Monday, December 26, 2011

Shalat Subuh Wajib Walaupun Kesiangan

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada yang bertanya kalau boleh mengerjakan shalat subuh kalau kesiangan, dan matahari sudah naik. Ini jawabannya.
Shalat subuh adalah salah satu shalat yang wajib dikerjakan pada waktunya oleh semua orang Muslim, kecuali ada halangan yang sah seperti wanita yang haid, dan sebagainya. Kalau kesiangan dan bangun telat, ada orang yang menjadi bingung apakah masih boleh shalat atau tidak. Mereka menjadi bingung karena mereka bertanya kepada teman dan teman itu menjawab “Haram shalat setelah matahari naik!” Oleh karena itu, orang tersebut mengabaikan shalat subuh dan tidak shalat sama sekali karena menganggap hal itu haram.

Itu suatu persepsi yang sangat keliru. Shalat subuh wajib dikerjakan, jam berapa saja kita bangun (dan begitu juga untuk semua shalat wajib yang lain). Kalau umpamanya kita capek, bangun pada waktu subuh dalam kondisi setengah sadar, matikan jam alarm, tidur lagi, dan bangun pada jam 8 pagi, maka pada saat bangun itu masih wajib mengerjakan subuh. Walaupun matahari sudah naik. Kenyataan bahwa matahari sudah naik tidak menghilangkan kewajiban untuk shalat. (Dan kalau ketiduran lewat waktu maghrib sehingga masuk Isya, maka shalat maghrib tetap wajib dikerjakan, walaupun di luar waktunya.)

 Waktu yang secara umum dilarang untuk shalat adalah mengerjakan shalat pada saat matahari sedang muncul (bukan cahayanya, tetapi bentuk fisik matahari sendiri). Hal itu diharamkan untuk hilangkan persepsi (pada zaman dulu) bahwa orang Muslim adalah penyembah matahari. Zaman dulu, memang ada kaum yang menyembah matahari, dan mereka beribadah pada saat matahari mulai kelihatan bentuk fisiknya, jadi ibadah pada saat itu diharamkan bagi ummat Islam. TETAPI ulama telah sepakat bahwa kalau ada shalat wajib yang belum dikerjakan, maka harus langsung dikerjakan (diganti, atau diqadha’) pada waktu itu juga tanpa harus menunggu, walaupun dilarang secara umum untuk shalat pada waktu tersebut.

Yang haram dan sangat buruk adalah kalau seseorang sudah bangun pada waktu subuh, tetapi barangkali dia sedang asyik nonton siaran langsung sepak bola di tivi, atau asyik ngobrol sama temannya, dan oleh karena itu dia malas melakukan subuh. Pada saat dia sudah selesai nonton bola, dan sudah “bersedia” melakukan shalat, maka dia masih wajib melakukannya. Kewajiban shalat itu tidak menjadi hilang. Tetapi tentu saja dia akan kena dosa besar karena sengaja menunda sebuah shalat wajib, sehingga sudah keluar dari waktunya, tanpa ada alasan yang benar. Jadi sudah bisa diperkirakan bahwa dia tidak akan dapat pahala sama sekali, dan juga ada kemungkinan Allah akan menolak shalat itu (tidak akan diterima di sisi Allah, seolah-olah tidak shalat). Walaupun begitu, sebagai seorang Muslim dia masih memiliki kewajiban untuk melakukan shalat subuh tersebut. Meninggalkannya dengan alasan kesiangan, ataupun di luar waktu karena nonton bola tadi adalah alasan yang tidak benar. Tetap wajib dikerjakan.

Dan perlu dipahami bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah kesiangan untuk shalat subuh, jadi hal itu menjadi petunjuk bagi kita bahwa kalau kita kesiangan sewaktu-waktu maka itu adalah hal yang biasa (bukan suatu dosa besar, karena memang tidak sengaja), dan Nabipun juga mengalaminya. Yang penting adalah kita langsung mengerjakan shalat setelah kita bangun, dan jangan sampai shalat subuh yang kesiangan itu menjadi suatu kebiasaan bagi kita.
Wallahu a’lam bissawab,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Rasulullah SAW Pernah Kesiangan Untuk Shalat Subuh
Diriwayatkan dari Abu Qatadah r.a, yang berkata: Pada suatu malam kami menempuh perjalanan bersama Nabi s.a.w, sebagian orang mengatakan: “Ya Rasulullah! Sebaiknya kita beristirahat menjelang pagi ini.” Rasulullah s.a.w bersabda: “Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan shalat subuh.” Kata Bilal : “Saya akan membangunkan kalian.” Mereka semua akhirnya tidur, sementara Bilal menyandarkan punggungnya pada hewan tunggangannya, namun Bilal akhirnya tertidur juga. Nabi s.a.w bangun ketika busur tepian matahari sudah muncul. Kata Nabi s.a.w: “Hai Bilal! Mana bukti ucapanmu?!” Bilal menjawab: “Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini”. Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Hai Bilal! bangunlah dan suarakan azan.” Rasulullah s.a.w berwudhu, setelah matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih, Rasulullah s.a.w berdiri untuk melaksanakan shalat.
(Hadits Shahih Imam Bukhari, nomor 595)

Siapa Yang Lupa Tidak Shalat, Segera Laksanakan Ketika Ingat
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, bahwa Nabi s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang lupa untuk melaksanakan shalat, maka laksanakanlah ketika ingat, tanpa kaffarah [denda] atas lupanya itu kecuali dengan mengerjakan shalat tersebut.” Kemudian Rasulullah s.a.w membaca ayat (yang artinya): “... dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Al-Qur’an surat Thaahaa, ayat 14).
(Hadits Shahih Bukhari, nomor 597)

Rasulullah SAW Pernah Shalat Ashar Pada Waktu Maghrib
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a, bahwa pada saat perang Khandaq, Umar bin Khattab datang setelah matahari terbenam. Umar mencaci-maki orang-orang kafir Quraisy. Kata Umar: “Ya Rasulullah! Saya hampir saja tidak melaksanakan shalat Asar sampai matahari hampir terbenam”. Nabi s.a.w bersabda: “Demi Allah! Aku belum melaksanakan shalat Asar.” Kata Jabir: Kami pergi ke Buthhan, kemudian Nabi s.a.w berwudhu untuk shalat dan kami pun berwudhu, lalu Nabi s.a.w melaksanakan shalat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan shalat Maghrib.
(Hadits Shahih Bukhari, nomor 596)

24 comments:

  1. Terimakasih banyak, Informasi ini sangat2 berguna :)

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah sudah menemukan jawaban,,, makasih byak,, :-)

    ReplyDelete
  3. wah, makasih alhamdulillah. Rasullullah Shallahu 'alaihi wassalam memang tauladan.

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah....... sekarang hati saya sudah tenang..... karena sudah menemukan jawaban tentang sholat shubuh. terima kasih banyak, semoga dirahmati oleh Allah...

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah benar2 sangat berguna banget menambah pengertian.

    ReplyDelete
  6. Terimakasih atas informasinya.

    ReplyDelete
  7. Dio Pancasca ArighiSunday, 12 May, 2013

    Thanks infonya , semoga dirahmati dan diberkahi Allah SWT . Aamiin Allahumma Aamiin .

    ReplyDelete
  8. bermanfaat sekali infonya. trimakasih

    ReplyDelete
  9. bagaimana jika terlalu sering ?

    ReplyDelete
  10. Mau satu kali atau seribu kali, hukumnya tetap sama. Masih wajib dikerjakan. Kalau sering, apa karena "disengaja" (malas bangun) atau tidak sengaja (sudah pasang alarm, tapi masih ketiduran dan tidak bangun)?
    Kalau malas bangun, tetap saja wajib dikerjakan setelah bangun. Tapi di sisi lain, perlu berpikir apakah mau disayangi Allah atau tidak? Shalat diwajibkan, tapi kita malas bangun. Lalu berdoa kepada Allah dan minta rezeki dll. Apakah kalau kita malas bangun, Allah juga boleh “malas” dan tidak peduli pada doa kita? Lalu kalau doa kita jarang dikabulkan, siapa yang salah? Allah yang salah karena tidak kasih semua keinginan kepada kita setelah diminta dalam doa, atau kita yang salah karena malas “bergaul” dengan Allah lewat shalat dan doa kita? Kalau kita malas, bagaimana kalau Allah juga merasa malas terhadap kita? Lalu siapa yang akan melindungi kita kalau bukan Allah?
    Kalau tidak sengaja, pasang alarm dan sering ketiduran lagi, mungkin bisa dicek pola tidur (berusaha untuk tidak bergadang). Bisa minta teman telfon untuk bangunin, atau teman rumah untuk ketok di pintu kamar. Tapi kalau sudah coba semua cara yang wajar, dan masih kesiangan juga, insya Allah dimaafkan, karena itu namanya manusia. Selalu merasa enak kalau tidur, dan sulit untuk bangun dari nikmatnya itu. Yang penting tidak disengaja. Tapi kalau sudah bangun, pada jam berapa saja, dan ingat belum shalat subuh, tetap saja wajib untuk dikerjakan secepatnya (jangan mulai nonton bola dulu, lalu menunggu half time, baru mau shalat subuh).

    ReplyDelete
  11. Terimakasih mas...pencerahannya...

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah, Semoga Alloh SWT. senantiasa mengampuni segala dosa dosa kita dan menerima amalan ibadah kita semua, aamiin. Terima Kasih atas informasi yang telah disampaikan tersebut diatas, semoga bermanfaat untuk kita semua, aamiin.

    ReplyDelete
  13. makasih gan info'y,,,good luck...

    ReplyDelete
  14. Terima kasih ya Pak Gene Netto. Penjelasannnya detil sekali dan sangat membantu. Mudah-mudahan bapak dan siapapun yang membaca artikel ini diberi kelancaran, kenikmatan, semangat, dan kemudahan baik dalam persiapan maupun pelaksanaan sholat Subuh. Aamiin... Ya rabbal 'alamiin

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah...
    Tadinya saya sempat ragu untuk melaksanakan sholat subuh pada saat matahari terbit. Namun ketika itu saya ingat perkataan guru agama saya sewaktu di SMP bahwa "boleh"melaksanakan sholat shubuh ketika matahari sudah terbit dengan alasan yang make sense pula. Seperti karena lupa dsb.
    Namun saya masih juga sedikit ragu dan mencoba browsing,setelah menemukan blog ini saya baru tau memang boleh melaksanakan sholat subuh ketika matahari sudah terbit. Terima kasih bung Gene atas infonya. semoga rahmat Allah menyertaimu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaya Iklan Pengobatan....

      Delete
  16. Bermanfaat.. Smoga Allah mengampuni dosa2 kita.

    ReplyDelete
  17. terima kasih info & hadistnya.. semoga jadi pahala untuk anda ;)

    ReplyDelete
  18. intan kurniasari laniongSunday, 09 March, 2014

    Terima kasih atas infonya,insya allah bisa jdi panutan.

    ReplyDelete