Saturday, December 11, 2010

Pangeran Saudi Doyan Narkoba dan Pesta


Kompas - Jumat, 10 Desember
JEDDAH, KOMPAS.com -  Para diplomat AS, dalam kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks, menggambarkan dunia seks, narkoba dan rock'n'roll di balik kasalehan formal kerajaan Arab Saudi. Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween bawah tanah, yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan, yang menabrak semua tabu di negara Islam itu. Minuman keras dan para pelacur hadir dalam jumlah berlimpah, demikian menurut bocoran itu, di balik pintu gerbang vila yang dijaga ketat.

Pesta tersebut digelar oleh seorang pangeran kaya dari keluarga besar Al-Thunayan. Para diplomat itu mengatakan identitasnya harus dirahasiakan. "Alkohol, meskipun sangat dilarang oleh hukum dan pabean Saudi, sangat berlimpah di bar pesta itu dengan koleksi yang lengkap. Bartender Filipina yang disewa menyajikan koktail sadiqi, sebuah minuman keras buatan lokal," kata kawat itu sebagaimana dilasir The Guardian. "Juga diketahui dari mulut ke mulut bahwa sejumlah tamu (pada pesta itu) pada kenyataan adalah 'gadis panggilan', sesuatu yang tidak biasa untuk pesta semacam itu.

Kiriman informasi dari para diplomat AS itu, ditandatangani oleh konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, "Meski tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut, kokain dan hashishsh (ganja) digunakan secara umum dalam lingkungan sosial semacam itu."
Pesta bawah tanah sedang "berkembang dan berdenyut" di Arab Saudi berkat perlindungan dari kerajaan Saudi, kata kawat itu. Namun pesta semacam itu hanya tersedia di balik pintu tertutup dan untuk orang yang sangat kaya. Terdapat sedikitnya 10.000 pangeran di kerajaan itu. Beberapa masih merupakan keturunan langsung Raja Abdul Aziz, sementara yang lain berasal dari cabang keluarga yang tidak langsung.

Para diplomat yang hadir dalam pesta itu melaporkan, lebih dari 150 pria dan perempuan Saudi, sebagian besar berusia 20-an dan 30-an tahun, hadir dalam pesta tersebut. Perlindungan dari kerajaan berarti kecemasan akan diserga polisi agama menjadi tidak mungkin. Orang-orang yang masuk dikontrol melalui daftar tamu yang ketat. "Adegannya mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan itu: banyak alkohol, pasangan muda yang menari-nari, seorang DJ di turntable dan semua orang berdandan."

Bocoran itu mengatakan, rak di bar tempat pesta itu menampilkan jenis-jenis minuman keras terkenal.
Para diplomat itu juga mencoba menjelaskan mengapa sang tuan rumah  begitu lengket dengan pengawal Nigeria, beberapa di antaranya berjaga-jaga di pintu. "Sebagian besar pasukan keamanan sang pangeran adalah laki-laki muda Nigeria. Merupakan praktek yang umum di kalangan para pangeran Saudi untuk tumbuh bersama para pengawal yang disewa dari Nigeria atau negara-negara Afrika lainnya yang berusia muda, (seusia dengan para pangeran itu) dan akan tetap bersama dengan pangeran tersebut hingga dewasa. Waktu bersama yang lama menciptakan ikatan kesetiaan yang intens"

Seorang pemuda Saudi mengatakan kepada diplomat itu bahwa pesta  besar merupakan tren baru. Hingga beberapa tahun lalu, katanya, kegiatan akhir pekan hanya berupa "kencan" dalam kelompok-kelompok kecil yang bertemu di dalam rumah orang kaya. Menurut bocaran itu, beberapa rumah mewah di Jeddah memiliki basement bar, diskotik dan klub.

6 comments:

  1. Assalamu'alaikum wr wb.

    Berita ini membuat saya shock,
    Betapa berat jadi manusia,
    fenomena yang terjadi, kemiskinan dekat dengan kekufuran, diberi mie instan langsung murtad, sedang kekayaan berlebihan juga dekat dengan kufur nikmat.

    "Ya Allah, jika sesuatu itu baik untukku duniaku dan akhiratku maka dekatkanlah kepadaku, tetapi jika sesuatu itu tidak baik untukku dan akhiratku, maka jauhkanlah dariku sejauh-jauhnya meskipun aku amat menyukainya."

    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  2. Ya kalau memang begitu kenyataannya, ini adalah maksiat yang nyata dan harus ditegakkan hukum atau mungkin ini hanya fitnah belaka, wallahu a'lam.

    semoga para pemimpin di saudi arabia diberi petunjuk agar kembali kejalan yang lurus, menegakkan hukum sesuai syariat kepada siapapun dan kepada ulama salafy dengan tidak putus-putusnya selalu memberikan nasehat kepada para pemimpin di negara tersebut agar selalu menjalankan pemerintahan dengan baik, amin.

    ReplyDelete
  3. Menanggapi berita seperti ini yang harus lakukan pertama kali adalah meneliti sumber berita Karena Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar menyaring ( tabayun/klarifikasi) atas berita yang datangnya dari orang munafik.

    Berita di atas boleh jadi benar dan bisa jadi salah, wallohua'lam Bissowab.

    nenghaji

    ReplyDelete
  4. Kita Beribadah Karena Alloh Subhanahu Wata A'la dan I'tiba kepada Rosululloh Solollohu A'laihi Wasallam tentunya dengan Ilmu, jadi mo Raja siapa ke..?.ya itulah manusia, semoga Alloh selalu membimbing kita u tetap Istiqomah di Atas Sirotol Mustakim, mengenai berita tersebut bisa Iya ? bisa Tidak? jika Iya... semoga Alloh memberikan petunjuk kepada yg berlaku maksiat sebelum Ajal datang menjemput. Jika tidak jadi Ibroh u kita

    Wallohu A'lam

    Firman

    ReplyDelete
  5. bertabayyun jangan cm krn mereka arab, atau berita dr org munafik yg ingin menjatuhkan arab, toh pada kenyataannya--hingga kita bisa tahu kenapa para nabi di lahirkan di tanah arab---inilah sisi jahiliyah nya

    Syukur juga kalau akhirnya tunisia yang termasuk negara arab itu rezimnya tumbang, karena kenyataan yg menyedihkan dr negara semenanjung arab, dengan kediktaroranny, semoga mesir menyusul.. itu doa saya.

    Tapi ga bisa menyalahkan sistem syariah islam yg diterapkan disana, lebih krn kultur bangsa arab juga kita tahu seperti apa.

    Kalau berita itu dr kaum munafik, herannya kenapa banyak beredar di semua situs islam yg independen,jangan terlalu mengeneralisir semua jurnalis dengan tulisan seperti itu.
    ttg ke bobrokan pangeran2 arab, dr kasus asusila dan pembunuhan.sudah terlalu banyak saya baca, meneliti kebenaran beritanya. Dan pemberitaannya itu mendekati kebenaran. Wawlohualam.

    .

    sepertinya semangat islam diakhir jaman tercerabut dr tanah arab dan mulai bersinar di barat.

    kalau teman saya yang lama studi di tanah arab cm komen seperi ini: ada 2 tipe bangsa arab:
    jika dia baik, baiknyaaaaaaaaaa seperti seorg nabi, jika dia jahat, jahatttttttttnya seperti fir'aun.

    ReplyDelete
  6. Fakta ini sebenarnya sudah banyak terungkap media, dan harus diakui itu (kelakuan keluarga raja & pejabat pemerintah saudi) yang membuat citra saudi menjadi negatif. Giliran orang biasa yang berbuat maksiat, dikenai hukuman sesuai syariat Islam, giliran keluarga raja&pejabat yang berbuat maksiat?

    ReplyDelete