Saturday, October 31, 2009

1 Juta Facebooker Dukung Tifatul Berantas Pornografi

Jum'at, 30 Oktober 2009 - 10:15 wib
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mendapat 'tantangan' dari para Facebooker untuk memberantas situs pornografi di Indonesia. Penggalangan dukungan pun disiapkan rakyat Facebook bagi Tifatul.

Dukungan untuk memberangus situs cabul tersebut diberikan dengan cara membentukan grup "1 Juta Facebooker Dorong Bung Tifatul untuk Blokir Situs Porno". Ketika okezone membuka laman itu, Jumat (30/10/2009), jumlah anggota yang mendukung sudah mencapai 7.431 orang.  Kebanyakan dukungan yang mengalir tersebut berupa penyemangat agar mantan Presiden PKS itu segera membredel sejumlah situs yang dianggap tak layak di dunia maya.

"JANGAN BUNUH KARAKTER BANGSA DENGAN PORNOGRAFI. MARI DORONG BUNG TIFATUL UNTUK BLOKIR SITUS PORNO !!! DALAM 100 HARI PROGRAM MENKOMINFO !!!," tulis admin mengenai tujuan pembentukan grup tersebut.

"MARI PERCAYA MASA DEPAN INDONESIA ADALAH CERITA TENTANG KEGEMILANGAN . . . ! ! !. TANPA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI," tambahnya lagi.

Diperkirakan grup ini akan semakin terus bertambah, mengingat tujuan pencapaian mereka sebanya satu juta Facebooker masih belum tercapai. Jika ingin mendukung grup ini silakan mengunjungi grup mereka di sini. (tyo)

Gabung di sini:
http://www.facebook.com/group.php?gid=167331312594

Sumber: techno.okezone.com

5 comments:

  1. memang menteri yang satu ini, udah rajin ngeTweet n ngePlurk, selalu membuat gebrakan pula

    ReplyDelete
  2. hahaha yoi bener banget... :)
    bapak menteri satu ini emang rajin ngupdate twitter-nya...sampai tahu kalo ternyata beliau suka sambal pete sama seperti saya :D :D :D

    Insya Allah selalu dianugerahi kesehatan ya pak Tif, bisa menularkan semangat kerja yang jujur, optimis, dan selalu terpercaya jaga amanah...amin. Tetap semangat !!!

    ReplyDelete
  3. saya tunggu gebrakannya: memblokir situs2 porn, jika ada media yang diluar batas etika- pak tif bisa menegur dengan keras, kalau bisa menghentikan tayangan tv nya sekalian. Sudah kecewa sama KPI , mana realisasinya , teguran2 kpi tidak mempan untuk menghentikan acara2 tv yg berbau pornoaksi, kekerasan dlm sinema tv..cuma teguran, ga mempan.Pak menterinya harus beraksi.., kasih tayangan tv yg edukatif dan bermoral gitu.., stop infotainment sekalian.., ghibah kok jadi ladang usaha???

    media2 yang menuai kontroversi sprt playboy dsb..dibredel aja.

    Tarif internet harus murahhhhhhhhhh meriahhhhhhhhh:D

    titip pesen tuh om sama pak menterinya kalo ketemu..

    ReplyDelete
  4. Wah Rahmah sejak kapan berubah jadi pemain band, hehe...

    Tidak selamanya 'kekuasaan' itu negatif, kalau kekuasaan itu dipegang oleh orang yang amanah dan mampu tentunya akan banyak memberikan perubahan dan manfaat bagi orang lain.Tapi bagaimanapun merubah dengan tangan (kekuasaan) lebih efektif dan

    ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya (kekuasaan). Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’ (HR. Muslim)

    Walaupun merubah kemungkaran bukanlah sesuatu yang mudah semudah membalik telapak tangan, hari ini berkuasa besok langsung sejahtera.Sepanjang kebenaran bekerja maka sepanjang itu pula kemungkaran yang mengatasnamakan hak asasi, teknologi dan kemajuan zaman menghalangi.Apalagi kemungkaran yang terorganisir akan mampu mengalahkan kebenaran yang tercerai barai, apalagi kebenaran yang berjalan tanpa dukungan banyak pihak, mati suri.

    Dibutuhkan strategi dan langkah cerdas agar dakwah tak dijauhi dan dicap teroris, wahabi, thaliban dll.Maka jangan jadi penonton pasif...

    ReplyDelete
  5. Dulu ada berita bahwa depkominfo akan mulai memblokir situs porno, dari sekitar 1 tahun yang lalu. (Kalau tidak salah saya juga membuat blog post ttg itu). Dan setelah 2-3 kali saya kirim email ke depkominfo dengan alamat beberapa situs sebagai contoh saja, ternyata, tidak ada yang terjadi, dan tidak ada yang diblokir. Saya jadi pikir kenapa…

    Apakah depkominfo memang tidak serius waktu itu, dan hanya basa basi? Atau apakah ada petugas yang menerima bayaran biar situs2 tersebut tidak diblokir?

    Semoga bisa segera dikerjakan…
    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete