Thursday, December 03, 2009

Sudah Berapa Banyak Orang Dibunuh Oleh Busway?

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Beberapa minggu yang lalu, saya baca sebuah artikel di berita yang membuat saya kaget. Dengan sikap yang enteng dan tanpa kesan bahwa itu berita luar biasa, dinyatakan bahwa sekian banyak orang sudah mati dan sekian puluh telah luka-luka di jalur Busway! Saya jadi berfikir: Sudah berapa banyak orang ditabrak, dilindas dan dibunuh oleh Busway sejak mulai beroperasi? Dan berapa banyak lagi yang luka-luka ataupun mati setelah menabrak pembatas busway di tengah jalan (terutama orang yang naik motor)?

Sepertinya sudah ada ratusan (atau ribuan?) kasus. Saya sudah berusaha mencari statistiknya berkatian dengan kecelakaan Busway di internet tetapi tidak ditemukan. Yang ada hanya statistik untuk sekian bulan, atau satu tahun saja (misalnya, belasan mati, puluhan luka-luka dalam jangka waktu sekian bulan). Tetapi saya masih belum menemukan situs yang mengungkapkan jumlah total korban Busway (baik yang mati maupun yang luka-luka) sejak Busway mulai beroperasi pada Januari 2004 sampai dengan sekarang. Dan juga tidak ada statistik tentang berapa banyak orang yang telah jatuh hanya karena menabrak pembatas busway saja, tanpa dilindas atau ditabrak oleh bisnya.


Sebagai contoh, di Koranjakarta.com, diberitakan bahwa dari Januari-Oktober 2009, terjadi 181 kasus kecelakaan: 12 orang meninggal dunia, 41 orang luka-luka. Sedangkan tahun 2008 terdapat 167 kejadian: 13 orang meninggal dunia dan 42 orang luka-luka. Tetapi Busway mulai beroperasi dari januari 2004! Sudah berapa banyak orang yang dibunuh dan luka-luka dari Januari 2004 hingga sekarang?

Apakah statistik tentang jumlah korban Busway sengaja disembunyikan? Atau apakah tidak ada pihak yang peduli untuk melakukan penelitian? Apakah sudah lebih dari 100 orang mati di “jalur (kematian) khusus” itu? Atau lebih? Berapa ratus orang sudah luka-luka? Atau berapa ribu? Mereka itu saudara dan tetangga kita!

Perlu berapa ribu orang lagi yang harus mati dan luka-luka sebelum pemerintah, anggota DPRD atau pemimpin partai politik menanyakan hal ini secara serius? Sebagai umpamaan, bagaimana kalau jumlah orang yang sama (ratusan hingga ribuan) mati dan kena luka-luka di tempat lain, misalnya di tempat keluarga seperti Ancol atau Taman Safari, di mall seperti Plasa Senayan atau Taman Anggrek, di tempat belanja seperti Carrefour atau di Hero, di tempat belajar seperti sekolah atau campus, dan seterusnya, APAKAH ANGGOTA DPRD, LSM, MASYARAKAT, TOKOH MASYARAKAT DAN PEMIMPIN PARTAI POLITIK AKAN TETAP DIAM???

Di mana semua fraksi partai di DPRD yang seharusnya peduli pada rakyat yang jadi korban terus di “jalur khusus” itu? Kapan akan ada pihak yang menunut suatu perbaikan dan tanggung jawaban? Dan apakah ada pihak yang mengumpulkan statistik tersebut? Atau apakah tidak ada yang peduli berapa banyak warga kota Jakarta mati di “jalur (kematian) khusus” bernama Busway tersebut?

Semoga anda atau anak anda tidak menjadi korban berikut!

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
********

Bus TransJakarta Tabrak Anak SD di Jl Gajah Mada

Selasa, 01/12/2009 15:04 WIB
Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Seorang anak SD tertabrak bus TransJakarta di Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat. Anak itu menderita luka di bagian kepala dan kaki kanannya patah. "Kejadiannya sekitar pukul 12.05 WIB. Bus tersebut adalah bus yang melayani koridor I," kata Manajer Pengendalian Busway Bano Yogaswara kepada detikcom, Selasa (1/12/2009).

Bano menjelaskan kondisi Jl Gajah Mada saat kejadian sedang padat. Tiba-tiba saja Aldiansyah, murid kelas 5 SD yang tertabrak bus itu, muncul dari sela-sela mobil dan menyeberang di jalur busway. "Sopir bus itu tidak sempat mengerem, sehingga anak itu tertabrak," katanya.

