.

    3. Dana yg ada lebih baik untuk kegiatan pemahaman masyarakat thdp sistem islam drpd hanya sembako yg dimakan tidak berbekas.

    4. Kemiskinan ini bukanlah penyebab mundurnya Islam melainkan hanya akibat dari tidak diterapkannya sistem islam dan berlakunya sistem kufur. Sehingga jika kami berhasil mengembalikan sistem Islam sbg sistem hidup maka Insyaallah dgn izin Allah semua akan kembali normal shg kehidupan menjadi lebih berkah dan sejahtera.

    5. Bagi2 sembako atau baksos tsb dlm pandangan saya tidak akan menyelesaikan masalah umat. Shg agar tidak menghalangi tujuan yg lebih besar yakni mengembalikan sistem islam maka acara bagi2 sodaqoh biasanya dilakukan secara individu.

    Pesan
    Pemilu itu bukan demokrasi, melainkan bagian dari demokrasi. didalam Islam tidak melarang diadakannya pemilu. Pemilu itu menjadi haram ketika pemilu itu dimaksudkan untuk memilih wakil2 rakyat untuk membuat undang2 yg kemudian dijalankan oleh pemimpin. Karena kita tahu bahwa didalam islam tidak dikenal pembuatan undang2, melainkan ijtihad untuk menggali hukum islam.

    Kalau kita membenci USA, trus kenapa kita mau masuk dalam perangkapnya USA? USA berkampanye keseluruh negeri2 Muslim untuk menerapkan demokrasi, walaupun dgn membunuh rakyat di afganistan dan Iraq, shg bisa disimpulkan bahwa demokrasi merupakan agenda asing untuk menjajah negeri2 muslim.

    Kenapa Arab Saudi dan Lybia tetap tidak demokrasi dan tetap menjadi teman baik USA? karena negeri2 tersebut mau menghambakan/melacurkan diri pada USA shg mereka tidak akan diserang oleh USA.

    Jadi intinya mau demokrasi atau tidak yg penting posisi kita adalah budaknya USA. kalau tidak demokrasi tetapi mau menjadi budaknya USA maka USA tidak akan pernah menyerang kita dgn dalih demokrasi.

    Kalau saya dibilang bermimpi, maka cukup hadist Rasul ini menjadi pegangan saya.

    "“Masa kenabian akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Kemudian akan ada (masa) Khilafah Rasyid (yang mendapat petunjuk) yang berjalan selaras dengan kenabian. Khilafah itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada (masanya) banyak pemimpin, dan itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada (masa) pemerintahan tirani, dan akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Kemudian, akan muncullah (masa) Khilafah Rasyid (kembali) yang berjalan selaras dengan kenabian.” Kemudian beliau (Rasulullah) terdiam.” (Musnad Imam Ahmad (v/273))."

    Justru mungkin Mbak tara yg sedang bermimpi dpt menegakkan islam dgn demokrasi. Di dunia ini belum pernah terbukti bahwa Islam dpt bangkit dgn Demokrasi. Bahwa proyek penegakan islam lewat jalur demokrasi adalah kegiatan experimen yg tidak ada dalil yg sahih tentang bolehnya seorang muslim berdemokrasi.

    Apakah tidak boleh disebut bermimpi atau bahkan berkhayal ketika kita mengharapkan sesuatu yg belum pernah terjadi dan bahkan fakta2 menunjukan bahwa demokrasi tidak pernah menginginkan islam berkuasa padahal partai islam telah beberapa kali menang secara mutlak dlm kancah demokrasi seperti Partai Masyumi di indonesia th 1955, Partai Rafah di Turki, Partai FIS di Aljazair, dan terakhir Partai Hamas di Palestina? ternyata kemenangan mereka dianulir dan tokoh2nya ditangkap dan dibunuh.

    Ini semua hanya argumen saya, jgn marah krn katanya dlm demokrasi kita bebas bersuara.

    Semoga bermanfaat.

    Wassalamualaikum wr wb.

