Sunday, August 23, 2009

Sesajen Dibuang ke Laut Jakarta untuk mencari Berkah dari Allah

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Membuang sesjen ke laut untuk mendapatkan berkah dari Allah? Kapan Nabi Muhammad SAW pernah melakukan itu? Sangat disayangkan bahwa masih banyak orang Muslim di negeri ini yang mengharapkan berkah dari Allah dengan cara melakukan hal-hal yang berbau syirik dan bid’ah. Kepada wartawan, katanya bermohon kepada “Sang Pencipta” dan “Maha Kuasa” tetapi mungkin maksudnya Dewi Laut, walaupun tidak disebut begitu di depan umum. Beberapa waktu lalu, di laut selatan dekat Yogya, ada berita yang serupa, dan di situ mereka melakukan hal yang persis sama, tetapi terang2 mengatakan bahwa mereka mengharapkan kemudahan dari Dewi Laut, walaupun mereka berpakaian Muslim pada saat membuang sesajen.

Kalau mau minta berkah dari Allah, bukan dengan cara buang sesjen ke laut, tetapi dengan cara berdzikir, shalat, melakukan amal saleh, dll. Shalat dilakukan, puasa dilakukan, syirik juga dilakukan terus….

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

********

Byur! Kerbau Dibuang ke Laut Jakarta
Sabtu, 15/08/2009 09:58 WIB
Andi Saputra - detikNews

Jakarta - Byur! Seekor kerbau yang telah disembelih dibuang ke laut sebagai rasa syukur kepada Sang Pencipta. Beserta sesajen lainnya, acara adat ini tampak meriah di Pantai Cilincing, Jakarta Utara.

"Ini sebagai rasa syukur kami atas anugerah Yang Maha Kuasa atas berkah selama ini," kata Prio (32) kepada detikcom di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu, (15/8/2009). Selain kerbau, dibuang juga berbagai jenis makanan, buah-buahan, lauk pauk dan sebagainya. Semua sesajen tersebut dimasukkan dalam sebuah kapal dalam perayaan yang disebut Nyadran.

Acara tersebut juga diikuti ratusan nelayan serta puluhan kapal motor tradisional. "Kami juga berharap semoga rezeki ke depan lancar," tambah Wawan (45), nelayan Kali Baru. Ikan di laut Jakarta kini sudah benar-benar susah didapat. Untuk jarak radius 1 mil dari pantai, tidak ada satu pun ikan yang hidup. Hal ini karena biota laut tidak bisa hidup akibat pencemaran laut yang sangat parah.

"Apalagi nelayan kami kebanyakan nelayan tradisional yang melaut jarak dekat. Tentu ini membuat posisi kami semakin sulit," kata Rozak (44), pelaut lainnya. (asp/nik)

Sumber: Detiknews.com

3 comments:

  1. ya begitulah..
    karakteristik muslim di indonesia yang belum bisa bercerai dari hal klenik, hal2 yang mendekati syirik di sebut 'kebudayaan nenek moyang yang patut dilestarikan;:(

    Dulu waktu dijogja, percaya ga percaya,saya pernah ketika menginap dirumah teman kira2 tahun 1998, waktu jamannya reformasi, kata orang tua si teman dan katanya nya lagi bahwa itu perintah sri sultan (raja jogja) untuk menghindari bala or musibah (kerusuhan di kota jogja) semua warga jogja disarankan membuat makanan tradisional kalau ga salah namanya klepon, lalu tiap orang di wajibkan memakannya dengan diam dan menahan napas sambil berdoa,ketika memakan kue2 tersebut, agar ga ada musibah yang datang???!! saya usil makan sesuka2nya tanpa menghiraukan himbauan teman dan keluarganya, malah di omelin:D.rasanya ga masuk akal, tapi tradisi yang kuat malah kadang keluar dari batas logika, lagi2 klenik.., masalah musibah kan tinggal mohon doa saja sama Alloh SWT, bukan pakai perantara kue.., yaaa katanya tradisi...,

    ReplyDelete
  2. inilah orang--orang yang gak ngerti agama. sesajen di tuang ke laut seolah-olah laut yang memberi makan.

    ReplyDelete
  3. >>>>Membuang sesajen ke laut untuk mendapatkan berkah dari Allah? Kapan Nabi Muhammad SAW pernah melakukan itu?<<<<<<<<<

    Bagaimana ya seandainya ada yang bilang seperti ini ( seandainya orang tersebut tidak tahu kalau itu termasuk tindakan syirik): "walaupun tidak ada contohnya dari Rosululloh Sholallohu'alaihiwasalam tapi kalau niatnya baik, kan bolah aja dilakukan".

    ReplyDelete