Friday, April 02, 2010

Baju Pengantin 2,5 Milyar dan 1,5 Juta Balita Goblok

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Ada dua buah berita yang menarik pada minggu ini. Dalam artikel pertama, dijelaskan bahwa ada setidaknya 1,5 juta balita Indonesia yang kini mengalami gizi buruk, yang akan membuatnya mengalami kebodohan permanen (goblok) seumur hidup. Dan yang gizi kurang, ada jutaan lagi. Tentu saja mereka semua tidak akan mencapai prestasi yang tinggi di sekolah karena hidup dalam kemiskinan yang memberikan pengaruh langsung terhadap otaknya.
Dalam artikel yang kedua, dijelaskan tentang biaya milyaran rupiah untuk pernikahan antara dua orang kaya. Yang paling menarik adalah kutipan ini: 
Meski Nia bakal menikah dengan putra bungsu konglomerat terkaya di Indonesia, Aburizal Bakrie, namun resepsi pernikahan mereka tidak digelar besar-besaran atau terkesan hura-hura.
“Jadi biaya Rp100 miliar itu terlalu berlebihan. Karena pastinya kita nggak akan mengeluarkan biaya terlalu besar, dan acaranya pun nggak terlalu megah,” kata Anindya Bakrie, kakak Adrie Bakrie ditemui di tempat yang sama. Menurut dia, keluarga Bakrie tak ingin menggelar pesta besar-besaran, sementara masih banyak rakyat Indonesia yang menderita. “Saat ini  banyak saudara kita yang terkena musibah dari banjir, longsor, dan lainnya, jadi nggak mungkin kita membuat resepsi semegah itu,” jelasnya.
Sumber: poskota.co.id

Lalu setelah dicari informasi dari beberapa artikel di internet, terdapat informasi seperit ini:
Sewa kamar dan pesta di hotel :  5 milyar
Baju keluarga pengantin :  2,5 milyar
Suvenir  :  764 juta
Wayangan :  300 juta
Dan lain-lain.

Ini yang disebut “nggak terlalu megah”? Ini yang dilakukan karena mereka menyadari ada “banyak saudara kita yang terkena musibah”?
Saya tidak habis berfikir, kalau tidak ada “saudara yang kena musibah” kira-kira berapa ratus milyar lagi akan mereka habiskan untuk satu pesta perkawinan? Dengan harga milyaran, mereka merasa telah membuat “acara sederhana dan tidak megah”.
Sedangkan baru 2-3 hari sebelumnya diberitakan tentang berapa banyak “saudara mereka”, yang masih balita, yang hidup dalam keadaan lapar, gizi buruk, yang mengancam daya pikirnya seumur hidup.

Bagaimana kalau biaya pernikahan dibuat sederhana, hanya 100-300 juta saja (sederhana untuk orang kaya), dan sisanya sepuluh milyar atau lebih digunakan untuk mendirikan jaringan Dapur Umum yang gratis atas nama kedua mempelai?
Tetapi mungkin agak sulit bagi orang kaya untuk berfikir seperti itu. Secara lisan, mereka dengan entang bisa bicara tentang “saudara mereka”. Tetapi ternyata, mereka begitu sibuk menghabiskan uangnya dengan acara mahal, sehingga “saudara” itu tidak masuk pikiran mereka, kecuali sedang berhadapan dengan wartawan.
(Dan tidak usah tanya kenapa mereka tidak mengundang ratusan anak yatim untuk ikut makan di pesta, biar ada rahmat dan hikmah yang besar dari Allah. Anak yatim juga merupakan “saudara” yang sering dilupakan oleh orang kaya.)

Pada suatu hari yang akan datang, setiap orang kaya akan bertemu dengan Allah SWT yang menciptakan mereka dan memberikan kekayaan kepada mereka. Dan mungkin pada saat itu, Allah akan hadirkan jutaan anak yatim dan anak miskin yang wafat dalam keadaan lapar di Indonesia dulu, dan Allah akan mengatakan kepada si orang kaya, “Kamu boleh masuk sorga, kalau ‘saudara kamu’ ini ikhlas dan izinkan!” Dan setelah itu, mungkin Allah akan tanyakan kepada anak-anak yatim dan miskin itu satu per satu apakah mereka memang ikhlas kalau orang kaya itu ikut masuk sorga. Dan si orang kaya akan dipaksakan berdiri di situ dan mendengarkan setiap jawaban, sampai selesai, betapapun lamanya.

