Tuesday, March 30, 2010

“This is the Way God Made Me”: A Scientific Examination of Homosexuality and the “Gay Gene”

Oleh Brad Harrub, Ph.D. and Bert Thompson, Ph.D. and Dave Miller, Ph.D.
© 2003  Apologetics Press, Inc.  All Rights Reserved.
Reproduced by Permission from Apologetics Press, Inc.

Artikel yang lengkap dalam bahasa Inggris bisa dibaca di sini:
“This is the Way God Made Me”: A Scientific Examination of Homosexuality and the “Gay Gene”
http://www.trueorigin.org/gaygene01.asp
(Katanya tidak boleh disimpan online di situs yang lain, jadi saya kasih linknya saja.)

Assalamu'alaikum wr.wb.,
Artikel ini sangat menarik. (Maaf, dalam bahasa Inggris dan terlalu panjang untuk diterjemahkan.) Intinya dari artikel ini adalah sebagai berikut:

Sejak 2003, proyek “Human Genome Project” telah selesai. Proyek ini dilakukan oleh ratusan ilmuan di manca negara yang bekerja sama untuk untuk membuat katalog dari setiap gen yang ada di dalam tubuh manusia. Hasilnya, semua gen tersebut sudah dihitung, dicatat, dan fungsinya dipelajari. Dengan selesainya proyek luar biasa ini, semua gen dalam tubuh manusia bisa diketahui fungsi dan pengaruhnya di dalam tubuh kita.

Hanya ada satu gen yang tidak ditemukan, yaitu gen homoseks!
Artinya, pernyataan yang sering dilontarkan oleh kaum homoseks bahwa “Tuhan menciptakan saya sebagai orang homoseks” sudah terbukti palsu secara ilmiah. Tidak ada gen satupun yang menyebabkan orang menjadi homoseks.
Dengan demikian, kita harus kembali ke sikap dokter yang lama (dari puluhan tahun yang lalu), yaitu sifat homoseks adalah suatu kelainan jiwa yang seharusnya bisa diobati, seperti halnya kelainan jiwa yang lain.

Selanjutnya, pemeriksaan terhadap otak orang homoseks yang sudah wafat juga tidak memberikan petunjuk yang jelas dan ilmiah bahwa memang ada perbedaan yang signifikan di dalam otaknya orang yang mengaku homoseks. Dalam satu studi, di mana ditemukan suatu perbedaan, pemeriksaan yang lebih dalam malah menunjukkan bahwa perubahan otak tersebut malah terjadi sebagai hasil dari perbuatan homoseks, dan sama sekali tidak menjadi penyebabnya. (Jadi, tanpa perbuatan homoseks tersebut, kelainan pada otak tidak akan terbentuk!)

Artikel ini kemudian membahas hak2 bagi kaum homoseks yang sering dibahas di manca negara sekarang, terutama negara barat. Di sana, sering dikatakan bahwa orang homoseks punya hak asasi manusia dan hak sipil yang sering diabaikan, atau dikatakan mereka adalah korban diskriminasi. Mereka mengatakan begitu karena menyamakan diri dengan kaum berkulit hitam di Amerika, atau kaum wanita, atau kaum minoritas lain, yang sering kena diskriminasi.
Artikel ini menjelaskan bahwa kedudukan kaum homoseks sama sekali tidak sama dengan kaum berkulit hitam dan lain2. Mereka memang tidak bisa mengubah diri menjadi orang yang tidak berkulit hitam, dan sebaginya. Mereka dilahirkan seperti itu karena ada gen yang membuat mereka berkulit hitam. Maka karena orang homoseks tidak memilik gen yang membuat mereka homoseks, mereka tidak bisa disamakan dengan orang lain yang kena diskriminasi.

Selanjutnya, dijelaskan bahwa apa yang membedakan orang homoseks dari yang lain adalah perbuatannya, bukan suatu bentuk dasar di tubuhnya, yang disebabkan oleh gen. Katanya, kalau seandainya ditemukan gen pemerkosaan, apakah kita akan terima orang tersebut sebagai pemerkosa, dan izinkan dia memperkosa saudara kita? Tentu saja tidak. Dan kalau seandainya ada gen pemerkosaan, kita sebagai anggota masyarakat sudah mempunyai larangan pemerkosaan yang berkalu bagi semua anggota masyarakat. Berarti tidak ada diskriminasi karena berlaku bagi setiap orang. Diskriminasi terjadi kalau sebagian orang dilarang melakukan X, padahal mereka dibedakan oleh faktor2 yang tidak bisa mereka ubah, seperti warna kulit. (Kalau orang berkulit hitam dilarang minum alkohol, tetapi orang berkulit putih boleh, berarti ada diskriminasi. Kalau semua orang dilarang minum alkohol, berarti tidak ada diskriminasi.)

Jadi, hak2 yang dituntut untuk orang homoseks juga tindak punya landasan karena mereka berbeda dengan kaum yang lain, yang memang membentuk suatu kaum minoritas disebabkan gennya, dan bukan karena perbuatannya.

Dengan ini, kita harus kembali ke sikap awal yang mengatakan bahwa kaum homoseks adalah orang yang memilih perbuatan yang melanggar norma sosial, dan itu disebabkan kelainan jiwa yang mereka alami. Bukan karena gen mereka memaksakan mereka untuk hidup seperti itu.

Satu catatan lagi yang menarik. Dijelaskan bahwa belakangan ini, hampir semua acara televisi di barat menonjolkan tokoh2 homo di dalam acara2 tersebut. Dari 4 teman dalam satu adegan, mungkin salah satunya dinyatakan sebagai orang homoseks. Tetapi setelah diteliti, ternyata jumlah orang homoseks di Amerika diyakini tidak lebih dari 1%. Jadi, sebagai umpamaan, kalau mau dibuat sebuah acara televisi baru, dan mau memberikan perwakilan yang proporsional bagi kaum yang mengaku homoseks, maka perlu dihadirkan 199 tokoh yang heteroseks (normal) sebelum diperbolehkan ada satu tokoh homoseks. Ternyata tidak demikian sekarang. Dengan hadirnya 1-2 orang homoseks dalam acara televisi dengan hanya 4-5 tokoh, sudah jelas2 ini merupakan agenda politik, dan bukan sesuatu yang mewakili kehidupan masyarakat yang nyata.

Tetapi selama kaum homoseks menyebarkan informasi palsu bahwa mereka menjadi homo karena gennya, tidak akan terjadi usaha untuk mengobatinya supaya bisa mendapatkan kehidupan yang normal.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

1 comment:

  1. aRTIKEL bagus..coba orang komunitas GAYa Nusantara baca, atau Ricky martin baca...

    tapi agak mengganggu tulisan"Gay Gene"nya:)

    ReplyDelete