Friday, January 23, 2009

Irene Handono: Kristenisasi di Bekasi

Kristen Tidak Toleran

Sunday, 21 December 2008

Hj Irene Handono, 

Mantan Biarawati| 

Kristenisasi tak pernah padam. Berbagai cara dilakukan untuk menggerogoti akidah umat Islam dan membuatnya murtad. Kaum Kristen yang mendapat dukungan Barat berusaha agar umat Islam tidak lagi terikat dengan agamanya. Mereka ingin agar seluruh dunia menjadi Kristen. Bagaimana itu terjadi dan apa saja yang dilakukan mereka, berikut wawancara wartawan Media Umat Pendi Supendi dengan mantan biarawati Hj Irene Handono, penulis buku Menyikap Fitnah dan Teror.

Kenapa kristenisasi terus terjadi di Indonesia?

Perlu dipahami bahwasanya Allah SWT telah memberikan peringatan, yang antara lain dalam Alquran surat al Baqarah ayat 120: walan tardla ankal yahudu wala nashara hatta tattabi'a millatahum. Bahwa Yahudi dan Nasrani itu tidak akan pernah berhenti untuk berupaya membuat umat Islam ini mengikuti millah mereka. Ikut agama mereka. Ikut budaya mereka. Ikut pemikiran mereka. Allah menyatakan mereka tidak pernah berhenti berusaha untuk itu. Bahkan Rasulullah masih menguraikannya lagi karena pentingnya ayat ini. Rasulullah bersabda kepada para sahabat: Wahai sahabat, ingat-ingatlah engkau, suatu saat umatku nanti akan mengikuti mereka. Selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta, dan sedepa demi sedepa. Bahkan ketika mereka itu masuk ke lubang biawak pun, umatku ikut. Tentu para sahabat terkejut dengan pernyataan Rasulullah seperti ini. Sehingga ada yang menanyakan siapa yang akan diikuti oleh umatmu seperti itu, sampai-sampai masuk ke lubang biawak pun akan diikuti oleh mereka. Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani? Jawab Rasulullah siapa lagi kalau bukan mereka. 


Bagaimana dengan kristenisasi di Bekasi?

Di Bekasi misalnya, ada program yang dicetuskan oleh Yayasan Mahanaim. Ini adalah yayasan Kristen yang mempunyai networking dengan JDN (Jaringan Doa Nasional) di bawah pimpinan pendeta Rahmat Manulang. Motto yang dipromosikan oleh mereka ke masyarakat di antaranya: Kasih Bagi Kota, Sejahtera Bagi Kota dll. Di Bekasi ini mereka menggunakan istilah B3 (Bekasi Berbagi Bahagia). Berbagai iming-iming hadiah mereka berikan. Momen ini biasanya dilaksanakan setahun dua kali yakni menjelang Natal dan Paskah. Mereka menggelar acara ini serentak di semua kota besar di tanah air. Beberapa organisasi yang mendukung di antarnya Full Gospel, Gideon International, BMGK (Badan Musyawarah Gereja-gereja Kristen). Seperti yang terjadi di Bekasi itu 23 November lalu, mereka melakukan dengan cara-cara simpatik, yaitu menarik simpati masyarakat dengan nyanyi bersama, joget, bagi-bagi hadiah, yang ujung-ujungnya adalah pembaptisan. Sementara masyarakat kita yang ikut kegiatan mereka itu adalah masyarakat pra sejahtera. 

Kita punya data, mereka membaptis secara paksa. Contoh dalam salah satu foto terlihat seorang nenek berbusana muslim. Dia tertipu. Ujung-ujungnya dari kegiatan itu si nenek diceburin ke air di bak. Lalu dibaptis. Si nenek tinggal mengucapkan amin. Itulah pembaptisan. Si nenek tidak mengerti apa itu pembaptisan. Mereka juga tidak mengumumkan bahwa itu adalah kegiatan pembaptisan. Tapi yang dilakukan itu adalah kegiatan pembaptisan. Ekspresi si nenek itu tampak ekspresi bingung, menolak. 

Kita juga punya foto seorang gadis berjilbab. Jelas sekali penolakannya. Dia meronta, dia sempat menampik, dia sempat memegang tangan panitianya. Tapi oleh panitia dia ditekan pundaknya dan kemudian diguyur dengan air. Setelah terkena air itu ia kemudian baru berdiri. Gadis ini tidak tahu bahwa dia dibaptis.  

Bagi orang yang mengerti Kristen, ketika ada bak diisi air kemudian orang dimasukin ke situ sudah pasti itu pembaptisan. Artinya bagi panitia yang Kristen, mereka yang telah masuk ke air itu sudah dianggap masuk Kristen. Nah mereka yang telah dianggap masuk Kristen itu menjadi data bagi panitia untuk dilaporkan ke negara donor, sehingga dapat kucuran dana lagi. Di satu sisi statistik Kristen dalam catatan mereka meningkat. Ini lho, Kristenisasi dan pemurtadan sekarang sedang berjalan. Kita buktikan mereka itu bahkan bagi-bagi uang. 



Ujung-ujungnya duit?

Ya, ujung-ujungnya sebenarnya duit. Jadi mereka menerima dana dari negara donor, kemudian mereka bekerja satu bulan tapi bisa hidup untuk setengah tahun atau satu tahun. Motivasinya adalah motivasi ekonomi.


Ada motivasi lain?

Kita tidak bisa mengabaikan ada juga motivasi politik. Artinya ketika ingin memecah Indonesia yang paling mudah adalah membenturkan umat Islam. Dan mereka itu sudah tahu caranya sejak Orde Lama. Saat itu sudah marak di tanah air, membenturkan antar sesama umat Islam dan antara umat Islam dengan aparat penegak hukum. Hingga pernah terjadi ungkapan pesantren sebagai sarang teroris. Itu menanggapi seruan dari Paus Benedictus XVI bahwa jihad harus dibuang dari kurikulum Islam. Paus mengeluarkan ungkapan itu setelah Bush mengatakan perang Salib belum selesai, dan dia diperintahkan Tuhan untuk menyerang Irak dan Afghanistan.

 

Bagaimana sebenarnya pandangan orang Kristen terhadap Islam?

Sebenarnya sejak kecil anak-anak Kristen sudah diajarkan bahwa Islam itu jelek, Islam itu kumuh, Islam itu miskin, Islam itu kampungan, Islam itu ketinggalan zaman. Bahkan kalau Anda mencermati bible, di situ kebencian itu sudah nampak. Dalam bible itu Nabi Ismail AS dinyatakan sebagai seorang anak lelaki yang tingkah lakunya seperti keledai liar. Bahkan tidak tanggung-tanggung dari kalangan gereja ada yang menyebar leaflet atau brosur, “Siapakah agama Islam itu? siapakah Muhammad itu?” Dengan diurut, nabi Ibrahim yang mereka sebut Abraham menikah dengan Sarah, kemudian menikah lagi dengan budak yang bernama Hajar. Dari Sarah lahirlah Ishak putra sulung, kata mereka, terus Hajar melahirkan Ismail yang lakunya seperti keledai liar. Begitu tulis mereka. Siapa Ismail? Ismail ini tulis mereka adalah anak budak, maka berarti nabi Muhammad itu keturunannya budak. Itu berarti umat Islam itu budak. Budaknya siapa? Budaknya Yahudi. 

 

Apa betul di balik kristenisasi ada peran Vatikan dan Barat? 

Ya, betul sekali.

 

Apakah Indonesia mau dijadikan negara Kristen?

