Saturday, January 10, 2009

Gaza Dibom, Putra Kadafi Bayar $AS 1 Juta kepada Penyanyi

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Hanya 10 hari yang lalu, saat Gaza sedang dibom, orang Muslim lain bersenang-senang merayakan tahun baru. Hal ini terlihat di Indonesia, dan juga di lain negara. Bayangkan kalau ada solidaritas di antara sesama Muslim dan uang tersebut digunakan untuk membeli makanan, air dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan korban di Gaza.
Mariah Carey dibayar $1 juta untuk menyanyikan 4 lagu saja. Biaya pesta seluruhnya berapa???
Sangat disayangkan ada orang Muslim yang bisa hidup seperti ini dengan mengabaikan penderitaaan orang lain. Sungguh sangat jauh dari contoh Rasulullah SAW.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene

########

Putra Kadafi Bayar Carey $AS 1 juta untuk pesta
Senin, 5/1/2009

LONDON, SENIN - Diberitakan pada Minggu (4/1/09), vokalis AS bersuara indah Mariah Carey (38) dibayar sejuta dollar AS untuk menyanyi dalam sebuah pesta malam pergantian tahun yang baru lalu yang diadakan oleh putra Moammar Kadafi.
Ditulis oleh thesun.co.uk, menyambut Tahun Baru 2009, Saif (36), putra sang pemimpin Libya, menggelar sebuah pesta di Nikki Beach Club, St Barts, Karibia. Ia mengeluarkan sejumlah uang tersebut untuk Carey, yang menyuguhkan hanya empat lagu dalam acara itu.
Carey hadir ditemani oleh suaminya, Nick Cannon. Bintang-bintang hip-hop Timbaland dan Jay-Z juga tampil di sana. "Mereka semua bersenang-senang," kata seorang tamu. (ATI)

Sumber: entertainment.kompas.com

1 comment:

  1. Ironis memang harga mahal yang harus dibayar oleh Gaza untuk menarik perhatian dan dukungan dunia dan saudara Muslim nya, bukan kali ini saja Palestina menjerit meminta pertolongan dunia dan umat Islam dunia, sejak 18 bulan yang lalu Gaza di isolasi oleh Israel tanpa boleh berhubungan dengan dunia luar, krisis bahan pangan sampai hanya bisa makan rumput untuk mengganjal perut yang lapar, krisis obat-obatan, sampai gaji pegawai pun tak mampu terbayarkan berbulan-bulan, tapi siapa perduli !!!

    Yang terjadi hari ini dan hari-hari kemarin di Gaza adalah puncak tangis dan jeritan Gaza agar semua manusia tahu bahwa ada rakyat Palestina yang terdzolimi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa ada yang menoleh, kecuali hanya segelintir orang yang masih perduli dan mau menyisihkan bantuan untuk waktu sementara.

    Pedahal kita tahu saat terjadi tsunami di Aceh tahun Palestina masih bisa menyisihkan bantuan ke Indonesia dalam keterbatasan mereka sebesar 10.000$ !!! Sekarang anehkan kalau ada orang-orang Islam yang masih mempertanyakan apa penting nya mendukung Palestina nan jauh di sana, lebih baik fokus pada negeri sendiri yang sudah banyak masalah dan bencana dari pada memikirkan masalah negeri orang ???!!!Aneh kan ada manusia yang masih berpikir seperti ini.Hanya orang-orang yang tidak berhati manusia saja yang rasa kemanusiaan nya tidak terusik melihat kebidaban dan kekejian Israel tapi masih mengatakan itu bukan urusanku.

    Mungkin kalau belum merasakan sendiri seperti yang dirasakan oleh Palestina belum bisa terbuka hatinya.

    Hari ini adalah Gaza, lalu AL-Quds tinggal tunggu waktu, hari ini ini Israel hanya ingin melihat kepedulian umat Islam dunia terhadap saudaranya,kenyataan yang ada ternyata memang umat Islam di dunia hanya segelintir yang perduli, mungkin kalau Israel hari ini juga merobohkan Al Quds sebagai kiblat pertama kaum muslimin, sebagian umat Islam juga tidak perduli karena merasa itu milik Palestina bukan umat Islam.

    Palestina dan Al-Quds adalah warisan bagi umat Islam di dunia secara ideologis bukan genetis,hanya untuk Palestina, sudah selayaknya dan wajib hukum nya bagi setiap muslim untuk perduli dan membebaskan Palestina dari agresor Israel sebagai bangsa penjarah !!!

    ReplyDelete