Saturday, October 03, 2009

Beberapa Berita Gempa Padang


Silahkan pilih sendiri yang mana yang mau dibaca.


Harga Tiket Pesawat Tujuan Padang Melambung di Bandara Polonia
"Tidak manusiawi. Saat warga dalam kesulitan, pihak penerbangan mencari
keuntungan. Saya mau ke Padang bukan untuk rekreasi, tapi menjemput ibu.
Rencananya keluarga saya akan saya bawa ke Medan karena rumah ikut runtuh," kata Leon. Salah seorang calon penumpang, Leon Agustin menyesalkan kebijakan maskapai penerbangan yang mencari keuntungan dari penumpang tujuan Padang.

JK Minta Maskapai Beri Tarif Murah untuk Relawan

Tarif Penerbangan ke Padang Maksimal Rp 1 Juta
Sejumlah maskapai penerbangan menyepakati pembatasan harga tiket rute Jakarta-Padang harus lebih rendah dari Rp 1 juta. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Departemen Perhubungan, Herry Bakti di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (2/10).

Garuda Indonesia Gratiskan Angkut Bantuan ke Sumbar
Selain itu untuk membantu korban bencana di Sumbar, Garuda juga menyediakan layanan angkut gratis untuk bantuan medis dan bantuan lainnya ke Padang. Bagi relawan dan wartawan yang ingin melakukan peliputan ke Padang, Garuda juga menyediakan potongan 50% dengan hanya menyerahkan fotokopi kartu identitas.

Jalan Utama di Pariaman Banyak yang Terbelah

Operasi Bedah Tulang Mulai Dilakukan Hari Ini
Ia menjelaskan, saat ini RS Djamil sudah menyiapkan 4 kamar ruang bedah. Puluhan tenaga ahli bedah tulang juga telah disiapkan.
"Prediksi saya mudah-mudahan dalam waktu seminggu paling cepat semua sudah bisa tertangani untuk bedah tulang," harap Idrus.

Tjahjo: Tak Ada Alasan Pemerintah Lambat Tangani Gempa
Jakarta - Fraksi PDI Perjuangan DPR meminta pemerintah menggunakan dana cadangan APBN berjumlah Rp 7 triliun untuk membantu korban gempa. Dengan adanya dana sebesar itu, tidak ada alasan untuk lambat tangani korban gempa.
"Dana APBN cadangan yang ada masih Rp 7 trilyun, jadi tidak ada alasan lambat penanganannya karena alasan dana," ujar Tjahjo saat dijumpai detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/10/2009).

SBY: Perusahaan yang Punya Alat Berat Jangan Bertele-tele
"Begitu terjadi gempa seperti di Padang ini, kalau timbunannya besar, tangan-tangan dari TNI dan Polri tak akan mungkin. Diperlukan alat berat seperti eskavator. Maka Perda harus dikeluarkan kepada perusahaan yang memiliki alat berat. Apakah dari perusahaan bangunan atau kontraktor. Tidak perlu bertele-tele," ujar Presiden SBY.
"Pengeluaran itu dihitung belakangan. Bahkan kalau perusahaan itu punya tanggung jawab sosial, harus digunakan. Untuk perkebunan atau perusahaan, diangkat reruntuhan-reruntuhan itu," jelas SBY.

100 Warga Australia Masih Hilang di Padang
Sydney - Hampir 100 orang warga negara Australia dinyatakan hilang setelah gempa 7,6 SR mengguncang Padang, Sumatera Barat. Hingga kini masih belum diketahui pasti keadaan orang-orang tersebut yang sebagian besar merupakan peselancar.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith, dalam pernyataannya perihal keadaan darurat, Jumat (2/10/2009).
"Saya sangat prihatin ketika dinyatakan kemungkinan adanya 100 warga Australia yang keberadaannya hingga kini tidak bisa diketahui," kata Smith seperti dilansir AFP.
Dikatakan dia, petugas kementeriannya yang berada di lokasi memperkirakan saat gempa terjadi, sebanyak 250 warga Australia berada di Padang, yang pantainya terkenal bagi para peselancar mancanegara. Sementara sebanyak 140 orang telah berhasil dihubungi oleh petugas.

SBY Instruksikan Sertifikasi Bangunan Bertingkat di Wilayah Gempa

Presiden: Neraka kalau Selewengkan Dana Gempa
Presiden menginginkan dana tanggap darurat Rp 100 miliar yang telah dikeluarkan pemerintah pusat untuk menangani dampak gempa di Padang mengalir cepat tanpa ada hambatan birokrasi.

SBY Kesal Pejabat Tertawa-tawa Saat Bencana
"Ada petugas yang (saat gempa Jabar) ketawa-ketawa saat masuk CNN. Kalau itu dilihat dunia, katanya ada musibah, katanya mengubur jenazah, kok pada ketawa-ketawa," kata SBY saat berkunjung di Balaikota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (2/10/2009).

Kolam Renang Hotel Ambacang Penuh Mayat
Padang - Kolam renang di Hotel Ambacang diperkirakan menjadi titik yang penuh berisi mayat. Namun hingga kini belum berhasil dibongkar karena posisi kolam yang berada di tengah-tengah hotel.
"Tadi saya naik ke atas puing-puing, kolam renang itu airnya sudah berwarna biru tua karena bercampur dengan air mayat," ujar seorang personel Brimob di Hotel Ambacang, Padang, Jumat (2/10/2009).
Berdasar pantauannya sebagian besar bagian kolam tertimbun reruntuhan bangunan. Hal itu pula yang menjadi kesulitan bagi Tim SAR mengangkat para korban yang terjebak di kolam ini.

Mengapa Alat Berat yang Dibutuhkan, Belum Juga Datang?
Kota Padang membutuhkan tambahan alat berat untuk mengevakuasi korban gempa yang masih terjebak dalam reruntuhan bangunan, kata Komandan Distrik Militer 0312 Padang Letnan Kolonel Haris Sarjana di Padang, Jumat (2/10).
Menurut Haris, jumlah alat berat yang saat ini digunakan untuk evakuasi korban gempa di Padang hanya sekitar 20 unit dan pihaknya membutuhkan tambahan setidaknya 50 unit lagi untuk mendukung upaya evakuasi korban.

Korban Bencana Belum Tersentuh Bantuan
Sebagian besar korban gempa bumi di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman masih belum tersentuh bantuan berupa logistik, makanan dan obat-obatan. Masyarakat membutuhkan tenda darurat karena rumah-rumah mereka hancur total dan tak bisa ditinggali lagi.
…Badan Penanggulangan Bencana Nasional sebenarnya sudah menjanjikan akan mengirim 500 tenda gulung, 10 tenda komando, 1.000 selimut, 1.000 tikar dan 10 genset. "Tetapi hingga saya jemput sendiri ke Padang, barang-barang tersebut belum juga ada untuk kami," ujarnya.

Suami Istri Itu Tewas Berpelukan Saat Hendak Selamatkan Anak
"Saat reruntuhan rumah dibersihkan untuk mengeluarkan anak saya, ternyata ketiganya sudah tak bernyawa dengan posisi Nur dan suami saling berpelukan dan anak mereka ada di antara tubuh ibu dan ayahnya," kata tetangga Aini di Gunung Pangilun.


No comments:

Post a Comment