Lalu si orang kaya akan memandang anak2 yatim dan anak2 miskin itu yang mati dalam keadaan lapar di Indonesia dulu, yang baru mau diakui sebagai “saudaranya”, dan baru di situlah dia akan menangis dan akan mohon ampun dan kasih sayang dari mereka supaya dia bisa diziinkan masuk sorga bersama dengan mereka.

Bagaimana kalau Allah membuat acara seperti itu nanti di hari akhirat? Apakah anak yatim dan anak miskin akan ihklas dan izinkan orang kaya masuk sorga bersama dengan mereka juga?

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

********
[Berita pertama]
Jelang Pernikahan Ardi Bakrie-Nia Ramadhani - Baju Pengantin Senilai Rp 2,5 Miliar

30 Maret 2010
Hanya Rp 10 Miliar
Lantas berapa sebenarnya biaya pernikahan yang disiapkan untuk pernikahan ini? Menurut Prya, jumlahnya tak lebih dari 10 persen dari yang diisukan orang selama ini [diisukan 100 milyar], antara Rp 5 miliar - Rp 10 miliar. Berdasarkan penelusuran Suara Merdeka, keluarga menyiapkan dana Rp 5 miliar untuk kegiatan di Hotel Mulia. Dana itu termasuk puluhan kamar yang telah dibooking untuk keluarga Bakrie dan Ramadhani yang akan menginap mulai 31 Maret. Menu makanan internasional didatangkan dari beberapa hotel ternama, serta biaya rias pengantin untuk adat Sunda dan Lampung.

Untuk busana, keluarga menyiapkan Rp 2,5 miliar. Nia akan mengenakan sembilan busana rancangan disainer terkenal, antara lain Eddy Betty, Biyan, dan Chris Bello. Untuk akad nikah, pasangan Ardi dan Nia akan mengenakan busana warna kombinasi broken white dan gold. Sementara di resepsi bronze dan gold. Busana resepsi Nia, menurut sebuah sumber, ditaksir seharga Rp 35 juta, sementara orang tua kedua mempelai tak kurang dari Rp 40 juta.

Suvenir menjadi salah satu bagian penting dari sebuah resepsi pernikahan. Untuk itu, Nia khusus mendatangkan suvenir pernikahannya dari Hong Kong. Meski bentuknya masih dirahasiakan, harga per buahnya ditaksir Rp 150.000. Ada lima jenis suvenir yang disediakan Nia total berjumlah 5.000 buah. Untuk pengajian berupa sajadah dan boks cantik untuk 50 undangan, harganya Rp 190.000 per buah, untuk siraman Nia menyediakan 50 suvenir berupa antaran berisi handuk dan toples bunga aromaterapi. Kabarnya untuk urusan suvenir menghabiskan dana Rp 764 juta.(Tresnawati-76)
Baca selengkapnya di Suaramerdeka.com

********
[Berita kedua]
1,5 Juta Balita Terancam 'Goblok' Permanen

Selasa, 30/03/2010 15:17 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Balita yang mengalami gizi buruk masih cukup banyak meskipun di beberapa daerah telah terjadi penurunan angka statistik. Setidaknya ada 1,5 juta balita Indonesia yang kini mengalami gizi buruk yang akan membuatnya mengalami kebodohan permanen.

Jika hal ini terus menerus dibiarkan, maka Indonesia bisa kehilangan generasi muda yang optimal di masa mendatang. Hingga tahun 2009 terdapat 5,3 persen balita dari 28 juta anak di bawah usia 5 tahun yang mengalami gizi buruk. Artinya sekitar 1,5 juta balita mengalami gizi buruk sedangkan balita yang mengalami gizi kurang sekitar 15 persen.

"Jika anak di bawah usia 5 tahun mengalami gizi buruk, maka ia kehilangan periode emasnya dalam hal perkembangan otak sehingga mengakibatkan otaknya mengecil. Jika hal ini terjadi maka anak bisa menjadi goblok permanen dan sulit untuk diperbaiki," ujar DR Dr Tb Rachmat Sentika, SpA, MARS dalam acara Pfizer Journalist Class dengan tema Gizi dan Masa Depan Generasi Muda di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa (30/3/2010).
Baca selengkapnya di Health.detik.com

13 comments:

  1. buat mereka..yang masuk forbes, termasuk geank orang kaya di indonesia mungkin terbilang kecil.., 7 trilyun ganti rugi buat lapindo yang masih kurang itu.., itu 'hanya' dari uang pribadi keluarga tersebut..,

    ya mungkin ukuran 'sederhana' bagi mereka tidak sama dengan sederhana di pikiran kita.., ya moga-moga saja mereka tidak lupa dengan 'saudara2; yatim dsb, yang 'mungkin' tidak di ekpose media, cuma kemewahan2nya saja yang diekpose..karena itu kan yang lebih laku di jual.
    saya mah berpositif thingking aja lha.., niat mereka nikah udah bener secara agama, memberikan kabar kebahagian mereka juga udah tepat..'tepat menurut ukuran mereka':) walau agak bikin silau mata diantara penduduk indonesia yang tidak berpunya.

