Monday, April 12, 2010

Lima Miliarder Dunia yang Hidup Sederhana

Keren. Ada nggak orang Indonesia seperti ini?

Lima Miliarder Dunia yang Hidup Sederhana
Mereka tidak suka menghambur-hamburkan uangnya.
Selasa, 6 April 2010, 08:30 WIB
Umi Kalsum, Harriska Farida Adiati
VIVAnews - Setidaknya satu kali dalam hidup, pernahkah Anda berfantasi menjadi orang yang bergelimang harta? Lantas, apa yang akan Anda lakukan dengan uang miliaran atau triliunan di tangan Anda? Memang tidak sedikit jumlah orang kaya di planet ini. Namun percaya atau tidak, masih ada di antara orang-orang kaya dunia tersebut yang hidup relatif normal, dalam arti hidup seperti orang kebanyakan.

Rahasia "kotor" dari orang-orang kaya bersahaja ini adalah bahwa mereka tidak bertingkah laku seperti orang kaya. Mereka sibuk berhemat dan berinvestasi demi masa depan, daripada menghambur-hamburkan uang hanya untuk kepentingan sesaat. Coba simak beberapa orang kaya bersahaja di dunia berikut ini, seperti dikutip dari laman San Francisco Chronicle, Kamis 1 April 2010.

1. Warren Buffett
Buffett adalah seorang investor sukses, pebisnis, sekaligus filantropis, dan pemilik Berkshire Hathaway. Namun, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett mungkin adalah kegemarannya untuk berhemat. Pemilik harta kekayaan senilai US$47 miliar ini menjauhi rumah dan benda-benda mewah. Bersama istrinya, pria 79 tahun ini masih tinggal di rumah sederhana mereka di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat yang mereka beli dengan harga US$31.500, lebih dari 50 tahun lalu. Meski Buffett sering menikmati hidangan di restoran terbaik di berbagai belahan dunia, bila disodori pilihan, Buffett akan lebih memilih burger dan kentang goreng beserta Coke cherry dingin. Saat ditanya mengapa dia tidak memiliki sebuah kapal pesir, Buffett menjawab: "Kebanyakan mainan cuma menimbulkan rasa nyeri di leher."

2. Carlos Slim
Nama Carlos Slim belum terlalu dikenal orang bila dibandingkan dengan nama-nama besar macam Bill Gates. Namun, pria warga Meksiko ini baru saja dikukuhkan sebagai orang paling kaya sejagat, mengalahkan pendiri Microsoft tersebut. Kekayaan Slim bernilai lebih dari US$53 miliar. Meski dia bisa membeli berbagai barang mewah duniawi, Slim hampir tidak pernah memanfaatkan kesempatan itu. Seperti Buffett, Slim tidak memiliki kapal pesiar atau pesawat, dan tetap menghuni rumah yang sama sejak 40 tahun lalu.

3. Ingvar Kamprad
Kamprad, pendiri ritel furnitur terkemuka asal Swedia, Ikea. Bagi Kamprad, mencari cara untuk menghemat uang bukan hanya persoalan konsumennya, tetapi juga menjadi nilai berharga bagi dirinya sendiri. Kamprad pernah berujar, "Orang-orang Ikea tidak mengendarai mobil mencolok atau tinggal di hotel-hotel mewah." Aturan tersebut berlaku juga bagi dirinya, pendiri perusahaan ritel Ikea. Dia sering menggunakan kereta untuk mengurus bisnisnya yang tersebar di mana-mana. Untuk urusan di dalam kota, Kampard cukup memanfaatkan bus kota atau mengendarai mobilnya yang telah berumur 15 tahun, sebuah Volvo 240 GL.

4. Chuck Feeney
Feeney tumbuh besar sebagai seorang keturunan Amerika-Irlandia saat terjadi Depresi Besar di Amerika Serikat. Faktor itu bisa jadi mempengaruhi gaya hidup hemat pria kelahiran 23 April 1931 ini. Dengan motto pribadi "Saya ditakdirkan untuk bekerja keras, bukan untuk menjadi orang kaya," salah seorang pendiri Duty Free Shoppers ini diam-diam menjadi seorang miliuner dunia.