Itu sudah pernah diungkap oleh The News Week. Kristenisasi itu hukumnya wajib bagi Kristen. Seperti saya bandingkan umat Islam mempunyai kewajiban antara lain menegakkan shalat lima waktu, maka Kristen pun punya kewajiban melakukan kristenisasi atau melaksanakan amanat agung. Karena itu wajar bila kristenisasi di Indonesia tidak pernah berhenti. Ayat perintahnya tercantum dalam Injil Matius pasal 28 ayat 19 yang isinya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama bapak, dan anak dan roh kudus.” Sementara Markus pasal 16 ayat 15 menyatakan, “Lalu ia berkata kepada mereka pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala mahluk.” 

   

Adakah kaitan antara kristenisasi dan penjajahan?

 Sangat, sangat terkait. Bahwa mereka itu menjajah, memang sudah dari sononya mereka bangsa penjajah. Agama Kristen memang membolehkan melakukan penjajahan. Perintahnya: “jadikanlah seluruh bangsa muridku.” Dan itu dilakukan dengan berbagai cara. Mereka tidak mengenal halal haram, karena yang mengenal halal haram cuma Islam. Jadi wajar pula bila pembaptisan bisa dilakukan secara paksa seperti yang dilakukan Mahanaim di Bekasi. Bagi mereka tidak ada masalah. Bahkan kemudian ada ayat dalam bible misal Roma pasal 3 ayat 7, yang juga menyatakan: “Tapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya mengapa aku masih dihakimi sebagai orang berdosa.” 


Penjajahan dalam bentuk sekarang?

Sekarang ini kan melalui budaya dan pemikiran. Mereka itu selalu mempropaganda negatif tentang Islam. Citra Islam dibuat buruk oleh mereka. Di satu sisi mereka menyudutkan Islam sebagai teroris dan sebagainya, tapi di sisi lain mereka melestarikan peperangan yang tak kunjung selesai. Contohnya Bush menyatakan perang salib belum selesai. Bahkan dia menyatakan dirinya diperintahkan untuk menyerang Irak dan Afghanistan. 

Kemudian melalui budaya Valentine day yang mereka usung dengan istilah kasih sayang. Valentine day itu sebenarnya merusak umat Islam.  

Perang pemikiran dan budaya itu dimulai dengan pemahaman bahwa semua agama sama. Kalau semua agama sama maka bagi mereka mengikuti ibadah mereka tidak masalah. Shalat mulai ditinggal dan akhirnya mengikuti millah mereka.


Bagaimana dengan rencana transformasi 2020?

Mereka memang punya banyak program seperti itu. Jadi mereka mengagendakan bahwa pada tahun itu Indonesia sudah menjadi negeri Kristen. Bahkan mereka sudah membuat suatu program atau agenda, bahwa R1 itu harus Kristen. Makanya yang mereka lakukan saat ini adalah dengan kristenisasi untuk meningkatkan jumlah populasi. Setelah populasi meningkat, maka bukan tidak mungkin terjadi apa yang terjadi di Manokwari di mana mereka meminta Perda Injil. Kalau sudah begitu mereka terus menuntut dan menuntut, minta hak semakin banyak, termasuk di legislatif.


Bagaimana dengan isu toleransi yang mereka gembar gemborkan?

Kalau memang mereka toleransi kenapa mereka mengkristenkan orang Islam. Apa sih definisi toleransi. Itu yang harus kita tanya kepada mereka, kalau mereka mau jujur menjawab. Bagi kita definisi toleransi jelas seperti disampaikan dalam Alquran surat Al Kafirun. Lakum dinukum waliadin. Toleransi akan berubah menjadi intervensi kalau sudah masuk ke wilayah keyakinan yang beda. Jadi apa yang mereka lakukan itu bukan hanya intervensi tapi sudah melakukan pelanggaran HAM. Sebab apa? Di tanah air kita, kebebasan agama dijamin. Juga ada undang-undang yang menyatakan tidak boleh memaksakan agama kepada orang yang berlainan agama. Apa yang mereka lakukan jelas pemaksaan. Penipuan. Jadi apa yang mereka lakukan itu adalah pelanggaran hukum. Harusnya penegak hukum sudah punya alasan untuk menindak mereka. Kenapa mereka membaptis orang Islam, yang orang Islam sendiri tidak tahu itu pembaptisan. Melihat fakta ini, mereka yang sebenarnya sudah mempraktekkan hidup tidak bertoleransi itu. Bukan umat Islam. 


Faktor apa yang menyebakan umat Islam termurtadkan?

Satu karena masalah kebodohan. Kedua adalah masalah kemiskinan. Kebodohan dalam arti kata, mereka rawan iman dan rawan akidah Islam. Kemudian kebodohan ilmu pengetahuan sehingga mereka tidak tahu mereka mau diapakan.


Lalu apa yang mesti kita lakukan?

Saya lebih menyerukan dalam hal ini kembali ke basic. Ibda' binafsika. Mulai dari diri kita sendiri melakukan pembenahan. Kewajiban kita bersama untuk membentengi akidah umat. Menyatakan yang hak itu hak, yang batil itu batil. Dan kita melaksanakan perintah Allah Quu anfusakun wa ahlikum naara. Ini kewajiban kita. 


Perlukah kita memiliki negara yang melindungi Islam dalam arti sebenarnya?  

Iya. Saat ini kita tidak memiliki kepemimpinan sentral. Saya menemukan contoh pembuktian konkret, ketika ada Imam Khomeini dulu, saya tidak berbicara suni-syi'ah---melihat buku the satanic verses, langsung beliau memberikan fatwa mati ke Salman Rusdhi. Berapa tahun kemudian itu sepi. Bukunya hilang, Salman Rushdinya hilang. Tapi setelah itu? Hujatan terhadap Islam kembali terjadi. Terakhir hujatan terhadap Nabi Muhammad melalui komik berbahasa Indonesia .


Artinya menjadi sangat urgen kepemimpinan Islam itu?

Iya. Kepemimpinan zaman dulu yang dikenal dengan khilafah itu sangat urgen. Sekarang Anda bandingkan, Katolik. Katolik meski mengalami perpecahan dengan adanya Protestan , tapi sampai hari ini tidak bisa disangkal Katolik masih kuat karena mempertahankan pemimpinnya. 


Mereka mampu berarti kita juga bisa?

Kita mampu kalau kita bersatu. Kita tetap lakukan pembinaan dan terus memberi penyadaran pentingnya persatuan umat.[]

********
Menyingkap Fitnah dan Teror 

Hj Irene Handono lahir dari ibu dan ayah yang beragama Katolik. Ia tumbuh dan berkembang dalam lingkungan tersebut . Ia pun sempat menjadi biarawati. Namun sejak tahun 1974-an, wanita kalahiran Surabaya, 30 Juli 1954, tidak lagi menjadi biarawati. Dirinya mengalami kebimbangan dengan agama yang dianutnya. Sehingga akhirnya sehari sebelum bulan suci Ramadhan tahun 1983, atas bimbingan KH Misbach dan KH Achmad Soedja'i, Irene pun mengucapkan kalimat syahadat. 

“Sejak saat itulah saya menjadi muslimah, dan sejak itu pula bertubi-tubi hinaan, cemoohan, hujatan dan fitnah bahkan sumpah serapah dilontarkan bukan saja terhadap saya, tapi juga kepada Allah SWT yang saya sembah, Nabi Muhammad SAW yang saya cintai dan Islam yang saya yakini,” ujarnya. Teror demi teror, katanya, terus dia rasakan baik secara fisik maupun mental hingga sekarang. Saat ini Hj Irene Handono aktif berdakwah dan menjadi pengurus di berbagai lembaga Muslimah. Ia pun mendirikan sekaligus memimpin Irene Center, sebuah lembaga perbandingan agama dan pembinaan mualaf.

