Tuesday, March 10, 2009

Vatikan: Perbankan Barat Harus Melihat Sistem Keuangan Islam

Kamis, 5 Maret 2009 | 16:42 WIB

ROMA, KAMIS — Vatikan mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Vatikan bilang, perbankan dunia seharusnya melongok pada peraturan keuangan Islam untuk meningkatkan kembali kepercayaan para nasabahnya di tengah krisis global seperti sekarang ini.
“Prinsip yang beretika yang diusung perbankan Islam dapat mendekatkan pihak bank dengan para nasabahnya. Selain itu, spirit kejujuran harus tecermin dalam setiap jasa layanan yang diberikan,” demikian seperti yang tertulis dalam artikel harian Vatikan Osservatore Romano, Selasa (3/3) waktu setempat.

Loretta Napoleoni dan Claudia Segre, Abaxbank Spa Fixed Income Strategist, dalam artikel tersebut menulis, perbankan barat dapat menggunakan sejumlah alat, seperti obligasi syariah yang lebih dikenal dengan sukuk sebagai jaminan (collateral). “Sukuk juga dapat digunakan untuk mendanai industri otomotif atau pekan Olimpiade di London nanti,” tulis mereka.
Sebelumnya, pada 7 Oktober lalu, Paus Benedict XVI berpidato, konklusi dari hancurnya pasar finansial saat ini merefleksikan tidak ada yang abadi selain keberadaan Tuhan. Vatikan juga selalu menyoroti kondisi perekonomian global dan merilis sejumlah artikel yang mengkritik model pasar bebas yang banyak berdampak buruk dalam dua dekade terakhir ini.
Sementara itu, Editor Osservatore Giovanni Maria Vian mengatakan, “Agama yang hebat selalu memiliki atensi yang penuh terhadap dimensi perekonomian masyarakatnya.” (Barratut Taqiyyah/Kontan)

Sumber: Kompas.com

8 comments:

  1. jadi inget acara 'debat' semalam, kebetulan pak syafii antonio yg ikut debatnya juga...,
    ketika beliau dengan penuh ketenangan dan senyum mengungkapkan ttg perekonomian syariah..kubu yang kontra-ga banyak berkutik banyak. (saya malah iseng berpikir, waduh coba si arif ikut jadi audience-nya wah seru tuh.., kubu Uki yg terus menyerang dengan kata2 kapitalisme, ideologi, 2 panglima hukum dsb:)

    Tentang Vatikan yg respek sama sistem keuangan islam:> sumbernya dr pak hermawan kartawijaya, si pakar marketing itu.

    ReplyDelete
  2. beberapa hari yang lalu di tv one ada Pak Syafii Antonio yang lagi launching buku barunya yang berjudul " Muhammad, Super Leader, Super Manager " .Dari resensi bukunya sih bagus, aplikatif, senang saja mendengar pembicara dan Ustadz-ustadz seperti beliau, ilmu syari'ahnya ok tapi juga berwawasan, seimbang dalil aqli dan naqlinya, baik yang tersirat maupun yang tersurat, jadi bisa dimengerti oleh semua kalangan.

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum wr wb

    Mbak Tara ini saya paparkan ttg solusi Islam thdp mslh ekonomi, bgmn solusi dari partai Mbak Tara ttg krisis global ini?

    Sistem ekonomi yang diterapkan saat ini adalah sistem kapitalisme yang tidak mungkin bisa dikoreksi dengan pembaruan atau perbaikan pada lapisan kulitnya saja. Diperlukan perombakan sIstem yang sama sekali baru. Mengapa demikian ?

    Ibarat pondasi rumah, pondasi kapitalisme sangat rapuh, yaitu sekulerisme. Adapun tiang-tiang penyangga bangunan kapitalisme juga sangat rapuh. Tiang yang sangat rapuh tersebut terdiri dari : Pertama, Ekonomi Berbasis Investasi Asing, Kedua, Ekonomi Berbasis Utang, Ketiga, Ekonomi Berbasis Uang Kertas (Fiat Money), dan Keempat, monetary based economy (ekonomi berbasis sektor moneter/keuangan non-real).

    Melihat fakta tersebut, untuk menyelesaikan krisis keuangan global secara komprehensif maka kita harus berpikir out of the box, keluar dari pakem Kapitalisme dan menggunakan kerangka berfikir Islam.

