Thursday, February 05, 2009

Kita Bisa Percaya Pada Berita Dan Info Yang Mana? # 2

Assalamu’alaikum wr.wb.,


Saya hanya terjemahkan yang ada di BBC karena saya kira penting untuk diketahui oleh ummat Islam. (Ternyata ada beberapa yang protes). Baik benar maupun salah informasinya, kita perlu tahu apa yang dikatakan dunia tentang Islam dan komunitas yang beragama Islam. 

Membuktikan Taliban tidak bersalah kayanya tidak mungkin. Mendapat kepastian 100% bahwa mereka bersalah juga kayanya tidak mungkin. Dan kalau saya ke sana sendiri, setelah kembali dan lapor di sini bahwa mereka memang buruk, banyak yang tidak mau percaya pada saya karena tidak suka beritanya, dan saya pasti dituduh sebagai agen CIA. Dan sebaliknya kalau saya lapor bahwa mereka ibarat malaikat, berita itu pasti disambut gembira dan dipercayai 100% (tanpa ada yang menuduh saya agen CIA).

Sayangnya, ada banyak sekali orang di sini seperti itu. Saya hanya bisa berusaha memberi pencerahan sampai batas kemampuan saya sebagai guru. Kalau banyak yang tidak bisa terima apa yang saya ajarkan, saya hanya bisa bersabar. 

Saya punya banyak sekali berita seperti itu dari manca negara, tetapi jarang sebarkan karena saya tahu kebanyakan orang di sini tidak mau baca dan tidak mau tahu. 

Saya berharap akan datang suatu hari di mana ummat Islam lebih percaya diri dan bisa menerima berita buruk seperti itu dengan lapang dada, tanpa menjadi emosi, dan bisa berdiskusi saja tentang benar/salahnya berita itu. Tidak perlu menghujat atau membakar gedung. Cukup dibahas saja, dan sampaikan pendapat setuju atau tidak setuju. 

Sesudah itu, ummat Islam berada dalam posisi “tahu” apa yang dikatakan dunia. Dan kalau dianggap tidak benar, kita bisa menjelaskan (hak balas) lewat berita, blog, pejabat pemerintah, dll. Sayangnya, banyak orang di sini merasa sangat sensitif dan merasa yakin semua orang Muslim di dunia ibarat malaikat, dan kalau tidak, orang lain tidak boleh tahu. Sayangnya, orang non-Muslim di manca negara sudah tahu duluan, jadi itu memberi kesan bahwa orang Islam lugu atau bodoh karena hanya kitalah yang “tidak tahu”. 

Saya kira ada manfaat yang cukup besar kalau kita tahu berita yang baik dan buruk tentang Islam dari luar negeri. Menolak berita itu kalau negatif bukan solusi. Kita perlu terima dulu, bandingkan dengan sumber info yang lain, dan mempersiapkan diri kalau suatu hari ada kesempatan untuk membahas semuanya dengan orang non-Muslim. 
Kalau saya bawa teman kampus dari Australia ke sini, dan minta kalian berdiskusi dengan dia tentang Islam, mungkin kalian hanya bisa menjelaskan Islam sesuai dengan al Qur’an dan hadits (dan memang itu benar). 
Tetapi kalau dia sudah lama ikuti berita seperti yang saya kirim kemarin (Taliban), dan mulai bertanya2 tentang berbagai kejadian di dunia, dengan harapan kalian bisa menjawab, mungkin kebanyakan orang hanya bisa “menolak” saja dan katakan “Itu tidak benar. Propaganda. Tidak mungkin.”

Kalau dia kurang percaya, dan minta bukti, anda tetap tidak bisa memberikan laporan berita yang bertentangan, jadi yang ada hanya pendapat semata. Lalu, dia tidak bakalan terima, dan dia akan pulang dengan kesan orang Islam awam sekali tentang dunia, dan tidak jujur untuk mengakui apa yang terjadi. Dan karena itu, dia tidak akan tertarik pada Islam.