Karena merasakan kepedihan dan keprihatinan yang sangat mendalam Irene Handono pun akhirnya menulis sebuah buku yang berjudul, Menyingkap Fitnah dan Teror. Di buku itu, ia memaparkan siapa sesungguhnya Kristen dan Yahudi. Bagaimana sejarah mereka, apa program mereka, apa taget mereka dan bagaimana visi dan misinya. Ia pun memaparkan dalam buku itu bahwa fitnah dan teror itu telah menimpa Rasulullah SAW dan seluruh umatnya sampai hari ini. “Bagi saya semua teror itu membuktikan betapa benarnya ayat-ayat Allah, betapa mulia dan mahalnya Islam. Karena semakin banyak teror dilakukan, insya Allah semakin menguatkan iman saya,” tulisnya dalam buku setebal 295 halaman itu. [] pd

Sumber: Mediaummat.com

Lihat juga:
Wawancara Hj.Irene Handono : Kenapa Pada Diam?
Di Swaramuslim.com

26 comments:

  1. Kristenisasi ternyata emang banyak memakai cara2 licik:
    Tapi seperti itu lha yg saya temui sekarang, sedikit share saja:
    Ada yang dengan cara MBA (married by accident) seperti akhirnya menimpa salah satu teman saya, si Pria tdk mau menikahi perempuan tsb, kalau tidak dengan cara gereja. si teman yg mungkin sudah menanggung malu-lebih memilih menggadaikan akidahnya demi kata 'cinta dan status'dengan pertengkaran hebat,memutuskan hubungan keluarga-akhirnya sekarang dia lebih seperti orang atheis, ke gereja engga, masjid ?apalagi.
    Dan anak yg dilahirkan dalam keluarga, orangtua beda keyakinan, itu juga sesuatu yg menyedihkan:
    Teman SMU saya bahkan sama sekali tidak memiliki sajadah dan sarung untuk sholat, hingga ketika acara Pesantren kilat disekolah, saya sibuk mencarikan sajadah dan sarung untuk dia sholat, dan masih bertanya 'cara sholat itu bagaimana', padahal di ktp tertulis Islam.Ketika orangtuanya bilang semua agama sama, semua agama baik, tp sama sekali tidak mendidik agama yg baik ke anaknya, sampai usia SMA dia baru menyadari, hidupnya seperti terombang-ambing ga jelas.Alhamdulilah dia lebih memilih Islam dan kembali belajar lagi dr awal,Biasanya dikeluarganya seusia teman saya harus memilih salah satu agama yg diikuti orangtuanya.(AGama jadi seperti permainan dan bukan hal yg penting.., buat saya itu menyedihkan)

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum wr wb

    Kristenisasi, hal klasik yang makin merajalela di Indonesia, kadang kita sendiri bingung bagaimana harus bersikap, dihadapi dengan kekerasan katanya Islam galak terhadap minoritas, diberi kebebasan beragama malah kebablasan.Karena memang tidak ada tindakan tegas dari pemerintah walau mereka banyak melanggar aturan main penyebaran agama, tak ada kata toleransi buat mereka, yang mereka inginkan semua manusia di dunia menjadi nasrani, bagaimanapun caranya.

    Bekasi jadi salah satu target kristenisasi sekarang ini.Door to door memaksakan kehendak dan misi mereka.Seorang teman, yang jelas-jelas aktifis da'wah saja tidak luput di datangi rumahnya, dipaksa menerima sebuah majalah lux gratis tentang program-program mereka, setelah diusir secara halus baru mau pergi, bukankah pemaksaan namanya ?

    Sekarang ini mereka banyak menggunakan pendekatan ke masyarakat Islam melalui do'a bersama atau menyebaran faham penyamaan agama, bahkan sekarang punya program kerjasama dengan JIL ( Jaringan Islam Liberal ), organisasi yang berlebel Islam tapi tapi tak pernah sekalipun membela kepentingan Islam, malah selalu menyerang dan bersebrangan dengan nilai-nilai Islam.Maka JIL bersatu padu dengan nasrani atas nama kesamaan ide, kesamaan kepentingan, kesamaan melihat musuh bersama, ISLAM !

    Menurut Abu Deedat dari tim FAKTA ada tiga point strategi kristenisasi :
    1. Menjauhkan kaum Muslimin dari
    ajarannya
    2. Menguasai dunia dengan
    menguasai ekonomi, politik,
    budaya dan media
    3. Melatih dan mengutus
    missionaris
    Yang jelas mereka punya dukungan dari Washington dan Vatikan, lalu bagaimana sikap kita ??

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum wr wb

    Contoh sukses kristenisasi adalah daerah kampung sawah, kita baru terkaget-kaget dan baru menyadari kalau misi mereka benar-benar serius setelah banyak orang-orang muslim dimurtadkan disana.

    Di kampung sawahlah kristenisasi dengan cara licik dijalankan untuk membujuk umat Islam.Bukan hanya dengan sembako gratis saja tapi dengan pendekatan budaya dan penyebaran penyamaan agama.Maka jangan heran kalau menyaksikan laki-laki memakai kopiah dan sarung atau wanita mengenakan kerudung atau jilbab tapi datang ke gereja dan punya nama babtis, ini karena mereka dibujuk untuk murtad tanpa meninggalkan kebiasaan keseharian mereka yang tidak mungkin diltanggalkan,licik kan...

    *****

    Kalau dalam hal politik mereka menargetkan R1 itu harus kristen, memang benar, dan mereka sekarang serius sedang mengarah kesana.Asal tahu saja sekarang mereka sudah punya dua partai kristen yang siap bertarung di PEMILU nanti sebagai lambang keterwakilan mereka di parlemen, yaitu PDS dan Partai Kasih... saya lupa kepanjangannya (ingat di negeri mayoritas muslim sudah ada 2 partai yang berazas kristen,sekarang mana ada partai berazas Islam di negeri mayoritas kristen ) belum lagi yang tersebar di sejumlah partai-partai besar lain nya, dan mereka cukup punya suara sekarang untuk merebut kekuasaan di Indonesia.

    Kalau masih minoritas saja mereka sudah begitu berani apalagi kalau diberi kesempatan untuk berkuasa, atau memang kita sebagai umat Islam sudah siap untuk menyerahkan kepemimpinan ini pada mereka atau kita lebih ikhlas dipimpin oleh orang kafir di negeri mayoritas Muslim ini ???Na'udzubillahminzalik...

    Dan mungkin hal inilah yang menjadi pertimbangan MUI untuk mengeluarkan fatwa golput itu haram hukumnya (yg tidak sependapat karena ideologis silahkan saja ).Fatwa ini penting untuk muslim yang belum tahu fakta bahwa kristenisasi siap ambil alih kepemimpinan dari tangan umat Islam, belumkah itu bisa menyadarkan kita, atau menunggu sampai semuanya seperti daerah kampung sawah dulu baru kita tersadar....

    ReplyDelete
  4. Kristenisasi bisa hilang hanya dengan dua kata "Khilafah dan Jihad"
    Coba kita menilik sejarah kembali, sebelum runtuhnya khilafah tahun 1924 di Turki. Nggak pernah kaum muslimin khawatir tentang masalah ini (Kristenisasi). Karna, bahkan orang Kristen sendiri melihat keagungan Islam dan kaum Muslimin dengan tegaknya Syariat dibawah naungan Khilafah.
    Jadi untuk menjawab program kristenisasi yang mereka canangkan maka, kita harus lawan. Gimana caranya? ya dengan menegakkan Islam melalui Khilafah dan Jihad. Supaya Izzul Islam Wal Muslimin bisa kita lihat dan rasakan.
    Jadi Menurut saya, pengharaman Golput bukan Solusi...