    ReplyDelete
  2. (komentar lewat emai)

    Dalam tausiyah subuh di TPI tadi , Arifin Ilham menyampaikan.
    Shalatnya itu dusta, puasanya itu dusta, naik haji itu adalah kedustaan belaka bagi kaum muslim yang tidak memperdulikan anak yatim dan saudara2 mereka yang miskin dan kesusahan.
    Na'udzu Billahi min dzalik. Semoga kita tidak masuk dalam golongan seperti itu. Insya Allah.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. kalau aku mungkin buat pabrik atau kantor untuk nampung pengangguran uang sebesar itu

    ReplyDelete
  6. Ada tambahan info tentang hadiths, lewat email.
    Silahkan baca. Wassalam, Gene

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Aku baca buku fiqih perihal walimah pernikahan gara2 post ini. Dengan segenap kesempurnaan dan kasih sayangnya Allah SWT sudah memberitahu kita semua aturan2 kehidupan di dunia dan Rasulullah melengkapi detailnya.

    Nabi Muhammad SAW bersabda : "Seburuk-buruk makanan ialah makanan walimah pernikahan di mana yang diundang hanyalah orang-orang kaya saja sementara orang-orang yang miskin tidak diundang. Dan barang siapa yang tidak memenuhi undangan, maka berarti ia telah berbuat durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya." (HR Bukhari & Muslim)

    Hhhmmm tadi diperlihatkan seremonial dan urutan pesta. Ada hal yang membuat aku merasa jadi kasihan banget terhadap pengantin wanitanya.
    - 2 malam resepsi pernikahan di hotel Mulia
    - pertunjukan wayang kulit pada malam ke 3
    - private party di Bali untuk keluarga & sahabat dimana tiket pulang pergi dari ke2 mempelai (hehehe)
    - dan ini yang membuat aku jadi kasihan terhadap pengantin wanita walaupun saya paham sekali hal ini adalah kesepakatan kedua pasangan dan keluarga dan syariat Islam melarang untuk memberatkan hal ini yang merupakan syarat sahnya ijab qabul pernikahan.

    Di berita disebutkan bahwa maharnya adalah seperangkat alat shalat dan uang tunai senilai Rp. 2015. Kasihan banget maharnya yang berupa harta adalah uang tunai senilai dua ribu lima belas rupiah saja.

    Dalam satu uraiannya tentang mahar pernikahan, ustadz Ahamd Sarwat (eramuslim) menyampaikan hal yang menarik berikut ini :

    "Mahar ini pada hakikatnya dinilai dengan nilai uang, sebab mahar adalah harta, bukan sekedar simbol belaka...Bukan semata-mata simbol seperti mushaf Al-Quran atau benda-benda yang secara nominal tidak ada harganya.
    Hal seperti ini yang di masa sekarang kurang dipahami dengan cermat oleh kebanyakan wanita muslimah. Padahal mahar itu adalah nafkah awal, sebelum nafkah rutin berikutnya diberikan suami kepada istri.
    Akhirnya dengan dalih agar tidak dibilang ‘mata duitan’, banyak wanita muslimah yang lebih memilih mahar semurah itu. Lalu diembel-embeli dengan permintaan agar suaminya itu mengamalkan Al-Quran. Padahal pengamalan Al-Quran itu justru tidak terukur, bukan sesuatu yang eksak. Sedangkan ayat dan hadits yang bicara tentang mahar justru sangat eksak dan bicara tentang nilai nominal. Bukan sesuatu yang bersifat abstrak dan nilai-nilai moral.”

    Wallahu'alam bish-shawab.
    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  7. Gene, boleh ikutan berkomentar ya.

    Kalau aku sependapat dengan rahma. Uang sebanyak itu untuk ukuran konglomerat ya memang sederhana. Mungkin cara yang bijaksana dalam manilai sesuatu adalah menggunakan ukuran yang tepat. Sederhananya seperti ini: contoh, kalau bagi aku memakai sebuah blazer seharga Rp. 500.000 udah cukup mahal, tapi bagi orang yang tiap bulan gajinya Rp. 150 juta, tentu pakaiannya sepotong bisa lebih dari Rp. 3 juta.

    Dan mengenai mengundang orang-orang miskin dalam suatu acara makan-makan memang sangat dianjurkan, dan mungkin keluarga Bakrie udah melakukan itu di sesi pesta yang lain, cuma tidak disorot media.

    Terus mengenai MAHAR, memang dianjurkan bagi wanita agar tidak minta mahar yang mahal-mahal. Banyak kejadian, wanita banyak yang belum menikah meskipun umur sudah lebih dari usia menikah, karena menentukan mahar yang terlalu tinggi. Wallohua'lam.

    Demikian pendapat saya kalau ada kurangnya mohon dimaafkan. Kalau mau dicari kekurangan saya tentu akan berlebih kekurangan tapi kalau mencari kelebihan saya tentu banyak kurang.

    nit

    ReplyDelete
  8. Mr gene udah paham banget teorinya.., tinggal prakteknya tuh..

    disibukan sama banyak orang yang minta perhatian.., waktu buat sendiri juga harus dicukupkan;)

    ReplyDelete
  9. Memangnya ente2 yang ada disini pas nikah atau mau nikah pakai modal seberapa banyak?
    Jaman sekarang untuk orang2 menengah butuh sekitar 20-50jt buat nikah dan resepsinya. Buat ente2 sih segitu mah kecil, tapi bagi orang yang ada di bawah garis kemiskinan mah besar banget...
    Nah kalo yang 2.5 milyar itu juga relatif...
    Lagian bang ical jg bisa ngeles dengan bilang 2,5 milyar itu jg untuk mempekerjakan karyawan2 hotel, catering, dekorasi, dll...

    ReplyDelete
  10. Karena Bumi kita bulat sehingga Siang atau malam, terang atau gelap, kecil atau besar tergantung dimana kita berada. Marilah kita semua mencoba Berpikir positip.
    Makan siang di kantor Rp.15,000 terasa sangat sangat biasa buat kita, tapi kalau tukang beling mengetahui itu pasti akan terucap "sayang banget uang segitu cuma buat makan sekali dan sendirian". Pada saat kita minum satu cangkir kopi di sturbuck apakah kita pernah berpikir kalo harga nya cukup buat masak satu minggu buat orang laen? Bukan berarti kita boleh hidup seenaknya tanpa ada aturan, tapi memang kadang gajah di pelupuk mata tidak terlihat tapi semut di seberang lautan terlihat jelas sekali ....

    ReplyDelete
  11. Mungkin mereka berusaha untuk menyembunyikan biaya yang sebenarnya. Sudah beredar isu akan mencapai 100 milyar, jadi untuk menekan info tersebut, mereka menciptakan berita "hanya 10 milyar" sedangkan biaya yang sebenarnya lebih dekat dengan 100 milyar.
    Kita tidak akan pernah bisa tahu. Mereka tidak mau dianggap membuat acara mahal, dan sekaligus tidak mau kasih tahu harga yang sebenarnya.
    Dan juga sangat mungkin mereka tidak pernah berusaha untuk menghitung semua pengeluaran. Setiap kali perlu bayar, kasih kartu kredit atau Debit BCA, dan setelah itu dilupakan.

    Kasihan orang kaya.

    Wassalam,

    ReplyDelete
  12. Ya..
    kita doakan saja, agar orang-orang kaya itu dilimpahkan ALLAH empati yang tinggi dan keringanan untuk mengulurkan tangan untuk menengok dan membantu saudara-saudaranya yang kesusahan.
    Dan moga kita-kita yang (ALHAMDULILLAH) udah berkecukupan, juga ditinggikan empatinya dan diringankan uluran tangan kita.
    Amien.

    Salam kenal ya Mr. Gene
    Keluarga Herdi.

    ReplyDelete
  13. Takaran sederhana pada setiap lapisan sosial berbeda-beda Pak Gene. Saya sependapat dengan komentar-komentar diatas. Sederhana sangat luas pemahamannya dan barangkali bagi keluarga besar Bakrie itu sudah sederhana. Ibarat duit 50 juta itu cuma duit slilit (tusuk gigi) lah. Hehehehe..

    Harapannya, semoga empati orang kaya makin besar. Karena bagaimanapun, jadi orang kaya lebih berat, karena pemeriksaannya di akhirat akan lebih lama. Hehehehe..

    Syukuri saja apa yang ada saat ini. Amien

    ReplyDelete