Monday, December 15, 2008

Tak Ada Makanan, Warga Gaza Makan Rumput

Senin, 15/12/2008 09:32 WIB

Kesengsaraan warga Palestina di Gaza akibat blokade rezim Zionis Israel sudah mencapai puncaknya. Seorang ibu dan anak-anaknya di Gaza terpaksa makan rumput untuk bertahan hidup, karena mereka tidak punya apa-apa lagi yang bisa dimakan.
"Ketika kami tidak menemukan makanan apapun, rumput-rumput inilah yang menjadi makanan kami," kata Jindiya Abu Amra, ibu dari delapan anak, sambil menunjuk rumput-rumput liar yang tumbuh di jalan-jalan di Jalur Gaza.

Pada surat kabar Sunday Times Abu Amra bercerita, setiap pagi, ia bersama seorang anak perempuannya bernama Rabab yang berusia 12 tahun mencari jeni rerumputan yang bisa mereka makan. "Inilah makanan kami hari ini, khobbeizeh," kata Abu Amra, 43, sambil memperlihatkan sejenis daun-daunan yang tumbuh liar di jalan.

Sejumlah pejabat bantuan kemanusiaan PBB membenarkan bahwa banyak warga Gaza yang sekarang makan rumput karena ketiadaaan bahan makanan. Bencana kelaparan telah terjadi di Jalur Gaza, wilayah Palestina yang berpenduduk sekitar 1,6 juta jiwa.

"Dua minggu yang lalu, untuk pertamakalinya setelah 60 tahun, kami kekurangan bahan makanan. Biasanya ada 70 sampai 80 truk yang datang setiap hari. Tapi sekarang hanya 15 truk yang datang, itupun kalau perbatasan-perbatasan dibuka," kata John Ging, direktur bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) di Jalur Gaza.

Saat ini, persediaan bantuan makanan UNRWA untuk rakyat Gaza hanya cukup untuk empat hari saja. Rakyat Gaza makin menderita dengan ketiadaan bahan bakar. Mereka harus mencari kayu atau plastik yang bisa dibakar agar bisa memasak.

"Setiap hari, saya mencari kayu dan plastik sebagai bahan bakar," kata Abu Amra, yang harus berjuang menghidupi keluarganya karena suaminya sudah berbulan-bulan tak mendapat kerja.

Abu Amra bahkan harus merelakan perabot di rumahnya untuk menjadi bahan bakar. Terakhir, keluarga ini harus merelakan lemari satu-satunya untuk dijadikan kayu bakar agar tubuh mereka hangat dari serbuan cuaca musim dingin di Gaza.

Israel bukan hanya melarang bahan makanan masuk ke Gaza, tapi juga memblokade pasokan bahan bakar. Sebagian warga Gaza mendapatkan bahan bakar dan gas untuk memasak yang diselundupkan dari Mesir dan harganya juga sangat mahal.

Dunia internasional termasuk PBB, hanya berani mengecam Israel tanpa berani menindak tegas Israel yang sudah hampir setahun memblokade Gaza sehingga menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk di wilayah itu. (ln/iol)

Sumber: EraMuslim.com

3 comments:

  1. WHO IS THE REAL TERRORIST? MUSLIM OR WESTRN AND ISRAEL?

    ReplyDelete
  2. Aww.

    Lewat pengalaman Dr. Ang Swee yang Beliau tulis di "Tears Of Heaven From Beirut To Palestine" tergambar jelas bahwa keadaan sama sekali tidak berubah sejak Beliau menginjakkan kaki di daerah Sabra-SHatilla pada tahun 1982. Very terrible situation occurs there.

    Beliau adalah wanita China berkewarganegaraan Inggris yang bersuamikan seorang pendeta Kristen Fundamentalist (atau ortodoks y? Saya lupa). Belaiu yang awalnya anti Arab alias Islam karena kekerasan di Timur Tengah berbalik melihat semua manusia harus dilihat secara proporsional sebagai hamba Tuhan.

    Www.

    ReplyDelete
  3. The real terrorists are Western & Israel (no doubt).

    They try to control the world and want to be a super power. They use all their efforts to reach their goal.

    Western and Israel don’t want Moslem to lead the world, and they afraid about it, therefore from now on they make prevention in order to avoid it to become a reality.

    They use all ways incl. breaking human rights by killing Muslim in Iraq, Palestine & Afghanistan

    If we see from history, the war started from the period of Prophet of Muhammad and it seems to be continued till the end of this world (waulahuallam).

    Jewish never accept the prophethood of Muhammad as a messenger of God (this is true, they said in Arabic Word, “Lam”, it means never).

    Hope, Allah will help and remove the difficulties of Palestinian. Amen

    Let pray for Palestine


    Wassallam,
    fza

    ReplyDelete