Monday, December 29, 2008

Guru mesir dipenjarakan karena membunuh murid



Seorang guru Mesir sudah dipenjarakan karena memukul seorang siswa berumur 11 tahun sampai mati, karena dia tidak mengerjakan PRnya. Guru Matematika Haitham Nabeel Abdelhamid, 23, membawa Islam Amr Badr ke luar ruang kelas dan memukulnya dengan keras di perut. Anak laki-laki itu pingsan dan nanti meninggal dari serangan jantung di rumah sakit di kota Alexandria.

Di pengadilan, hakim diberi tahu anak laki-laki itu mengalami empat tulang rusuk patah. Sang guru mengatakan dia hanya bermaksud menertibkan murid dan tidak bermaksud sakiti siapa saja. Pengacara guru dikutip di pengadilan mengatakan: "Memukul [seorang anak] tidak dilarang di sekolah dan klien saya tidak melanggar undang-undang." Di sistem pendidikan negara, guru yang muda, tidak berpengalaman, dan kekurangan fasilitas sering merasa kesulitan untuk menguasai kelas sebanyak 60 sampai 100 orang anak.

********

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Kalau orang-tua berbicara tentang hak guru menghukum murid dengan bentuk kekerasan fisik yang mana pun, mereka sering tidak menyadari akibatnya. Ini hanya satu contoh ekstrim yang menunjukkan apa yang bisa terjadi jika guru tidak bisa menguasai kelasnya tanpa memukul. Banyak orang-tua juga mungkin memukul anak mereka di rumah dan oleh sebab itu mereka tidak anggap masalah kalau guru juga memukul atau menampar anak itu sewaktu-waktu, karena mereka berpikir akan menciptakan disiplin.

Sayangnya, mereka tidak menyadari apa yang bisa terjadi sebagai akibatnya. Walaupun kasus ini berfokus pada kematian anak, mungkin saja ada banyak kasus lagi di mana siswa mengalami trauma secara permanen, dan karena tak terjadi kematian, peristiwa2 itu tidak diliputi oleh media. Oleh sebab itu, orang-tua mungkin tidak tahu betapa sering pemukulan seperti itu terjadi di dalam sekolah.

Seorang guru yang terlatih bisa mengajar tanpa harus memukul siswanya. Tetapi kalau tidak ada pelatihan yang benar, dari mana mau dapat guru professional itu?
Negara yang masih berkembang harus mulai menyalurkan uang dengan jumlah yang signifikan pada bidang pendidikan jika mereka inginkan generasi mendatang menjadi sanggup membangun suatu negara yang sejahtera.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Read the full article here:
Boy-killing Egypt teacher jailed
Egypt teacher tried over beating
Story from BBC NEWS:

Penjara Enam Tahun Bagi Guru Pembunuh

1 comment:

  1. Aww.

    Kejadian seperti ini seringkali terjadi karena perkembangan IQ rata-rata orang dewasa kita tidak dibarengi dengan perkembangan kedewasaan EQ.

    Kekerasan fisik sekarang ini bisa langsung dikenai sangsi karena kasat mata, tetapi tidak menutup kemungkinan juga pendidik atau orang dewasa kita atau bahkan kita sendiri tidak sadar melakukan kekerasan psikologi terhadap anak seperti cara penyampaian kesalahan anak dengan cara-cara yang menyakitkan hati atau menyebabkan si anak tidak nyaman dengan teguran yang kita berikan. Akibatnya : kepercayaan diri anak untuk berada di lingkungannya rendah, prestasi anak tidak baik atau bahkan mempengaruhi kesehatan fisik anak dll.

    Kesimpulannya, marilah tingkatkan pengetahuan seiring dengan peningkatan kedewasaan EQ. Emosi bisa dikontrol koq karena Qur'an & Hadits memuat hal ini.

    Www.

    ReplyDelete