Tuesday, December 01, 2009

Guru-guru Lari Telanjang di Pasar Biar Bisa Naik Pangkat

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Untung ini terjadi di Indonesia dan bukan di Amerika. Kalau terjadi di negara barat, video dari empat guru yang lari telanjang di pasar itu pasti di-upload ke You Tube dan Facebook untuk selama-lamanya (karena hampir semua orang di pinggir jalan punya HP yang bisa merekam video sekarang).

Setelah banyak guru terima telfon gelap, yang tawarkan kenaikan pangkat kalau mereka mau lari telanjang keliling pasar, maka saya kira hanya ada satu hal yang patut dibicarakan: paling sedikit ada empat guru (dan mungkin lebih, yang belum sempat melakukannya) yang begitu "putus asa" untuk naik pangkat, mereka bersedia melakukan hal2 yang gila (lari telanjang keliling pasar) untuk mendapatkan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi untuk keluarganya!!!


Saya kira sudah bisa dijamin bahwa kalau para guru itu punya gaji yang layak, kondisi kerja yang baik, dan merasa sudah menjadi orang yang terhormat masyarakat setempat, tidak ada satupun dari mereka yang mau lari telanjang untuk naik pangkat dan naik gaji.

Ternyata, sedikitnya empat guru tidak bisa menahan diri, dan berfikir: "Kalau mau maju, harus begini!"

Kasihan sekali mereka. Kalau ada orang yang telfon ratusan guru dari sekolah swasta, yang gaji dan kondisi kerjanya layak, saya tidak ada satupun yang mau melakukan hal seperti ini.

Kasihan para guru Indonesia. Kapan pemerintah akan memperhatikan pendidikan di negara ini secara serius?

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
********

Bantah Perintahkan Guru Telanjang, Kepala Sekolah Mojokerto Dikumpulkan

Rabu, 25 November 2009 | 14:22 WIB
TEMPO Interaktif, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengumpulkan seluruh kepala sekolah, mulai tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas di kantor Dinas Pendidikan. Mereka diberi penjelasan bahwa Bupati Mojokerto, Suwandie tidak pernah meminta kepala sekolah melakukan ritual telanjang melalui telepon.
"Permintaan itu tidak benar," kata Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Mojokerto, Akhmad Jazuli.

Sebelumnya, telah tersebar perintah melalui telepon kepada kepala sekolah di seluruh Kabupaten Mojokerto, agar kepala sekolah menggelar ritual telanjang dengan mengelilingi pasar. Si penelepon mengatakan dirinya adalah Asisten I Pemerintah Kabupaten Mojokerto, dan menjanjikan pengangkatan jabatan kepada guru yang berkenan melakukan ritual itu.

Jazuli menambahkan, sampai minggu kemarin, ada sekitar empat guru yang melakukan ritual gila tersebut. Tiga guru melakukan ritual pada hari Sabtu pekan kemarin (21/11), dan satu orang pada hari Minggu (22/11). Agar telepon gelap itu tidak menyebar, pemerintah Mojokerto sudah menyebar edaran ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Kecamatan agar perintah melalui telepon semacam itu tidak usah dihiraukan.

Menurut kesaksian Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pacet, Mashudi, hari Jumat dirinya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku Asisten I pemkab Mojokerto. Dia diperintah mencarikan guru yang berbadan tinggi dan besar, untuk melakukan ritual telanjang, dengan mengecat seluruh badan dengan warna hitam, dan memakai anting-anting uang seratus perak.

Setelah itu, guru diminta menggelar ritual keliling pasar dengan menyebar uang recehan dan beras kuning. Katanya, lanjut Mashudi, ritual itu untuk memuluskan rekomendasi bupati yang akan maju sebagai calon bupati tahun depan. Si penelepon juga mengatakan, jika guru mau melakukan ritual itu, maka bupati akan menaikkan jabatanya.

Selain itu, penelepon juga mengancam akan menurunkan jabatan guru bersangkutan, jika perintah itu tidak dilaksanakan. "Beberapa guru ada yang percaya, beberapa tidak," terang dia. Hal sama juga dikatakan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri Pacet, Suwandi. Ia mengaku hampir percaya dengan perintah itu. Tapi, setelah dikonfirmasi ke beberapa kawan, dan kantor dinas, "Saya urungkan niat itu."

Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Budiyono menambahkan, telepon gelap yang mengatasnamakan pemerintah dengan meminta pegawai dinas, atau masyarakat melakukan ritual gila itu sudah dilaporkan kepada kepolisian. Dia menilai, pelaku sengaja ingin merusak kredibelitas bupati. "Bisa jadi ini iseng, kepentingan politis, atau lainya," terang dia.

Dia juga sudah memanggil kepala dinas pendidikan untuk dimintai keterangan. Empat korban penelepon gelap itu mengaku tidak sadar. Mereka kebanyakan malu setelah sadar telah berbuat gila seperti itu. "Kasihan mereka, mereka itu korban," katanya. Budiyono beranggapan, empat guru yang menjadi korban itu telah digendam melalui telepon. (MUHAMMAD TAUFIK)

Sumber: Tempointeraktif.com

2 comments:

  1. Assalamualaikum

    Mengenai gaji guru, setahuku saat ini sudah ada perbaikan gaji guru, terutama yang berstatus PNS.

    Saat ini sudah ada sertifikasi bagi para guru, dan kalau mereka lulus maka take home pay nya akan menjadi 2 kali lipat dari yang dulu.

    Dengan jumlah take home paynya saat ini para guru sudah bisa bernafas lega.

    Mengenai kasus di Mojokerto menurutku hal itu karena pelaku lari telanjang tidak menggunakan akal sehat mereka. Bagaimana mungkin seorang guru bisa berfikir begitu pendek, guru yang seharusnya di gugu dan ditiru kok ya bisa percaya begitu saja pada perintah yang belum dikonfirmasikan.

    Dulu ada pepatah yang mengatakan," kalau guru kencing berdiri maka murid kencing berlari", lha kalau guru lari telanjang murid lari apa ya?

    Maaf kalau ada yang salah, karena keterbatsan pengetahuan.

    wasalam

    ReplyDelete
  2. Assalamu’alaikum wr wb

    Memang untuk guru PNS sudah ada peningkatan kesejahteraan walau belum merata mba Nit, tapi untuk menjadi PNS dan ikut sertifikasi tidak mudah, sertifikasi sendiri yang menentukan adalah Pejabat Diknas setempat, di sekolah saya dari 34 guru baru saru orang yang mendapatkan jatah sertifikasi bisa dilihat perbandingannya.Seorang guru swasta sistem penggajiannya adalah sesuai keputusan yayasan, jadi walau minimal dan pas-pasan harus dinikmati.Saya kira banyak juga guru-guru di daerah baik negeri yang masih honorer maupun swasta yang menerima gaji dibawah standar.Tak jarang guru yang berprofesi ganda untuk memenuhi kebutuhan hidup, selain berprofesi sebagai guru ada juga yang merangkap menjadi tukang ojek, tukang becak bahkan pemulung ! ( mungkin ini yang masih punya akal sehat jadi tidak ambil jalan pintas ) Tapi bagaimana mungkin bisa optimal dalam mendidik bangsa ini kalau tidak ada lagi waktu untuk mempersiapkan bahan ajar untuk esok harinya karena waktunya sudah habis untuk mencari uang tambahan bagi keluarganya.Saya bisa memahami ( memahami bukan berarti setuju tapi sekedar empati sekaligus miris mendengar ada yang sampai berbuat diluar akal sehat demi mendapat hidup yang layak )

    Orang yang bisa kehilangan akal sehat sebenarnya bukan hanya guru (guru juuga manusia,begitu lagunya ) para pejabat yang korupsi, anggota DPR yang terlibat suap menyuap adalah juga sebagian orang-orang yang kehilangan akal sehat saat melihat kesempatan dan jalan pintas agar cepat sejahtera, jadi tergantung kesempatan dan keimanannya detengah kebutuhan hidup yang terus meningkat dan perhatian pemerintah yang kurang.Prinsipnya adalah syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah...( lagu lagi untuk menghibur diri )

    ReplyDelete