Jangankan dengan orang barat yang kafir, saya yakin kebanyakan orang tidak bakalan bisa berdebat dengan saya tentang Islam (kalau saya ambil posisi anti-Islam, ibaratnya orang kafir). Di sini, banyak orang belum memahami Islam secara keseluruhan dan tidak melihat Islam seperti apa di manca negara. Jadi kalau orang barat sudah tahu, dan dia bertemu dengan orang Indonesia yang Muslim, yang sering terjadi adalah orang Islam di sini tidak sanggup menjelaskan Islam dengan cara yang memuaskan bagi si bule, dan juga tidak sanggup menjawab semua pertanyaannya karena terlalu sulit. 

Kalau hal seperti itu terjadi, sering ada yang telfon saya dan minta tolong. 
Halangan pertama memang bahasa. Tetapi orang Indonesia yang lancar dalam bahasa Inggris tetapi tidak bisa menjelaskan Islam, dan kalau bisa, tidak bisa menjawab pertanyaan susulan (seperti Taliban, Nabi menikah dengan banyak wanita, sunatan wanita di Afrika, perbudakan yang masih terjadi, dan lain-lain). 
Jadi, untuk maju sebagai sebuah ummat, kita tidak perlu takut untuk menghadapi berita buruk karena kita sudah jelas dalam kebenaran. Tetapi karena banyak orang merasa sensitif, emosi, dan tidak terbiasa berdebat, yang terjadi adalah orang cepat naik darah, menolak berita dengan keras, menghujat orang yang bicara, dan kemudian mencari gedung yang bisa dibakar. Lalu citra ummat Islam turun lagi di mata dunia.

Insya Allah akan segera datang suatu hari di mana ummat Islam menjadi kaum yang paling maju di dunia, dan Indonesia menjadi superpower tunggal. Heheh. Saya berharap akan ada harinya di mana orang Amerika mengirim anaknya ke sini untuk kuliah supaya menjadi orang paling hebat dan mulia di dunia. Kayanya masih lama hari itu…

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene

8 comments:

  1. Asslamualaikum Wr.WB..

    om gene yang baik..., kayaknya dari beberapa komentar tidak ada yang otomatis menyalahkan pendapat om gene tentang Taliban, tapi menyatakan banyaknya pandangan dan berita yg berbeda-beda yang diterima simpang siur oleh muslim di indonesia, jadi kebanyakanpun bilang ber-thabayun dulu...,
    Sedikit hati-hati menyikapinya, bisa jadi yang ditulis media memang benar adanya, tapi dikemudian hari kalau ada berita yang bertolak belakang lagi, kita bisa mensikapinya lebih bijak.

    Arus informasi yg bertubi2 masuk ke indonesia baik lewat internet atau media lainnya, saya rasa cukup membuka pikiran 'sebagian' muslim di indonesia bisa menyikapi persoalan ummat islam di dunia dengan bijak,
    saya harap om juga jangan menilai sama rata semua muslim di indonesia selalu Menolak keras, jika ada berita buruk tentang orang islam dan menganggap itu fitnah belaka.
    kan pernah saya tulis: orang islam juga manusia biasa, pernah khilaf dan dosa, ga ada yang sesempurna malaikat dan tidak semua muslim itu sehebat ustaz atau kyai dalam hal agama- Kan sudah menjadi tugas sebagian muslim lain yang diberikan ilmu, pendidikan tinggi, pengetahuan luas, untuk saling berbagi dan membantu saudaranya sesama Muslim agar mengenal islam dan kewajibannya juga Alloh SWT dengan baik. Itu Tugas kita semua kan, semua muslim itu bersaudara tanpa memandang ras atau darimana dia berasal, bule atau tidak bule, Dimata Alloh yang membedakan tingkat ketaqwaannya kan...
    ya wiss:)

    Salam
    Rahma

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum wr wb

    Membaca dua tulisan terakhir Pak Gene, saya merasa seperti murid yang sedang dinasehati gurunya hehe...

    Memang tidak banyak muslim yang berpikir dari sudut pandang seperti cara berpikirnya Pak Gene, karena selama ini Islam sudah terlalu banyak didzolimi oleh barat, bahkan oleh orang yang tetap mengaku Islam seperti JIL yang malah mendiskreditkan Islam, jadi wajar kalau umat Islam agak berhati-hati dalam menilai sebuah kesalahan umat Islam yang lain, bahkan merasa lebih nyaman saat tidak berkomentar tentang sebuah keburukan umat Islam yang lain.


    Coba flash back, dalam buku sejarah peradaban Islam, masa-masa menjelang kejatuhan kejayaan Islam juga ada kisah segelintir umat Islam yang berperilaku buruk, semangat ekspansi memperluas da'wah Islam sementara dekadensi moral dan sifat cinta dunianya juga tidak terhindarkan.Atau saat terjadi peperangan antara Ali bin Abithalib di satu pihak dan ummul mu'minin Aisyah ra di pihak yang lain, atau kisah peperangan antara Ali dan Mu'awiyah yang notabene sama-sama muslim, walau kita tahu faktanya bahwa ada pihak khawarij yang mengadu domba, bukankah itu juga suatu aib atau keburukan yang menjadi bagian dari perjalanan umat Islam ?

    Masalah-masalah yang Pak Gene sebutkan diatas sebenarnya sudah terdengar sejak lama, tapi bukankah pada setiap perintah dan sunnah sudah ada penjelasannya kenapa hal itu dilakukan, dan dengan perbedaan itu umat Islam lebih cenderung memposisikanya sebagai perbedaan dalam memahami hadits atau tafsir.

    Mungkin kesalahan, keburukan yang pernah terjadi dulu bahkan yang sekarang berlangsung bisa dijadikan ibroh, pelajaran bagi umat Islam yang lain. Yang jelas kita harus meyakini bahwa itu semua bukan subtansi dari ajaran Islam, tapi lebih kepada kesalahan dan keburukan pelakunya.

    Cukup sudah barat memblow up dan menjadikan satu keburukan umat Islam sebagai headline, sementara kebaikan-kebaikan Islam hanya ditempatkan disudut kolom kecilnya.Sementara umat Islam harus berlaku sebaliknya, blow up lah semua kebaikan dan keunggulan ajaran Islam dan tempatkanlah oknum-oknumnya pada kolom kecil sebagai bagian dari perjalanan umat Islam itu sendiri.

    Wallahu a'alam

    ReplyDelete
  3. Afghanistan (armnews) - Baru baru ini jurnalis Asia Times Syed Saleem Shazhad mengeluarkan sebuah rekaman video, pada video itu si jurnalis sedang mewawancarai seseorang yang mengaku sebagai komandan Imarah Islam Afghanistan bernama Ziaur Rahman untuk propinsi Nooristan dan Kunar. Situs unjustmedia mengirimkan rekaman video tersebut kepada juru bicara sekaligus koresponden resmi Imarah Islam Afghanistan, Zabihuallah Mujahid, setelah melihat video itu dia kemudian memberikan

    "Di Nooristan dan Kunar, kami tidak memiliki seorang komandan bernama Ziaur Rahman, begitupun kami tidak mengenal orang yang ada di video itu, yang mengaku sebagai komandan Imarah Islam Afghanistan propinsi Nooristan dan Kunar. Komandan untuk daerah itu yang sebenarnya adalah Malvi Abdul Raheem. Sebelum seorang pejuang atau komandan dari Imarah Islam Afghanistan berbicara kepada wartawan dia harus mendapat izin dari departemen media Imarah Islam, begitu juga dengan wartawan yang akan melakukan wawancara, untuk diketahui bahwa lebih dari enampuluh persen wilayah Afghanistan dibawah kendali Imarah Islam".

    Syed Saleeem Shazhad pada video ini mengaku telah berkeliling di beberapa daerah di Afghanistan, akan tetapi Imarah Islam Afghanistan menolak klaim ini. Komandan palsu pada video itu mengatakan bahwa dirinya merupakan buronan dengan bayaran tinggi bagi siapa yang bisa menangkapnya, pengakuan komandan palsu itu juga ditolak oleh Imarah Islam Afghanistan dan kami punya daftar seluruh komandan Imarah Islam Afghanistan yang kepalanya dicari penjajah Amerika dan nama komandan palsu itu tidak ada dalam daftar kami, kata jubir Imarah Afghanistan, Zabihuallah Mujahid.

