Wednesday, January 21, 2009

Penggunaan Uranium Israel di Gaza Diselidiki

By Republika Newsroom
Rabu, 21 Januari 2009 pukul 09:36:00

WINA--Badan pengawas nuklir PBB (IAEA) pada hari Selasa akan menelusuri laporan tentang kemungkinan Israel menggunakan amunisi depleted uranium (DU - sisa proses pengayaan uranium) saat menyerbu Gaza.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, para duta besar negara Arab di Wina menyampaikan surat permintaan penyelidikan itu kepada Direktur Jenderal IAEA, Mohammed ElBaradei.Surat tersebut disampaikan duta besar Arab Saudi atas nama para diplomat Arab.

"Kami menyebarluaskan surat itu ke negara-negara anggota dan akan menyelidiki masalah ini dengan mengerahkan segala kemampuan," kata juru bicara IAEA Melissa Fleming.

Dia mengatakan IAEA belum melakukan penyelidikan karena terlebih dulu harus merundingkan hal itu dengan para negara anggota. Duta besar Israel untuk IAEA, Israel Michaeli, tidak mau berkomentar.

IAEA selama ini menyumbang bagi penelitan-penelitian mengenai jejak-jejak amunisi DU di kawasan Balkan.

DU digunakan sebagai senjata karena lebih mampu menembus dinding tank dan kendaraan lapis baja. ant/ya

Sumber: Republika.co.id

Untuk lebih pahami bahayanya Depleted Uranium dalam senjata, baca di sini:

Wikipedia (Indonesia)

Wikipedia (English)

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Tadi saya juga nonton Al Jazeera, yang wawancarai seorang ahli senjata independen dari Inggris. Dia mengatakan bahwa bukti-bukti yang dikumpulkan oleh dia dan rekan-rekannya setelah perang Israel ke Lebanon, membuktikan bahwa ternyata Israel menggunakan "Active Uranium" dan bukan Depleted Uranium dalam senjatanya. Artinya, mereka menggunakan bom yang mengandung zat yang sangat radioaktif. Dia juga merasa cukup yakin senjata yang sama pasti digunakan lagi di Gaza. Jadi, jangan heran kalau dalam tahun-tahun mendatang, warga sipil di Gaza kena berbagai macam kanker!!!

Ahli itu justru bertanya apakah Israel akan mengizinkan penyelidik seperti dia dan ahli senjata dari PBB masuk ke Gaza untuk melakukan penyelidikan dan kumpulkan bukti-bukti di lapangan.

Bagaimana ya? Apakah mungkin?

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene 


2 comments:

  1. Innalillahi wainnalillahi rojiun, benar Pak Gene, kanker dalam arti sesungguhnya akibat senjata Israel ?

    Entah terbuat dari apa hati bangsa Yahudi itu ya atau mereka sama sekali tidak punya hati, ternyata tidak puas hanya dengan membunuh dan menghancurkan Gaza degan seketika saja, tapi membunuh dengan pelan-pelan dan kejam, kalaupun hidup maka warga Palestina akan hidup dengan kesengsaraan dan kesakitan seumur hidup.

    Sampai tak ada lagi kata yang bisa terucap menyadari betapa kejamnya bangsa Yahudi itu...Dan membayangkan bagaimana menderitanya hidup warga Palestina yang menjadi koeban keganasan mereka...

    ReplyDelete
  2. Amerika, Inggris, Perancis, Russia, dan beberapa negara lain juga menggunakan senjata yang sama. Sudah beberapa tahun senjata itu digunakan terus di Iraq. Salah satu alasan adalah bahan radioaktif yang digunakan merupakan limbah dari reaktor nuklir. Jadi, kalau suatu negara punya reaktor nuklir, ada limbah, mau dibuang ke mana?
    Membuat tempat penyimpanan untuk bahan tersebut mahal sekali. Ada negara yang hanya membuangnya ke laut saja (Rusia dan Cina dituduh begitu). Salah satu solusi adalah menggunakannya untuk membuat senjata, yang kemudian digunakan di luar negeri. Bahan radioaktif itu, selain memperkuat peluru meriam dan membuatnya mampu tembus besi, juga membantu mengurangi stok limbah radioaktif dari reactor nuklir, dan kemudian menjadi masalah bagi negara lain, seperti Iraq. Dalam kata lain, negara tersebut mengekspor limbah radioaktif secara paksa terhadap negara yang diserang (seperti Iraq, Gaza, dll.).
    Bahan tersebut, walaupun disebut "depleted uranium" (depleted = kehabisan, seperti bateri yg tenaganya sudah tidak kuat lagi) bahan ini masih radioaktif sekali, tetapi tidak cukup kuat untuk digunakan di dalam reaktor lagi. Dibandingkan dengan bahan uranium yang aktif (belum dipakai), yang radiasinya berbahaya selama ratusan milyar tahun, depleted uranium hanya berbahaya untuk sekitar 4,5 MILYAR tahun saja. Jadi jauh lebih aman!!!
    Saya belum lihat penyelidikan tentang efeknya terhadap tentara AS, Inggris, Perancis, Israel dll. yang memegang dan menggunakan peluru radioaktif tersebut. Tetapi kalau menimbulkan kanker, pasti dalam waktu belasan tahun mendatang jadi Dephan di negara masing2 bisa menyangkal kanker yang timbul di badan prajurit berasal dari senjata tersebut. (Mungkin kanker itu dikatakan berasal dari rokok, polusi udara, pencemaran lingkungan, dll.) Ini pernah terjadi di AS dengan bahan kimia "Agent Orange" yang digunakan di Vietnam oleh AS. Sampai sekarang Dephan AS masih tidak mau mengaku bahwa semua penyakit yang timbul pada tubuh prajuritnya berasal dari bahan kimia tersebut.
    Kesimpulan: ini bukan masalah ringan yang hanya libatkan pemerintah Israel saja! Ini masalah serius, besar, berat dan libatkan beberapa negara, dan hampir semua negara tersebut duduk di Dewan Keamanan PBB!!!

    [kutipan]:
    The United States Department of Energy currently has an inventory of 704,000 tonnes of depleted uranium hexafluoride (stored in 58,000 metal cylinders), corresponding to 476,000 tonnes of uranium [1]. It encourages the use of DU as a means of disposing of the stock, and plans to eventually convert the remaining inventory to a less toxic form, probably either uranium metal or oxide.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Depleted_uranium

    Yang mengerti bahasa Inggris bisa baca lagi tentang Depeleted Uranium di sini:
    http://genenetto.blogspot.com/2008/02/weapons-of-mass-destruction-us-military.html

    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete