Saturday, May 01, 2010

Anker Bir Setor Dividen Rp 35,5 Miliar ke Pemprov DKI

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Kalau mau dapat pelayanan dari Pemprov DKI, jangan lupa untuk bersyukur pada Allah untuk teman2 non-Muslim dan orang asing yang minum bir dan menjadi mabuk terus. Alhamdulillah. Dan juga kepada teman2 Muslim yang berdosa dengan minum bir. Makin sering mereka mabuk, makin kaya Pemprov DKI. Gara-gara niat mereka untuk menjadi mabuk, anda bisa dapat pelayanan dari Pemprov DKI.

Kalau anda minum teh manis dan berusaha menjadi orang saleh, Pemprov DKI tidak dapat uang sama sekali. Tetapi kalau ada teman yang suka mabuk-mabukan dengan minum Angker Bir, maka hal itu berarti dia sedang membantu masyarakat dengan menambahkan pemasukan bagi Pemprov DKI.

Dan jangan lupa kalau mau melakukan renovasi masjid, dan dapat sumbangan dari Pemprov DKI, seharusnya juga bersyukur kepada Allah bahwa masih ada banyak orang yang mau mabuk-mabukan, supaya ada uang untuk renovasi masjid dan sekian banyak kegiatan sosial yang lain. Alhamdulillah, masih banyak orang mau mabuk ya, biar Pemprov DKI tidak bangkrut!

Bagaimana dengan anggota DPRD dari partai Islam? Gaji mereka dari Angker Bir juga? Atau apakah uang dari Anker Bir hanya digunakan untuk kegiatan sosial, seperti renovasi masjid, pembangunan madrasah, bakti sosial bagi fakir miskin, sumbangan Al Qur'an pada masjid, buka puasa bersama, dan lain-lain?

96. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, PASTILAH Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
(QS. Al Araf 7.96)

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
********

Anker Bir Setor Dividen Rp 35,5 Miliar ke Pemprov DKI

Kamis, 29/04/2010 16:40 WIB
Indro Bagus,Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta - PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), produsen minuman beralkohol bermerek Anker Bir, akan menyetorkan dividen tunai tahun buku 2009 kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senilai Rp 35,5 miliar. Dividen per saham Anker Bir ditetapkan sebesar Rp 9.500 per saham. Menurut Direktur Keuangan DLTA, Afrijanto rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen senilai Rp 9.500 per saham atau totalnya sebesar Rp 152,125 miliar. Pembagian dividen dijadwalkan pada 18 Juni 2010.

"Dividen akan dibagikan 18 Juni 2010 sebesar Rp 9.500 per saham atau naik tiga kali lipat dibanding tahun lalu Rp 3.500 per saham. Saham yang beredar sampai akhir tahun sebanyak 16.013.181 lembar," ujarnya usai RUPST DLTA di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (29/4/2010). Pemprov DKI Jakarta merupakan pemilik 3.736.920 saham Anker Bir atau setara dengan 23,34% saham. Dengan demikian, nilai dividen yang akan diterima Pemprov DKI dari laba Anker Bir mencapai Rp 35,5 miliar.

Sedangkan pemegang saham pengendali Anker Bir, yakni San Miguel Malaysia Pte Ltd yang memiliki 9.341.223 saham akan menerima dividen sebesar Rp 88,741 miliar. Sisanya sebesar Rp 27,882 miliar akan dibagikan kepada pemegang saham publik sebanyak 2.935.038 saham. Pada tahun 2009, perseroan mencatat laba bersih Rp 126,50 miliar atau naik dari posisi tahun lalu Rp 83,75 miliar. Penjualan mencapai Rp 740,68 miliar, dengan beban pokok penjualan mencapai Rp 401,524 miliar.

Ia menambahkan, sepanjang triwulan I-2010 perseroan mencatat peningkatan penjualan sebesar 12% menjadi Rp 226 miliar. Peningkatan pendapatan diikuti oleh laba usaha, sebesar 68% menjadi Rp 45,7 miliar. "Saat ini kinerja kami masih cukup baik, karena pemberlakukan tarif cukai baru akan efektif April 2010 yang sebesar Rp 11.000," jelasnya. "Tentunya kedepan akan ada dampak dari kenaikan cukai ini, namun kita akan hitung lagi seberapa besar," imbuh Afrijanto.

Sementara untuk target selama tahun 2010, perseroan tidak terlalu optimis akibat peningkatan beban perusahaan. "Volume penjualan ataupun produksi sepertinya akan sama atau paling tidak naik 5%. Untuk mengerjar prestasi seperti tahun lalu, kami akan membidik daerah-daerah yang belum memberlakukan pembatasan minuman keras, seperti Bali. Disana Bir cukup potensial," paparnya. (dro/qom)

Sumber: detikfinance.com

No comments:

Post a Comment