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikuum...
    Bolehkah saya numpang berkisah.Ini mungkin juga termasuk kristenisasi secara paksa.
    Saya seorang wanita yg entah pnh dibaptis ato tidak.Yang saya alami dulu bener2 gag bs saya lupakan.Saya benar2 kecewa dg sahabat saya, sekira tahun 2000,dg dalih diajak renang saya ngikut aja,dijemput kerumah saya bilang gag punya baju renang,dia blg gag masalah,Ok saya ikut.Ternyata setiba dirumahnya byk org tlah menunggu,saya kaget mau berenang kok dg byk org,pake 2 bus gede2 lagi.Saya bertambah bingung tatkala dlm bis dicatat sapa aja yg ikut pentahiran,apa to itu???saya gag tau,tp temen saya mendaftarkan nama saya disitu.Dg perasaan yg campur2,saya ngikut kemana bis ini melaju.Sampailah kesuatu kolam renang kecil,heran juga kolam sekecil ini gmn bisa memuat org ratusan.(krn ternyta disana tlah berdatangan mobil2,bus lain).
    Sumpah demi Allah saya belum paham apa yg terjadi didepanku.
    Akhirnya dg rangkaian2 kegiatan yg mereka lakukan saya baru paham bahwa ini semacam ibadat org kristen,sahabat saya kristen bethani.Smua masuk ke kolam,saya tidak,krn saya sudah bisa mencium kegiatan apa sebenernya.Saya dipaksa msk ke air,saya tolak dg alasan lagi haid,tp mereka terus memaksa,saya tetep gag mau.Sampai seseorang menyeret saya,diajak duduk bersama,lalu saya dikotbahi macam2.Dia membandingkan antara islam dg kristen,bahkan dy punya catatan2 isi antara kedua kitab adlh sama,terlebih dia bisa mengucapkan surat2 dlm al quran.Saya berdebat dg dia, dia sunggug merendahakan Nabi Muhammad.Saya kalah dlm perdebatan itu,Saya bingung,sampai akhir peribadatan saya diem tak bicara,saya marah pd temen saya.Lega ahirnya pulang juga, oh ternyata tidak,saya dibawa lagi kesuatu tempat,ada didaerah pegunungan.Disana ternyata ada suatu kegiatan lagi,mereka bernyanyi2 keras,dg irama lagu2 yg lg ngehits,sampai ada yg pingsan hanya krn bernyanyi (????)
    Saya hanya terdiam,krn saya emg gag mampu utk bersuara.Sampai akhirnya ada seorang pendeta bule,bertanya,."Knapa km tak bernyanyi?",belom saya jawab ternyata Ibu dr temen saya,dg mata merah menunjuk dg jarinya dan berteriak,"DIA MUSLIM", kaget,takut,dan entah apa lagi,saya hanya bisa menangis.Tahu2 saya sudah dikelilingi oleh 8 org pendoa/pendeta(sy gag tw)mereka smua bernyanyi dg bahasa yahudi(klo gag salah).Saya terus menangis,sambil dlm hati saya mengucap syahadat berulang2,satu persatu org tersebut jatuh menyisakan 2 org,entah apa yg terjadi,mereka berucap "Anak ini pinya jimat,cepat cari jimatnya".Hah jimat apa,saya ga punya jimat,apa krn syahadat saya (subhanallah).Akhirnya kalung saya(kalung gaul),cincin,gelang kaki smua diambil lalu dibakar.
    Ga sampai disitu saya diseret lagi masuk ketengah2 mereka,saya berontak saya pegangan pintu,sampai tangan saya berdarah,tp mereka lebih banyak,saya hanya pasrah,saya digotong ketengah2 mereka.Lalu mereka smua mengelilingi saya,dg nyanyiannya.Saya dipaksa untuk berucap "SAYA ANAK TUHAN YESUS",saya diam,berkali2 mereka paksa saya untuk berucap saya diam.
    Sampai ketika syahadat saya terhenti,saya mersa ada dipersimpangan jalan,mana yg hrs saya pilih.Saya ragu,siapa Tuhanku sebenarnya YESUS ato ALLAH SWT.Saat itu ada seorang bilang ambilkan arak dan rotina.Apa maksudnya???Dg paksaan arak itu dimasukkkan kedlm mulut saya.
    Dg keberanian saya bangkit(krn td saya dibaringkan).Saya coba untuk tersenyum,mereka menyalami,"Selamat datang anak Tuhan,selamat bergabung dg kami".Yah,saya memang berbohong pda mereka supaya saya lekas mereka lepaskan.Pegal juga rasanay menyalami ratusan orng.Akhirnya saya diantar pulang.Disambut dg tamparan Ayahku yg mengira saya bermain gag tau waktu.Saya hanya menagis,dan tangisan saya semakinkeras tatkala melihat anak kos sedang berwudhu,saya megikuti dan ingin berada didekatnya ketika solat,krn saya tak mampu utk melakukan.Selesai solat saya berteriak2 seperti orang gila,hingga tetangga smua berdatangan,tapi saya diam tak mau memceritakan apa yg sebenarnya terjadi.Seminggu saya berlaku bak org gila,sampai akhirnya ada seorang temen yg kasih siraman rohani tiap hari,dibantu pula oleh pak ustadz.Alhamdulillah sampai sekarang keimanan saya bertambah.Dan orang tua saya sampai sekarang belum mengetahui apa yg menimpaku.
    Wasalam (putria_bintang@yahoo.com)

    ReplyDelete
  6. astaghfirullah..ya Allah, saya ga kebayang yang putri alami, itu seperti adegan2 film, tapi ternyata betul2 ada ya in real life! Mungkin salah satu ibrohnya adalah, berteman juga harus hati2, pilih teman yang kalo bisa seiman dan kita tau benar latar belakang keluarga dan keseharian dia. Jadi pelajaran buat kita semua. Semoga putri yang sekarang menjadi pribadi yang lebih tough,lebih kuat imannya dan senantiasa dilindungi oleh Allah SWT. amin.

    ReplyDelete
  7. mas/mbak, mohon jgn fitnah, itu foto yg lg di kolam, emang lg ngapain sih?
    lg babtis?
    tidak pernah ada cara babtis seperti itu.
    soal pendapat yg lain, silahkan saja, saya tidak peduli.

    ReplyDelete
  8. Hahahahaha, ketawa ala muslims. Lucu-lucu dung cerita karangan muslim.

    ReplyDelete
  9. yang menganggapnya lucu..karena mungkin ada yang menertawakan dirinya sendiri, Tidak mengalaminya. Atau mungkin terlalu masa bodoh:

    Ada lagi yang membuat saya juga lucu, tapi rasanya tidak etis kalau tertawa:

    Ketika salah satu media kemarin, mewawancarai seorang ibu:
    "oh iya, bulan ini kan bulan kelahirannya Ibu Tuhan kami, Beliau melahirkan Tuhan kami dibulan ini"

    Melahirkan Tuhan...??

    ReplyDelete
  10. maaf ada yg pernah coba baca kitab suci kristen?
    ada yg pernah mencari tahu apa yg terjadi pada saat pembaptisan sebelum hanya melihat photo nya atau mungkin bertanya langsunk kpd yg dibaptis setelah itu?
    tolong diteliti dulu sebelum men-judge
    trima kasih

    ReplyDelete
  11. (Orang tua Gene yg menyusui, membesarkan dan membiayai Gene adalah beragama Katolik)

    (1).Dalam agama Katolik:
    Sebelum di baptis, seseorang harus/wajib mengikuti katekisasi selama satu tahun penuh.
    Setelah itu baru bisa dibaptis.

    (2).Dalam agama Kristen Protestan:
    Sebelum dibaptis, seseorang harus/wajib mengikuti pendidikan kekristenan selama beberapa minggu, ada juga yang mewajibkan beberapa bulan (tergantung denominasi-nya).

    Tidak benar, begitu dicelupkan di air lalu dianggap dibaptis. Itu FITNAH !!!

