Wednesday, June 29, 2011

Gaya Ceramah Muhammad Nur Maulana (Islam Itu Indah –Trans TV)


Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman-teman, kemarin saya baru tahu tentang adanya acara baru di Trans TV bernama “Islam Itu Indah”. Ada yang mengatakan bahwa gaya ustadz tersebut sangat tidak pantas untuk sebuah ceramah agama. Katanya ustadz bicara dan bertindak dengan gaya bencong atau banci, tetapi hadirin dan para penonton malah senang.
Saya mencari info di internet, dan ternyata sebagian dari program tersebut sudah dipasang di You Tube, jadi bisa disimak di situ kalau belum sempat melihat di tivi. Ini beberapa contohnya:
Islam Itu Indah, Trans TV, Ust. Muhammad Nur Maulana

(Contoh ceramah gaya bencong Muhammad Nur Maulana)

(Memainkan musik di dalam masjid dan ajak orang menangis)

(Lagu orang India yg tidak ada hubungan dengan Islam juga dimainkan di dalam masjid)


Setelah sudah melihat beberapa video, saya tulis sedikit info tentang program ini di Facebook saya dan bertanya siapa yang tidak suka karena saya tidak suka sama sekali. Ternyata, mayoritas dari pembaca juga tidak suka, dan banyak yang tanya ke mana ulama Indonesia, khususnya MUI? Orang ini mengaku sebagai ustadz tetapi sekaligus bicara dan bergaya seperti banci.
Salah satu komentar yang masuk di Facebook saya adalah ini:
“Aku juga heran, sudah berbulan2 ustadz ini tampil di tivi tetapi kenapa nggak ada satu pun ulama / kyai / ustadz yg mengkrtik ustadz ini..??? Apakah Majelis Ulama Indonesia "menutup mata" dan membiarkan dia dakwah dg cara banciiiiii ????

Sangat disayangkan orang seperti ini dibiarkan tampil terus, dan tidak ada tanggapan dari kalangan ulama terhadap gaya ceramah yang baru ini.
Setelah saya menyaksikan gaya ceramahnya, saya baru ingat bahwa saya pernah memberi prediksi tentang masalah ini di blog saya pada tahun 2008. Saat itu, saya menulis artikel yang membahas banyaknya pelawak dan bencong yang masuk acara tivi pada waktu sahur di dalam bulan puasa. Di luar bulan puasa, sudah ada banyak pelawak dan orang bergaya bencong yang menjadi pembawa acara atau narasumber. Tetapi anehnya, pada saat masuk bulan suci, sepertinya tambah banyak.
Akhirnya pada tahun 2008 itu juga, MUI (bersama dengan KPI) mengeluarkan pernyataan bahwa gaya becong atau banci itu haram bagi seorang pria, jadi sudah jelas tidak pantas untuk menjadi pembawa acara di televisi. Tiba2 banyak bencong berubah gayanya, atau malah hilang dari tivi di tengah bulan puasa. (Tapi setelah bulan puasa selesai, mungkin mereka kembali lagi seperti biasa!)

Saat itu, saya menulis artikel yang membahas perkara ini. Kalau tujuan dari stasiun televisi adalah untuk mengejar rating dengan mengadakan orang bergaya bencong sebagai pembawa acara, maka saya mulai memikirkan tindakan berikutnya seperti apa. Lalu saya memberikan prediksi dalam artikel di blog dan juga pada saat ceramah, Tunggu saja sampai ada ustadz bencong di tivi!”
Dan sekarang sudah menjadi kenyataan!
Apakah ummat Islam akan diam dan terima begitu saja? Khususnya para ustadz dan kyai yang lebih tahu hukum agama Allah daripada kita? Coba membaca ini:

Fatwa MUI tentang kedudukan waria (bencong/banci)
Berikut ini kutipan singkat dari fatwa MUI tentang kedudukan waria:
Mengingat:
Hadits Nabi SAW yang menyatakan bahwa laki-laki berperilaku dan berpenampilan seperti wanita (dengan sengaja), demikian juga sebaliknya, hukumnya adalah haram dan dilarang agama.
Hadits menegaskan: Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Nabi shalllallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang berpenampilan perempuan dan perempuan yang berpenampilan laki-laki. (HR Al-Bukhari).
Atas dasar hal-hal tersebut di atas, maka dengan memohon taufiq dan hidayah kepada Allah SWT
Memutuskan
1. Memfatwakan:
a. Waria adalah laki-laki dan tidak dapat dipandang sebagai kelompok (jenis kelamin) tersendiri.
b. Segala perilaku waria yang menyimpang adalah haram dan harus diupayakan untuk dikembalikan pada kodrat semula.
[ Baca selengkapnya di sini: Keluhan tentang Dakwah di TV http://bit.ly/joxUeT ]

Nabi Perintahkan Menghukum Banci Maka Mereka Diasingkan
Dalam hadits-hadits yang shahih, Nabi SAW mengusir banci, demikian pula Umar bin Khatthab pun mengusir banci. Pengusiran pun diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW hingga banci-banci diasingkan ke Naqi’ satu tempat di pinggiran Madinah, mereka tidak boleh bergaul dengan masyarakat.

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW pernah melaknat kaum laki-laki yang menyerupai wanita dan kaum wanita yang menyerupai laki-laki.” Beliau bersabda: “Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian, dan keluarkanlah si fulan dan si fulan -yaitu para banci-.” (HR Abu Dawud No. 4282, kata Syaikh Al-Albani, Shahih).

Dalam riwayat lain, Dari Ibnu ‘Abbas; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang meniru wanita (banci) dan wanita yang meniru laki-laki, beliau bersabda: “Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian.” Maka Nabi SAW mengeluarkan fulan, dan Umar juga mengeluarkan fulan. (HR Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan Ahmad, – 2016, dishahihkan Al-Albani)

********
Jadi, di zaman Nabi SAW, banci atau bencong diasingkan. Di zaman kita, bencong bisa menjadi pembawa acara kaya, dan sekarang ada contoh bahwa orang dengan gaya banci bisa juga menjadi ustadz yang terkenal, dan malah disukai oleh banyak orang awam, tanpa peduli pada pandangan agama terhadap pria yang bergaya bencong.

Ada orang yang berkomentar, mungkin Muhammad Nur Maulana memang dilahirkan begitu sebagai banci, dan tidak bisa bicara dengan cara selain dari itu.
Seandainya itu benar (saya tidak tahu), perlu dipahami juga bahwa masuk tivi dan berceramah di tivi merupakan suatu PILIHAN, bukan suatu kewajiban yang tidak bisa dihindari. Kalau dia tahu bahwa gaya bicaranya dan gaya perbuatannya terlalu mirip perempuan dan bukan laki-laki, sehingga dia dipandang sebagai seorang bencong oleh masyarakat, maka dia bisa memilih untuk TIDAK MASUK TIVI, karena tidak ingin menjadi contoh buruk bagi anak Muslim di Indonesia.
Kalau dia masih mau berdakwah, karena merasa ilmu agamanya luas, maka dia bisa saja menulis buku dan artikel, bisa membuat blog dan Facebook, sehingga anak muda tetap bisa dapatkan ilmu tanpa harus melihat gaya bicara dan penampilan dia yang gaya banci di tivi setiap hari. Ternyata, dia MEMILIH untuk masuk tivi dan secara automatis menjadi contoh bagi anak Muslim di seluruh negara.

Sudah ada orang yang mengatakan bahwa dia mengetahui adanya Ust Muhammad Nur Maulana setelah melihat anak2 di sekitar rumahnya yang sudah mulai bergaya seperti banci, karena mereka “mau seperti Ust Nur Maulana”.

Kalau anda sebagai seorang Muslim tidak suka gaya ceramah Muhammad Nur Maulana di acara Islam Itu Indah di Trans TV, dan tidak inginkan gaya bencong ini menjadi contoh bagi anak2 Muslim di Indonesia setiap hari, tolong jangan diam saja dengan mengatakan “Saya tidak bisa berbuat apa-apa.”
Anda bisa mengambil tindakan nyata. Silahkan hubungi Trans TV secara langsung dan menyampaikan pendapat anda kepada mereka. Kalau mereka terima ratusan ribu atau jutaan email dari ummat Islam yang peduli pada kualitas tayangan agama di telivisi, mungkin mereka akan berubah dan mencari sosok yang lebih baik untuk berceramah setiap hari.

