Wednesday, October 14, 2009

Komisi basah atau kepentingan rakyat?


Assalamu'alaikum wr.wb.,

Tadi siang saya baca berita ini di Detik.com:

        Komisi 'Basah' Jadi Rebutan Fraksi-fraksi di DPR

Saya langsung berfikir, “Wah, berarti tidak ada yang berubah dalam politik Indonesia.” Saya kira dengan menangnya Demokrat (daripada Golkar melulu), akan ada perubahan, dan anggota DPR yang baru akan merasakan amanah untuk bekerja keras demi kepentingan rakyat, bukan untuk merebutkan “komisi basah” untuk kepentingan diri sendiri dan partai.
Ternyata, tidak ada yang berubah.

Lalu saya pulang malam dan gelengkan kepala saat melihat berita ini (setelah sudah baca sore hari tentang Komisi Basah):

        Anas: Soal Komisi, Happy Ending Untuk PD

Hahaha. Ya sudah. Kalau menang dalam pemliu belum tentu berarti secara automatis akan bertindak secara cepat untuk kepentingan rakyat, tetapi tugas paling utama adalah kejar dan dapatkan “komisi basah”, dan setelah dapat sebanyak-banyaknya, disebut “happy ending” bagi yang berkuasa.

Selamat nikmati komisi basahnya!

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
********

Komisi 'Basah' Jadi Rebutan Fraksi-fraksi di DPR

Selasa, 13/10/2009 12:26 WIB
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Sore nanti pimpinan fraksi di DPR akan memutuskan pembagian komisi dan pimpinannya dalam rapat konsultasi dan lobi. Mereka akan memperebutkan komisi dan pimpinan komisi yang memiliki mitra kerja kementerian 'basah'. "Nanti kita akan bagi komisi dan pimpinannya. Komisi-komisi yang memiliki mitra kerja dengan anggaran besar pasti jadi rebutan," kata Ketua FPKB Marwan Jafar kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2009).

Menurut salah satu kandidat menteri SBY dari PKB ini, beberapa fraksi sudah menegaskan harapannya untuk menguasai komisi tertentu. Untuk PKB, Marwan mengungkapkan keinginan fraksinya memegang Komisi X DPR yang menangani soal pendidikan, pariwisata dan olahraga. "Semua fraksi ingin dapat komisi yang bagus. Tetapi kan semua diatur secara proporsional. Jadi tergantung lobinya nanti," papar Marwan.

Informasi yang dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, FPD mengincar komisi-komisi ekonomi seperti Komisi VI tentang BUMN dan perdagangan, Komisi VII tentang energi dan lingkungan dan Komisi XI tentang perbankan dan keuangan selain Komisi I tentang pertahanan dan luar negeri. Sementara FPG juga mengincar komisi ekonomi yang selama ini didudukinya. Tentu saja hal ini akan berbenturan dengan kemauan FPD yang juga mengincar komisi yang sama.

Sementara itu FPDIP cenderung mempertahankan komisi yang selama ini dipegangnya, yaitu komisi IX dan III. Komisi IX membidangi kesehatan dan tenaga kerja, sementara komisi III membidangi hukum dan kemananan. Fraksi-fraksi kecil-menengah seperti FPKS, FPAN, FPPP dan FPKB berebut Komisi X tentang pendidikan, Komisi V tentang infrastruktur dan Komisi IV tentang pertanian dan kehutanan. Semua ini akan diputuskan dalam rapat lobi nanti siang. (yid/nrl)

Sumber: detiknews.com



Anas: Soal Komisi, Happy Ending Untuk PD

Selasa, 13/10/2009 23:00 WIB
Dapat Komisi Strategis
Elvan Dany Sutrisno – detikNews
Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Anas Urbaningrum sumringah partainya mendapat posisi Ketua Komisi III,VII,dan X. Anas mengaku hasilnya sesuai dengan program SBY. Happy ending . "Biasalah jika ada perundingan itu bagian dari lobby tapi alhamdulilah semua mengerti dan happy ending," kata Anas usai rapat konsultasi pimpinan Fraksi DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2009).

Anas menilai semua komisi adalah Komisi yang strategis. Demikian juga sudah ada pembagiannya, yang membuat Anas sumringah adalah PD mendapatkan sesuai dengan tujuan SBY. "Tapi karena kami mendapat pilihan pertama tentu saja komisi yang kami pilih yang sejalan dengan aksentuasi program dan kebijakan pemerintah SBY, tentu cukup senang," imbuhnya.

Anas pun mengungkapkan apa yang menjadi pertimbangan Fraksinya memilih Komisi tersebut. "Komisi tersebut kami pilih agar ada sambungan yang kuat antar program dasar pemerintah," bebernya. Jalannya lobi juga dinilainya berjalan mulus. "Metode proporsionalitas sudah disepakati, prosesnya lancar tidak ada gontok-gontokan, semua dapat," tandasnya. (van/Rez)

Sumber: detiknews.com

2 comments:

  1. Assalamualaikum

    Wah ini mah cerita lama dan ngga tau kapan akan berakhir. Sepanjang sistem politik di Indonesia masih seperti ini ya sampai kapanpun akan terus seperti ini.

    Kapan ya waktunya, saat siapapun yang mau menjadi anggota DPR harus di tes terlebih dahulu kemampuannya, pantas dan tidak pantas untuk menjadi wakil rakyat.

    Semoga kita kaum muslimin semakin giat dalam menuntut ilmu agama Islam, agar masing2 individu memiliki iman yang kokoh sehingga terlahir pemimpin-pemimpin yang cerdas dan beriman, jadi tidak kemaruk terhadap harta yang bukan menjadi haknya, Amin.


    Afwan kalau ada yang salah

    Wassalamu'alaikum

    nit

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum Wr Wb,

    Itulah kekuasaan, bukan barang baru apalagi di Indonesia, pihak berkuasa dapat menentukan sesukanya.

    Semua partai jelaslah so pasti melirik komisi yang paling profitable terutama utk kelanjutan partainya ... dan juga utk persiapan tanding 2014

    Yang lucu lagi sekarang semua partai lagi sibuk ngamplopin nama menteri untuk diajukan ke presiden.

    Hahaha ... cerita lama lagi, so pasti presiden sudah ngantongin nama - nama menteri jauh - jauh hari, inget waktu pemelihan wapres semua partai besar sibuk kasak kusuk ngusungin nama wapres dari partainya, semua pada kecele ternyata yang dipilih yang non partai dan pilihan presiden sendiri pula.

    Itulah politik, ada yang sibuk negosiasi untuk kedudukan ketua komisi, ketua parlemen, menteri ... ahhh sandiwaranya buanyak

    Rakyat hanya bisa jadi penonton, lets wait and see aja, apakah mereka nantinya berpihak pada rakyat ... apa bisa ? ... tanyakan saja pada rumput yang bergoyang ...



    Wassallam,
    faza

    ReplyDelete