Monday, January 31, 2011

Komentar Aktivasi Otak Tengah

Astriyani said...
Assalamu'alaikum Pak Gene,
Saya sempat melihat seorang sepupu yg sudah mengikuti program ini dan kagum (saya pikir ajaib). Kalau boleh, saya ingin bertanya kepada Bapak, apakah dampak negatifnya dari aktivasi otak tengah ini?
Terima kasih sebelumnya ya, Pak.
Wassalamu'alaikum Wr Wb.

********
Wa alaikum salam.
Kagum dengan apa? Dengan kemampuan baca buku dengan mata tertutup? Siapa yang membutuhkan itu? Einstein tidak pernah sekalipun melakukan hal seperti itu. Saya lihat video dari mereka di You Tube. Anak itu pasang penutup mata sendiri, dan tarik ke atas 3 kali (supaya bisa melihat dari lubang kecil antara penutup mata dan hidung). Lalu dia buang kepala ke belakang, supaya bisa intip, dan mulai menyusun kartu. Itu penipuan dan ajarkan anak untuk membohongi orang tuanya.

Selanjutnya, siapa yang menentukan bahwa kl otak tengah sudah aktif maka buktinya adalah anak bisa baca dengan mata tertutup? Kalau mereka bilang ITU-lah yang menjadi “bukti” apakah orang tua langsung percaya begitu juga? Kenapa itu menjadi buktinya? Kenapa bukan kemampuan untuk berdiri di atas satu kaki dan meraba satu tangan di perut, dan tangan lain tepuk2 kepala, sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya secara terbalik? Kenapa bukan kemampuan untuk tahan nafas di bawah air selama 1 menit? Kenapa bukan kemampuan untuk terjemahkan buku ke dalam bahasa Inggris, tanpa buka bukunya dan tanpa melihat teksnya?  Dan seterusnya.

Monday, January 24, 2011

Murid SD Diamuk Massa

Anak kecil juga digebukin sekarang? Ampun, masyarakat Indonesia sudah seperti apa ya? Koruptor tidak pernah sekalipun digebukin massa, padahal semua tetangga tahu rumahnya ada di mana. Tetapi anak kecil yang polos, yang ditipu oleh orang dewasa, kok bisa digebukin juga? Kok bisa tega semua orang terhadap anak kecil, padahal dia tidak sanggup bela diri?
Wassalam,
Gene

Murid SD Diamuk Massa

Jum'at, 21 Januari 2011 , 01:41:00
Ketahuan Mencoba Mencuri Tas di Pasar

SAGULUNG - An, murid kelas empat sekolah dasar babak belur dihajar massa setelah ketahuan hendak mengambil tas seorang ibu di Pasar Fanindo, Batuaji, Rabu (19/1). Bocah sepuluh tahun itu, kini ditahan polisi.  An tampak lemas. Wajahnya penuh luka memar dan benjolan saat ditemui di Markas Polsek Sagulung, Kamis (20/1). Menurut An, ia diperalat seseorang berinisial Bo. Bo, kata dia, membujuknya untuk mengambil tas seorang pedagang di pasar. Jika berhasil ia dijanjikan sejumlah uang.

Thursday, January 20, 2011

Gayus divonis 7 tahun penjara, berarti….

[Silahkan tambahin dan sebarkan…]

1.    Besok malam, Gayus akan kelihatan makan malam di Hotel Mulia.

2.    Sabtu depan, Gayus akan kelihatan belanja di Grand Indonesia, sedang beli rambut palsu yang baru, karena yang lama sudah banyak yang tahu.

3.    Nanti ada penumpang Garuda yang menuju Australia yang akan mengenal muka Gayus. Dia ke sana untuk nonton pertandingan tennis yang sedang berlangsung di Melbourne. (Tidak untuk ketemu Ical di sana!)

4.    Gayus akan muncul di Sumatera Utara dan minta dikasih gelar Batak. “Masa SBY doang yang dapat?” kata Gayus dengan nada kesal.

