Wednesday, December 16, 2009

Alas Bermain dari Pasir Paling Aman untuk Anak-anak


Sayang sekali tidak ada cukup banyak taman untuk anak2 di Jakarta. Tempat main anak yang ada seringkali dalam keadaan rusak dan kotor, tanpa ada yang peduli padanya sama sekali.

Saya merasa kasihan sekali pada anak di Jakarta yang tidak punya taman main seperti yang ada di negara2 lain.
Wassalam,
Gene

Alas Bermain dari Pasir Paling Aman untuk Anak-anak
Selasa, 15/12/2009 15:30 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth
Toronto, Tempat bermain yang menggunakan alas dari pasir paling aman untuk aktivitas anak-anak dibandingkan dengan alas bermian dari kayu dan karet. Risiko patah tulang jadi lebih kecil.


Peneliti dari Kanada menemukan anak-anak yang bermain dengan alas pasir hampir lima kali lebih sedikit berisiko mematahkan tangan, kaki atau bagian tubuh lain dibandingkan dengan alas yang bebahan serat kayu atau karet. Hasil dari penelitian Tim Toronto ini telah dipublikasikan dalam situs PLoS Medicine.

"Kami menduga rendahnya kejadian patah tulang di atas pasir diakibatkan gesekan yang terjadi lebih kecil. Karena permukaan gesekan yang lebih rendah memungkinkan tangan untuk mendarat lebih baik sehingga mencegah patah tulang," ujar peneliti dari Toronto, seperti dikutip dari ABCScience, Selasa (15/12/2009).

Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat bermain dengan membandingkan dua permukaan yaitu antara serat kayu dan pasir. Dalam hal ini didapatkan anak-anak yang bermain di taman bermain dengan permukaan serat kayu memiliki risiko 4,9 kali patah tulang dibandingkan anak-anak yang bermain di permukaan yang tertutup pasir.

Di Australia contohnya, setidaknya ada 106,6 kasus patah tulang dari 100.000 anak sekolah dasar. "Ini merupakan penelitian pertama yang membandingkan dua permukaan bermain anak dengan kondisi nyata yang ada dan sangat teliti," ujar David Eager, seorang profesor di University of Technology, Sydney.

Sedangkan permukaan yang paling berbahaya bagi anak adalah jika menggunakan alas karet, ini karena karet bisa membuat anak meloncat kembali yang memungkinkan timbulnya patah tulang lebih serius.

Selain alas yang aman digunakan untuk tempat bermain anak, pemeliharaan yang memadai juga memainkan peranan dalam memberikan keselamatan dan mengurangi jumlah cedera yang mungkin timbul. Kedalaman dari lapisan pasir ini juga harus optimal serta adanya pengawas yang ikut berpartisipasi agar bisa memberikan efek keselamatan yang diinginkan.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh NSW Injury Risk Management Research Centre menunjukkan manfaat keamanan bisa berkurang secara signifikan jika kedalaman yang dimiliki permukaan tersebut tidak sesuai dengan yang diperlukan.

Jika pasir tersebut diletakkan pada kedalaman yang tepat di bawah papan seluncuran atau tiang-tiang untuk memanjat, maka hal itu bisa melindungi anak dari sesuatu yang keras di lantai saat terjatuh.  (ver/ir)

Sumber: Health.detik.com



1 comment:

  1. Jakarta memang kekurangan tempat bermain: anak-anak dekat kost saya, menggunakan jalan pas malam, krn yayasan sekolah didekat tersebut tutup, jalan aspal itu dipakai buat bermain.

    Yang lebih menyedihkannya permainan anak-anak tersebut:
    >>Saya pernah melihat sendiri, mereka berkelompok, anak laki2 semua, main tawuran.., semua aksi permainannya di setting sama mereka: ceritanya mereka tawuran sepak bola, rebutan lahan, dan pukul2annya beneran...??? saya ga habis pikir:( apa itu bisa disebut 'permainan' anak-anak.

    Kalaupun ada arena bermain ditaman: pasti banyak corat-coretan dan tidak terawat fasilitasnya.

    Kalaupun ada di jakarta: masih dibilang amat sangat kurang.

    Wah sejarusnya Jakarta meniru kota jogja.
    Ada namanya 'taman pintar' di dekat benteng vrederbugh, malioboro. Dulunya bekas pasar, lalu pasar dipindahkan ke pinggiran kota, lokasi startegis itu di buat taman pintar: yang menyediakan semua fasilitas permainaan yang mendidik anak-anak.
    Didekat taman, ada pasar buku yang lengkap, ada gedung kesenian..wah benar-benar lokasi yang cocok buat bersantai keluarga...ehmm jadi kangen jogja:)

    ReplyDelete