Wednesday, March 11, 2009

Profit atau Kesehatan Anak? Gaya Bisnis Versi AS

Disebabkan tekanan yang besar dari publik dan ancaman hukum, 6 perusahaan besar di AS telah setuju untuk berhenti menjual botol susu bayi yang dibuat dari bahan plastik keras (polycarbonate), dan mengandung zat bernama bisphenol A. Zat bisphenol A ini adalah sebuah kimia yang sering digunakan oleh berbagai industri, tetapi ada dugaan kuat bahwa zat ini bisa mengganggu perkembangan manusia (terutama bayi dan anak).

Enam perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka tidak akan menjual botol bayi seperti itu yang dibuat dari zat plastik polycarbonate (yang mengandung bisphenol A) di Amerika Serikat. Salah satu perusahaan tersebut, Avent, yang dimiliki oleh Philips Group, menyatakan bahwa mereka akan berhenti menjual produk tersebut di AS. Tetapi juru bicara juga mengatakan bahwa mereka akan “TETAP MENJUAL BOTOL ITU DI NEGARA-NEGARA LAIN.”
(“The company will continue to sell polycarbonate baby bottles elsewhere in the world, she said.”)

Sebuah koran harian bernama The Chronicle melakukan testing sendiri, dan menemukan bisphenol A di dalam lapisan plastik pada buku anak (waterproof cover), dalam berbagai mainan bayi, dalam mukanya sebuah boneka, dalam boneka kuda, dan juga dalam botol susu untuk bayi.
Studi-studi yang telah dilakukan tidak menunjukkan kerusakan besar pada binatang percobaan atau manusia, tetapi ada juga lebih dari 150 studi dari pemerintah dan universitas yang menunjukkan berbagai masalah, walaupun pada dosis yang rendah. Berbagai studi menunjukkan bahwa jumlah kecil bisphenol A bisa menyebabkan kerusakan otak, kerusakan sistem reproduksi, mengubah kelenjar dada dan prostat, dan bisa menimbulkan penyakit jantung, obesitas, dan diabet.

KESIMPULANNYA:
Perusahaan di AS, kalau diberitahu ada masalah dengan produknya, yang bisa membahayakan anak dan bayi, menjadi bersedia menghentikan penjualan dari produk tersebut… DI AMERIKA, di mana semua orang kenal pengacara dan setiap tahun ada perusahaan besar yang diganggu dengan tuntutan hukum dari konsumen yang dirugikan.
Tetapi di lain negara, misalnya, di Indonesia, di mana banyak orang asal beli produk-produk impor, dan seringkali tidak tahu kalau apa yang mereka beli itu baik untuk kesehatan atau tidak, maka perusahaan AS ternyata sama sekali tidak peduli pada perkembangan dan kesehatan anak dan bayi.

Sumber: Truthout.org
Six Firms Stop Sales of Hard-Plastic Baby Bottles

4 comments:

  1. Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi


    Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung, setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani program housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Ia melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu "Mengapa Yahudi Pintar?"

    Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, saat Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya --- sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun karena harus mengumpulkan data-data setepat mungkin.

    Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan ... Di Israel, setelah mengetahui sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal secara bersama-sama.

    Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan (kebetulan Stephen suka matematika). Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?", dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." Tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
    Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

    Hal lain adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

    Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban bagi ibu yang mengandung untuk mengonsumsi pil minyak ikan.

    Ketika diundang makan malam bersama orang-orang Yahudi, begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan, saya perhatikan mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)".

    Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

    Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk, akibatnya, lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

    Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

    Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

    Selanjutnya Stephen mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

    Dalam pengamatan Stephen anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola, ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

    Menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak --- tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

    Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun ke belakang!".

    Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

    Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius, apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi.

    Satu lagi yg diberi keutamaan ialah fakultas Ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan serius belajar ekonomi. Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkan, Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

    Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.

    Kesimpulan pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses --- melewati beberapa generasi mungkin?
    ------------

    Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza --- seperti kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang. Hampir setengahnya adalah anak-anak.

    Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 H., Ismael Haniyye, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3.500 anak-anak Palestina yang hafidz al-Quran. Dan anak-anak yang hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?", demikian pemikiran yang berkembang di kalangan orang-orang Yahudi.

    Tak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

    Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Lalu bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya?

    Ambil contoh tetangga kita yang terdekat, Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

    Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "goblok!"? (kata goblok bukan dari penulis melainkan dari Stephen Carr Leon sendiri). Dia sudah menemukan beberapa bukti yang menyokong teori ini ...

    "Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu. Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ 0.7!

    Hasilnya? Dengan penduduk berjumlah jutaan orang, berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Apakah mereka dapat berbahasa selain bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar menguasai bahasa Inggris? Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok?