5.    Gayus akan muncul di SEA Games nanti, sebagai anggota tim khusus dari Dirjen Pajak Indonesia dalam Lomba Lari Estafet. Khusus untuk tim Dirjen Pajak dari Indonesia, tongkat kayu diganti dengan amplop tebal. Kata Gayus, “Kita lebih gampang pegang keras pada amplop berisi uang tunai, jadi tongkat kayu diganti.”

6.    Saat Gayus kelihatan makan malam di Pacific Place, dia akan ditanyakan oleh wartawan, kok bisa keluar masuk penjara. Kata Gayus, “Penjara? Penjara mana? Cipinang? Ahhh, anggap saja tempat kost!”

Heheheh… apa lagi ya? Silahkan tambahin dan sebarkan…

Wednesday, January 19, 2011

Polisi Bongkar Penjualan ABG Melalui Facebook di Jakpus

Mau jual anak remaja? Ada yang mau beli... di Facebook!

Rabu, 19/01/2011 12:52 WIB
E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Aparat Polres Jakarta Pusat (Jakpus) mengungkap penjualan anak baru gede (ABG) untuk memuaskan nafsu seksual para pria hidung belang. Bisnis itu dilakoni tersangka Ade melalui situs jejaring sosial facebook.

"Tersangka ini melakukan bisnisnya melalui facebook," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Yoyon Toni Saputra saat dihubungi wartawan, Rabu (19/1/2011). Di facebook, tersangka memasang foto gadis belia yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tersangka juga kemudian mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk pemesanan. "Pemesan kemudian menghubungi dan melakukan penawaran harga," katanya.

Saturday, January 15, 2011

BPK Warning Kemendiknas Soal Temuan Dana Rp 2,3 T

Senin, 10/01/2011 00:31 WIB
Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menseriusi temuan dana tak jelas Rp 2,3 triliun dalam audit 2009. Bila tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan konsekuensi hukum.

"Tidak tertutup kemungkinan akan menjadi masalah secara hukum," kata anggota BPK Rizal Djalil di Jakarta, Minggu (9/1/2011). Rizal menilai kepatuhan Kemendiknas untuk memenuhi warning BPK itu pun hingga kini belum ada. "Ya memang keadaannya demikian, memprìhatinkan," tambahnya.

Wednesday, January 05, 2011

Jenis pesawat baru

Amazing. Watch this.

Ini jenis pesawat baru, yang seperti airship (balloon yang ada isi helium, jadi tidak bisa meledak kaya Hindenburg yang dulu), dan bisa terbang non-stop selama 3 minggu.
Yang mau dibuat akan berukuran besar 1000 meter, dan bisa mengangkat 1000 ton (makanan, obat-obatan, dll.). Tidak membutuhkan landasan, dan bisa mendarat di mana saja termasuk di atas air. Namanya, Hybrid Air Vehicle.

Sudah ada kontrak dari militer, organsisasi kemanusiaan, pemerintahan, dll. Katanya yang ukuran fullsize (1000m) akan siap terbang dalam 6 bulan mendatang, dan bisa memicu revolusi penerbangan pada skala besar.

Indonesia…. kenapa tidak dipikirkin duluan (sebelum orang barat), dan  bikin di Bandung? Hehehe…

Coba lihat filmnya:

http://www.bbc.co.uk/news/technology-12110386

Monday, January 03, 2011

Hindari training Aktivasi Otak Tengah


Hati2 semua ya! Jangan sampai tertipu dengan program seperti ini. Sudah banyak anak yang menjadi korban dari training sampah seperti ini, dan kemudian harus ditangani oleh psikiater. Hindarilah dan kasih tahu teman2 untuk tidak mengikuti pelatihan seperti ini. Sayangnya pemerintah tidak peduli kl anak bangsa diberikan trauma psikis seperti ini.