Saturday, July 04, 2009

4 Mahasiswa Disiksa di Mesir

Sabtu, 04/07/2009 09:34 WIB
Mahasiswa Aljazair, Perancis dan Kanada Juga Ikut Ditangkap
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Tidak hanya mahasiswa asal Indonesia saja, penyiksaan juga dialami oleh mahasiswa asal negara lain. Mahasiswa Aljazair, Perancis dan Kanada juga diduga ikut mengalami penganiayaan usai ditangkap.

"Ternyata bukan hanya mahasiwa Indonesia, ada juga Perancis, Aljazair, kanada dan sejumlah mahasiswa dari negara lain, yang malam itu sama-sama ditangkap," kata Raidatul Firdaus, kakak salah seorang korban kepada detikcom, Sabtu (4/7/2009).

Tidak jelas bagaimana keadaan mereka saat ini. Namun menurut Raidatul, mereke diduga ditangkap dengan alasan yang sama dengan adiknya, Fahturrahman. Menurut Raidatul, adiknya mengalami penyiksaan paling parah. Setiap diajukan satu pertanyaan, maka satu setruman listrik mendarat di tubuhnya. "Bahkan sampai ke kemaluannya," kata Raidatul.

Pertanyaan yang diajukan seputar kegiatan Fahtur selama di Mesir. Bahkan, berdasarkan pengakuan adiknya, ia sempat ditanya soal hubungan dengan Osama Bin Laden. "Yah adik saya mana tahu, kerjaannya hanya main bola, belajar dan kuliah," tegasnya. Sistem interogasi yang digunakan pun bak teroris. Mata 4 mahasiswa naas tersebut ditutup selama ditanya di kantor polisi.

Empat mahasiswa asal Riau, Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi digelandang pihak kepolisian Mesir karena diduga terlibat gerakan Islam garis keras di mesir. Mereka juga dianggap bersalah karena salah seorang rekannya telah membuka situs Ihwan Muslim Online.

Keempat mahasiswa semester awal di Universitas Al Azhar itu kemudian dipukuli, ditelanjangi bahkan disetrum. Kabarnya, mereka pun tidak diberi makan selama di dalam tahanan. (cha/mad)

Sumber: Detiknews.com

4 comments:

  1. Asslamualaikum..
    Barusan juga diskusi dengan salah seorang teman alumni al azhar cairo, waktu nonton berita itu, dia cukup kaget, tp tidak mengira akan separah itu,dulu pernah juga mahasiswa INA ditangkap, dipenjarakan tanpa proses hukum karena diduga berhubungan dengan ikhwanul muslimin, ternyata tidak terbukti, Duta besar di mesir yg turun tangan langsung, selain utusan kedutaan, sistem disana tidak memperbolehkan ada penjengukan tahanan oleh warga INA biasa selain orang2 kedubes.
    Kebanyakan penjara disana, ada di bawah tanah. Kebebasan untuk melakukan pergerakan pemuda atau sebagainya sangat dibungkam di mesir, banyak intel2 yang disebar dimana-mana, bahkan jika berani menjelek2an husni mubarak pun katanya di tangkap, wah kalau om gene tinggal di mesir dan nulis artikel2 kritis ke pemerintahnya di blog.. langsung dideportasi kali om.

    Di sctv, ada cuplikan interview dengan salah satu korban, dia bilang alasan ditangkapnya karena teman 1 flatnya menempelkan poster di dinding kamarnya foto besar Ulama hamas, ahmad yasin. cm masalah poster aja???!

    Pergerakan ihkwanul muslimin banyak bergerak dari al azhar, ada salah satu dosen al azhar yg akhirnya jd anggota parlemen dan baru ketahuan kalau dia orang al azhar dan ikhwanul muslimin, pemerintah mubarak merasa kecolongan.

    Ya menurut versi cerita teman saya: pengaruh al azhar dan para ulamanya sangat besar di pemerintahan mesir, keputusannya mufti dan para ulama lebih tinggi di banding keputusan pemerintahnya sendiri, namun sekarang mulai berimbang, bahkan presiden mubarak menginginkan kampus putra dan putri tidak ada pemisahan lagi, menginginkan keterbukaan seperti kampus biasa, hal yang sangat ditentang oleh para ulamanya, mubarak mungkin ingin menerapkan sekulerisme jg di mesir?

    sekarang pemerintahan mesir banyak menekan otoritas kampus al azhar,
    kalau kata teman saya: cairo itu dulunya seperti punya 'pemerintahan sendiri' al azhar, bukan presiden di negaranya,

    Tapi masih jauh lebih baik (dari yang buruk) dibanding jadi mahasiswa di saudi arabiya..benar2 terbungkam habis.

    Jadi sebagian yg difilmkan KCB , seperti itu kenyataannya, jadi mahasiswa disana harus hati2 bergaul dengan penduduk mesir, kalau ketahuan, bahwa orang mesir yg menjadi teman itu adalah aktivis, padahal maksud kita cm berbaik hati menjamunya dan tidak ada urusan dengan aktivitasnya, kita tetap dipersalahkan..., hal2 seperti itu sudah jadi warning tersendiri bagi orang indonesia yang mau kuliah disana.
    ke 4 mahasiswa itu mungkin sedang kurang beruntung, seharusnya para seniornya harus memberitahu tentang sikap keras polisi dan pemerintah disana pada aktivis2 muslim.

    Salaam.

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum wr.wb.,
    Mungkin itu penyebabnya saya dihalangi dari kuliah di sana dulu. Tahun 1998-99, saya berniat kuliah S2 dan S3, cuma belum ambil keputusan mau ke mana dan belajar apa. Salah satu pilihannya adalah Al Azhar dan ambil syariah. Tetapi saya kena Hepatitis A, dan semua rencana saya dihentikan sampai dengan sekarang. Dari tahun 1999-2004, saya hanya bisa kerja dan bernafas, dan untuk lebih dari itu tidak begitu sanggup. Sering kali saya pikirkan kenapa tidak jadi ke Al Azhar, padahal banyak teman dapat kenikmatan belajar di sana.

    Mungkin kalau saya ke sana, memang akan kena masalah dengan pemerintah.
    Di sini, saya mengalami Orde Baru untuk beberapa tahun, dan menjadi kecewa juga bahwa semua teman sepertinya takut pada pemerintah, padahal pemerintah cuma sekian orang, dan rakyat jauh lebih banyak.
    Kalau saya tinggal di Mesir pada waktu itu, mungkin saya juga dipenjarakan karena bicara dengan orang yang “salah” dan membahas topik yang “salah”. Alangkah enaknya tinggal di Indonesia sekarang ya.
    Kasihan sekali saudara2 kita yang sesama Muslim di Mesir, yang tidak bisa lepaskan diri dari diktator.

    Kenapa ada begitu banyak diktator di dunia Islam?

    Wassalamu'alaikum wr.wb.,
    Gene

    ReplyDelete
  3. Ada yang tau nasib mereka sekarang ??? Pak SBY - Boediono or Yang punya otoritas tolong dong mahasiswa kita2 itu... harus ada langkah strategis yang cepat dong ...

    ReplyDelete
  4. pertanyaan yang menarik? kenapa ada begitu banyak diktator di dunia muslim...,

    >>masa kediktatoran sprt yg dimaksud pasti tumbang, mesir itu tinggal tunggu momentumnya saja.Dan faktanya para diktator di negara2 mayoritas muslim itu sebagian besar mendapat dukungan barat?? pemimpin2 itu menjadi 'budak' untuk menekan dan mengontrol pergerakan para aktivis muslim yg memperjuangkan keadilan, haknya, agamanya, dinegaranya sendiri. lalu mereka di cap extrimis plus teroris>>>




    Lalu saya punya pertanyaan lagi?
    -Kenapa selalu banyak tindak kekerasan yang terjadi karena mereka muslim-di eropa dengan diskriminasinya-

    di asia dan afrika-dengan invasi dan konspirasi2nya...
    untuk konflik2 , Benang merahnya semua selalu hampir sama= wilayah atau negara2 yang bermayoritas muslim, selalu menempati daerah2 sebagai sumber kekayaan bumi,
    misal: konflik di irak atau iran, daerah eropa timur, anak benua asia, yang terbaru xinjiang denngan provinsi urumqi nya.., semua potensi kekayaan dimuka bumi mayoritas wilayahnya dikuasai muslim.
    >>Termasuk indonesia yg tercengkeram juga>>>

    ReplyDelete