Bano menjelaskan, Yeni, pengemudi busway itu, kemudian membawa  Aldiansyah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. "Polisi kemudian mengamankan bus tersebut dan pengemudinya dimintai keterangan," katanya. (nal/iy)

Sumber: detiknews.com

19 comments:

  1. Untuk 1 hal itu ya saya juga prihatin sampai terjadi 'lagi ' kecelakaan:
    Kecelakaan bisa diminimalisir kalau seandainya BUDAYA TERTIB dan patuh aturan lalu lintas di ikuti, pada kenyataannya masih banyak orang indonesia yang emang suka seenaknya, nyebrang jalan seenaknya, buang sampah sesukanya...,
    Pemda DKI dengan busway nya walaupun masih jauh dari sempurna, saya tetap dukung keberadaannya dengan catatan2 yang perlu dibenahi**

    Ga bisa menyalahkan sepenuhnya ke busway, saya pernah lihat sendiri, anak sekolahan dengan kasus yang sama-di grogol, melintas di jalur busway dan terjadi kecelakaan pula, padahal tidak jauh dari sana ada jembatan penyebrangan disediakan, tapi dia pilih ambil gampangnya saja daripada harus berjalan ke jembatan penyebrangan, padahal arus lalu lintas sedang padat.., kalau seperti itu kasusnya siapa yang mau disalahkan??

    Yang harus dibenahi bukan dari pemerintahannya saja yang berusaha keras memberikan pelayanan ke publik, tapi masyarakatnya sendiri harus bisa dan terbiasa dengan budaya tertib..., itu yang susah kan..disini

    ReplyDelete
  2. tambah 1 lg datanya pak Gen: td mlm jam 7 kurang,bpk umur 40an jd korban di jalur busway kuningan dpn menara imperium.si bpk menerobos jalur hijau(ga lewat jembatan penyebrangan) dan memang sering orang nyebrang disitu.lalu begitu si bpk nyebrang di jalur busway,tiba2 di tabrak sedan yg menerobos jalur busway,brakk! jatuh n kepalanya langsung berdarah.pengendara sedannya kabur,tp brhsl dikejar.klo ky gtu, siapa yg salah ya..? pemda/ si bpk/ supir sedan.jgn2 yg salah pa'Sutiyoso yg punya ide busway hmmm ^:^

    ReplyDelete
  3. ehmm saya ga hidup di republik mimpi om..
    saya masih yakin-dari semua pejabat pemda dki yang om maksud, masih ada lha yang punya hati nurani, berniat untuk menjadikan kota besar yang padat penduduk ini bisa lebih baik,
    kalau mereka ga mau mikirin penduduknya, ya ngapain susah2 bangun busway, pengen punya monorail..biarin aja, jakarta macet, banjir, ngapain ngeruk2 sungai, bangun kanal.., usaha sudah ada, walau semuanya belum bisa puas dengan kinerja mereka.

    Selalu ada harapan, dengan membangun sifat optimis..,
    kalau selalu melihat kinerja buruknya, tapi ga melihat apa yang sudah dihasilkan dengan baik krn emang yang terlihat didepan mata cuma buruknya, yaa emang selalu dinilai buruk aja.

    ReplyDelete
  4. Hai Rina, saya sudah baca ttg orang itu. Yang salah adalah pengemudi mobil yg masuk jalur busway dan ngebut. Sutiyoso juga salah karena bangun busway. Fauzi Bowo juga salah karena teruskan. Tujuannya bukan untuk kepentingan masyarakat, tetapi kepentingan “proyek” yang bisa dibagi-bagikan dengan uang pajak masyarakat.

    Rahma, saya belum pernah dengar cerita tentang anggota Pemda DKI yang berjuang dengan keras untuk kepentingan masyarakat. Mungkin saja ada. Tetapi yang saya dapat terus adalah kesaksian dari teman2 yang harus berurusan dengan Pemda, Walikota, dll, untuk mendapatkan izin dsb. Mereka cerita terus tentang kantor yang santai, dengan orang baca koran, kaki di atas meja, kepala kantor yang ditunggin sampai jam 11 pagi karena dia main tenis dulu (dan masuk kantor dengan memakai baju tenis), orang yang minta “diajak makan” di rumah makan mewah sebelum izin bisa keluar, orang yang menolak memberikan izin kalau tidak ada yang menawarkan amplop, dan seterusnya. Jadi kalau ada sisi lain dari Pemda, saya belum pernah dengar dari teman2 yang harus berurusan dengan mereka. (Maaf kalau ada saudara kamu yang kerja di situ).

    (kutipan) >>kalau mereka ga mau mikirin penduduknya, ya ngapain susah2 bangun busway, pengen punya monorail..

    Busway = proyek impor bis, proyek bangun shelter, proyek beton untuk jalan, proyek jembatan, proyek karyawan Busway, proyek maintenance bis, proyek penyediaan gas, proyek media dan humas, dll.
    Monorail = proyek impor kereta, proyek bangun tiang, proyek bangun rel kereta, proyek maintenance, proyek kayrawan, proyek listrik, proyek media dan humas, dll.
    Kanal = proyek jual beli tanah, proyek pembangunan rusun untuk orang yang digusur, proyek uang sosial, proyek pembuatan kanal, proyek maintenance kanal, proyek media dan humas, dll.

    ReplyDelete
  5. Yang perlu ditekankan di sini, bukanlah apakah busway ada manfaatnya atau tidak. Yang perlu diperhatikan adalah puluhan sampai ratusan orang yang mati dan luka-luka dalam sekian tahun. Kalau ibu kandung anda, anak anda, atau keponakan anda yang menjadi korban, apakah anda masih akan senangi busway dan mendukung busway? Bagaimana kalau ada orang yang tidak anda kenal yang menjadi korban? Apakah anda bisa peduli pada saudara yang sesama Islam? Atau hanya perlu peduli pada saudara kandung saja, dan orang lain silahkan saja dibunuh dan dianiaya secara rutin oleh busway?

    Bagaimana kalau jumlah korban yang sama jatuh dari eskalator di Senayan City atau Pacific Place setiap bulan dan setiap tahun, karena eskalator tidak ada kaca dan pegangan di sampingnya – langsung terbuka saja. Jadi kalau badan kita goyang atau peleset sedikit, bisa langsung jatuh beberapa lantai ke bawah. Lalu setiap bulan, ada berita di Detik.com bahwa sekian banyak orang jatuh dan mati atau luka-luka setelah jatuh dari eskalator di mall tersebut.

    Apakah anda akan mengatakan “Yang salah orang yang berdiri terlalu ke pinggir di eskalator. Kalau di tengah, aman. Yang salah adalah orang tidak tertib yang dorong saat melewati orang lain, sehingga ada yang jatuh. Tetapi eskalator dengan design begitu tidak bisa disalahkan, karena ada manfaatnya untuk naik-turun dari lantai ke lantai. Dan managemen mall jangan disalahkan juga. Salahkan saja para korban yang tidak hati-hati di eskelator maut itu.”

    Apakah begitu? Coba kalau anak atau keponakan anda dilindas bis sekolah di halaman parkir sekolah, dan hal itu terjadi terus2an setiap bulan, setiap tahun sehingga ada ratusan anak sekolah yang menjadi korban. Lalu orang lain menyalahkan keponakan anda karena dinilai tidak tertib, sedangkan dia hanya korban yang terbaru, dari ratusan korban yang juga dilindas oleh bis sekolah yang sama, dengan puluhan mati, dan ratusan luka-luka.

    Bagaimana? No problem? Salahkan anak yang dilindas?
    Coba berfikir lagi.

    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete
  6. makanya jangan menyeberang jalan sembarangan oom,

    pakai jembatan dong...

    ReplyDelete
  7. Diskusi kok mau menang sendiri, semua argumen orang lain mentah, capex deh

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  10. Aduh kok harus begitu sinis sih komentarnya .... kasian sekali yang berkomentar seperti itu.

    Kenapa kalo orang lain tidak memiliki pola pikir dan cara berpikir yang sama dengan kita, kebiasaan respons kita adalah langsung menyerang dan jadi negatif ya ???

    Kenapa kalo orang lain tidak sepikiran dengan kita, kita langsung menilai bahwa yang bersangkutan hanya mau menang sendiri, lebay, bahkan merasa harus dan menginginkan dia pergi dari lingkungan kita ???

