Thursday, January 21, 2010

5 Milyar Bisa Hilang Lewat ATM. Kalau Disimpan Di BMT Bagaimana?

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Orang simpan uang dengan jumlah besar di bank komersial. Dia berharap uang itu bermanfaat bagi diri sendiri. Dan setiap kali dia mau beli barang mewah, dengan santai sekali dia ke ATM, tarik uang tunai sekian juta dan belanja. Mungkin untuk sebagian besar orang itu, tidak melintas di pikirannya bahwa ada lebih banyak orang di negara dan dunia ini yang tidak bisa menggunakan ATM karena mereka tidak punya uang yang cukup untuk membuka rekening (dan kalaupun ada, rekening mereka akan lebih sering kosong daripada penuh).

Alangkah baiknya kalau orang kaya di tanah air berhenti sejenak untuk memikirkan orang yang lebih miskin. Kalau orang kaya mau menanam sebagian dari uang mereka di BMT (Baitul Maal wat Tamwil – Bank Syariah Mikro Kredit), maka uang tersebut akan digunakan untuk mensejahterakan orang miskin yang punya usaha kecil (seperti tukang nasi goreng yang mau beli gerobak baru, dll.)

Teman saya Muhammad Lukman mengelolah sebuah BMT di Menteng Dalam, dan sering ceritakan keberhasilan mensejahterakan orang miskin yang pinjam uang dari BMT, dan juga tentang orang kaya yang menabung uangnya dalam rekening BMT. Selain dari sistem bagi hasil yang sangat bagus (nggak kalah dengan bunga dari bank komersial), mereka juga dapat pahala dari Allah karena bersedia membantu saudara yang lebih miskin dari mereka. Dan karena BMT tidak punya sistem ATM, tidak ada cerita bahwa ATM BMT bisa dibobol, dan saya belum pernah dengar cerita dari Lukman tentang seorang nasabah yang mengalami kerugian besar karena uangnya memang tidak bisa dicuri oleh pihak lain lewat ATM.

Pencurian uang dari ATM itu memang suatu kejahatan. Tetapi Allah mengizinkan hal ini terjadi. (Dan BCA sudah mengantikan uangnya biar tidak ada yang rugi.) Alangkah baiknya kalau orang kaya mulai berfikir tentang sistem perbankan yang lain, yang tidak hanya lebih aman saja, tetapi juga mensejahterakan rakyat kecil. Jangan sampai orang kaya hanya memikirkan diri sendiri terus, dan hanya inginkan rekening mereka yang penuh dengan ratusan juta rupiah untuk dinikmati sendiri.

Kalau ada yang mau tahu lebih lanjut tentang BMT dan cara menginvestasi uang di situ, silahkan kirim email kepada saya dan saya akan menghubungkan dengan teman saya Muhammad Lukman. Insya Allah orang kaya tidak akan mengalami kerugian di BMT dan pahala akan mengalir terus.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
********

200 Nasabah BCA Dibobol, Kerugian Capai Rp 5 Miliar


Kamis, 21/01/2010 20:17 WIB
Herdaru Purnomo - detikFinance
Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kerugian yang ditaksir mencapai Rp 5 miliar akibat pembobolan uang 200 nasabah lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM). "Kira-kira ada 200 nasabah, kerugian Rp 4 miliar-Rp 5 miliar," ujar Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja melalui pesan singkatnya kepada detikFinance sekitar pukul 20.00 WIB, di Jakarta, Kamis (21/01/2010).

Jahja mengatakan, sebagian besar dari dana nasabah tersebut telah diganti oleh pihak BCA. "Sebagian sudah diganti karena memang terbukti kena skimming," ujarnya. Namun dirinya tidak merinci jumlah nasabah yang dananya ditanggung oleh BCA. Sementara untuk melakukan pencegahan agar kasus tersebut tidak kembali terjadi, Jahja mengatakan BCA telah meningkatkan tingkat keamanan di setiap ATM. "Kami telah pasang alat anti skimming di semua ATM BCA," ujarnya.

Jahja mengimbau kepada seluruh nasabah BCA agar segera mengganti nomor Personal Identification Number (PIN) para nasabah. "Pasti akan lebih aman," singkatnya. Mengenai implementasi penggunaan kartu debet berbasis chip, Jahja mengatakan pihaknya telah mempersiapkan segalanya agar segera dapat diimplementasikan.

"Saat ini kita masih memperdalam teknisnya karena sehubungan dengan kemampuan mesin ATM yang telah tersedia juga. Karena jika menggunakan kartu chip, berarti tidak bisa pakai di ATM di luar negeri seperti di Hongkong, Australia yang masih pakai magnetic stripe ," ungkapnya. Maka, Jahja menambahkan manajemen akan mencari alternatif lain untuk kartu ATM di antaranya dengan combination card . "Ada chip, ada magnetic stripe , cuma teknisnya perlu dipelajari lagi," tandasnya. (dru/dnl)

Sumber: detikfinance.com

1 comment:

  1. Ada seorang teman yang menyebarkan post ttg BMT ini, lalu dia dapat banyak pertanyaan tentang di mana bisa dapat jasa BMT. Saya kasih referensi kepada teman saya, yang mengelola BMT sebagai berikut:

    Kalau ada teman yang mau tahu lebih banyak ttg BMT dan cara investasi di situ untuk kepentingan orang miskin (dan insya Allah tanpa mengalami kerugian terhadap deposito anda, dan malah dapat untung dan juga pahala terus), saya menganjurkan anda untuk hubungi teman saya Muhammad Lukman.

    Lukman adalah anak dari guru saya KH Masyhuri Syahid (yang menjadi Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, sampai wafat). Artinya, pengertian Lukman ttg agama dan urusan perbankan syariah cukup dijamin karena dibina terus oleh bapak kandungnya dulu. Selain itu, Lukman juga punya gelar S2 di bidang Ekonomi Syariah. Saya bukan orang finance, jadi lebih baik tanya langsung saja kepada Lukman biar jelas. Bisa dihubungi di HP-1> 08159702978, HP-2> 081808014832.

    Selain mengelola BMT milik sendiri (dan cabang2nya), Lukman juga pengurus di sebuah perhimpunan pemilik BMT yang juga bertemu dan bekerja sama secara rutin untuk kepentingan bersama. Saya sangat yakin bahwa siapapun yang hubungi Lukman akan puas dengan ilmu dan tingkat profesionalismenya. Semoga menjadi urusan yang penuh dengan berkah Allah bagi semua. Amin. (Maaf, saya hanya bisa bantu segitu saja karena ini terlalu jauh dari ilmu saya di bidang pendidikan. Wassalam, Gene)

    ReplyDelete