    Adapun konsep Islam dalam mengatasi krisis keuangan global adalah sebagai berikut :

    Pertama: Sistem ekonomi Islam secara tegas melarang Riba dan penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya. Karena itu, haram menjual barang yang tidak menjadi milik seseorang. Haram memindahtangankan kertas berharga, obligasi dan saham yang dihasilkan dari akad-akad yang batil. Islam juga mengharamkan semua sarana penipuan dan manipulasi yang dibolehkan oleh Kapitalisme, dengan klaim kebebasan kepemilikan.

    Ekonomi Islam tidak mengenal dualisme ekonomi– yaitu ekonomi yang terdiri dari sektor riil dan sektor keuangan, dimana aktifitasnya didominasi oleh praktik pertaruhan terhadap apa yang akan terjadi pada ekonomi riil. Ekonomi Islam didasarkan pada ekonomi riil. Dengan demikian, semua aturan ekonomi Islam memastikan agar perputaran harta kekayaan tetap berputar. Larangan terhadap adanya bunga (riba) bisa dipraktikan dengan melakukan investasi modal di sektor ekonomi rill, karena penanaman modal di sektor lain dilarang. Kalaupun masih ada yang berusaha menaruh sejumlah modal sebagai tabungan atau simpanan di bank (yang tentunya juga tidak akan memberikan bunga), modal yang tersimpan tersebut juga akan dialirkan ke sektor riil.



    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ(278)فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِن اللهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ

    Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian orang-orang yang beriman. Jika kalian tidak mengerjakannya (meninggalkan sisa riba), ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian. (QS al-Baqarah [2]: 278-279).

    Rasulullah saw.:

    الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَاْلفِضَّةُ بِاْلفِضَّةِ وَاْلبُرُّ بِاْلبُرِّ والشَّعِيْرِ بِالشَّعِيْرِ وّالتَّمَرُ بِالتَّمَرِ وَاْلمَلَحُ بِاْلمَلَحِ مَثَلاً بِمَثَلٍ وَيَدًا بِيَدٍ فَمَنْ زَادَ اَوْ اْستَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى

    (Boleh ditukar) Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jewawut dengan jewawut, kurma dengan kurma, garam dengan garam yang setaras (sama nilai dan kualitasnya) dan diserahterimakan langsung (dari tangan ke tangan). Siapa saja yang menambahkan (suatu nilai) atau meminta tambahan sesungguhnya ia telah berbuat riba. (HR al-Bukhari dan Ahmad).

    Sistem Ekonomi Islam menfokuskan pada manusia dan pemenuhan kebutuhannya, bukan pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

    Kedua: Sistem ekonomi Islam juga melarang individu, institusi dan perusahaan untuk memiliki apa yang menjadi kepemilikan umum, seperti minyak, tambang, energi dan listrik yang digunakan sebagai bahan bakar. Islam menjadikan negara sebagai penguasanya sesuai dengan ketentuan hukum syariah.

    Negara diwajibkan oleh Islam untuk memiliki peran langsung dalam pencapaian tujuan ekonomi, dan tidak begitu saja membiarkannya kepada sistem pasar bebas. Nabi Muhammad Saaw bersabda, ”Muslim berserikat dalam tiga hal yaitu air, padang rumput, dan api.” (H.r. Ibn Majah) Berdasarkan dari hadith Nabi tersebut, negara menguasai kepemilikan dari sumber daya alam berbasis api seperti minyak, gas bumi, penyulingan, instalasi pembangkit listrik sebagaimana sumber air. Dengan demikian, masyarakat tidak akan rawan untuk menjadi obyek eksploitasi perusahaan swasta yang meraup keuntungan dari instalasi strategis yang tersebut diatas. Negara juga akan mengontrol lembaga-lembaga yang mengatur atau mengurus instalasi tersebut sehingga mampu untuk segera bertindak ketika diperlukan dan sebelum terlambat.

    Ketiga: Sistem ekonomi Islam telah menetapkan bahwa emas dan perak merupakan mata uang, bukan yang lain. Mengeluarkan kertas substitusi harus ditopang dengan emas dan perak, dengan nilai yang sama dan dapat ditukar, saat ada permintaan. Dengan begitu, uang kertas negara manapun tidak akan bisa didominasi oleh uang negara lain. Sebaliknya, uang tersebut mempunyai nilai intrinsik yang tetap, dan tidak berubah.