    Terima kasih atas fitnahnya.
    Satu hal yang jelas: dalam agama apapun, fitnah = dosa.

    Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan Maha Tahu, jadi Tuhan tahu isi blog ini & siapa penulis-nya. Tuhan tahu persis siapa yang benar, siapa yang salah.

    Tuhan Maha Adil dan Maha Kuasa.
    Karma dan hukuman Tuhan itu selalu ada sampai kapanpun.

    ReplyDelete
  12. Dear Anonymous,
    Terima kasih atas waktunya berkomentar di sini.
    Mungkin saja itu fitnah, dan bila memang terbukti demikian, saya akan mohon maaf karena saya tidak berniat memfitnah orang lain atau agamanya.

    Yang anda katakan benar, tetapi saya mau tambahkan satu syarat: proses dibatis memang bisa seperti yang anda jelaskan bagi orang yang MAU dibaptis atas niatnya sendiri. Kalau kewajiban untuk mengikuti pendidikan agama, saya kira cukup relatif saja dan tidak mutlak benar. Banyak orang yang berniat pindah agama menjadi Kristen pasti seperti yang anda gambarkan.
    Tetapi kalau ada orang yang masuk gereja di mana saja, baik di Indonesia maupun di lain negara, dan menyatakan ingin masuk agama Kristen apakah benar semua pastor, pendeta dan reverend akan menyuruh orang yang bersangkutan stop dulu dan belajar 1 tahun? Tidak ada sama sekali yang mau melayani secara instan dan langsung kerjakan pembaptisan?

    Soalnya dari apa yang pernah saya baca, ada juga yang mengizinkan secara langsung, tanpa harus belajar dulu (proses standar).
    Lalu bagaimana kalau ada orang yang berniat “membaptis” orang awam dengan niat “menyelamatkan mereka dari Islam” dan dilakukan pada ibu-ibu di kampung secara sepihak saja. Apakah anda bisa mengatakan tidak pernah terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia?
    Soalnya, kalau memang tidak mungkin dilakukan secara sepihak setelah bertanya secara singkat kepada ibu2 yang awam itu, apakah anda bisa jelaskan manfaatkan “celup” orang lain di dalam kolam air, padahal dia tidak mengikuti latihan untuk menjadi seorang Kristen?

    Dicelup, tetapi tidak ada manfaatnya, dan yang dicelup tidak dibaptis. Jadi, dikerjakan untuk apa?

    Terima kasih atas komentarnya. Maaf kalau kita harus berbeda pendapat tentang ini. Kalau anda benar, dan ibu2 itu tidak dibaptis, saya senang. Tetapi saya berharap pihak penyelenggara tidak lagi mencelup orang Muslim ke dalam kolam berisi air, karena menurut penjelasan anda, tidak ada manfaatnya selain membuat baju orang basah. Hanya ada satu kemungkinan yang lain, yaitu anda salah, dan penyelenggara memang berniat membaptis orang awam setelah membujuk mereka secara singkat saja, tanpa mengadakan pendidikan agama. Silahkan menyelediki dan kembali ke sini untuk menjelaskan kenapa orang Muslim itu dicelup oleh orang Kristen padahal tidak ada manfaatnya. Terima kasih.

    Salam,
    Gene

    ReplyDelete
  13. Saya juga ingin cerita tentang apa yang pihak kristen lakukan untuk memurtadkan saya.
    Saya juga hampir dikristenisasi setahun ini. Alhamdulillah Allah masih melindungi saya sehingga saya dijauhkan dari kakafiran tersebut.
    Saya dipacari oleh seorang pria yang saya kenal lewat komunikasi dunia maya. Ia lulusan salah satu institut terkenal di Bandung, dan dia tergolong sebagai pria yg cerdas. Semula saya sudah menolak dia karena dari awal saya menyadari bahwa dia punya keyakinan yg berbeda.
    Tapi awalnya dia mencoba untuk bertoleransi dengan perbedaan agama, namun sampai satu titik saya berfikir bahwa tidak baik untuk mempertahankan hubungan dengan agama yg berbeda, dia setuju untuk masuk Islam dan belajar agama Islam.
    Awalnya saya curiga, krn bagi seperti dia (eks ketua HKBP di Bandung untuk Mahasiswa) mau mengorbankan keyakinan terhadap yg dia sebut Kristus, hanya untuk mempertahankan hubungan dengan saya.
    Tapi, karena saya punya kakhawatiran, akhirnya saya menyerahkan urusan ini ke salah satu lembaga pendakwah dan lembaga yg mengurusi masalah muallaf untuk proses pengislaman yg Ia sendiri minta kepada saya.
    Setelah beberapa bulan proses itu dilakukan, Ia resmi menjadi muslim dan Ia pun banyak belajar mengenai Al-Quran melalui seorang murrobi yg merupakan guru ayah saya mengaji dulu.
    Melihat keseriusan yg ia tunjukkan untuk pelajari Islam, saya mulai yakin bahwa ia menerima hidayah dari Allah SWT. Dan kamipun berencana untuk menikah dan melanjutkan ke hubungan yg lebih serius.
    Akan tetapi, suatu ketika ia bercerita kepada saya bahwa orang tuanya mengetahui bahwa ia muslim dan menyuruhnya kembali ke kristen dan memutuskan hubungan dengan saya. hal itu terjadi sekitar 3 bulan yg lalu.
    Beberapa minggu yg lalu ia mengajak saya untuk menikah tanpa sepengetahuan orang tua dia dan saya, untuk menghindari penolakan dari keluarganya atas pernikahan kami. Tapi hal tersebut saya tolak dengan alasan "Ridho Allah adalah Ridho Orang Tua" dan saya tidak berani mengambil risiko demikian.
    Sekitar dua minggu lalu, ia meminta izin kepada saya bahwa ia harus pergi ke daerah Sumatera untuk bekerja ini karena ada saudaranya yg bekerja di sana menawarkan lowongan kerja baginya di sana. Saya izinkan dengan alasan hal itu mungkin akan baik bagi kesempatannya untuk berkarir.
    Ketika ia pergi, tak ada satu sms atau telpon pun yg mengabari kondisi dia disana (entah dia benar pergi atau tidak), tapi kami benar2 lose contanct selama 3 hari. Sampai hari ke-3 dia mengangkat telpon saya dan mengatakan bahwa hubungan yg kita jalin sudah tidak dapat berlanjut lagi kecuali saya mau untuk meninggalkan Islam dan menikah secara kristen. Hal itu saya tolak mentah2,Naudzubillahimindzalik.
    Oia, dia dulu pernah bilang sendiri ke saya selama proses pengenalan akidah Islam: "Ternyata Kristen itu agama sampah, dan saya menyesal telah menganut itu sedari dulu", dan dia mengucap terima kasih karena saya telah membantu dia mengenalkannya kepada Islam. Nah, kata2nya itu saya ingatkan lagi ke dia, cuma anehnya dia malah bertanya yang nggak masuk akal soal Islam, padahal dulunya dia sudah yakin sekali dengan Islam.
    Untungnya Allah manyadarkan saya bahwa mungkin itu salah satu cara kristenisasi krn setelah pertemuan terakhir kita, dia mengajak saya untuk pindah kristen dan dia berani menjamin bahwa hidup saya akan bahagia kalau saya mau ikut dia ke kristen.
    Buktinya dia tersinggung ketika saya menyinggung bahwa kasih sayang dan cinta yg dia lakukan selama ini adalah kamuflase dan proses kristenisasi.
    Logikanya: kenapa dia mesti kecewa kalau dia gak ngerasa kristenisasi. dan kenapa juga dia dengan bodohnnya pindah lagi ke kristen kalau dia sudah yakin bahwa Islam itu benar.
    Intinya, hati2 jika kenal org yg beda agama dengan kita. Saya harap ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Mereka bisa menggunakan cara yg amat sangat rapi untuk memporakporandakan akidah kita....
    Tapi berdoalah kepada Allah agar kita dihindari dan dilindungi dari tipu daya mereka untuk menyesatkan kita.

