Thursday, January 15, 2009

Siapa Sebenarnya Yang Paling Perlu Membela Diri?

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Selama 20 hari sekarang, saya nonton dan baca berita tentang Gaza setiap hari. Dari awal perang terhadap warga Gaza, Israel selalu mengatakan hal yang persis sama, yaitu mereka terpaksa “membela diri” karena Hamas meluncurkan roket ke wilayah negara Israel. Karena ada roket Qassam dari Hamas, Israel merasa terancam dan “terpaksa” membela diri.

Saya mulai berfikir: apa sebenarnya yang menimpa Israel, yang membuat mereka begitu takut? Seperti apa serangan roket Qassam dari Hamas yang begitu menakutkan bagi negara Israel? Setelah saya cari di internet, ternyata ada banyak sekali foto dari Israel yang menunjukkan “kehancuran” yang terjadi setelah roket Qassam jatuh di Israel Selatan. Awalnya, saya tidak bisa tahan ketawa pada saat melihat foto-foto tersebut. Bukan karena saya tidak peduli kalau ada orang yang terluka di Israel (saya juga merasa kasihan sama anak-anak di sana), tetapi saya ketawa karena melihat begitu minim kerusakan yang disebabkan roket tersebut. Memang bisa berbahaya, tetapi sepertinya, dari foto yang ada dan juga tayangan di televisi, seorang warga Israel harus berdiri persis pada tempatnya di mana roket itu jatuh untuk kena luka. Selama perang, ternyata hanya 4 orang Israel mati dari serangan roket Hamas. Sebaliknya, sudah 1054 orang Gaza yang wafat dari serangan Israel.

Kemarin saya sudah ketawa juga karena pada saat nonton Al Jazeera, ada tayangan seorang warga di Israel Selatan yang sedang berjalan kaki pada saat sebuah roket Qassam jatuh di belakangnya. Kejadian tersebut direkam oleh CCTV di luar sebuah gedung. Roket jatuh sekitar 15-20 meter di belakang orang itu, dan dia kelihatan kaget, tetapi sesudahnya dia berjalan terus, dan sepertinya dia tidak terluka sama sekali. Saat nonton, saya hampir lupa bahwa ini berita Al Jazeera karena lebih mirip tayangan “America’s Funniest Home Videos”!

Setelah saya kopi dan bandingkan beberapa foto dari internet, kelihatan dengan jelas sekali bahwa perang ini begitu jauh dari keseimbangan, begitu jauh dari balasan yang wajar, begitu jauh dari sikap manusiawi, bahwa perlu dipertanyakan apakah orang Yahudi di Israel, pemerintah di Amerika dan pemerintah di bangsa Arab seperti Mesir masih sehat akalnya? Dari kumpulan foto ini, kelihatan sekali bahwa manusia yang sehat akalnya tidak akan menyatakan Israel sedang “membela diri”.

Justru lebih wajar kalau kita bertanya, “SIAPA YANG PALING PERLU MEMBELA DIRI DI SINI???”

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Israel kena roket Qassam dari Gaza


Lalu Gaza kena bom ini



Israel kena roket


Gaza kena bomb ini



Israel kena roket


Gaza dapat balasan ini




Atap rumah di Israel rusak



Atap2 rumah di Gaza rusak




Rusak tanpa asap/api


Tetapi Gaza kena ini




Satu rumah di Israel kena lubang kecil ini


Dan Gaza dapat balasan ini dari kaum yang merasa "membela diri"


Sekarang coba menjawab pertanyaan:


SIAPA YANG PALING PERLU MEMBELA DIRI DI SINI???




4 comments:

  1. Assalamualaikum Wr Wb,

    Memang tidak sebanding dgn kerusakan yg terjadi di Palestine, gedung gedung, masjid , sekolah, rumah sakit, tempat tinggal, infrastruktur semua habis.

    Bagaimana nasib Palestine ke depan ya …

    Roket qassam itu juga diluncurkan sebelum agressi militer zionis Israel ke Gaza sbg bentuk protes rakyat Palestine atas berbagai embargo yang dilakukan oleh pihak zionis, dan hal ini dijadikan alasan zionis Israel utk menyerang Palestine.

    Kemana mata dunia sebelumnya, teriakan rakyat Palestine tidak di gubris, padahal pd masa embargo tsb byk rakyat Palestine yang menderita, ada yang hanya makan berbekal rumput ilalang, kesulitan BBM, kesulitan air bersih.

    Baru setelah terjadi agresi militer zionis Israel ke Gaza, dunia pun baru menyadari betapa sulit & menderitanya kehidupan rakyat Palestine & betapa kejamnya zionis israel.

    PBB, HAM, rakyat sedunia … mengapa hanya diam terpaku asyik menikmati tayangan peperangan yg tdk seimbang… sibuk dgn perundingan … tanpa disadari korban terus berjatuhan dari hari ke hari

    Kembali Palestina harus berjuang bertahan hidup … sendiri lagi …tanpa bantuan … hanya teriakan dan doa yang dapat dipanjatkan oleh rakyat Palestine yang saat ini msh berkesempatan hidup.

    Andai semua muslim menyadari bhw dunia ini adl ladang amal, dan akhirat itu kekal … pastinya byk yg berlomba mengumpulkan tabungan utk hari akhir termasuk memberikan apapun yang dia miliki utk saudaranya yang saat ini hidup bertahan nyawa.

    Mari berjihad baik secara makati maupun maknawi, semoga Allah SWT membukakan qolbu kita semua dengan limpahan kebaikan, amin



    Wassallam,
    Faza

    ReplyDelete
  2. hmmm .. sebenarnya bukan begitu, bukan karena rocket palestina lalu seolah olah israel membalas dan membabi buta .. yang mulai ya israel .. bukan palestina ... dari dulu mereka menjajah ....

    ReplyDelete
  3. saya link ya site ini, nice site

    ReplyDelete
  4. Assalamu'alaikum wr wb

    Gaza hari ke 20......
    Kalau bukan karena pertolongan Allah, mungkin Gaza tak bisa bertahan sampai dengan hari ini.Hitungan matematis secara fisik para mujahid Palestina kalah dalam berbagai hal, mulai dari persenjataan yang seadanya dan hanya punya jangkauan puluhan meter saja, jumlah pasukan yang terbatas, bahan pangan dan obat-obatan yang tak kunjung datang.Bagaimana rasa sakit Mujahid yang terluka tanpa pengobatan karena sulit mencari rumah sakit ? Berapa hari mereka tidak makan ? Berapa hari mereka tidak minum ? Tapi saya yakin do'a dan sholat malam tak akan pernah mereka tinggalkan.Mereka punya keimanan yang kuat.

    Lihat saja saat Gaza digempur habis-habisan, warga Gaza tetap mendatangi Masjid-masjid yang tak lagi utuh menaranya karena dibombardir Israel,untuk tetap sholat berjama'ah saat mendengar adzan dikumandangkan.Mereka berani ambil resiko walau mungkin bisa kena bom atau tertembak tentara Israel.Israel boleh saja punya target hanya dalam 5 hari bisa menaklukan HAMAS dan Gaza, tapi ternyata melebar sampai dengan hari ini.

    Kalau sekarang Israel menang secara fisik dan persenjataan maka Palestina menang secara moral dan keimanan.Sekarang saja sudah banyak tentara Israel yang depresi dan menolak berperang dengan HAMAS.Setelah perang usai bisa jadi banyak tentara Israel yang menghuni rumah sakit jiwa.Mereka membuat makar maka Allah sebaik-baiknya Pembuat makar.

    ReplyDelete