    arif

    ReplyDelete
  12. Guest:
    iya aturan semua pemerintahan dikuasai aja sama org non muslim dan bikin kebijakan yg tidak akan ada yg menyeimbang sama sekali, kita rakyat dzikir,doa dan usaha sendiri atau berjamaah membangun kebersamaan dlm ahlusunnah wal jamaa'ah saja, dan tidak usah berbuat untuk negara dan umat islam diluar yg dijajah...kl perlu wujudkan syariah dlm diri sendiri2 saja tdk usah capur tangan negara agar nanti pemerintah melarang pakai jilbab kita dzikir dan yg dijajah...doa saja oke, amien.
    rubah keimanan saja lewat ceramah masjid2 sedikit2 demi sedikit lama2 juga bisa membuat rakyat bertaqwa, sabar dan tidak terburu2 , usahanya satu macam saja, ekonomi dan pemberdayaan umat kan tidak usah perlu campur tangan pemerintah, buat apa pasar modal dan ekonomi syariah kan katanya antek yahudi, jd tidak perlu ada org2 Islam di pemerintahan..jangan sampai karena haram, dan berjuang kan ada jalan lain, kebijakan menerbitkan per UUan yg menyuburkan syariah juga ga penting, mendingan sendiri2 aja memperbaiki ummat dan berjamaah...pokoknya ga perlu ada org Islam di pemrintahan karena haram, kita usaha saja sendiri2 atau berjamaah mengalag kekeuatan ummat ..dan mendukung semua kebijakan pemerintah atau mngkritiknya dari luar dan mendoakan serta memberi nasihat jika diminta atau dari luar saja sambil berdoa dan memperbaiki dr, lagian kenapa siy perlu ada pertai Islam mending dulu jaman Orde Baru waktu pd waktu itu kan jilabab dilarang mayoritas nasionalis atau karena kurang bertakwa ya ummat Islam jaman dulu sehingga Silam ditindas, tapi karena sekaranag lebih bertakwa jd jilbab tidak dilarang lagi dan tdk lagi ada ummat
    islam yg dibunuhi krn ikut pengajian massal..kesimpulannya krn sekarang ummat Islam lebih byk berzikir dr pada dulu,tidak ada urusan dan hubungannya dgn kebijakan pemerintah dan rezim yg lebih lentur pada umat Islam. jdi jangan ada partai islam lah..beres kan..


    Guest on shout box

    ReplyDelete
  13. Assalamualaikum wr wb

    Menjawab argumen Guest on shout box.

    Dari pernyataannya maka terdengar nada marah dan berapi2, sehingga ketika menanggapi argumen saya diatas maka terlihat rancu dan penuh emosional.

    Sesungguhnya pernyataan2 saya belum terjawab oleh guest yg berargumen demikian menaruh kebencian terhadap saudaranya yg muslim yg benjuang untuk bangkitnya Islam.

    Silahkan anda sebagai individu muslim memperjuangkan islam dgn cara yg anda yakini kebenarannya, mau lewat jalur demokrasi atau lewat metode Rasulullah itu adalah pilihan anda. Semuanya itu ada nilai dimata Allah.

    Jangan pernah ragu berjuang untuk agama Allah, jika hari ini kita hanya tahu bahwa cara demokrasi adalah yg paling benar menurut kita maka saat ini juga kita berjuang dgn demokrasi, tetapi jika esok kita melihat bahwa ada acara yg lebih benar maka sudah sepantasnya kita mengambil yg benar dan meninggalkan yg salah.

    Jika ada sekarang berada didalam sistem maka gunakanlah kesempatan itu sebaik2nya untuk memperjuangkan Islam. Jgn malu dan ragu mengatakan bahwa hukum Islam begini begitu diforum politik indonesia spt DPR/MPR.

    Biarkan saya yg diluar sistem juga berjuang dgn segala upaya memahamkan umat tentang sistem islam dan sistem kufur. Ketika saya dan teman2 saya telah mendapat dukungan yg luar biasa oleh umat untuk menuntut perberlakukan sistem islam maka saat itulah kalian menyambutnya dgn perjuangan diranah yg kalian geluti.

    Ingat sesama muslim itu adalah saudara, jadi jika anda mengaku muslim maka saya tetap saudaramu yg tetap mencintai dan menyanyaimu sbg saudara se aqidah.

    Mari kita saling menguatkan dakwah Islam demi kebangkitan islam. jgn sampai kita dipecah belah oleh USA seperti halnya Partai Fatah dan Partai Hamas.

    Intinya jika masih ada argumen saya yg salah maka teruslah dikoreksi dan begitu sebaliknya, jgn lelah mencari kebenaran Islam.

    semoga bermanfaat.

    Wassalamualaikum wr wb


    Arif/ardobinardi

    ReplyDelete
  14. Assalamualaikum Wr Wb.

    Disela-sela kesibukan aku sempatkan sedikit menjawab dengan sepatah 2 patah kata.

    Ada yang bertanya bagaimana caranya menerapkan sistem Islam? pakai cara apa?

    Sudah saya jawab bahwa Demokrasi adalah haram, maka cara menegakkan sistem Islam lewat jalaur demokrasi adalah haram dan hanya impian belaka yg tidak pernah dan belum pernah ada buktinya.

    Ada 2 cara pengambil alihan kekuasaan.

    Pertama:

    Dengan jalan kudeta politik, yakni dengan cara merebut kekuasaan dari para penguasa yang menerapkan sistem kufur untuk kemudian diganti oleh sistem Islam. Cara ini oleh sebagian orang dinilai adalah cara yang paling mungkin untuk merebut kekuasaan selain cara demokrasi melalui parlemen. Tetapi akan timbul pertanyaan, apakah cara tersebut tidak menimbulkan perang dan korban jiwa? jawabannya adalah jelas YA, pasti akan menimbulkan perang dan korban jiwa diantara kedua belah pihak yg notabene adalah saudara yg masih seaqidah. Pertanyaan yg paling penting dan mendasar adalah apakah cara kudeta politik merupakan cara yang shahih dan sesuai dengan apa yg dicontohkan Rasulullah? Jawabannya adalah TIDAK. Terus kalau bukan cara kudeta cara apalagi yg bisa dilakukan dan sesuai dengan metode Rasulullah? Jawabannya adalah Cara kedua ......

    Kedua:

    Selalu saya katakan bahwa saya berjuang untuk memahamkan masyarakat bahwa sistem yg diterapkan sekarang adalah sistem kufur, maka sudah sepantasnya kita memahami kewajiban untuk hidup dibawah naungan sistem Islam yang sudah jelas Rahmatan Lil alamin.
    Masyarakat itu ada 2 kelompok, yakni masyarakat umum dan masyarakat yg memiliki pengaruh.
    Msayarakat umum itu terdiri dari petani, pedagang, ibu rumahtangga dll, sedangkan Masyarakat yg memiliki pengaruh (ahlul quwah)terdiri dari ulama, pejabat, militer, pemerintah, PNS, dll.

    Cara yang ditempuh nabi adalah dengan cara mendakwahi semua masyarakat dari mulai kalangan bawah sampai para pimpinan suku pada masa itu. Akhirnya Rasulullah pun berhasil menegakkan Islam tanpa ada pertumpahan darah pada saat pengalihan kekuasaan di kota Madinah. Para pemimpin suku dengan rela dan tunduk menyerahkan harta dan jiwanya untuk berjuang bersama-sama Rasulullah untuk meneguhkan Islam tanpa mereka dipaksa untuk tunduk. Setelah Rasul berhasil membentuk pemerintahan yang berdaulat maka Rasul membentuk angkatan perag dan membuat aturan2 kenegaraan serta mengirimkan surat keberbagai penjuru wilayah untuk mengabarkan Islam. Setelah negara Islam benar-benar kuat maka ayat2 seruan untuk berjihad dan berperang mulai turun sehingga Rasul pun mempersiapkan diri untuk memerangi kaum kafir untuk melakukan penyerbuan terdahap kaum kafir yg memerangi Islam.

    Cara Rasul tersebut diatas adalah cara yg saya dan teman2 saya tempuh untuk menegakkan sistem Islam. walaupun sulit tetapi saya dan teman2 yakin bahwa pertolongan Allah pasti akan datang. Tidak ada cara lain yg saya yakini sesuai dan seefektif dgn apa yg dilakukan Rasulullah. Saya dan teman2 berjuang memberikan pemahaman kepada umat baik yg tidak memiliki kekuasaan maupun yg berkuasa atau ahul quwah. Saat ini perjuangan saya dan teman2 saya diseluruh antero dunia memiliki satu metode yg sama yakni mengembalikan sistem Islam dengan jalan damai dengan membenturkan pemikiran kufur dgn pemikiran Islam merujuk pada metode yg telah dipraktekkan Rasulullah.

    Keberhasilan saya dan teman2 saya di Indonesia adalah menyatukan suara Umat Islam dari berbagai kelompok kedalam wadah Forum Umat Islam, serta mendukung upaya2 MUI dalam menyerang pemikiran kufur yg dilakukan oleh JIL.

    Banyak sekali temen2 saya diseluruh dunia yg berjuang tanpa harus berlumuran dengan demokrasi, Insyaallah disetiap negara pasti ada yg berjuang dengan metode yg seperti Rasul contohkan. Perjuangan saya dan temen2 diseantero dunia bukanlah perjuang lokal melainkan perjuangan Internasional dimana Islam tidak memiliki sekat negara yg diaristeki oleh kaum penjajah Barat. Melain Islam harus tegak kembali dibumi Allah tercinta ini.


    Banyak salah dan kata mungkin saya ucapkan, untuk itu saya mohon maaf jika ada salah kata. Sekian semoga bermanfaat.


    Wassalamulaikum Wr wb.

    Arif/ ardobinardi

    ReplyDelete
  15. Bagus juga tuh,masalah nya apakah kita sudah juga menegakkan nilai-nilai sunnah Rosul dalam diri kita ?

    Sudahkah sholat kita seperti sholatnya Rosul ?
    Sudahkah perilaku hidup kita seperti perilaku hidup nya Rosul ?
    Sudahkah kita mencintai anak yatim seperti cinta nya Rosul ?
    Sudahkah perduli kita pada orang miskin seperti perduli nya Rosul ?
    Sudahkah kehidupan kita seperti kehidupan Rosul yang hidup sangat bersahaja ?
    Apakah cinta kita kepada Alloh sudah seperti cinta Rosul kepada Alloh ?

    Kalau menerapkan sunnah jangan pilih-pilih,totalitas Mas!

    Cuma pengen coment,.

    ReplyDelete
  16. Anonymous said...

    Assalamualaikum wr wb.

    Trimakasih teman2ku semua yg memberikan komentarnya, dengan rasa rendah hati dan persahabatan saya tulus mengucap terimakasih untuk segala komentar yang diberikan.

    >> apakah kita sudah juga menegakkan nilai-nilai sunnah Rosul dalam diri kita ?

    untuk semua sunah yg Rasul contohkan mungkin belum dan mungkin tidak pernah bisa semua yg Rasul miliki baik sikap, prilaku, karakter dll untuk bisa dipraktekkan atau dimiliki oleh umatnya krn umatnya adalah manusia biasa dan tidak maksum seperti Rasulullah.

    >> Sudahkah sholat kita seperti sholatnya Rosul ?

    Siapa yg berhak menilai bahwa sholat kita sudah seperti Rasulullah? tidak satu orang pun berhak memberikan penilaian mengenai kwalitas sholat dan iman kita kepada Allah. Hukum Islam hanya mengajarkan syarat, rukun, dll mengenai sholat dan bukan mengenai apakah sholat itu diterima/tidak (berpahala. Ketika seseorang sudah melakukan sholat fardhu maka sudah gugurlah kewajibannya, sedangkan mengenai dosa dan pahala atau apakah sholat kita diterima atau tidak itu sudah bukan menjadi urusan manusia.

    >> Sudahkah perilaku hidup kita seperti perilaku hidup nya Rosul ?

    Rasul itu sebagai uswatun hasanah (suri tauladan yg baik) sudah sepantasnya dan sewajibnya kita menjadikan beliau sebagai prototype yg sempurna bagi setiap perilaku kita, terlepas apakah sudah seperti Rasul atau belum maka itu bukan urusan kita, yg menjadi urusan kita adalah hanya berusaha semaksimal mungkin untuk meneladani beliau, setelah itu kita berserah diri kepada Allah untuk mencari ridho-Nya.

    >> Sudahkah kita mencintai anak yatim seperti cinta nya Rosul ?

    mencintai anak yatim merupakan bagian dari sifat Rasulullah yg mulia. Urusan mencintai itu adalah urusan hati, urusan hati tidak bisa dihukumi oleh hukum Islam, hukum Islam hanya menghukumi hal-hal yg nampak atau hal2 yg memang telah terjadi, bukan hal2 yg belum terjadi. jadi urusan apakah kita sudah mencintai anak yatim seperti cintanya Rasulullah atau belum maka tanyakan pada diri sendiri dan yakinlah bahwa Allah maha mengetahui segala sesuatu yg tersembunyi didalam hati manusia.

    >> Sudahkah perduli kita pada orang miskin seperti perduli nya Rosul ?

    perduli = kepedulian = keinginan untuk membantu = isi hati = rasa mencintai..... uraiannya sama dgn mencintai anak yatim.

    >> Sudahkah kehidupan kita seperti kehidupan Rosul yang hidup sangat bersahaja ?

    uraiannya kurang lebih sama dgn perilaku hidup Rasulullah. Bahwa segala sesuatu memiliki hukum asal boleh sepanjang tidak ada dalil yg larangannya, maka mau kita berjalan menggunakan unta atau pesawat, atau mau kita tinggal ditengah padang pasir atau di hotel berbintang maka sepanjang itu tidak ada larangannya maka hukumnya adalah boleh. tetapi sebagai Muslim maka kita kena hukum bahwa berlebih-lebihan itu perbuatan syaitan.

    >> Apakah cinta kita kepada Alloh sudah seperti cinta Rosul kepada Alloh ?

    lagi2 ini masalah hati, tidak bisa urusan hati menjadi obyek hukum Islam, karena hati itu tidak nampak. Justru krn saya cinta Allah dan Rasulullah maka saya mengajak kepada teman2ku semua untuk mencintai ajaranya juga dgn berjuang menerapkan hukum2 Islam sehingga kita bisa hidup secara kaffah dlm bingkai Islam. Kalau cuman mengatakan cinta saja maka itu tidak cukup untuk membuktikan cinta kita kepada Allah, tapi perlu perjuangan untuk membuktikan bahwa kita cinta dan rela menyerahkan hidup kita untuk Allah dgn memperjuangkan Islam secara kaffah.

    >> Kalau menerapkan sunnah jangan pilih-pilih,totalitas Mas!

    Sunah = Hadist. Tidak boleh seorang muslim menolak satu hadist pun dlm kehidupannya. seorang yg menolak satu hadist rasul maka dia termasuk ingkarussunnah yg berarti menjadikan dia seorang yg murtad.
    Semaksimal mungkin kita berusaha untuk menjalankan semua perintah Allah dan rasul-Nya, terlepas sempuna atau tidak maka kewajiban kita hanyalah menjadi muslim yg kaffah, muslim yg sempurna yg mengharapkan ridha Allah semata. Kesempurnaan itu terhanya bukan milik manusia, termasuk bukan milik seorang Muslim.

    Maaf jika ada salah kata, jika salah tolong dikoreksi, jika benar semoga itu dpt bermanfaat. trimakasih.

    Wassalamualaikum wr wb.


    Arif/ ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  17. Ahh itu sih biasa buat orang yang belum punya partai,nanti kalau pendukung nya sudah banyak dan melihat perjuangan tidak ada hasil akhir nya bikin partai juga,cuma belum punya kesempatan saja,lihat saja nanti......

    ReplyDelete
  18. Assalamualaikum wr wb

    Trimakasaih atas tanggapannya Zodiac.