HUBUNGI TRANS TV

Kirim email langsung ke Trans TV dan menyampaikan pendapat anda kepada mereka:

Atau bisa mengisi formulir dan menyampaikan saran di situs Trans TV di sini:
http://www.transtv.co.id/ Lalu klik pada bagian “Contact” di atas.
(Ada juga alamat untuk surat, nomor telfon dan fax di situ)

Semoga bermanfaat. Dan semoga anak Muslim di Indonesia bisa mendapatkan tayangan agama yang lebih berkualitas di masa depan.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
29 June 2011


Sedikit Info Tambahan Bagi yang Ingin Baca:

Biografi Ustadz Muhammad Nur Maulana

*********
Ust. M. Nur Maulana (bag.1): Gaya Ceramahnya Dibanjiri Kritik Juga Pujian
Ada juga yang memanggilnya Ustadz “Jamaah oh Jamaah”. Namun gaya ceramahnya yang khas, ringan, dan selalu diselingi senda gurau ini membuat Nur Maulana ini dihujani berbagai kritik di jejaring sosial. Cara ceramah Nur Maulana dianggap lebay, kurang berwibawa dan maaf, kemayu.
Saat membaca semua kritik itu, Nur Maulana menangis karena banyak yang memojokkannya. “Saya sampai menangis. Gaya ceramah saya memang seperti itu. Bahkan sejak kali pertama ceramah saat kelas 1 SMP, gaya saya sudah seperti itu. Tidak ada yang dibuatbuat, seperti itulah karakter saya. Itu semua juga tidak ada kaitannya dengan strategi saya dalam berceramah, saya ini memang suka bercanda,” ucap Nur Maulana.
Kritik itu dijadikan cambuk oleh ayah yang kini tengah menanti kelahiran anak keduanya. Namun banyak juga yang memuji cara ceramah Nur Maulana, yang dianggap telah membawa warna baru dalam dunia ceramah. Meski ringan dan diselingi lelucon, materi ceramah Nur Maulana berbobot. Bahkan banyak yang memuji pengetahuan agamanya yang luas.
Trans TV tidak mempermasalahkan gaya ceramah Nur Maulana. Malah dianggap bisa menciptakan suasana santai dan tidak monoton.
“Selama ini, penceramah di Indonesia terkesan kaku, monoton, dan menggurui. Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda dalam berdakwah. Lewat acara Islam Itu Indah kami menyuguhkan sesuatu yang baru, ringan, dan segar di dalam dunia dakwah. Kritik yang menganggap Ustadz Nur Maulana lebay itu berlebihan. Bertahun-tahun mengajar anak TK, SD, SMP telah membentuk karakter Ustadz Nur Maulana seperti itu. Saya menilai, Ustaz Nur Maulana itu bukan lebay tapi childish,” urai Sunka Da Ferry, produser Islam Itu Indah.
Sumber: tabloidbintang.com http://bit.ly/iMRxBD

11 comments:

  1. assalamualaikum,

    saya sudah nonton cd ceramah ustaz ini 2 tahun lalu di Malaysia. Kalo tidak salah ceramahnya sempena maulid di sulsel. menurut tante saya ustadz ini sangat terkenal.

    sebenarnya cd ceramahnya ole2 dari family saya di makasar dan saya lagi nonton bareng sama tante saya yang datang dari indonesia.
    Saya nonton samapai selesai meski dalam hati saya kesal dan menahan diri khuatir kalo2 sebentar lagi saya akan mengeluarkan argumen yang bisa melukakan hati tante saya yang menjadi tetamu kami ketika itu. Sebisanya saya tidak mau menghakimi ustadz yg berstatus 'maulana' itu secara tidak adil kerana belum yakin apakah gaya ceramah sebegitu dibolehkan.

    Secara peribadi, hal tersebut tidak sepatutnya apalagi untuk dijadikan 'public figure'. Bukan setakat gaya ala 'bencong' tapi ketawa/i hadirin atas hal yang ngak jelas sehingga ada yang menitiskan air mata. kenyakinan saya ini semakin kuat setelah mencari tahu sendiri dari sumbernya yang bisa dipercayai. saya sudah memaklumkan hal itu ke tante saya. tapi ngak abis pikir ni kalo sampai disiarkan di tv?


    saya punya teman yang semasa kecilnya bencong yang sekarang ini adalah seorang ustadz dan sekaligus perlakuannya yang sering 'lebay' itu ternyata bisa dikawal.

    salute sama pemilik blog ini yang sensitif berhubung isu ini.

    ReplyDelete
  2. Ada sebuah kisah nyata dizaman dulu. Dikisahkan ada seorang alim ulama yg sangat membenci salah satu alim ulama yang lain. Dalam setiap holaqohnya Si Alim Ulama itu selalu menjelek-jelekkan alim ulama tersebut dihadapan murid-muridnya.