Namun, hal lain yang juga dilakukan diam-diam adalah bahwa Feeney memberikan nyaris semua kekayaannya ke yayasan kemanusiaan, Atlantic Philanthropies. Selain memberikan lebih dari US$600 miliar ke almamater Cornell University, dia juga menyumbangkan miliaran dolar ke berbagai sekolah, rumah sakit, dan badan penelitian. Feeney bahkan mengalahkan Buffett dan Kamprad dalam "kategori donasi".

Pemakai rutin fasilitas transportasi umum ini juga selalu terbang menggunakan kelas ekonomi, membeli pakaian dari toko ritel, dan tidak menghamburkan uang hanya untuk membeli rak sepatu besar. "Kita hanya bisa mengenakan satu pasang sepatu dalam satu kali kesempatan," katanya. Dia juga membesarkan anak-anaknya dengan cara normal, yakni dengan meminta mereka bekerja paruh waktu saat musim panas seperti yang dilakukan anak-anak remaja di Amerika.

5. Frederik Meijer
Toko-toko kelontong Meijer banyak tersebar di Midwest, Amerika Serikat. Nilai kekayaan Meijer mencapai lebih dari US$5 miliar, dan hampir separuh dari kekayaan itu justru ditimbun saat pendapatan bersih bisnis Meijer anjlok pada 2009.
Seperti Buffett, Meijer membeli mobil dengan harga logis dan mengendarai mobil-mobil itu sampai tidak bisa digunakan lagi. Seperti Kamprad, Meijer memilih motel-motel biasa saat bepergian untuk urusan bisnis. Dan seperti Chuck Feeney, Meijer fokus pada sesuatu yang bisa diberikan pada masyarakat, dan bukan memboroskan uang untuk kepentingan pribadi.

Sumber: dunia.vivanews.com

4 comments:

  1. Hmmm ini mah orang-orang yang ngga bisa menikmati hidup, hartanya hanya jadi warisan.

    ReplyDelete
  2. mereka lebih kenal konsep sedekah sampai rela mendonasikan hampir semua kekayaannya buat sosial..,

    bukan karena tidak menikmati hidup..tapi itu cara mereka menikmati kehidupan.., kekayaan pun tidak menjamin kebahagian seseorang, buktinya mereka lebih menikmati hidup dirumah dimana mereka mulai merintis usaha berpuluh2 tahun lalu..mungkin sebagai 'pengingat' mereka ketika menuju jalan suksesnya.
    setau saya seorang W buffet pun ga suka pesta2 kelas jetset.., lihat saja tampang2 orang kaya no 1 dunia, Bill G, W buffet.., penampilannya kadang sederhana jauh dari kesan glamour.tapi beda yang kaya-nya 'kaya mendadak'..apalagi kalau pakai nipu uang rakyat..'aura orang kayanya beda banget' :)

    ReplyDelete
  3. Aww.

    Minta ijin share this interesting article ya Gene. Tq.

    Www.

    ReplyDelete
  4. Pengetahuan di dunia ini mengikuti hukum sebab akibat.
    Mereka ini hanya mengikut hukum yang benar soal kekayaan, yaitu 'berhemat', dan tanpa sadar mendapatkan akibatnya, yaitu 'kaya harta'.
    mereka yang boros, tentu akan mendapat efek sebab akibat sebaliknya, yaitu 'bokek'.

    tetapi ada hukum yang berbeda dengan hukum matematika 1 + 1 = 2,

    misalnya sedekah, bagaimana hukum harta -1=700, bahwa sedekah itu ganjaranpa halanya hingga 700 kali, sebagian kecil dibayar di dunia berupa keberkahan hidup hingga dikaruniai olehNya Husnul Khatimah.

    sebaliknya, bisa jadi harta + 1 = 0, artinya jika orang tidak mau sedekah, boleh jadi hartanya bukan bertambah membawa keberkahan hidup dan kebaikan, malah bisa sekejap habis atau berubah menjadi penderitaan, di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete