Thursday, October 07, 2010

Tanggal kemerdekaan di uang pecahan 100 ribu benar, kenapa banyak yang tidak tahu?

(Antara tidak tahu, atau tidak ingat?)

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Bagi saya, ini sangat menarik dari sisi pendidikan.
Saya dapat info dari seorang teman lewat SMS. Saat itu, saya di kantor teman lain. Saat diperiksa, ternyata benar, tulisannya 05, sesuai dengan isi pesan SMSnya.

Saat itu, yang periksa ada 5 orang, semuanya bergelar S1 jadi mereka berpendidikan tinggi. Salah satunya juga bergelar dokter. Teman yang kirim SMS pertama kepada saya bergelar S2.

Semua teman itu punya pendidikan tinggi, semuanya warga Indonesia, dan semuanya tidak tahu teks asli proklamasi, padahal diajarkan bertahun2 selama sekolah dan teks itu singkat sekali sebenarnya.

Kok semuanya tidak tahu bahwa 05 itu tanggal yang benar di dalam teks yang asli?

Apa yang terjadi pada mereka selama sekolah di sini? Kok begitu banyak orang dewasa dengan pendidikan tinggi bisa tidak tahu sejarah negaranya sendiri (dan oleh karena itu percaya pada isi pesan SMS, dan sebarkan kepada yang lain, sehingga saya juga ikut menyebarkan.)

Kesalahan pendidikan itu di mana kira-kira?

Ada yang bisa menjelaskan?

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

5 comments:

  1. ¨Saya kira, penjelasannya bukan pada tingginya tingkat pendidikan seseorang, tetapi kepada interest seseorang. Bagi seorang yang belajar matematik, ketika mereka melihat rumah tawon, mereka akan hubungkan dengan geometri, bagaimana sistematisnya segi enam di rumah tawon itu.

    Bagi seorang artist, rumah tawon adalah seni. Bagi seorang yang religious, akan hubungkan dengan keagungan Allah yang menciptakan.

    Kembali kepada isi artikel, itu sebenarnya kepada seberapa besar perhatian orang kepada sesuatu, bukan kepada tingkat pendidikan mereka.

    Sekedar cerita, summer setahun lalu saya kerja musim panas dengan membagikan surat kabar di perumahan tingkat. Dari segi skills, hanya dibutuhkan bahasa Swedia utk membaca list pelanggan, nomer pintu gerbang dan nama di pintu mereka. Tetapi, bagi saya sangat complicated sekali, dan minggu pertama melakukan kesalahan banyak sekali. Dan saya bisa katakan punya latar pendidikan yang cukup tinggi.

    Bagi teman yang mulai kerja bersama saya, tidak punya tingkat pendidikan tinggi, dia selesaikan pekerjaan dengan cepat dan TANPA KESALAHAN. Saya belajar dari dia bagaimana sebenarnya untuk mengerti sistemnya. My point is, tingkat pendidikan tinggi tidak selalu menjamin bisa melakukan hal yang sebenarnya sederhana dan seperti dalam kasus uang itu, tentang sejarah. Suami saya yang bukan orang Indonesia lebih tahu sejarah Indonesia dan lebih hapal peta Indonesia daripada saya. Saya belajar dari beliau. Interest kami berbeda, dan saya kira itu menjelaskan banyak hal :)

    Salam, Pak Gene:)

    ReplyDelete
  2. Saya bisa menangkap maksud p Gene. Saya rasa dia bermaksud bahwa yang perpendidikan pasti belajar sejarah bangsa Indonesia semasa sekolah dulu.
    Tapi kok bisa di uang dengan nilai nominal paling tinggi untuk ukuran satu lembar di Indonesia, tertulis sejarah kemerdekaan, proklamasi kemerdekaan yang tidak sesuai dengan pelajaran sejarah semasa sekolah,
    dan kesalahan itu sepertinya biasa-biasa saja.
    Tidak bergaung, seolah-olah orang-orang berpendidikan yang dulu mempelajari sejarah gak ambil pusing. "Toh uangnya laku kok...."
    :P

    ReplyDelete
  3. saya pernah belajar di SD dulu, bahwa penulisan tahun 5 itu berdasarkan penahunan Jepang (no idea penghitungannya dimulai darimana), kita tahu masa 1943 Indonesia masih dala kependudukan Jepang. sehingga proklamasi yang dikumandangkan saat itu menggunakan tahun 05. kita semua diajarkan kok di SD. Tingga sekarang karena interest, nasionalisme ataupun itu membuat some of us ignore about it. semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  4. Duuuuuuhhh, itumah pelajaran SD, 05 itu tahun jepang. 2605. yang kalo dikonversi ke tahun masehi jadi tahun 1 9 4 5. Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Jangan langsung percaya kabar burung gitu dong, cek dulu kebenarannya.

    ReplyDelete
  5. Yang tidak saya pahami adalah "kenapa" begitu banyak orang dewasa tidak bisa ingat hal seperti itu, padahal cukup aneh.
    Coba bayangkan kalau seandianya nama asli Sukarno adalah Joko. Lalu dia ganti nama setelah jadi Presiden menjadi Sukarno, jadi di dalm teks proklamasi, ada tanda tangan nama Joko (sebelum menjadi Sukarno).

    Kalau semua anak diajarkan hal itu di sekolah sebagai ajaran standar, masa lupa semua dalam waktu hanya 10-15 tahun?
    Kemarin saya diberitahu oleh satu orang dewasa, adn dia juga dapat dari teman dia dan 5 orang lain juga ikut kaget.
    Dan setelah baca berita, ternyata teks itu sudah disebarkan sebagai sms dan pesan blackberry kepada ribuan orang atau puluhan ribu, atau lebih, dan semuanya mem-forward karena mereka juga kaget (tidak tahu atau tidak ingat).

    Baru setelah saya sebarkan sebagai email saya dapat penjelasan dari beberapa orang yang mengatakan ingat dari sekolah, lalu saya juga baca di wikipedia.
    Yang membuat saya heran adalah kenapa begitu banyak orang bisa lupa hal itu, padahal teks kemerdekaan begitu singkat.
    Dan banyak teman saya juga pernah melihat yang aslinya. Kok bisa lupa?
    Saya jadi berfikir: Apalagi yang mereka lupakan?

    (Pak Dokter: Maaf, saya lupa perincian operasi ini dari sekolah kedokteran. Kayanya harus potong di sini. Atau di sana? Hmm... Maaf, lupa ya!") hehehehe....

    ReplyDelete