    Situs unjustmedia menerka-nerka, kenapa jurnalis itu melakukan kebohongan dengan membuat video dan mengatakan seseorang yang tidak dikenal kepada dunia bahwa dia seorang Taliban, apa yang dia cari dengan kebohongan ini, siapa yang membayarnya dan untuk apa dia menyebarkan informasi kebohongan ini. Kami menghimbau masyarakat dunia agar mewaspadai jurnalis palsu Syed Saleeem Shazhad, yang kelakuannya telah mencoreng dunia kejurnalistikan dengan klaim bohongnya.(prince/muslimdaily/unjustmedia)

    Video tersebut dapat dilihat pada link di bawah ini, silakan klik :

    http://theunjustmedia.com/clips/afgha/July08/fake/fake.htm

    Ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum. Ini saya ambilkan ayat2 mengenai sebuah berita.

    Bagaimana menghadapi berita yang dibawa orang fasik?

    Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
    QS. al-Hujurat (49) : 6

    Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekefiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
    QS. al-Hujurat (49) : 7

    sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
    QS. al-Hujurat (49) : 8

    Bagaimana Cara menyelesaikan sengketa antara kaum Muslimin?

    Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
    QS. al-Hujurat (49) : 9

    Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.
    QS. al-Hujurat (49) : 10

    Bagimana sikap kita terhadap orang yang berbeda pendapat?

    Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
    QS. al-Hujurat (49) : 11

    Bagaimana dalil tentang prasangka?

    Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
    QS. al-Hujurat (49) : 12

    semoga ayat2 diatas dapat bermanfaat.
    Wassalamualaikum

    Ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr Wb,

    Setuju sama Arif, sebagai bahan intropeksi kita semuanya.

    Kita semua adalah ciptaan Allah SWT yang Maha Besar, Maha Kuat & Maha Lembut, sudah selayaknyalah manusia sadar akan hakikat dirinya.

    Mudah mudahan Allah SWT melimpahkan pada kita semua rahmat dan hidayahNya serta kemudahan dalam menggapai ridhoNya, amin.



    Wassallam,
    faza

    ReplyDelete
  6. Assalamu'alaikum wr wb

    Dalam setiap perang melawan pejuang Islam pihak Barat dan Israel serta medianya selalu menyebarkan info bahwa para pejuang Islam menggunakan anak-anak dan wanita di garis depan sebagai tameng keselamatan pejuang Islam,lihat saja saat Rusia menyerang Bosnia Herzegovina, saat Amerika menyerang Iraq atau saat Israel agresi ke Palestina, isu itu mereka angkat untuk memojokan pejuang Islam.Mungkin disini kita bisa tidak percaya tapi berapa banyak orang diluar sana yang percaya dengan berita-berita tersebut.

    Kabar terbaru Presiden Obama akan menarik 142.000 personil pasukannya dari Iraq, tapi dipindahkan ke Pakistan dan Afghanistan, dan siap menjadikan Afghanistan sebagai neraka baru dengan dalih menumpas Taliban dan Al-qaida meneruskan warisan pendahulunya George Bush. Maka selamanya AS dan Israel akan memecah belah kekuatan dunia Islam, kapan Ummat Islam mulai mau bersatu ??

    ReplyDelete
  7. kalau hanya bisa mengutip dalil sih mudah,kan sudah ada dalam al-qur'an dan hadits,siapapun bisa mengutipnya,tapi itu tidak bisa hanya dijadikan slogan saja, bagaimana aplikasi dan implementasinya dalam kehidupan nyata yang kongkrit,kongkrit,kongkrit !! beri gambaran yang membumi dong bagaimana cara menyelesaikan persoalan umat islam !!

    ReplyDelete
  8. Assalamualaikum Wr Wb.

    Maaf buat Anonymous, saya disini hanya sebagai penengah bukan sebagai hakim, jadi saya hanya mau menunjukan dalil yang berhubungan dgn pokok permasalahan mereka yg sdang diskusi. kalau saya dibilang hanya bisa ambil dalil aja, ya mohon maaf mungkin kemampuan saya hanya sebatas itu, Inshaallah saya akan belajar lagi.

    saya harap saudara bila mengirim message/kritik/saran tolong gunakan nama saudara sehingga jelas siapa yg bertanya dan siapa yg menjawab. bukan pribadi seorang muslim yg hanya berani lempar tangan sembunyi muka. ya kita semua adalah pencarai ilmu, tidk ada yg lebih pintar atau lbh bodoh, yg ada jika saya paham 1 ayat maka saya sampaikan 1 ayat, jika saudara paham 10 ayat maka saya mau belajar 10 ayat dr saudara. trimakasih


    wassalamalaikum

    ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete