Monday, September 26, 2011

Sopir Taksi Dan Anak Yatim

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi  malam saya berada di rumah orang di Rawamangun, dan saat keluar rumah untuk pulang saya langsung dapat taksi di depan rumah. Baru naik, sopir mulai cerita tentang penumpang sebelum saya. Seorang bapak Haji, yang kasih tausiah tentang anak yatim dan sedekah selama perjalanan mereka, dan tausiah itu membuat si sopir terkesan sekali (makanya dia mau langsung ceritakan kepada saya). Saya senyum… ”Berarti saya harus nyambung ya Pak, dan kasih tausiah tentang anak yatim juga kali?” Hahaha… Saya tanya, dijemput di mana bapak Haji itu?
“Dia naik di Pancoran Pak. Turun di rumah situ (di Rawamangun). Bapak mau ke mana?”
“Saya mau pulang ke Pancoran!” Hahaha. Jadi si sopir dapat tausiah tentang anak yatim dan hikmahnya bersedekah dari Pancoran ke Rawamangun, dan setelah Pak Haji itu turun, dia langsung ketemu saya dan langsung dapat tausiah kedua dari Rawamangun ke Pancoran. Hahaha. Luar biasa!

Saya mulai tausiah kedua utk si sopir. Bersedekah untuk anak yatim. Allah akan membalas dengan lipat ganda, dan sebagainya. Tidak usah takut. Allah akan membalas. Uang itu tidak akan hilang, tanpa diganti sama Allah. Dikutip beberapa ayat dan hadiths untuk memperkuat tausiahnya. Sopir kaget terus. Beberapa kali dia banting tangan di stir mobil karena kaget terhadap apa yang dia dengar (atau mungkin karena menyesal terhadap perbuatannya selama ini). Di lampu merah, dia berhenti dan melihat ke belakang, dengan menatap saya terus kaya tidak percaya bisa dapat tausiah lagi seperti yang tadi.
Akhirnya dia bertanya, “Kok saya bisa dapat 2 tausiah tentang anak yatim dan sedekah langsung begitu saja? Ada apa ya Pak?”
Saya senyum. Mungkin suatu hikmah khusus untuk bapak. Mungkin selama ini bapak sanggup bagikan sedikit rezeki kepada anak yatim, tetapi selalu menahan diri karena takut uang itu akan hilang dan tidak akan dapat gantinya.
“Iya, benar Pak. Saya selalu begitu.”

Saya bertanya, apa mungkin selama ini ada anak yatim dekat bapak yang berharap akan dapat bantuan, tetapi jarang dapat? Jadi mungkin Allah inginkan bapak memperhatikan anak yatim itu? Apa ada anak yatim di dalam keluarga bapak?
“Ada Pak. Dia di Cirebon, anak kakak saya yang yatim sekarang.”
“Apa bapak pernah kasih uang kepadanya?”
“Pernah Pak. Tapi hanya pada waktu itu. Bukan secara rutin.”
Ya, mungkin bapak dapat dua tausiah tentang sedekah dan anak yatim pada malam ini karena Allah menginginkan bapak memperhatikan anak itu, dan membantu dia supaya bisa makan, sekolah dan sebagainya. Apa saja yang lebih dari kebutuhan, coba saja bagikan sama dia, walaupun hanya 10 ribu atau 50 ribu. Bisa nggak Pak?
“Bisa. Saya yakin bisa. Ya Allah, kenapa nggak dilakukan selama ini ya?”

Dia gelengkan kepala terus, dan banting tangan di atas stir lagi (mungkin sebagai bentuk penyesalan terhadap diri sendiri). Akhirnya sampai di rumah saya, setelah mampir beli roti di Circle K dekat rumah. Sebelum turun, saya kasih dia roti srikaya dan minuman yang sengaja dibeli buat dia tadi. Dia kaget.
“Buat saya?”
“Ya Pak, mungkin lapar atau haus nanti.”
Lalu saya kasih uang lebih dari total di argonya. Dia mulai ambil uang kembali dari kantongnya.
“Ambil semuanya Pak!”
“Lho, kok banyak Pak?”
“Iya, katanya mau kasih kepada anak saudara yang yatim itu. Sekarang ada uang untuk mulai! Kirim ini saja dulu.”

Saat mau turun, saya lihat mukanya seperti orang yang baru bangun tidur lalu ditampar, kaya tidak tahu ini hari apa, atau mesti ngomong apa, alias bingung dan kaget 100%. Hahaha… Saya senyum saja dan turun. Sepertinya, dia baru mulai merasa yakin kepada Allah pada malam ini. Insya Allah setelah ini, dia tidak akan takut kasih rezeki kepada anak yatim lagi. Amin.

Jangan takut ya teman-teman. Apapun keadaan kita, selalu ada yang bisa kita berikan kepada anak yatim dan fakir miskin. Dan Allah menjamin uang itu akan kembali.

245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang BAIK (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA yang BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Rasulullah SAW bersabda : “Tak ada suatu hari pun seorang hamba berada di dalamnya, kecuali ada dua orang malaikat akan turun; seorang diantaranya berdo’a, “Ya Allah berikanlah GANTI bagi orang yang BERINFAQ”. Yang lainnya berdo’a, “Ya Allah, berikanlah KEHANCURAN bagi orang yang MENAHAN INFAQ.”.
(HR. Bukhari dan Muslim )

Semoga bermanfaat.  
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

No comments:

Post a Comment