    Anda fikirlah sendiri ...

    http://sabili.co.id/

    ReplyDelete
  2. ^^^

    hoax lagi tuh boss...

    Dr Stephen Carr Leon itu cuma tokoh fiktif internet untuk membesar-besarkan "kehebatan" yahudi.

    oom gene mungkin sudah terbiasa dengar omong kosong model ginian hehe..

    ReplyDelete
  3. I also think this article is a hoax. I found this:

    After reading the article, I google-d for Dr Stephen Carr Leon. I was hoping that I could get the English version as the sender of this article claimed he found Dr Leon's article on the web. But, I wasn't surprised when I COULD NOT FIND any English version of this thesis. Do this, and you'll only get a list of all the Malay translated article.

    And for this, I may conclude that:
    • Dr Stephen Carr Leon DOESN'T EXIST. Neither does his thesis.
    • An Average Joe wrote this article but he had to claim that it is a thesis so that the article looks like it is proven BY RESEARCH.
    • The moment I read the thesis is entitled "Why the Jews so smart", I knew this is a hoax. The sentence may have semantics, but not the grammar. What happened to "Why the Jews ARE so smart"?? Someone ate the ARE in the process of translation?
    • He wrote this for his PhD?? What the fish. I've never seen a thesis this simple for a PhD level.
    http://bedtimestorie.blogspot.com/2009/02/who-fish-is-dr-stephen-carr-leon.html

    ReplyDelete
  4. Assalamu'alaikum wr wb

    Saya pribadi lebih melihat azas manfaat dari sebuah artikel dan ibroh/pelajaran apa yang bisa kita ambil dari tulisan tersebut.Mungkin posting dari Sabili tsb tidak bermaksud untuk membesar-besarkan kehebatan yahudi, tapi membiarkan pembaca mengambil hikmah dari hal tsb.Kalaupun penelitian dan sang Profesor itu fiktif selagi itu masalah ilmu dunia dan masuk akal, kenapa kita tidak bisa mengambil hal positipnya ?

    Bangsa Yahudi selama ini memang lumayan menguasai dunia, Amarika saja tunduk dengan lobo-lobi mereka.Saya tidak ingin mengatakan mereka pintar, tapi licik dan berstrategi !! Kalau bukan karena kelicikan kaum Yahudi, mereka tak akan bisa menguasai tanah palestina sekarang ini ! Kalau bukan karena kelicikan Yahudi, mereka tak akan bisa menguasai perekonomian dunia saat ini !

    Saya jadi ingat hadits pohon Ghorqod

    “Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata: hai Muslim! Hai hamba Allah!ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuh dia!Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah dari pohonnya orang Yahudi.” HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51. Lu’lu’wa al-Marjan III/308

    Tidak dijelaskan dalam hadits ciri-ciri pohon itu seperti apa, tapi mereka yakin dan berlomba-lomba menanami tanah Palestina yang mereka duduki secara tidak sah, dengan pohon yang mereka anggap sebagai pohon ghorqod, karena mereka percaya pohon itulah yang akan melindungi mereka dari serangan kaum muslimin.

    Nyatanya Yahudi mengakui kesahihan hadits diatas dan telah menanam pohon-pohon itu sesuai persangkaan mereka. Jewish National Fund (www.jnf.org) bagian JNF Store (Tress For Israel Certificate) disebutkan mereka telah menanam 220 juta batang pohon ini di tanah Palestina.Lucunya mereka juga mengiklankan dengan serius dan professional bahwa siapa saja bisa membeli pohon itu secara online dan kemudian menyumbangkannya ke Israel untuk ditanam. Harga sebatangnya US$18 dan siapa beli tiga seharga US$36 akan mendapat satu batang gratis! Hehehe…

    Bukan karena keimanan mereka percaya hadits kaum muslimin tsb tapi lebih kepada rasa KETAKUTAN dikalahkan oleh kaum muslimin. Pintar-pintar bodoh kan.

    Bisa jadi sifat licik dipadu dengan rasa takut kaum Yahudi itulah yang menjadikan mereka unggul untuk saat ini dibanding kaum muslimin.Berapa banyak kaum muslimin yang mau mengkaji ayat-ayat al Qur'an dan menjadikannya way of life mereka pedahal sudah dijamin kebenarannya oleh Allah.Berapa banyak kaum muslimin yang mau menjadikan hadits-hadits Rosul sebagai petunjuk kegiatan harian mereka.Kalau ada hal-hal baik yang dilakukan oleh kaum Yahudi bisa jadi mereka mengambil dan mencotek dari ajaran Islam yang oleh orang Islamnya sendiri sudah ditinggalkan…

    Wallahu'lam Bishawab

    Wassalamu'laikum

    tara

    ReplyDelete