    Coba sekarang baca lagi, bandingkan, dan pikirkan sendiri komentar gene dengan komentar2 sinis yang ada ?
    Komentar2 sinis hanya menunjukkan kedangkalan pengetahuan si pemberi komentar.
    Hal ini hanya menunjukkan bahwa kalian tidak bisa balik berargumen dengan logika yang kalian punya. Dan jadinya malah menyalahkan dan mengatai-ngatai orang lain. Bukannya itu yang lebay.
    Coba deh pikirin lagi dengan tidak mengedepankan emosi dan egoisme sendiri.

    Kalo memang punya pemikiran lain yang diyakini lebih benar dan merasa bisa berargumen, kenapa tidak disajikan dengan kalimat yang baik dan sopan aja.
    Itu ciri2 manusia beradab dan cerdas.
    Berkomentar dengan baik, ngga akan ada ruginya. Tidak usah balik mengata-ngatai orang lain. Itu amat sangat tidak bermutu :P

    Dan setau saya nih ya...kalopun Gene dideportasi, tidak akan ada kerugian besar untuk orang seperti dia loh ... serius 1000% :)

    Ingat ya teman2 khususnya bagi yang muslim/muslimah, ini hanya sekedar saling mengingatkan saja. Salah satu pintu yang disukai syetan laknatuLLAH untuk menggelincirkan manusia kelembah kehinaan adalah sifat ghuluw (berlebihan)...Na’udzubiLLAH…. WastaghfiruLLAH !
    Dari sesuatu yang kita benci, mungkin dia menyimpan kebaikan yang banyak.

    Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

    Saya tidak bermaksud untuk membela siapa pun.
    Saya hanya jadi teringat ceramah ust. Othman Shihab tentang Rasulullah SAW, manusia termulia sikap dan perilakunya.
    Rasulullah tidak pernah marah, tidak pernah balik mencerca dan membalas segala perkataan dan perlakuan buruk yang dilontarkan untuk beliau. Sungguh mulia Rasulullah SAW.
    Tetapi Rasulullah langsung menegur ketika seorang muslim/muslimah ternyata mengejek/menghina/mencerca muslim/muslimah lain.
    Dan hanya itu yang sedang saya lakukan saat ini.

    Sepanjang yang saya ketahui tentang Gene, segala komentar2 sinis seperti ini kiranya tidak perlu ada.
    Mungkin suatu hari, anda yang berkomentar segitu sinisnya akan menyesal begitu mengenal sosok yang anda komentari saat ini.
    Dan seperti biasa, penyesalan itu akan selalu datang belakangan.

    Wassalam.

    ReplyDelete
  11. wah ada yang jadi pahlawan kesiangan tuh, ngebelain Mr. Gene.

    Seandainya Mr. Gene menggunakan kalimat yang baik tentunya tanggapan juga baik, jadi ngga perlu ngguruin kayak gitu.

    Kalau mau menasehati ngga usah pakai acara memuji-muji, atau karena anda mencintainya sehingga ngga rela kalau ada yg mengkritik dia? plese be wise

    ReplyDelete
  12. Untuk bapak/Ibu "Saya"

    >>>>>>>Rasulullah tidak pernah marah, tidak pernah balik mencerca dan membalas segala perkataan dan perlakuan buruk yang dilontarkan untuk beliau. Sungguh mulia Rasulullah SAW.<<<<<<<<<<


    Bapak / Ibu "Saya"

    Mungkin anda lupa, bahwa Rosululloh tidak pernah berkata secara keras apalagi kasar sehingga menyinggung perasaan orang lain.

    Islam mengajarkan kalau mau mengkririk ya dengan cara yang baik dan sebaiknya diusahakan agar orang lain tidak tau kalau seseorang dikritik.

    Kalau menurutku, ucapan Gene Netto seharusnya bisa diperhalus, karena ucapan yang halus tidak berarti pesannya tidak akan sampai.

    Ingat ungkapan siapa yang menebar angin dia akan menuai badai, mungkin ungkapan ini cocok untuk kasus ini.

    ReplyDelete
  13. Hi ano,
    yah terserah saja penilaian anda. Mau menilai saya pahlawan kesiangan, silakan. Mau menilai apa aja silakan.

    Seperti yang saya sampaikan, saya sama sekali tidak bermaksud membela. Tapi kalo penilaiannya seperti itu, apa daya saya. Saya persilakan anda dengan pemikiran anda.

