Monday, February 15, 2010

Kesempatan Beramal: Mencari Enam Juta Utk Biaya Sekolah Anak Pemulung

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Ada seorang anak yang sering lewat di depan rumah saya. Namanya Yusuf. Saya sudah lama perhatikan dia, karena setiap lewat saya di jalan, dia selalu senyum lebar. Mungkin dia merasa lucu melihat orang bule pakai baju koko (dia sering lewat pada saat saya pulang dari masjid setelah shalat jumat). Dia tidak pernah minta uang dari saya, dan hanya lewat dengan karungnya, mencari cup Aqua dan botol Aqua di tempat sampah depan rumah2, supaya bisa dijual. Bapaknya pemulung, ibunya pemulung tetapi adiknya yang berumur 7 tahun belum menjadi pemulung.

Setelah sering ketemu di jalan begitu saja, dan selalu lihat senyuman dia yang lebar, akhirnya saya panggil dia dan berikan sedikit uang. Dia terima dengan senang hati tentu saja. Minggu berikutnya saya melihatnya lagi dan dia tetap tidak datang minta uang, tetapi malah harus dipanggil lagi.

Setelah sudah beberapa bulan memberikan uang kepada dia setiap minggu, saya bertanya2 tentang rencana masa depan dia. Ternyata dia sudah mau selesai SD kelas 6. Saya tanya kalau ada niat lanjut ke SMP. Dia bilang ada, kalau uangnya ada, tetapi kalau tidak bisa dapat, dia akan berhenti sekolah dan menjadi pemulung full-time seperti bapak dan ibunya.

Dengan ini, saya mengajak teman2 yang mau bersedekah untuk membantu saya kumpulkan 6 juta rupiah  supaya anak ini bisa teruskan sekolahnya di SMP dan berhenti menjadi pemulung. (Enam juta itu untuk tahun pertama saja, dan insya Allah tahun depan, saya akan carikan lagi).

Kita tidak bisa membantu setiap anak yang miskin, tetapi kita bisa mulai dengan membantu anak yang satu ini, dan sesudahnya mencari satu lagi. Kalau kita selalu berusaha untuk membantu satu orang dengan apa saja yang ada, insya Allah akan dibuka jalan bagi kita untuk membantu anak yang lebih banyak. Kalau sudah terkumpul 6 juta dari teman2, saya akan simpan di rekening BMT di Pesantren Daarul Qur'an di Tebet, dan setiap bulan, insya Allah saya akan kasih 500.000 kepada Yusuf untuk biaya sekolah dan makan, sampai dengan tahun depan.

Kalau sudah terkumpul 6 juta, dan masih ada teman yang mau berikan lagi, saya akan tetap terima dan insya Allah akan mencari anak yang satu lagi (mungkin anak yatim saja), dan melakukan hal yang sama bagi dia.

Bagi teman-teman yang mau membantu, silahkan kirim email kepada saya (genenetto [at] gmail.com) dan saya akan balas dengan nomor rekening BCA saya, untuk terima transfer. (Kirim sms kepada saya juga bisa). Terima kasih kalau ada yang mau ikut membantu satu anak ini.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

9 comments:

  1. Terima kasih kepada teman2 yang sudah kirim sumbangan. Insya Allah dijaga amanah ini, dan akan mengubah kehidupan satu anak ini (sebagai permulaan dari kita). Amin.

    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete
  2. Update Yusuf:

    Assalamu'alaikum wr.wb.,

    Terima kasih kepada teman2 yang bantu menyalurkan dana untuk uang sekolahnya Yusuf. Sudah terkumpul hampir 4 juta rupiah, dan sudah disimpan di BMT untuk dia.
    Insya Allah dia akan teruskan sekolahnya sampai selesai SMP (sekarang kelas 6 SD). Dan untuk sementara ini, dia sudah berhenti menjadi pemulung. Dua minggu yang lalu, saya ketemu Yusuf setelah Shalat Jumat. Sekarang dia ikut Shalat Jumat, padahal dulu tidak karena sibuk menjadi pemulung setelah sekolah dan tidak shalat. (Tetapi kalau ditanyakan tentang shalatnya, dia selalu menjawab dengan jujur bahwa dia tidak shalat. Tidak shalat, tetapi jujur!! Luar biasa! Hehe.)

    Sekarang bajunya bersih dan rapi. Sungguh suatu perubahan yang besar dalam waktu singkat.
    Dan saya sudah belikan mainan untuk dia, dan akan mencari buku anak juga, biar dia lebih semangat bermain dan belajar daripada kerja sebagai pemulung.
    Terima kasih semua atas bantuannya.

    Wassalamu'alaikum wr.wb.,
    Gene

    ReplyDelete
  3. Tadi saya ketemu Yusuf setelah shalat Jumat. Dia rajin ikut shalat jumat sekarang (dulu malah nggak pernah). Bajunya bersih, dan tangannya tidak hitam lagi. Cuma beda beberapa minggu, tetapi sepertinya dunia dia sudah berubah sekali.
    Saya kasih uang kepada dia, dan sekaligus mobil-mobilan yang saya beli di toko mainan (dengan uang sendiri, bukan dengan uang sekolah yang sudah dikumpulkan). Saya tanya kalau ada buku di rumah, dan dia jawab “Ada.”
    Tentu saja, maksud saya adalah buku cerita dan buku anak. Jadi, saya tanya lagi untuk ngecek, “Buku apa di rumah?”
    Jawabnya, “Buku tulis. Untuk sekolah.” Di mukanya seolah-olah ada tulisan, “Emang ada buku apa lagi, selain buku tulis?”
    Aduh, kasihan. Apakah dia pernah lihat buku cerita, dengan gambar2 yang indah dan menarik? Di sekolahnya mungkin tidak ada perpustakaan juga.
    Tugas berikut: cari beberapa buku anak, dan mainan anak lagi bagi dia.
    Alangkah enaknya kalau semua anak yang menjadi pemulung bisa diselamatkan…
    Sayang sekali kalau “wakil rakyat” dan para pejabat kita selalu begitu sibuk dengan tugas mencari muka dan menyelamatkan kepentingan partai masing2, sehingga mereka lupa nikmatnya mengubah dunia satu orang dengan tindakan yang kecil…
    Wassalam,

    ReplyDelete
  4. >>> Jawabnya, “Buku tulis. Untuk sekolah.” Di mukanya seolah-olah ada tulisan, “Emang ada buku apa lagi, selain buku tulis?”

    Kasihan banget. Beneran kasihan sekali. Saya jadi nangis membanyangkan wajah yusuf. Waktu kecil, ingat sekali kalo ada yang beri buku cerita bergambar serasa dapat harta karun yang berharga sekali.
    Ada banyak sekali ya anak2 yang pasti seperti yusuf.
    Duh kasihan banget.

    >>> Sayang sekali kalau “wakil rakyat” dan para pejabat kita selalu begitu sibuk dengan tugas mencari muka dan menyelamatkan kepentingan partai masing2

    Ya udahlah, biarin aja mereka dengan pilihan hidup seperti itu. Toh semua akan menerima balasan & menanggung risiko yang paling adil atas pilihan yang dibuat di dunia pada hari perhitungan nanti.

    Yang penting kita yang bukan pejabat dan hanya rakyat jelata biasa, jangan meniru hal spt itu.
    Yukkkk mari kita yg dianuegrahi kelapagan rejeki untuk bekerja sama, bahu membahu membantu saudara2 serta anak2 yang berada dalam kondisi spt Yusuf.

    Baiknya jangan pernah merasa takut atau khawatir akan jatuh miskin hanya karena memilih untuk bersedekah & bantu orang. Allah sungguh Maha Kaya.
    Kecuali kita memang orang yang pelit dan merasa semua yang ada pada kita adalah milik kita seorang, ngga bole dibagi ke orang lain.
    Nah kalo punya sifat seperti itu, yaitu sifat pelit tersebut ... wah bakalan udah ribet deh urusannya.
    Hehe :)

    Wassalam.

    ReplyDelete
  5. Assalamu'alaikum wr.wb.,
    Seminggu yang lalu, saya bertemu dengan Yusuf (si anak pemulung, yang sudah berhenti menjadi pemulung) setelah shalat Jumat. Saya sudah berniat beli jus sirsak, jadi saya ajak dia ikut dan pesang jus bagi dia juga. Sambil menunggu jusnya dibuat, saya bertanya kalau dia sudah makan siang. Belum. Apakah ada makanan di rumah? Ada. Apa itu? Indomie.

    Saya mulai berfikir, berapa banyak anak yang pulang sekolah dalam keadaan lapar, dan hanya dapat indomie untuk makan siang? Tentu saja mereka hidup terus dalam keadaan kurang gizi.

    Saya bertanya kalau Yusuf suka Nasi Padang (karena di sebelah toko jus ada rumah makan Padang). Dia menjawab, “Belum tahu.”

    Saya melihat mukanya. Apakah dia berbohong? Masa sudah mencapai umur 11 tanpa pernah makan nasi padang? Atau apakah begitu jarang sehingga dia sudah lupa rasanya dari beberapa tahun yang lalu? Sungguh menyedihkan.

    Akhirnya, saya beli empat bungkus nasi padang dengan ayam goreng buat keluarga dia. Senyumnya lebar sekali saat mau pulang dengan makan siang dan juga jus. Berapa banyak anak yang lain harus bertahan hidup dengan Indomie saja?

    Wassalamu'alaikum wr.wb.,
    Gene

    ReplyDelete
  6. Yusuf dan Yusuf lain pada bingung mau makan siang apa karena ngga ada uang untuk beli makan.

    Aku dan teman-teman juga suka bingung mau makan siang apa, bukan karena tidak punya uang tapi karena bingung menu apa yang mau dicoba lagi.

    Kalau dalam keadaan seperti ini aku dan teman-teman tidak bersyukur atas banyaknya nikmat yang telah diberikan oleh Allah ya Rozaq tentu kami akan termasuk ke dalam kelompok orang yang kufur nikmat, na'udzubillah mindzalik.

    nit

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Untuk sementara ini, dicari uang untuk satu tahun SMP. Tahun depan akan dicari lagi. Dan seterusnya.
    Kalau langsung minta 20 juta sekarang untuk biaya sekolah sampai dengan SMA, kayanya berat dan banyak yang tidak mau menyumbang. Untuk kumpulkan 4 juta saja sudah makan waktu 1 bulan.
    Nanti kalau biayanya ada, akan diteruskan sekolahnya sampai dengan SMA, insya Allah.
    Kasih baju bekas, buku atau mainan juga boleh.

    Terima kasih.
    Wassalam,

    ReplyDelete
  9. Apa kabar Yusuf, sekarang..?

    ReplyDelete