    Melihat hal tersebut, ada salah seorang murid yg cerdas. Dia membawa kitab yg sampulnya telah dibuang. Kitab itu diserahkan kepada Alim Ulama tersebut agar dibaca. Setelah selesai membaca buku tsb maka si Alim Ulama tsb menyampaikan kpd muridnya bahwa isi kitab tsb bagus luar biasa dan beliau menebak bahwa kitab itu adalah bagian dari kitabnya shahih Bukhori.

    Akhirnya si murid menyerahkan sampul kitab tsb kepada si Alim Ulama, dan betapa terkejutnya beliau karena penulis kitab tsb adalah orang yg selama ini dia benci dan dia jelek2an dihadapan murid2nya. Sejak itu si Alim Ulama sangat mencintai alim ulama yg dibencinya dan menjadi karib.

    Inti cerita, kenali dengan jelas sebelum membenci orang lain.

    ReplyDelete
  3. Yah gimana lagi secara masyarakat paling suka dengan pembawa acara yg bergaya banci seperti di sinetron dan acara2 tv lainnya...

    ReplyDelete
  4. cerita alim ulama 'anonymous' sangat baik. inti daripada kisah itu :-
    1. kita dilarang menjelek2 orang lain. kerna barangkali hal yang kita benci adalah baik bagi kita. dan jangan lupa demikian juga sebaliknya barangkali hal2 yang baik kepada kita bisa sahaja adalah hal2 yang bisa merugikan.
    2. sesiapapun bisa melakukan kesalahan tidak terkecuali para ulama yang alim.
    3. kita harus memberi & menerima saranan dengan benar agar dapat memperbaiki diri. saran itu bisa datang daripada siapapun dengan cara yang berbagai bentuk.

    link ceramah di atas sedikit lebih baik berbanding cd yang saya nonton. namun saya masih khuatir kesannya kepada audien?

    justru saya pikir tindakan menyampaikan pendapat ke atas 'gaya ceramah' ustadz ini adalah satu tindakan yang proaktif dengan harapan:-
    1. mendapatkan respon dari sumber yang terpercaya seperti MUI agar masyarakat diberikan pencerahan yang tepat.
    2. jika selepas itu didapati perkara ini tidak sepertimana saya, sdr gene dan orang yang sefahaman dengannya, maka ini adalah hal yang sangat wajar untuk disebarkan agar ia tidak mendatangkan 'fitnah'. Meski saya lebih memilih untuk berpegang dengan fatwa dan hadis di atas.
    3. apabila didapati terdapat unsur 'gaya ceramah' yang tidak bersesuaian maka saya berharap tans TV akan memberi perhatian khusus dan adanya langkah pembaikkan demi kepentingan umum. kerna semurni manapun hal tersebut matlamat tidak pernah menghalalkan cara.


    Allahu' Alam

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum


    Kenapa sih harus meributkan gaya ceramah Ust. Maulana? Kalau kita tidak suka ya..tidak usah ditonton...kalau ujung-ujungnya cuma untuk menjelek jelekkan orang tapi tidak bisa mengambil ilmu yang disampaikan. Mungkin tanpa kita tau ada orang lain yang bisa mendapat hidayah dari cara sang Ustad berceramah.

    ReplyDelete
  6. menurut saya ada yang lebih berbahaya dari sekedar gaya berceramahnya yang kebanci2an. yaitu isi materinya itu sendiri yang mencampuradukkan antara yang haq dengan yang bathil, begitu juga cara sang ustad yang begitu gampang menafsirkan syariat islam (mau saya bilang Al-quran dan hadist saya masih bingung karena selama yang saya lihat nih ustad kalo ceramah ga pake Alquran dan hadist, kalopun pernah itu sangat sedikit sekali dan kayaknya terpotong2 karena tidak hapal), ibaratnya gampang sekali berfatwa (mau dibilang ga berfatwa tapi kenyataannya memang ia sering mengelurkan statement atau jawaban yang sering kali tidak pakai dalil bahkan ulama aja bingung : contoh ketika ditanya soal memakai jimat dan memandikan benada pusaka). selain itu tentu saja . . . sejak kapan Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa dengan iringan musik? (tidakkah pernah diantara kita yang mendapatkan dalil yang mengharamkan musik atau kebencian Rasulullah terhadap musik?)

    semoga bisa bermamfaat :
    http://nahimunkar.com/keluhan-tentang-dakwah-di-tv/

    ReplyDelete
  7. Assalamu'alaikum Wr.Wb.
    menurut saya karena TV terlalu mengedepankan sisi hiburan, sehingga melupakan tujuan acara. Bagi saya kalau memang ingin menambah wawasan agama masyarakat, sebaiknya mencari ustadz yg bisa mewakili tujuan tersebut, yg berilmu dan memiliki pengetahuan agama memadai. Sebagai contoh acara yg menghadirkan ustadz Quraish Shihab tetap menarik dan pantas dinanti karena memberikan keluasan pemahaman ttg Al Qur'an.
    Untuk acara di Trans TV ini saya belum pernah menonton, dan makin tidak tertarik untuk menonton, hanya saja sangat menyayangkan ada acara semacam itu sehingga maksud dan tujuan dakwah menjadi tidak jelas. Tetapi kalau TV hanya mengejar rating, ya semestinya peran MUI atau Lembaga Sensor acara TV sangat diharapkan.
    Wassalam,

    ReplyDelete
  8. Kenapa ya kok yang dikritisi cuma Ustadz satu ini, apa karena yg dikritisi hanya gaya ceramahnya bukan isi ceramahnya.

    Padahal kalau kita mau jujur, ada juga lho penceramah lain yg gayanya juga aneh tp laris di TV.

    Dan kayaknya muslim Indonesia ini asyik2 aja kok pada tukang ceramah, contohnya: mantan narapidana, yg baru masuk islam. Mereka tidak pernah peduli dengan latar belakang si Penceramah, entah punya basic pendidikan agama atau tidak asal pandai ngomong dan sesuai dengan hawanafsu maka akan laris manis.

    Dan seharusnya tukang penceramah sendiri yg harus berhati-hati, karena kalau apa2 yg disampaikan itu salah dan ada yg mengikutinya maka dia akan menanggung kesalahan orang itu karena mengikuti ucapannya.

    Di zaman dulu banyak Ulama dan sedikit tukang ceramah, saat ini tukang ceramahnya banyak dan ulamanya sedikit.

    Kalau ulama berceramah maka setiap menjelaskan hukum maka akan menyertakan dalilnya dan tidak akan menggunakan akalnya, dan mereka tdk akan menjawab seluruh pertanyaan kecuali yg diketahui saja. Mereka sangat faham, tentang pertanggung jawaban perkataan, pendengaran dan hati.

    Jadi sekarang terserah pada masing-masing saja...

    ReplyDelete
  9. Kekecauan ceramah orgini bukan saja gayanya yang bencong, tapi pengetahuan Islamnya yg dangkal, sal jawab aja kalo ada yg tanya tanpa pengetahuan. Jadi, kalo ada dlm tulisan di atas ada yg bilang pengetahuan Islamnya luas, ini salah besar. Sebab, saya pernah melihat ceramahnya di trans, ternyata dlm menjwb pertanyaan banyak yg kacau dan ngaco. Dia tdk bersandar dari Qur'an dan Hadits shahih, tapi kebanyakan mendalilkan jawabannya dg tradisi/adat/kebiasaan yg sdh menjadi kebiasaan kebanyakan umat Islam Indonesia, tetapi dianggap seperti sdh sesuai dg Islam, padahal itu adalah bid'ah. Jadi, Maulana ini memasyarakatkan bid'ah. Sebab, setiap dalilnya tanpa hadits yg shahih. Tetapi, utk sejumlah stasiun televisi para penceramah yg menggunakan hadits2 palsu dan munkar inilah yg dipake... Parah sekali bangsa ini. Dari pemimpinnya sampai ke bwhnya sangat memprihatinkan. Nah, siapa yg menegur? Mengharapkan MUI, bak menunggu bulan jatuh. Perlu revolusi dlm berpikir dan memahami Islam di republik ini, supaya penceramah2 model atau magam ini tdk ada, dan supaya umat ini menjadi tercerahkan. Sebab, yg ada saat ini adalah membodohi publik.

    ReplyDelete
  10. TV cuma mengejar rating.... klo ust ini udah ga bisa mengangkat rating tv maka akan di "hancurkan" oleh tv dengan gosip2.... Hati2 orang yang cepat booming di tv

    Hati2 tipu daya tv..

    ReplyDelete
  11. pd sirik apa begimana sih...coba deh belajar positif sama org....gw ngedengerin ceramah dia ngena kok...mungkin lo pada ikutikutan org lain gak suka gaya banci lah...jadi lo tau aja belom udah ngehindar tanpa lo tau dia punya isi,kualitas...oiya bung..kalo dia jawab nya ngasal cetek punya dasar agama nya...udah dr kapan tau kali..didepak dia orang...mungkin lo bung yang cetek agama nya
    wassalam..........

    ReplyDelete