Monday, April 12, 2010

Guru Di Inggris Boikot Ujian Nasional

Assalamu'alaikum wr.wb.,
Kemarin saya baca di BBC bahwa para guru di Inggris memilih untuk boikot Ujian Nasional di sana. Mereka anggap ujian itu cukup buruk bagi siswa karena beberapa alasan. Yang paling utama adalah tes itu memaksakan para guru untuk mengajar secara khusus untuk menghadapi ujian tersebut (dalam bahasa inggris, ini disebut “teaching to the test”). Artinya, fokus setiap hari adalah untuk mengajar apa yang bakalan muncul di tes nanti. Dan kalau ada suatu ilmu yang baik, bermanfaat dan menarik, tetapi tidak akan muncul di tes, seringkali tidak ada waktu untuk pelajaran tersebut. Ilmu untuk tes harus diutamakan.

Guru juga tidak setuju bahwa hanya bahasa Inggris dan Matematika yang diuji, dan hal itu berarti kebanyakan dari waktu guru harus digunakan untuk fokus pada kedua mata pelajaran tersebut, supaya murid bisa lulus, supaya penilaian pemerintah terhadap sekolah tidak turun. Oleh karena para guru tidak setuju, akhir lewat voting, banyak yang setuju untuk boikot ujian tersebut. Caranya, pada hari ujian, guru-guru itu tidak membagikan ujian kepada siswa dan mereka mengajar seperti biasa. Guru juga bersedia mogok kerja secara nasional kalau pemerintah tidak mau mendengarkan para guru.

Sebaliknya, di Indonesia, ada reaksi yang berbeda. Di sini, banyak guru juga tidak setuju dengan Ujian Nasional. Walaupun begitu, ujian tetap jalan terus setiap tahun karena para guru selalu dalam keadaan lemah dalam menghadapi pemerintah, dan tidak berani ambil risiko (karena guru bisa dipecat kalau tidak nurut!). Kebanyakan guru di sini selalu berada dalam keadaan lemah, secara ekonomi, secara ilmu, kondisi kerja, dan lain2. Mereka selalu takut kepada pejabat dan atasan, dan oleh karena itu tidak bisa maksimal berfokus pada tugas mengajar, karena selalu takut terhadap nasib mereka.

Serikat guru di Inggris (dan juga di negara barat lain) sangat kuat dan punya tujuan untuk melindungi para guru supaya mereka bisa mengajar dengan baik dan benar. Sayangnya, di Indonesia belum. Kalau ada serikat guru yang kuat di sini, yang bisa melindungi para guru (supaya tidak bisa diancam dengan mudah), maka ada kemungkinan para guru akan menjadi lebih berani untuk melawan kebijakan pemerintah yang tidak baik, dan dengan demikian, ujian nasional yang sangat tidak baik dan tidak adil bisa diakhiri.

Untuk sementara, para siswa Indonesia dibiarkan menjadi “korban pendidikan” dan “korban ujian nasional” terus. Kapan bisa berubah? Percuma kita bicara tentang pendidikan berkualitas di lain negara (seperti Finlandia) kalau guru mereka sangat kuat (dari semua sisi) sedangkan guru kita sangat lemah. Guru kita harus dilindungi dulu, dan kekuatan yang paling besar sudah ada di tangan mereka: komunitas guru yang ingin berjuang untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Kapan para guru bisa kompak dan menjadi suatu kekuatan yang khusus untuk memajukan kondisi pendidikan di Indonesia?

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

Union urged to boycott Sats tests

Sats battle on teachers' agenda at spring conferences

1 comment:

  1. salam alaikum
    hemm..sambil boikot sambil ngusulkan solusinya...bagus tuh:)jadi dema-demonya gak ngasal:)
    atau setidaknya memberi pandangan dr berbagai sisi manfaat dan mudhorotnya..jadi orang2 juga bisa ikut tahu/paham.
    btw, ikatan guru<--PGRI? kuat gaknya ya...dilihat sendirilah hehe..
    wassalam

    ReplyDelete