    Alhamdulillah memang teman2 yg satu ide dengan saya sudah banyak sekali. Di seluruh dunia di setiap negara pasti ada perwakilan (maaf saya tidak mau sebut kelompok...krn Islam itu satu tidak perlu dikelompok2kan) yg memiliki anggota yg se ide dgn saya. Saya sendiri tidak mengikuti kelompok apapun tetapi saya stuju dengan ide kelompok tersebut.

    Respon umat terhadap ide2 untuk menegakkan kembali sistem Islam sangat luar biasa. Kalau anda mencarai informasi di daerah2 bekas wilayah kekuasaan Islam maka akan anda jumpai orang2 yg luar biasa memperjuangkan Islam dgn metode perjuangan yg Insyaallah sesuai dgn metode Rasulullah.

    Salah satu pengalaman menarik yg pernah melihat kedahsyatan pejuang yg seide dgn saya adalah dr. Jose Rizal Jurnalis ketua MERC. Beliau benar2 melihat rekan2 kami di Afghanistan yg kagum akan semangat perjuangan Islam. Beliau bertanya kepada mereka apakah ada organisasi mereka yg ada di Indonesia, mereka menjawab bahwa di indonesia justru berkembang pesat krn pemerintah tidak menekan perjuangan kami secara ditaktor. Skrg dr. Jose Rizal menjadi bagian dari umat yg setuju dgn Ide penegakkan kembali sistem Islam.

    Kami tidak melarang memilih dalam pemilu di dlm demokrasi tetapi mengajurkan untuk memilih partai yg benar2 ingin mengembalikan sistem Islam menjadi sistem yg tegak diatas bumi ini dan menyatukan kembali negeri2 muslim lainnya. Jika tidak ada partai yg seperti tersebut maka keputusan ditanggan anda sebagai pemilih, mau memilih atau tidak maka hisab ada ditangan anda.

    Sebenarnya kelompok ini pernah meminta izin ke kantor pusat kalau tidak salah di Yordania untuk mengikuti pemilu di indonesia, oleh kantor pusat dizinkan tetapi dengan syarat2 yg ketat. Pada pemilu 2004 kelompok ini mendaftarkan diri untuk ikut menjadi peserta pemilu tapi niat itupun diurungkan karena ternyata setiap kelompok yg ingin ikut dalam pemilu maka harus menandatangani surat pernyataan bahwa setia pada UUD 1945 dan Pancasila dan tidak boleh merubah dasar negara, serta Islam hanya menjadi Asas dan bukan menjadi sebuah Ideologi.

    Jadi sudah terjawab bahwa kita konsisten untuk tetap memperjuangkan Islam untuk mengembalikan sistem Islam dengan jalan diluar demokrasi. Sampai kapanpun demokrasi tidak pernah akan mengizinkan islam untuk berkuasa dimuka bumi ini, krn Demokrasi adalah alat penjajahan Barat.

    Silahkan cek organisasi Islam apa yg saat ini berkembang pesat di Barat khususnya di Inggris dan Perancis, serta Australia. Dan silahkan cek kembali ke MUI organisasi Islam tersebut. Serta organisa Islam apa yg saat ini juga sangat gigih berjuang mengembalikan sistem Islam di 5 benua didunia, pasti anda akan mendapatkan satu nama organisasi tersebut.

    Islam itu satu dan selamanya akan sama antara Islam di barat dgn di timur, semuanya menuntut kewajiaban umatnya untuk menegakan hukum2 Allah.

    Kalau salah saya mohon maaf karena saya bukan anggota dari kelompok organisasi tersebut, mohon dikoreksi. Sekian semoga bermanfaat.

    Wassalamualaikum wr wb

    ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  19. Assalamu'alaikum wr wb

    Kegagalan demokrasi Islam bukanlah akhir dari perjalanan, tapi proses dari perjuangan.Kalau sekali berusaha langsung menang, mudah sekali syurga itu diraih,Allah Maha Tahu...

    Siapa bilang hanya demokrasi yang berdarah-darah, pengalihan kepemimpinan dari khalifah Utsman kepada Ali juga menimbulkan konflik (rodhyAllahuanhu), apalagi pengangkatan Muawiyah sebagai pemimpin,penuh intrik, perang saudara tidak bisa terhindarkan.Walau jelas itu perbuatan musuh-musuh Islam dan memang itu pekerjaan dan keahlian mereka,pedahal saat itu belum ada sistem demokrasi loh..

    Kemenangan yang di dapat dengan demokrasi ataupun pengalihan kepemimpinan akan selalu di intai oleh musuh-musuh Islam,kekuatan memerangi Islam senatiasa berusaha secara optimal agar daulah Islam tidak bisa berdiri di penjuru dunia manapun, sekalipun wilayah nya kecil dan berpenduduk sedikit, apalagi dalam bentuk yang tidak berpayung hukum, akan mudah sekali diberangus, tapi perjalanan harus tetap dilakukan karena harapan itu akan tetap ada, selama Umat Islam masih mau berjuang.

    Yang jelas tidak mungkin ada masa kepemimpinan seperti Rosulullah, masa itu orang-oarang yang dipimpin Rosul sekaliber shahabat yang militansi dan kaikhlasan nya luar biasa,tapi saat ini kualitas umat Islam sangat rapuh, merasa paling benar dan paling berhak masuk syurga,dan menganggap 'jalan' saudaranya salah,kafir,kufur,haram dsb.

    Dalam hadits memang ada mengatakan bahwa Islam akan kembali mengalami masa kegemilangan nya seperti di masa Rosulullah,tapi yang penting adalah subtansi masa kepimpinan itu bukan cara mencapai nya,Wallahu'alam bishawab.

    arat

    ReplyDelete
  20. Assalamualaikum Wr Wb.

    Menjawab komentar ARAT

    Trimakasih temanku semua yg ikut bergabung dalam diskusi ini, dengan rendah hati saya menyatakan bahwa saya bisa saja salah, tapi saat ini yg saya lakukan adalah yg saya yakini paling benar.

    Arat said : Kegagalan demokrasi Islam bukanlah akhir dari perjalanan, tapi proses dari perjuangan.Kalau sekali berusaha langsung menang, mudah sekali syurga itu diraih,Allah Maha Tahu...

    Mohon diJelaskan dan Dijawab Pertanyaan dibawah ini:

    Adakah Demokrasi Islam? Tolong tunjukan dalil demokrasi Islam? Jika ada Pernahkah Demokrasi Islam itu diterapkan dalam bingkai negara Islam? Bagaimana hasil penerapannya jika Demokrasi islam itu benar ada?

    Jawaban
    Kegagalan demokrasi islam bukanlah akhir dari perjuangan tapi proses perjuangan >> terus nilai akhir dari perjuangan Demokrasi Islam itu apa?
    Kalau sekali berusaha langsung menang, mudah sekali syurga itu diraih,Allah Maha Tahu...>> Islam itu udah diperjuangan lewat perlemen sudah dari sejak abad akhir keruntuhan khilafah Islam di Turki, kemudian runtuh tuh tak berbekas dan bahkan kita jadi wilayah jajahan negeri2 barat yg kafir, kemudian islam pun terus diupayakan lewat jalur parlemen hingga detik ini. Tapi hasilnya apa? Sudah hampir 1 abad kita tidak memiliki institusi Khilafah Islam sejak keruntuhannya Turki Usmani. Sudah cukup juga Islam itu diinjak-injak dan umatnya dibantai dimana2. Tapi perjuangan diparlemen ternyata tidak pernah bisa mengembalikan Islam menjadi sebuah hukum yg dapat menyelamatkan umat ini. Sudah beberapa kali juga partai2 Islam menang mutlak dalam kancah demokrasi, tapi untuk sekian kalinya juga demokrasi tidak mengizinkan Islam berkuasa dan bangkit kembali. Terus sampai kapan percobaan perjuangan Islam lewat jalan demokrasi ini berakhir?

    Arat said: Siapa bilang hanya demokrasi yang berdarah-darah, pengalihan kepemimpinan dari khalifah Utsman kepada Ali juga menimbulkan konflik (rodhyAllahuanhu), apalagi pengangkatan Muawiyah sebagai pemimpin,penuh intrik, perang saudara tidak bisa terhindarkan.Walau jelas itu perbuatan musuh-musuh Islam dan memang itu pekerjaan dan keahlian mereka,pedahal saat itu belum ada sistem demokrasi loh..

    Jawab:
    Memang dalam sejarah peralihan kepemimpinan Islam pernah mengalami konflik yg menimbulkan peperangan. Tapi konflik pengalihan kekuasaan itu terjadi setelah adanya negara Islam, bukan sebelum adanya negara Islam. Yang saya perjuangankan itu adalah bagaimana Islam itu memiliki institusi negara yg bisa menerapkan hukum Islam. Adapun konflik2 dalam tubuh umat Islam saat itu sudah dihukumi oleh hukum Islam pada waktu itu, tidak ada satu hukum Islam pun yg terlewat untuk dipraktekkan pada saat Negara Islam yg disebut Khilafah itu sudah berdiri. Jadi kesimpulannya adalah Jangan menyamakan pengalihan kekuasaan dari sistem kufur ke sistem Islam dengan pengalihan kekuasaan sistem Islam yg dipimpin khalifah ke khalifah yg lain, itu beda.

    Arat said: Kemenangan yang di dapat dengan demokrasi ataupun pengalihan kepemimpinan akan selalu di intai oleh musuh-musuh Islam,kekuatan memerangi Islam senatiasa berusaha secara optimal agar daulah Islam tidak bisa berdiri di penjuru dunia manapun, sekalipun wilayah nya kecil dan berpenduduk sedikit, apalagi dalam bentuk yang tidak berpayung hukum, akan mudah sekali diberangus, tapi perjalanan harus tetap dilakukan karena harapan itu akan tetap ada, selama Umat Islam masih mau berjuang......

