Saturday, June 13, 2009

BLT Berasal dari Pinjaman Asing yang Berbunga Tinggi

Pinjaman Asing untuk BLT Berbunga Tinggi, Perberat APBN

Kamis, 11/06/2009 02:46 WIB
M. Rizal Maslan - detikPemilu
Jakarta - Sumber dana bantuan langsung tunai (BLT) terus dipermasalahkan sejumlah kalangan. Sebab uang tunai yang dibagikan secara langsung ke masyarakat ternyata berasal dari pinjaman asing dan Surat Utang Negara (SUN), yang akhirnya membebani APBN.

"BLT adalah salah satu penyebab defisitnya APBN. Karena BLT dibiayai dari pinjaman dan SUN dengan bunga yang tinggi. Sehingga memperberat APBN," kata pengamat ekonomi Deni Danuri melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Rabu (10/6/2009).

Perkataan Direktur Central Banking Crisis (CBC), tersebut menanggapi pernyataan Chatib Basri, tim ekonomi SBY-Boediono. Dalam jumpa pers di Kantor Bravo Media Center (BMC), Rabu (10/6/2009), Chatib mengatakan kalau sumber BLT berasal dari alokasi subsidi BBM. Bukan utang negara.

"Salah satu penyebab defisit APBN kita adalah pinjaman dan SUN. Jadi kalau dibilang sumber BLT berasal dari alokasi subsidi BBM, itu hanya istilah rekayasa APBN saja," tegas Deni.

Sebelumnya Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution dalam pertemuannya dengan DPR, Selasa (9/6/2009), mengatakan, dana BLT untuk rakyat berasal dari pinjaman asing dengan bunga antara 12-13 persen. ( zal / anw )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

Lihat juga:
BLT dari Pinjaman Asing : Pemerintah Harus Jujur Asal Dananya

2 comments:

  1. Assalamualaikum

    Tentang defisit APBN, ya memang APBN kita pasti defisit lha pengeluaran lebih besar dari masukan kok, ini secara sederhana.

    Untuk menutupi APBN yang defisit maka dibutuhkan pinjaman dari LN. karena kalau ga meminjam ya negara ini tidak akan berjalan.

    Aku punya temen yang kerja di Badan Kebijakan Fiskal yg ngurusin APBN, dia bilang bahwa pinjaman dari LN itu untuk membayar BUNGA UTANG LN. Bukan pokoknya lho...

    Mungkin benar yg dikatakan Prabowo, bahwa kita harus membangun perekonomian rakyat yg kuat.

    Perekonomian yang berbasis pada usaha rakyat yang tidak banyak berhutang di Bank, tidak berurusan dengan US$ hingga tidak terkena dampak krisis internasional. Bisa nggak ya?...

    Tanya aja ama cawapres Budiono, dia ahlinya.

    Kalau perekonomian kerakyatan kuat semoga tidak impor bahan pangan pokok biar Deptan ga dijual ama capres ......( bukan politik lho).

    Maaf kalau salah, silahkan dikoreksi......

    wasalam

    ReplyDelete
  2. iya sih mba nit, saya udah baca tuh komentar2nya bos nya mba nit, beliau jg pernah di interview TV, dan ngejelasin secara transparan ttg utang piutang..yg ternyata gede juga ya..., masih ada beban utang krisis 97/98 yg mesti dilunasi, jadi rasanya ga fair jg kalo nyalahin pemimpin incumbent, yang sekarang. besok yg jadi presiden lagi, mau engga mau tetap harus ngurusin perhutangan negara juga , biar lunas!
    pengamat ekonomi, politik, enak aja komentar sana-sini berdasarkan data A, B, C, tapi kalau disuruh menjalaninya sendiri, saya sih ga yakin pekerjaannya sesuai omongannya.., ya untuk itu kali dia dibayar, ngamat2in buat masukan dan bahan koreksi.

    ReplyDelete