Tuesday, July 19, 2011

Proposal Baksos 2011 di Desa Purwadana, Karawang


[Mohon Disebarkan]

Proposal Baksos 2011 di Desa Purwadhana, Karawang
Hari/Tanggal : Sabtu, 23 Juli 2011

Merespon email yang dikirimkan Pak Gene beberapa waktu lalu, kami sudah mengunjungi Desa Purwadana, Karawang. Insya Allah kami dari ikatan karyawan MUC akan mengadakan baksos di Dusun Sumedangan Desa Purwadana pada hari Sabtu 23 Juli 2011.
Me&So2Kit (baca= Mi En So tu Kit) yang berarti “saya dan saudara-saudara kita”.
Merupakan suatu wadah aktifitas sosial yang didirikan oleh karyawan MUC Consulting Group sejak tahun 2004.

Tertutup oleh komplek perumahan besar, kondisi Desa Purwadana khususnya di Dusun Sumedangan seringkali luput dari perhatian. Tidak kurang dari 173 anak yatim dan 162 lansia menghuni daerah ini.

Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan diantaranya:
- Pengobatan gratis
- Pemberian bubur/makanan bagi anak-anak
- Bazar pakaian layak pakai (dana yang terkumpul akan digunakan kembali untuk masyarakat setempat)
- Pemberian buku cerita anak untuk menambah koleksi perpustakaan SD dan Madrasah
- Pembagian Sembako.

Friday, July 08, 2011

Nazaruddin: Anas "bermain" di proyek Kemendiknas


07 Juli 2011 | 11:59 | Hukum
Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, kembali melemparkan bola panas dari tempat persembunyiannya melalui pesan blackberry mesengger. Kali ini Nazar menuding Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum bermain dalam berbagai proyek di Kementerian Pendidikan Nasional.

“PT Anugrah Nusantara itu digunakan untuk bermain di berbagai proyek di Kementerian Pendidikan Nasional. PT tersebut bermain dengan penerbit Bintang Ilmu yang dimiliki oleh Wimpy Ibrahim,” ujar Nazaruddin dalam pesan BBM-nya kepada wartawan, Kamis (7/7).

Semua anggaran pengadaan buku sekolah dan alat peraga yang ada dalam DAK senilai Rp6,4 triliun, menurut Nazaruddin, dipegang oleh Wimpy Ibrahim. Wimpy kemudian rutin memberikan setoran pada Anas Urbaningrum. “Wimpy Ibrahim sering setor uang ke Anas. Proyek yang dimainkan oleh Wimpy itu adalah proyek pengadaan buku melalui DAK senilai Rp6,4 triliun,” ungkap Nazar.

Tidak itu saja, Nazaruddin juga mengungkapkan, proyek pengadaan jaringan komputer dalam program e-learning semuanya dimainkan oleh Anas. Permainan itu bisa sangat terlihat karena jaringan sudah lebih dulu diadakan meskipun komputer untuk program tersebut belum diadakan. “Permainan ini bisa lancar dilakukan juga karena melibatkan Fasli Jalal, mantan dirjen di kementerian pendidikan nasional yang kini menjabat wakil menteri,” jelas Nazar.