    ReplyDelete
  14. Saya Kristen sejak lahir. Pendapat ini merupakan pendapat pribadi tidak membawa denominasi apapun.

    Saya sering merasa sedih dengan bangsa ini yang selalu berfokus pada perbedaan dan entah mengapa tidak kapok2nya terpancing dengan politik devide et impera ala Belanda.

    Menurut saya, agama merupakan panggilan individual. Saya yakin bila seseorang sudah mengerti ajaran agamanya sepenuhnya dan tidak mengambil sepotong disini dan sepotong disana ajaran agamanya, pasti menemukan bahwa jalan fitnah dan kekerasan bukanlah jalan Tuhan.

    Setiap agama pasti memberikan batasan2 atau hukum2 apa yang harus dilakukan oleh umatnya. Sebagai mahluk sosial adalah kewajiban kita untuk menghargai apa yang orang lain percayai. Oleh sebab itu pada jaman kita sekolah dulu betul2 ditekankan makna kata toleransi.

    Saya sendiri yang sudah Kristen sejak lahir ini, sering menunggui teman2 saya shalat bilamana kami sedang jalan2 ke Mall dan tepat waktunya adzan. Saya tidak masalah mengantarkan mereka ke mesjid terdekat bilamana kami dalam perjalanan bila terdengar adzan. Begitupula mereka sabar memundurkan jadwal kumpul2 kami untuk menunggu saya selesai dengan ibadah saya. Saya menikmati dan bersukacita dengan mereka pada saat mereka merayakan Hari Raya-nya. Saya hadir pada saat-saat mereka berduka dan ikut membantu di belakang (dapur) pada saat sahabat dekat saya mengadakan acara sembayang 7 hari, 40 hari dan 100 hari selepas ayahnya meninggal. Kami berbahagia dengan persahabatan kami. Saya mengundang pembaca blog ini untuk mencoba berfokus pada persamaan, dan menghormati perbedaan.

    Membahas dan membagikan point of view agama kita kepada seseorang lain dengan ajaran agama yang berbeda saya rasa bukan merupakan hal yang salah. Asalkan dilakukan dengan dewasa dan tanpa unsur pemaksaan. Bilamana salah seorang dari yang agamanya berbeda terpanggil untuk mengikuti ajaran agama temannya, apapun itu - dari Islam ke Kristen atau sebaliknya atau ke agama lainya (tanpa ada unsur paksaan dan iming2) hendaklah kita dewasa untuk menyingkapinya. Sekali lagi agama merupakan pilihan pribadi. Agama kita tidak menyelamatkan kita dan bukan guarantee untuk masuk surga, bagaimana kita secara pribadi menyingkapi makna kata MENGASIHI PENCIPTA KITA merupakan jalan ke Surga.

    Saya pribadi menyayangkan bilamana ada denominasi yang benar2 melakukan apa yang telah dijabarkan teman2 muslim kita. Saya rasa orang yang mengaku dirinya Kristen harus lebih menelaah kata pengabaran injil dan bukannya pemaksaan injil. Biarlah kita yang mengaku dirinya Kristen bertingkah laku layaknya Yesus Kristus, mencintai sesama manusia. Lakukanlah kerjamu, jangan mengambilalih pekerjaan Roh Kudus.

    Saya berdoa semoga kita semua yang mengaku sebangsa, semakin dewasa setiap hari dalam bertetangga di negara yang kita cintai bersama ini.

    ReplyDelete
  15. gunakan saja ilmu TAQIYA pasti beres ko....

    ReplyDelete
  16. Ass. Wr.Wb,

    Saudara2ku, didalam Alqur'an terdapat pula Taurat dan Injil. Artinya umat Islam mengenal Isa Al Masih (Yesus) sbg nabi dan bkn sbg Tuhan spt yg diakui umat Nasrani.

    Dan Nabi Isa itulah yang akan menyelamatkan dunia dr Dajjal shg pada hari kiamat nanti beliaulah yang akan mengadili dunia ini.

    Terkait dgn kristenisasi, saya hny bs berkata bhw marilah kita memperkuat iman dan ketaqwaan kita krn kebenaran yg sesungguhnya adl kebenaran yg dr Allh SWT. Hilangkan syak wasangka dan fitnah di antara sesama manusia.

    Saya yakin, jika seorang muslim betul2 berpegang pd Akidah yg telah diajarkan maka ia takkan goyah sedikitpun. Wassalam.

    ReplyDelete
  17. mengulang kristenisasi di kampung sawah .. ternyata menimpa daerah Aceh yang di kenal sebagai kantong islam, di kabupaten Aceh Barat pasca Tsunami di temukan pemurtaddan secara sembunyi sembunyi yang di lakukan oleh warga dari daerah sumatera utara dan warga asing (USA), semua bukti dapat di baca di harian lokal Aceh .
    http://www.serambinews.com/news/view/36052/murtad-berbaju-islam
    http://www.serambinews.com/news/view/35555/pemurtadan-di-negeri-tasawuf
    http://www.serambinews.com/news/view/35789/markas-misionaris-digerebek
    http://www.serambinews.com/news/view/35479/posko-misionaris-digeledah-warga
    http://www.serambinews.com/news/view/35312/tiga-warga-amerika-diusir-dari-meulaboh
    http://www.serambinews.com/news/view/35715/korban-pemurtadan-resmi-masuk-islam
    http://www.serambinews.com/news/view/35642/saya-dibaptis-di-bawah-alam-sadar

    ReplyDelete
  18. Waktu hari Ahad kemarin saya mendapat sedikit 'pengetahuan; dari ustaz2 dr arimathea..
    sedikit shock juga ketika tahu..
    fakta dilapangan seperti apa..
    rasanya 2 jam itu kurang.

    Ada 1 sekte kristen yang menggunakan bantuan jin untuk melancarkan proses kristenisasi. kiranya kita harus cukup hati2 untuk 1 sekte ini. dan ada tayangannya di media.

    Dan ketika dibeberkan, ayat2 alqur'an apa yang mereka 'hobby' plintirkan.

    dan ayat2 apa yang mereka jadikan jurusan andalan..dibeberkan semua.

    tapi pesan positifnya tetap diberikan: kita tidak membenci ORANG non muslim itu, tapi kita TIDAK SUKA cara mereka menyebarkan ajarannya.

    Dan !S. albaqoroh ayat 120.
    menjadi bukti nyata kan..., mereka sampai kiamatpun akan teruss melakukan hal ini sampai kita mau mengikuti kepercayaan mereka.

    ReplyDelete
  19. Waktu hari Ahad kemarin saya mendapat sedikit 'pengetahuan; dari ustaz2 dr arimathea..
    sedikit shock juga ketika tahu..
    fakta dilapangan seperti apa..
    rasanya 2 jam itu kurang.

    Ada 1 sekte kristen yang menggunakan bantuan jin untuk melancarkan proses kristenisasi. kiranya kita harus cukup hati2 untuk 1 sekte ini. dan ada tayangannya di media.

    Dan ketika dibeberkan, ayat2 alqur'an apa yang mereka 'hobby' plintirkan.

    dan ayat2 apa yang mereka jadikan jurusan andalan..dibeberkan semua.

    tapi pesan positifnya tetap diberikan: kita tidak membenci ORANG non muslim itu, tapi kita TIDAK SUKA cara mereka menyebarkan ajarannya.

    Dan !S. albaqoroh ayat 120.
    menjadi bukti nyata kan..., mereka sampai kiamatpun akan teruss melakukan hal ini sampai kita mau mengikuti kepercayaan mereka.

    ReplyDelete
  20. sangat suka dengan komen anonymous, walaupun saya muslim..



    ,orang2 dari kedua agama yang berdebat dengan kata menghina menandakan kedangkalan pengetahuan mereka tentng agamanya masing2 !

    ReplyDelete
  21. Saya mau jawab yang masalah Kristenisasi itu. Kami,umat Kristiani,adalah umat yang melakukan kehidupan gerejawi yang bersifat tertib,terstruktur,dan berdasarkan tuntunan kitab suci,Alkitab.Gereja Protestan di Indonesia itu punya lembaga,namanya PGI.gereja di bawah naungan PGI itu,memiliki standarisasi dalam berbagai tahapan sebelum dibaptis:
    1.Individu yg memiliki kerinduan atau keinginan utk menjadi Kristen,datang ke gereja utk menemui pengurus gereja utk menyatakan keinginannya. Gereja melakukan perbincangan dgn individu itu (secara non-formal),dgn maksud utk melihat seberapa inginnya dia menjadi Kristen.dalam perbincangan itu,individu juga diberikan informasi segala hal tentang kehidupan Kristen.perbincangan ini seringkali tdk dilakukan hanya sekali atau dua kali,tapi bisa berkali-kali,tergantung keinginan si individu tsb.,hingga merasa siap ke tahap berikutnya.
    2.Biasanya si individu calon kristen itu diminta utk memohon persetujuan dari keluarganya ttg mewujudkan keinginannya itu.Tahap ini sangat krusial,terutama pada individu yang mau menjadi kristen krn ingin menikah.Jika tdk ada persetujuan dari pihak keluarga,maka gereja tdk akan mengabulkan permohonannya.
    3.Katekisasi.Katekisasi ini merupakan masa pembelajaran.pada tahap ini individu diberi informasi dan pelajaran tentang kekristenan.Dalam tahap ini,individu diperbolehkan utk tdk melanjutkan pelajarannya,jika tdk merasa memiliki kerinduan.Ketika masa katekisasi mendekati akhir (bisa bulanan),biasanya setiap individu yg menjadi katekis (murid) diberi waktu seminggu atau dua minggu utk merenungkan keinginannya.
    4.Pembabtisan.Pembabtisan itu bisa bermacam bentuknya.bisa ditetesi air,dicelupkan ke air,atau disuruh memasukkan seluruh badannya ke air.Tiap aliran bisa berbeda ttg hal ini.
    Ambil contoh,di gereja saya,GKJW.pembabtisan di gereja kami adalah dgn meneteskan air ke dahi para katekis,dan bertanya:"...apakah engkau saudara X,bersedia utk mengabdi pada Tuhan Allah,Bapa,dan Roh Kudus,dan bersama-sama dgn jemaat dan umat Kristen di seluruh dunia,utk mengabdi dan berbakti?".kemudian katekis iu menjawab,"iya saya bersedia...".atau,pernah terjadi seorang berkata,"...saya tdk bersedia...".Pada yg tdk bersedia itu kemudian diminta untuk bergeser dari kelompok yang sedang dibaptis.Individu itu kemudian diminta utk kembali merenungkan imannya.jika ia ingin kembali menjadi Kristen,maka ia harus melalui tahap 1 lagi.
    Dalam pembabtisan itu,bagi yg bersedia menjadi Kristen,kemudian diminta utk mengikrarkan "Pengakuan Iman Rasuli",yg merupakan pengakuan kepercayaan umat Kristiani ttg keimanannya.
    Jadi seperti yg saya ceritakan itu,tdk mudah untuk beragama Kristen.Prosesnya lama,tahapnya banyak. jika anda bertanya,"apa tdk ada sama sekali yg mau melayani secara instan dan langsung kerjakan pembaptisan?",maka dengan ini saya nyatakan:mungkin ada.Saya tdk bilang tdk ada,tp mungkin ada.Yah,dlm suatu umat yg besar,selalu ada yg berbuat sesat kan?Saya yakin umat Islam pun terkadang ada yang nakal juga.Tapi apakah semua nakal?saya yakin tdk.Banyak sekali gereja Protestan yg menjalankan kegiatannya sesuai dgn aturan PGI.Kalaupun ada yg nakal atau sesat,PGI akan menindaknya,dan biasanya mencoret dari keanggotaan,serta tdk mengakuinya sbg bagiannya lagi.
    Saya tdk begitu paham ttg tradisi Katolik.tapi setahu saya,umat Katolik adalah umat yg lebih kaku dlm menjalankan aturan dibandingkan Protestan.
    Jika saya membaca tulisan2 dalam komentar2 di atas,saya yakin pelakunya adalah orang2 yang menganut paham Kristenisasi abad Kegelapan (Dark Ages).Jaman sudah berubah,gereja sudah mereformasi diri,dan kini di abad baru,gereja lebih concern pada penegakan Hak Asasi Manusia.Maka dari itu,gereja mengatur kembali tata cara pembaptisan,dgn mempertimbangkan hak-hak individu untuk menentukan imannya.
    dan salah ucap,saya memohon maaf sebesar-besarnya.Saya hanya ingin kita bisa saling memahami...=)

    ReplyDelete
  22. Hoho... Anonymous YTH *banyak anonymous di sini*

    Saya sejak lahir sudah Muslim, dan sejak kecil diajarkan oleh orangtua saya untuk menghormati pemeluk agama lain, karena keluarga kami plural dan kami bertetangga dengan masyarakat yang plural juga.

    Sewaktu SMA, sekalipun saya anak ROHIS (Kerohanian Islam), tapi saya berteman baik dengan teman-teman dari ROHKRIS. Seringkali berdebat soal agama, tapi that's it, kami sudah sepakat untuk tidak sepakat.

    Sampai sini semuanya baik-baik saja. Saya pun dtg ke perayaan sweet seventeen sahabat saya yang katolik walaupun sy menjadi satu2nya yang berhijab di sana dan menjadi pemandangan aneh, dan teman2 ROHIS yang lain tidak bersedia datang. Ssepakat untuk tidak sepakat, menurut saya saat itu, bukan hal yang buruk. Islam tidak pernah melarang saya untuk bermuamalah dengan siapapun, apapun agamanya, bahkan jika ia tidak bertuhan sekalipun,bukan?

    Pada saat sy berulag thn ke 17, teman2 dr ROHKRIS (kerohanian Kristen) memberikan saya sebuah liontin bertuliskan "Allah" dalam bahasa Arab. Saya tentu saja senang dan terharu. Saya sudah menyadari sejak awal sebenarnya, bentuk kaligrafi Allah itu memunculkan bentuk 'salib' di antara huruf 'alif' dan tanda baca tasydid yang ditulis tidak melengkung tapi lurus berbentuk mendatar. Tapi, saya berbaik sangka. Bukankah seseorang melihat apa yg ingin dilihat dan mendengar apa yg ingin didengar? Maksud saya, saat itu sy meyakini bahwa, pilihan mereka jatuh pd liontin itu karena ada bentuk yg 'menyerupai salib'yg bagi mereka catchy.

    Umur liontin itu tidak lama karena itu hilang dari tempat saya menyimpannya. Saat itu saya pikir itu hanya kebodohan dan kecerobohan saya. Dan saya sanat menyesal tidak lebih hati2 menyimpannya.

    Tapi, sekarang, saya bersyukur liontin itu hilang. Mengapa? Karena suatu hari saat saya mengikuti sebuah kajian, saya diperlihatkan gambar kaligrafi kristiani yg juga pernah saya lihat di sebuah restoran. Untunglah sy bisa membaca tulisan arab. tulisan awalnya berbunyi 'Abanaa...' yang berarti bapak kami (atau bapa kami, mungkin, dalam ahasa kristiani)

    Kembali ke kajian tersebut, saya juga diperlihatkan bentuk2 kaligrafi "Allah" yg banyak dijual dalam bentu liontin dan perhiasan yang padahal menonjolkan bentuk "salib". Dan yg saya kaget, salah satunya persis dengan bentuk lionti yang diberikan teman-teman saya semasa SMA.

    Sejak saat itu, saya, masih berteman dengan teman-teman beragama lain, apapun agama dan tuhannya; tapi sy membatasi pertemanan saya sebatas teman, bukan sahabat. Karena akhirnya saya sadar, walaupun mungkin tidak semuanya karena beberapa yg sy temui tidak demikian, tidak ada yg tulus bagi mereka, mengingat teman-tean saya itu adalah aktivis, semacam "akhwat" versi gerakan Islam.

    Mudah-mudahan cerita ini berguna. Islam mengajarkan kita harus bergaul dengan kebaikan dan contoh yang baik kepada siapapun, muslimkah, non muslimkah, atheiskah, bahkan hewan dan tumbuhan sekalipun. Perilaku dan kebaikan kita-lah yg akan menjadi dakwah kita. Bukan dengan cara-cara yang tidak etis dan licik.

    ReplyDelete
  23. makanya sadarlah wahai saudaraku umat islam itu ibarat makanan di meja makan meraka ( yahudi & nasrani ) tdk akan henti hentinya mengahancurkan islam dgn berbagai cara.

    ReplyDelete
  24. kita di bri Tuhan pikiran untuk berfikir dan hati untuk merasa... jangan pernah disempitkan oleh sesuatu yang membuat kita nyaman...

    masalah kristen atau islam, sampai akhir zamanpun ga bakal ada yang tau mana yang benar mana yang salah... oleh karena itu berfikirlah dan rasakanlah...

    kalau saya pribadi sampai saat dan smpai selama2nya percyakan hidupku pada Tuhan Yesus, knp?

    dgn kasih yang tulus saya mau menjawab, karna saya sungguh merasakan kehadiranNya didalam kehidupan saya... bgmna dengan anda???

    Tuhan memberkati anda dan saya....

    ReplyDelete
  25. saudaraku sekalian yg terkasih..

    Perlu dibedakan antara KRISTENISASI dan PEMBERITAAN INJIL. Dua hal itu adalah hal yang berbeda.

    - KRISTENISASI:
    Adalah Pemaksaan terhadap seseorang/kelompok untuk HARUS memeluk agama Kristen (tidak peduli apakah hati dan mulut orang itu beriman kepada Ketuhanan Yesus atau tidak), yang penting orang itu "dibaptis" atau menyebut kata "amin". adalah kejahatan. Apalgi jika didalamnya ada niat untuk mendapatkan keuntungan "materi/finansial". ITU SALAH BESAR DAN SALAH KAPRAH!. Sekalipun orang itu bahkan sampai KTP nya diubah menjadi Kristen pun.. Tetap saja orang itu tidak bisa diselamatkan masuk surga. Karena roh nya belum dilahirkan menjadi baru dari Roh Kudus. dengan kata lain dia hanya korban pemaksaan!


    - PEMBERITAAN INJIL:
    Adalah Perintah Tuhan Yesus (Isa Almasi) untuk memberitakan kabar sukacita yaitu KASIH DAN KESELAMATAN (dari maut/neraka akibat dosa) yang hanya bisa didapatkan melalui Yesus Kristus. Pemberitaan ini memang selayaknya harus dilakukan oleh orang Kristen. Namun.. TANPA PAKSAAN !.

    Jadi jika ada kisah seorang dipaksa masuk Kristen dengan ancaman atau iming-iming tertentu, itu sudah jelas namanya Kristenisasi, dan itu salah! Yesus Kristuspun tidak pernah mengajarkan demikian. Yesus mengajarkan bahwa HANYA SEORANG YANG SUDAH PERCAYA (MENJADI MURID TANPA PAKSAAN / LAHIR DARI HATINYA SENDIRI) YANG BOLEH/AKAN DIBAPTIS. Seseorang yang belum percaya TIDAK BOLEH DIBAPTIS!.

    Semua Agama (jika mau jujur), baik Kristen atau Islam sama-sama ingin memberitakan (memperkenalkan) ajaran agamanya kepada orang lain. Hal itu normal dan wajar. Dalam Islam biasanya dipakai istilah "Syi'ar atau Dakwah". Nah dalam Kristen istilah itu disebut "Penginjilan / Pemberitaan Injil".

    Saya pun pernah dan sering di dakwahi oleh orang Islam tentang Apa itu Islam (dengan tujuan agar saya tertarik dan masuk Islam). Saya menghargai dan menghormati mereka.. Karena itu adalah hak mereka untuk memberitakan (men-syi'arkan) agama mereka. Saya pun juga sebaliknya.. Saya memberitakan (menginjil) kasih dan keselamatan dari Tuhan Yesus kepada orang Non Kristen, itu wajar.. Saya mendoakan mereka dirumah, dan Puji Tuhan ada beberapa dari mereka yang sekarang menjadi Kristen sejati, saya tidak pernah memaksa mereka atau memberi iming-iming tertentu. Tuhan sendirilah yang bekerja dalam hati dan roh mereka.

    Ajaran Yesus tidak pernah mengajarkan yang namanya PERANG SALIB (JIHAD SECARA KRISTEN). Tidak Pernah!. Ajaran Yesus juga tidak pernah mengajarkan kebencian kepada orang lain yang tidak sepaham/berbeda keyakinan. Sebaliknya.. Tuhan mengajarkan kasih dan pengampunan.



    Demikian..
    Happy New Year :)

    ReplyDelete
  26. sangat jelas dalam injil mareka ajaran Isa as, hanya utk bani Israil aja, sekali lagi hanya untuk bani Israil aja, ajaran Markus ama Matius nyebarkan seluruh dunia, gimana tu....??? (sudah melanggar ajaran yg diperintahkan pada alkitab, markus ama mathius bener apa salah?) paulus sendiri dalam Roma 3.7 ngakuin bohongnya, gimana tu...?? yg bikin papan silang(palang salib) adalah musuhnya jesus menurut kisah tsbt (tempat isa disalibkan), lhoh.... kalo yg buat musuhnya jesus, koq jadi lambang suci nan sakral bagi umat kristen , gimana tuh......????? utk sahabatku non muslim, coba dipelajari dan diteliti dengan hati jernih... maksudnya, kami bukan mau mengusik keimanan anda, tapi kadangkala misionaris yg tak habis2nya mengusik ketenangan kami, mempengaruhi dgn dalih jalan keselamatan, karena perlu diselamatkan....,(nyelmatkan gimana tu...?) kami mencintai nabi kami Isa as, dan kami sangat sedih, dikala orang2 israil yg engkar kepada Isa mengatakan isa anak haram, dan kami sangat sedih ada yang mengatakan Isa adalah Tuhan KETAHUILAH SAHABATKU DI AKHIR ZAMAN ISA AKAN TURUN KE BUMI UNTUK MENYELAMATKAN ORANG YG MENGIKUTI AJARANNYA, DAN AJARAN MUHAMMAD SAW..... DAN AKAN MENGHANCURKAN ORANG2 YANG MENGATAKAN ISA ITU TUHAN, YG MENGHILANGKAN SEBAGIAN FIRMANNYA, BABI DARI HARAM MAREKA HALAKAN, ISA BERSUNAT, MAREKA TIADA MAU BERSUNAT, DAN MASIH BANYAK LAINNYA.....( SEBAGAI BAHAN RENUNGAN..MUMPUNG KITA MASIH DIBERI WAKTU) WASSALAM

    ReplyDelete