    >>> Kutip : Kalau mau menasehati ngga usah pakai acara memuji-muji, atau karena anda mencintainya sehingga ngga rela kalau ada yg mengkritik dia?
    HeHeHeHe Gene bisa pingsan karena ketawa kalo baca statement ini :)

    Hi Gene, kamu memang guru tapi disini pada ngga suka kalo kamu "menggurui" jadi kamu jangan "menggurui" yaaaaa.
    Disini orangnya udah pada pinter2 semuaaaa loh jadi ngga perlu digurui ... heheheh.
    *btw, jangan makan cadburry kebanyakan :P *

    ReplyDelete
  14. hehehe...jd rame begini gara2 busway. pak Gene,ur comment please.. btw utk "saya" & "anonymous" ko pd ga berani pake nama sih? biar qt para pembaca tau siapa yg mencintainya & siapa yg membencinya,hehe..

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  16. >>>Kutip : Dan Bangsa Indonesia juga tidak akan kehilangan bila 1 milyar orang seperti Pak Gene, hengkang dari Indonesia

    Astaghfirullah. Semoga ini bukan pertanda kesombongan semata.

    Anda benar. Gene memang tidak punya rumah dan property kalo itu yang anda inginkan dari setiap bule yang ada disini.

    Tapi andaikan ratusan orang INDONESIA yang mengirimkan email ke Gene untuk minta bantuan, nasihat/informasi, waktu untuk konsultasi, dsb ... dsb itu memberitahu anda, kira2 anda masih bisa berkomentar seperti itukah ???
    Nasihat & Konsultasi GRATISSSSSS :D
    Dilakukan dengan tulus, ikhlas tanpa dibayar sama sekali dan bahkan lebih banyak beliau yang mengeluarkan biaya.

    Dan ada lagi ada lagi tapi tidak ada gunanya untuk dibeberkan disini.

    Semoga kita semua terjauhkan dari sifat sombong. Amin.

    ReplyDelete
  17. Kalau mau berkomentar di sini, silahkan. Bebas. Tetapi kalau ada banyak yang mulai menghinakan orang lain atau menggunakan kata kasar, saya akan pasang “moderation” sampai orang yang emosi bisa menahan diri.

    Rina, komentar saya tidak berubah dari post pertama di atas. Saya ingin tahu kenapa puluhan orang bisa mati, dan RATUSAN bisa luka2, tanpa ada peduli ataupun protes. Semua orang yang ingin menghinakan saya di atas pasti belum dipanggil secara mendadak ke RSCM karena saudara kandung DIA ditabrak dan dibunuh oleh busway. Kalau tidak ada statistik, bagaimana kita bisa tahu bahwa yang mati itu sedang menyebrang, atau menyetir mobil, atau naik motor? Kalau tidak ada yang peduli untuk menyelediki, bagaimana kita bisa tahu kenapa begitu banyak warga kota bisa mati dan luka2?

    Kalau harus menyebrang pada jembatan, apakah jembatannya cukup? (Coba menghitung jumlah jembatan di Warung Buncit!!) Kalau bisnya ngebut, apakah sopir melewati batas kecepatan yang boleh? Siapa yang pernah ngecek? Pemda DKI? Polisi? Kalau sopir ngebut, sedangkan tidak ada jembatan, dan ada puluhan ribu orang di jalan yang mau menyebrang, apakah wajar membuat jalur khusus dan izinkan bis ngebut di situ? Menurut saya, justru tidak masuk akal, dan malah sangat membahayakan orang! Di negara maju, Pemda DKI sudah pasti dituntut berkali2 untuk “kelalaian yang menyebabkan kematian”. Tetapi di sini nggak. (Dalam bahasa Inggris, disebut “Neglegent Homicide” atau “Manslaughter” http://en.wikipedia.org/wiki/Negligent_homicide, dan bila terbukti di pengadilan bahwa pemerintah lokal bertanggung jawab atas kebijakan yang menyebabkan kematian orang, maka sang gubenur atau walikota yang bisa masuk penjara. Tetapi di sini nggak. Malah ada orang yang lebih mau deportasi saya supaya pembunuhan bisa berlangsung terus tanpa ada yang mengritiknya!)

    Jadi, maunya apa? Mau dibiarkan terus sampai ada saudara kandung ANDA yang menjadi korban? Kalau Pemda DKI peduli pada rakyat (dan menurut saya, jelas2 tidak peduli) dari Pemda sendiri ada tindakan darurat untuk stop dulu semua kegiatan busway, sambil melakukan investigasi: “Kenapa begitu banyak orang bisa mati dan luka2 dalam waktu singkat?”

    Tetapi ternyata tidak ada investigasi, tidak ada kepedulian, dan karena saya berkomentar, ada yang malah menyerang saya (???) dan bilang saya harus dideportasi (???). Sudahlah. Mungkin saya sebaiknya keluar dari Indonesia saja supaya tidak bisa mengritik lagi (di luar negeri tidak ada internet dan blog: hanya ada di Indonesia!). Dan kalau besok saudara ANDA mati di jalur busway, cukup menangis sendiri dan jangan sekali2 berharap ada yang peduli pada nasib anda. Lebih baik semua orang diam saja (suapya tidak diserang atau dideportasi) daripada peduli pada warga kota yang lain.

    Mungkin begitu yang terbaik bagi kemajuan bangsa Indonesia: semua orang diam, dan biarkan orang lain mati dan luka-luka terus! (Silahkan nyanyikan lagu Indonesia Raya sekarang, sambil injak-injak foto2 saya, karena saya peduli pada korban busway yang mati dan menjadi cacat seumur hidup!)

    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete
  18. Assalamu’alaikum wr wb

    Maaf sebelumnya seandainya komentar saya agak membosankan dan mungkin berlebihan, saya sebanarnya sudah menahan diri untuk tidak berkomentar tentang hal ini, kata orang banyak komentar akan banyak salah, sedikit komentar sedikit salah, tidak komentar tidak akan pernah salah, tapi menurut seorang ahli komunikasi manusia itu termasuk homo narrans, makhluk penutur cerita, yang selalu ingin membuat dan berbagi cerita, maka diam tak selamanya emas, ada hal yang selalu ingin kita bagi dengan orang lain yang bisa disampaikan dengan komentar ataupun diskusi.Walaupun tidak selamanya orang sependapat dengan pemikiran dan pendapat kita.Saya tidak akan berdiri dipihak manapun, kalau sesuatu belum jelas arah dan buktinya untuk apa diperdebatkan

    Intinya mungkin pikirkanlah kata-kata yang akan kita ucapkan atau tuliskan terlebih dahulu, jangan sampai orang yang membacanya sakit hati ataupun marah karena kata-kata kita, kata-kata, ucapan menunjukan kepribadian yang bersangkutan.Nyaman ga sih hati kita kalau kita berkomentar menjadi pribadi yang berbeda ? (hati kecil yang bisa menjawabnya )

    Terus terang saya paling takut melihat orang berdebat ( ga bakat kali ), di TV pun akan saya ganti salurannya seandainya ada tayangan debat, menakutkan, saling ejek dan saling menjatuhkan dengan kata-kata yang kasar dan menyakitkan, yang penting merasa menang.Setelah itu apa yang didapat ? Membuang-buang energi dan menaikan tensi yang pasti.Berbedakan dengan diskusi yang saling menghargai pendapat orang lain, bukan kekalahan yang ingin dicapai tapi kebenaran.Mudah-mudahan semuanya bisa ambil pelajaran untuk bisa saling menghargai.Betapa mudah untuk mengatakan ini tapi realisasinya butuh banyak belajar agar kata tak jadi sekedar teori.

    tara

    ReplyDelete
  19. Percuma diberitakan terus, tidak ada yang peduli. Mau mutar balik saja bisa mati di DKI.
    Hebat. Warga dibunuh dan dianiaya terus, tetapi tidak ada yang mau komplain…
    Yang penting Pemda DKI tidak dikritik…

    Bus Transjakarta Tabrak Motor di Warung Buncit

    JAKARTA--Kejadian kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dan pengendara sepeda motor kembali terulang. Kali ini, tabrakan terjadi di ruas jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Selasa (15/12). Kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

    Menurut saksi, Eric Fadillah, kecelakaan disebabkan pengendara motor yang belum diketahui namanya ini memasuki putaran balik di depan Klinik Health Care. Pengendara motor jupiter bernomor polisi B6608 PGH ini memaksakan masuk putaran ke arah Pasar Minggu. Namun naas, pada waktu yang sama bus Transjakarta dari arah mampang datang. Akibatnya, bus tersebut menyerempet motor.

    http://www.republika.co.id/berita/96174/Bus_Transjakarta_Tabrak_Motor_di_Warung_Buncit

    ReplyDelete