Wednesday, November 04, 2009

(People Power?) Penahanan Resmi Ditangguhkan, Chandra & Bibit Tinggalkan Mabes

Apakah karena “people power”?
Karena rakyat berprotes?
Karena jumlah pendukung di Facebook mencapai 650.000 dalam waktu 5 hari?
Karena Polisi mulai takut pada rakyat?
Karena Presiden mulai merasa takut?
Wallahu a’lam.
Yang jelas, B & C sudah “bebas”, tapi perjuangan untuk memberantas korupsi di Indonesia belum selesai. Dukung dan doakan terus ya!

Penahanan Resmi Ditangguhkan, Chandra & Bibit Tinggalkan Mabes

Rabu, 04/11/2009 00:10 WIB
E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah akhirnya bisa kembali menghirup bebas. Tepat pukul 00.05 WIB, mereka berdua resmu ditangguhkan penahanannya.

Puluhan wartawan yang sudah menunggu mereka di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2009) langsung mengerubungi Bibit dan Chandra.

"Makasih kepada masyarakat yang sudah mendukung kita," ujar Bibit singkat.

Mereka berdua menaiki mobil yang berbeda. Chandra naik mobil Inova silver bernopol B 1432 ZN, sedangkan Bibit naik B 2640 IA.

Mereka akan langsung bergerak menuju Gedung KPK. "Yah sekarang mau ke KPK," pungkas Bibit. (mok/asy)

Sumber: detiknews.com

3 comments:

  1. Akhirnya, setelah menuai banyak kontroversi dan kemelut, akhirnya Bibit dan Chandra Hamzah dapat kembali menghirup udara bebas. Walaupun memang ada keharusan wajib lapor. Kasus ini memang banyak menyita perhatian, terutama karena banyak yang menduga kalau kasus ini hanya sebagai upaya mengkriminalisasi KPK.

    Kini, menarik untuk menunggu kelanjutan jalannya kasus ini. Mudah-mudahan hukum dapat benar-benar dapat ditegakkan. Yang pada akhirnya akan membela kepada yang benar.
    Cara Membuat Blog

    ReplyDelete
  2. Saya pikir bukan karena " People Power " dukungan rakyat lebih kepada lembaga, kerena secara moral KPK adalah lembaga yang konsist menjerat para pejabat dan koruptor, tak terkecuali polisi.Secara individu kemungkinan personil KPK tidak ' bersih ' atau bersalah ya bisa saja toh masih ada pasal peraduga tak bersalah.

    Kalau banyak masyarakat yang berpihak pada KPK secara lembaga ya wajar saja karena bukan rahasia lagi kalau para penegak hukum bisa menjual perkara dan melindungi yang mampu membayar mahal(ada DENSUS ga ya,hehe..)Entah oknum entah sistem mudah-mudahan bisa jadi pelajaran bagi para penegak hukum bahwa mereka tak kebal hukum dan bisa mengurangi arogansi yang selama ini ada, toh istilah superior (cecak versus buaya) juga berasal dari arogansi mereka, oknum polisi yang memulai, polisi juga yang merasa tidak nyaman dengan istilah itu.Lain kali hati-hati kalau mengeluarkan istilah Pak, bisa jadi pagar makan tanaman.

    Kasus yang makin simpang siur ini bisa jadi tolak ukur keadilan di Indonesia. Karena, semua masyarakat ikut memonitor perjalanan kasus ini.

    tara

    ReplyDelete
  3. Kalau polisi dan Presiden mulai merasa takut karena banyak investor yang lari ke negara tetangga karena merasa di Indonesia tidak aman untuk invest, lha Polisinya saja berseteru dengan KPK terus siapa yang menjamin keamanan ??

    Heran, Bapak2 itu saat korupsi, bersumpah palsu apa tidak takut sama akhirat ya ???

    tara

    ReplyDelete