    Jawab:
    Itu suatu kapastian bahwa orang2 kafir tidak akan pernah rela dan ridha jika Islam itu tegak dan bangkit kembali. Tapi kekuatan mereka itu tidak ada artinya jika seluruh umat Islam sadar dan yakin akan kewajiban untuk menegakkan Islam. Masalahmya saat ini umat itu masih belum paham akan pentingnya menegakkan hukum Islam. Saat ini Islam itu terpuruk karena kita diperintah oleh pemimpin2 yg tunduk dan patuh pada musuh2 Islam, coba bayangkan seandainya seluruh negeri2 muslim itu memiliki pemimpin seperti Ahmadi Nejat pasti orang Barat Kafir itu akan takut dan tidak akan berani mengancam Islam. Tapi karena semua pemimpin kita tunduk dan patuh dgn Barat maka ya Islam tidak akan bangkit-bangkit.
    Kalau dikatakan Islam tidak punya hukum maka Anda salah besar. Payung hukum yg mana yg menurut Anda sah? Apa payung hukum yg dilegalisasi oleh manusia atau Allah? Kalau payung hukum yg dilegalisai Allah tentunya tidak akan pernah disahkan dan diakui oleh Barat Kafir.

    Arat said: Yang jelas tidak mungkin ada masa kepemimpinan seperti Rosulullah, masa itu orang-oarang yang dipimpin Rosul sekaliber shahabat yang militansi dan kaikhlasan nya luar biasa,tapi saat ini kualitas umat Islam sangat rapuh, merasa paling benar dan paling berhak masuk syurga,dan menganggap 'jalan' saudaranya salah,kafir,kufur,haram dsb.

    Jawab
    Kalau kita mengharapkan pemimpin yg seperti Rasulullah maka ya tidak pernah mungkin ada, tapi masih banyak hamba Allah yg Ikhlas yg bisa memimpin umat ini berdasarkan hukum Islam. Pemimpin dlm Islam itu tugasnya hanya satu, yakni menjalankan hukum2 Islam, bukan membuat hukum semaunya seperti manusia membuat hukum dlm demokrasi, sehingga baik buruknya pemimpin dilihat dari bagaimana dia menjalankan hukum2 islam tersebut. Yazid bin Muawiyah yg memenggal kepala Hasan dan Husein pun menjalankan hukum Islam bukan hukum rimba.
    Tidak berhak seorang muslim mengatakan bahwa seseorang itu kafir atau murtad kecuali dia mengaku telah keluar dari islam atau nyata sekali kekafirannya, maka tuduhan bahwa pejuang2 Islam itu mengkafirkan seseorang diluar kelompoknya itu adalah bathil. FPI, MMI, HT, PKS, NU, Muhammadiyah, dll tidak pernah mengeluarkan statement bahwa yg diluar kelompoknya adalah kafir. Memang mereka berbeda tapi perbedaan itu tidak menghantarkan mereka pada kekufuran, melainkan hanya masalah furu, bukan aqidah.

    Arat said: Dalam hadits memang ada mengatakan bahwa Islam akan kembali mengalami masa kegemilangan nya seperti di masa Rosulullah,tapi yang penting adalah subtansi masa kepimpinan itu bukan cara mencapai nya,Wallahu'alam bishawab.

    Jawab:
    "“Masa kenabian akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Kemudian akan ada (masa) Khilafah Rasyid (yang mendapat petunjuk) yang berjalan selaras dengan kenabian. Khilafah itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada (masanya) banyak pemimpin, dan itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada (masa) pemerintahan tirani, dan akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Kemudian, akan muncullah (masa) Khilafah Rasyid (kembali) yang berjalan selaras dengan kenabian.” Kemudian beliau (Rasulullah) terdiam.” (Musnad Imam Ahmad (v/273))."
    Bagaimana mungkin bisa tercapai kalau cara untuk meraihnya saja sudah tidak sesuai dgn cara Rasulullah? Rasulullah itu selalu dibimbing oleh wahyu Allah dari mulai A sampai Z hingga sampai Negara Madinah itu berdiri. Sedangkan kita siapa yg membimbing? Demokrasi buatan barat atau Al Quran dan Sunah Rasul? Langkah2 yg ditempuh Rasul itu sudah dirancang sedemikian rupa oleh Allah hingga dia bisa menegakkan Islam. Sedangkan langkah2 dengan demokrasi itu juga sudah dirancang barat hingga bisa meruntuhkan islam dan mencegah kebangkittannya.

    Jika ada yg salah saya mohon maaf, dan mohon terus dikoreksi hingga kita menemukan kebenaran jalan menegakkan Islam. Semoga bermanfaat, terimaksaih.

    Wassalamualaikum wr wb.

    Ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  21. Assalamualaikum

    To Mr Ardobinardi

    Rif, kenapa sih berdebat terus masalah demokrasi? kenapa nggak dihentikan saja? percuma berdebat kalau tidak menyertakan dalil yang bisa memperkuat argumentasi.

    Hal yang lebih baik adalah, kita meminta DALIL baik dari Nash Alquran atau dari Hadist, kepada para pejuang demokrasi (kalau ga salah akang Gene sudah membahas panjang lebar asal muasal demokrasi .

    Aku juga heran, ada orang yang mengajak kepada persatuan Islam tapi malah sibuk membuat partai yang notabene sebagai sumber pemecah islam.

    Aku setuju dengan Mr Ardobinardi, bahwa bila kita berjuang tidak mengikuti cara Rosululloh sholallohu'alaihiwasalam maka perjuangan itu BISA DIPASTIKAN AKAN SIA SIA. Kalau nampaknya berhasil itu hanyalah TIPUAN SYAITAN yang merayu kita untuk berjuang dalm hal kesia-sian.

    Wallohua'lam bishowwab.

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum

    To Mr Ardobinardi

    Rif, kenapa sih berdebat terus masalah demokrasi? kenapa nggak dihentikan saja? percuma berdebat kalau tidak menyertakan dalil yang bisa memperkuat argumentasi.

    Hal yang lebih baik adalah, kita meminta DALIL baik dari Nash Alquran atau dari Hadist, kepada para pejuang demokrasi (kalau ga salah akang Gene sudah membahas panjang lebar asal muasal demokrasi .

    Aku juga heran, ada orang yang mengajak kepada persatuan Islam tapi malah sibuk membuat partai yang notabene sebagai sumber pemecah islam.

    Aku setuju dengan Mr Ardobinardi, bahwa bila kita berjuang tidak mengikuti cara Rosululloh sholallohu'alaihiwasalam maka perjuangan itu BISA DIPASTIKAN AKAN SIA SIA. Kalau nampaknya berhasil itu hanyalah TIPUAN SYAITAN yang merayu kita untuk berjuang dalm hal kesia-sian.

    Wallohua'lam bishowwab.

    ReplyDelete
  23. sudahlah ga ada gunanya debat kusir,lakum dinukum waliyadiin,pemikirana ga akan ketemu,lihat saja siapa yang yang mencapai puncak lebih dulu,
    "bekerjalah kamu,maka Allah,Rosul dan orang-orang beriman yang akan menilai hasil pekerjaanmu" Al ayat
    masing-masing berkerja di pos nya saja !

    ReplyDelete
  24. Assalamualaikum Wr Wb.

    Saya tidak menganggap ini debat kusir, krn ini adalah bagian dari caraku untuk membukakan mata tentang propaganda Barat untuk mencegah kebangkitan Islam.

    Saya ulangi lagi"

    Bagaimana mungkin bisa tercapai kalau cara untuk meraihnya saja sudah tidak sesuai dgn cara Rasulullah? Rasulullah itu selalu dibimbing oleh wahyu Allah dari mulai A sampai Z hingga sampai Negara Madinah itu berdiri. Sedangkan kita siapa yg membimbing? Demokrasi buatan barat atau Al Quran dan Sunah Rasul? Langkah2 yg ditempuh Rasul itu sudah dirancang sedemikian rupa oleh Allah hingga dia bisa menegakkan Islam. Sedangkan langkah2 dengan demokrasi itu juga sudah dirancang barat hingga bisa meruntuhkan islam dan mencegah kebangkittannya.

    Tolong Zodiac, Arat, Tara, dll renungi kalimat tersebut.

    Zodiac said: "sudahlah ga ada gunanya debat kusir,lakum dinukum waliyadiin,pemikirana ga akan ketemu,lihat saja siapa yang yang mencapai puncak lebih dulu,"

    I answear

    mungkin ini tidak berguna untuk Zodiac tapi bisa saja ini berguna untuk teman2 yg lain yg pemikirannya masih hanif yg belum teracuni pemikiran sekuler dan turunannya.
    lakum dinukum waliyadiin, itu adalah pernyataan antara Islam dgn kafir. Jadi jgn menyukil ayat Al Quran sembarangan untuk menjustifikasi pemikiran itu. Kalau misal saya kafir dan zodiac muslim maka konsep lakum dinukum waliyadiin itu bisa digunakan. Islam itu satu maka jgn berpecah belah, atau memecah belah.
    Bukan masalah siapa yg duluan berkuasa, tapi saya ingatkan bahwa Islam itu tidak hanya di Indonesia saja, jadi kalau berjuang secara lokal saja maka Islam mungkin tidak akan bangkit krn sebelum bangkit kita udah diberangus dulu krn kurangnya dukungan Umat Islam di seluruh dunia.

    Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan. Trimakasih

    Wassalamualaikum wr wb


    ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  25. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  27. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  28. hati2, MAHANAIM adalah yayasan penipu, yang membohongi umat islam yg miskin, dengan berkedok sebagai yayasan sosial, pendidikan dan cara-cara najis lainnya.

    Wahai orang2 kafir, berhentilah memurtadkan umat islam. karena tidak ad seorang islam pun yang masuk surga jika ia pindah agama lain. kalian hanya membodohi orang2 miskin d bekasi.

    best regards
    MSJ

    ReplyDelete
  29. Ketika Rasulullah Saw. menantang berbagai keyakinan bathil dan pemikiran rusak kaum musyrikin Mekkah dengan Islam, Beliau dan para Sahabat ra. menghadapi kesukaran dari tangan-tangan kuffar. Tapi Beliau menjalani berbagai kesulitan itu dengan keteguhan dan meneruskan pekerjaannya.

    ReplyDelete