    Adapun landasan syar’i ditetapkannya sistem emas dan perak sebagai standar mata uang negara adalah sebagai berikut :

    a. Islam mengharamkan menimbun keduanya, yaitu menimbun emas dan perak. Allah Swt. berfirman:

    )وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ(

    Orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah Swt. maka beritahukanlah kepada mereka azab yang pedih. (QS at-Taubah [9]: 34).


    b. Islam mewajibkan dari emas dan perak agar dikeluarkan zakatnya karena keduanya dianggap sebagai mata uang dan sebagai standar harga barang dalam jual-beli dan upah-mengupah tenaga kerja. Aisyah r.a. bertutur:

    »كَانَ يَأْخُذُ مِنْ كُلِّ عِشْرِينَ دِينَارًا فَصَاعِدًا نِصْفَ دِينَارٍ«

    Rasulullah saw. memungut zakat untuk setiap 20 dinar atau lebih sebesar setengah dinar. (HR Ibn Majah).


    c. Islam mewajibkan diyat (denda) dengan kedua mata uang tersebut (dinar dan dirham). Rasulullah saw. bersabda:


    »وَعَلَى أَهْلِ الذَّهَبِ أَلْفُ دِينَارٍ«

    Bagi penimbun emas (batas kena dendanya) adalah sebesar seribu dinar. (HR an-Nasa’i).


    d. Nishab (batas minimal) pencurian yang mengharuskan pelakunya dipotong tangannya adalah seperempat dinar atau lebih. Sesungguhnya Rasulullah saw. tidak memotong tangan pencuri dalam kasus pencurian yang nilainya tiga dirham. Rasulullah saw. bersabda:

    »تُقْطَعُ الْيَدُ فِي رُبُعِ دِينَارٍ فَصَاعِدًا«

    Tangan (yang mencuri) dipotong pada (kasus pencurian) seperempat dinar atau lebih. (HR al-Bukhari dan Muslim)


    Mohon maaf bila salah.

    Wassalammualaikum wr wb.

    ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Assalamu'alaikum wr.wb.,
    Hi Tara, makasih ya untuk informasinya. Kayaknya jarang2 aku denger ada launching buku sampai ditayangkan di stasiun TV. Sepertinya buku yang bagus, semoga sudah ada di TGA.

    Kalo tidak salah, bukunya Bapak Syafii Antonio ini yang lagi dikerjakan terjemahannya ama Gene Netto "Muhammad, Super Leader, Super Manager."

    Wa'alaikum salam wr.wb.,
    *irma*

    ReplyDelete
  5. Betul Irma. Saya mengedit bukunya sekarang. Sudah sampai bab 10, dan tinggal 2-3 bab lagi selesai. Tapi karena banyak kerjaan, belum bisa tuntas. Pak Syafii tanyain terus bukunya mana...

    ReplyDelete
  6. Kalau begitu saya harusnya bisa dapat buku itu gratis ya dari Pak Syafii, kan sudah ikut mempromosikannya, tuh mba Irmanya saja jadi tertarik...he...

    ReplyDelete
  7. ni penipuan, ada pemelintiran terjemahan. Jelasnya lihat di
    http://www.salib.net/Forums/viewtopic/p=14766.html#14766

    ReplyDelete
  8. Assalamualaikum Wr.WB

    saya udah baca kok..isinya tentang perdebatan..kesalah pahaman makna syariah...yg ditangkap non muslim.

    Fitnah?? difitnah tentang hal baik, kok takut....:)
    ya kalo emang didalam 'kitab suci' yg mereka percayai ada tatanan hukum seperti syariah dlm islam, silahkan digunakan.
    hukum tentang halal-haram, ya silahkan...,
    islam kan ga memaksakan org diluar islam mau makai hukum syariah termasuk dalam industri keuangan, kendati toh akhirnya justru org2 non muslim sendiri yg tertarik ikut bermain didalamnya.

    buktinya di eropa yg jadi kiblat kemajuan masyarakatnya mulai beralih ke perbankan syariah..., islam itu ga cuma jago teori..
    tapi banyak bukti yg dihasilkan, termasuk ikut menyumbang kemajuan peradaban dunia.

    Ketika orang prancis di paris masih tinggal digubuk reot, cordoba di spanyol sudah menjadi pusat kemajuan peradaban muslim dieropa..., apa itu cuma dongeng??
    buktinya nyata: al hambra dan andalusia, semua sejarah menyatatnya sama.

    Biarin aja deh.., siapa yg fitnah, ga merugikan kok, kalo pak syafii antonio yg bilang sendiri pas siaran live di TV, dia sampe bilang silahkan kros cek berita ini ke Hermawan kartawijaya (praktisi marketing handal ) dia baru datang dr vatikan dan cerita sendiri ke pak syafii.

    Salaaam
    Rahma

    ReplyDelete