Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi malam
saya berada di rumah orang di Rawamangun, dan saat keluar rumah untuk pulang
saya langsung dapat taksi di depan rumah. Baru naik, sopir mulai cerita tentang
penumpang sebelum saya. Seorang bapak Haji, yang kasih tausiah tentang anak
yatim dan sedekah selama perjalanan mereka, dan tausiah itu membuat si sopir
terkesan sekali (makanya dia mau langsung ceritakan kepada saya). Saya senyum… ”Berarti
saya harus nyambung ya Pak, dan kasih tausiah tentang anak yatim juga kali?” Hahaha…
Saya tanya, dijemput di mana bapak Haji itu?
“Dia naik di Pancoran Pak. Turun di rumah situ
(di Rawamangun). Bapak mau ke mana?”
“Saya mau pulang ke Pancoran!” Hahaha. Jadi si
sopir dapat tausiah tentang anak yatim dan hikmahnya bersedekah dari Pancoran
ke Rawamangun, dan setelah Pak Haji itu turun, dia langsung ketemu saya dan
langsung dapat tausiah kedua dari Rawamangun ke Pancoran. Hahaha. Luar biasa!
Saya mulai tausiah kedua utk si sopir. Bersedekah
untuk anak yatim. Allah akan membalas dengan lipat ganda, dan sebagainya. Tidak
usah takut. Allah akan membalas. Uang itu tidak akan hilang, tanpa diganti sama
Allah. Dikutip beberapa ayat dan hadiths untuk memperkuat tausiahnya. Sopir
kaget terus. Beberapa kali dia banting tangan di stir mobil karena kaget
terhadap apa yang dia dengar (atau mungkin karena menyesal terhadap
perbuatannya selama ini). Di lampu merah, dia berhenti dan melihat ke belakang,
dengan menatap saya terus kaya tidak percaya bisa dapat tausiah lagi seperti
yang tadi.
Akhirnya dia bertanya, “Kok saya bisa dapat 2
tausiah tentang anak yatim dan sedekah langsung begitu saja? Ada apa ya Pak?”
Saya senyum. Mungkin suatu hikmah khusus
untuk bapak. Mungkin selama ini bapak sanggup bagikan sedikit rezeki kepada
anak yatim, tetapi selalu menahan diri karena takut uang itu akan hilang dan
tidak akan dapat gantinya.
“Iya, benar Pak. Saya selalu begitu.”
“Iya, benar Pak. Saya selalu begitu.”
Saya bertanya, apa mungkin selama ini ada
anak yatim dekat bapak yang berharap akan dapat bantuan, tetapi jarang dapat? Jadi
mungkin Allah inginkan bapak memperhatikan anak yatim itu? Apa ada anak yatim
di dalam keluarga bapak?
“Ada Pak. Dia di Cirebon, anak kakak saya yang yatim sekarang.”
“Ada Pak. Dia di Cirebon, anak kakak saya yang yatim sekarang.”
“Apa bapak pernah kasih uang kepadanya?”
“Pernah Pak. Tapi hanya pada waktu itu. Bukan secara rutin.”
“Pernah Pak. Tapi hanya pada waktu itu. Bukan secara rutin.”
Ya, mungkin bapak dapat dua tausiah tentang
sedekah dan anak yatim pada malam ini karena Allah menginginkan bapak
memperhatikan anak itu, dan membantu dia supaya bisa makan, sekolah dan
sebagainya. Apa saja yang lebih dari kebutuhan, coba saja bagikan sama dia,
walaupun hanya 10 ribu atau 50 ribu. Bisa nggak Pak?
“Bisa. Saya yakin bisa. Ya Allah, kenapa nggak dilakukan selama ini ya?”
“Bisa. Saya yakin bisa. Ya Allah, kenapa nggak dilakukan selama ini ya?”
Dia gelengkan kepala terus, dan banting
tangan di atas stir lagi (mungkin sebagai bentuk penyesalan terhadap diri
sendiri). Akhirnya sampai di rumah saya, setelah mampir beli roti di Circle K
dekat rumah. Sebelum turun, saya kasih dia roti srikaya dan minuman yang
sengaja dibeli buat dia tadi. Dia kaget.
“Buat saya?”
“Buat saya?”
“Ya Pak, mungkin lapar atau haus nanti.”
Lalu saya kasih uang lebih dari total di argonya.
Dia mulai ambil uang kembali dari kantongnya.
“Ambil semuanya Pak!”
“Lho, kok banyak Pak?”
“Iya, katanya mau kasih kepada anak saudara yang yatim itu. Sekarang ada uang untuk mulai! Kirim ini saja dulu.”
“Iya, katanya mau kasih kepada anak saudara yang yatim itu. Sekarang ada uang untuk mulai! Kirim ini saja dulu.”
Saat mau turun, saya lihat mukanya seperti
orang yang baru bangun tidur lalu ditampar, kaya tidak tahu ini hari apa, atau
mesti ngomong apa, alias bingung dan kaget 100%. Hahaha… Saya senyum saja dan
turun. Sepertinya, dia baru mulai merasa yakin kepada Allah pada malam ini. Insya
Allah setelah ini, dia tidak akan takut kasih rezeki kepada anak yatim lagi. Amin.
Jangan takut ya teman-teman. Apapun keadaan
kita, selalu ada yang bisa kita berikan kepada anak yatim dan fakir miskin. Dan
Allah menjamin uang itu akan kembali.
245.
Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang BAIK
(menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka
Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA yang
BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu
dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)
(QS. Al-Baqarah 2:245)
Rasulullah
SAW bersabda : “Tak ada suatu hari pun seorang hamba berada di dalamnya,
kecuali ada dua orang malaikat akan turun; seorang diantaranya berdo’a, “Ya Allah berikanlah GANTI bagi orang yang
BERINFAQ”. Yang lainnya berdo’a, “Ya Allah, berikanlah KEHANCURAN bagi
orang yang MENAHAN INFAQ.”.
(HR. Bukhari dan Muslim )
(HR. Bukhari dan Muslim )
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
0 comments:
Post a Comment