Monday, September 26, 2011

Jaques Cousteau Tidak Masuk Islam


Assalamu’alaikum wr.wb.,

Ada informasi yang sering disebarkan sebagi email, yang mengatakan penyelam terkenal Jaques Cousteau masuk Islam setelah menemukan dua macam laut (satu tawar, satu asin) yang berdekatan. Dalam email itu, dikutip beberapa ayat, seperti yang ini:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (QS. Al Furqaan 25:53)

Dikatakan bahwa Jaques Cousteau menemukan fenomena ini pada saat menyelam, dan setelah tahu adanya ayat seperti itu di dalam Al Qur'an, maka dia masuk Islam. Sayangnya, semua yang ditulis itu adalah berita rekayasa dan tidak benar. Tetapi email ini masih disebarkan di kalangan Muslim.

Sopir Taksi Dan Anak Yatim

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi  malam saya berada di rumah orang di Rawamangun, dan saat keluar rumah untuk pulang saya langsung dapat taksi di depan rumah. Baru naik, sopir mulai cerita tentang penumpang sebelum saya. Seorang bapak Haji, yang kasih tausiah tentang anak yatim dan sedekah selama perjalanan mereka, dan tausiah itu membuat si sopir terkesan sekali (makanya dia mau langsung ceritakan kepada saya). Saya senyum… ”Berarti saya harus nyambung ya Pak, dan kasih tausiah tentang anak yatim juga kali?” Hahaha… Saya tanya, dijemput di mana bapak Haji itu?
“Dia naik di Pancoran Pak. Turun di rumah situ (di Rawamangun). Bapak mau ke mana?”
“Saya mau pulang ke Pancoran!” Hahaha. Jadi si sopir dapat tausiah tentang anak yatim dan hikmahnya bersedekah dari Pancoran ke Rawamangun, dan setelah Pak Haji itu turun, dia langsung ketemu saya dan langsung dapat tausiah kedua dari Rawamangun ke Pancoran. Hahaha. Luar biasa!

Thursday, September 22, 2011

Penyebab Pemerkosaan Terhadap Wanita

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya baca komentar dari seorang ustadz, yang mengatakan penyebab dari pemerkosaan adalah pakaian wanita yang minim dan nafsu seks sebagian pria, yang tidak bisa dikendalikan setelah mereka melihat perempuan yang berpakaian minim itu.
Saya dulu punya teman kuliah di Australia yang menulis tesis tentang penyebab2 pemerkosaan, jadi saya sudah belajar banyak dari dia waktu itu, dan sudah baca lebih banyak lagi sejak itu. Oleh karena itu, saya berniat menulis artikel singkat ini untuk memberikan masukan kepada teman2 di Indonesia yang merasa si perempuan yang pasti salah kalau diperkosa, disebabkan dia berpakaian minim.
            Pemikiran seperti itu terlalu sederhana, dan hanya kembali ke nafsu seks dan pakaian wanita sebagai penyebab dari pemerkosaan. Mungkin ini merupakan pendapat yang umum di Indonesia (dan mungkin juga diajarkan di pesantren atau masjid), tetapi ini merupakan pemikiran lama dari puluhan tahun yang lalu, yang sudah tidak didukung riset terbaru dari negara2 maju.

Saturday, September 17, 2011

Di Mojokerto, 60 Siswi Hamil di Luar Nikah

Wednesday, 07 September 2011
MOJOKERTO– Para orang tua rasanya pantas mengelus dada. Di Mojokerto, 60 pelajar diketahui hamil di luar nikah sejak 2010.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Mojokerto Yudha Hadi SESB menjelaskan,dari jumlah tersebut sebanyak 42 di antaranya adalah siswi SMA. Berikutnya 12 siswi SMP dan 6 siswi SD. Ini terjadi tidak hanya karena perilaku seks menyimpang yang mereka lakukan sendiri, tapi banyak pula mereka yang menjadi korban atas perilaku orang lain.

Yudha mengakui, sebenarnya kasus kehamilan pelajar di luar nikah bisa lebih tinggi dari data tersebut.Sebab angka tersebut hanya berdasar laporan yang diterima.Banyak sekolah tidak melaporkan hal ini ka-rena dianggap sebagai aib yang bisa memengaruhi kredibilitas lembaga. “Ini yang terpantau.Tentu saja ada banyak kasus sama yang tak terpantau,” ungkap dia.

Friday, September 16, 2011

Tak Mampu Beli Seragam Baru, Siswa Miskin "Dijemur"

Zaman dulu, Nabi Muhammad SAW menjahit gamisnya sendiri kalau sobek. Kalau menjadi murid sekolah di sini, mungkin Nabi juga kena hukuman jemur karena tidak pakai gamis baru.
Sejak kapan siswa menjadi pandai kalau memakai seragam baru?
Sungguh pemikiran sebagian guru dan kepala sekolah di sini sangat jauh dari nilai2 pendidikan yang mulia, dan hanya berfokus pada kulit semata. Sudah kelihatan dari dulu dengan fokus ke nilai UN, dan bukan ke substansi ilmunya. Sekarang lebih kelihatan lagi. Seragam (“kulit”) lebih utama daripada ilmu.
Kasihan sekali anak bangsa ini. 
Wassalam,
Gene

Tak Mampu Beli Seragam Baru, Siswa Miskin "Dijemur"

Inggried | Kamis, 15 September 2011 | 10:48 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com - Fitri Ayu Prasetyo, siswi kelas II SMPN 37 Surabaya, benar-benar tak mampu membeli seragam sekolah baru yang dilengkapi dengan badge dan logo sekolahnya. Ia pun dihukum berdiri di tengah ratusan peserta upacara bendera di sekolah itu.
Meski hukuman jemur pada Senin (12/9/2011) itu dijalani bersama belasan siswa lain dan hanya selama 45 menit, Ayu mengaku terpukul, karena merasa keluhannya kepada sekolah tidak diperhatikan.

“Saat upacara, saya diminta ke depan barisan karena badge saya tidak baru. Saya takut karena kalau tidak beli orangtua saya akan dipanggil,” kata Fitri, Rabu (14/9/2011).
Fitri mengungkapkan, saat dihukum, seorang guru mengancam akan memanggil orangtuanya kalau tiga kali lagi dipergoki masih berseragam lama.
Saat kenaikan kelas, ia sudah mencoba menjelaskan kepada pihak sekolah bahwa orangtuanya belum mampu membelikan seragam lengkap. Tetapi, penjelasannya itu tidak dipedulikan, hingga akhirnya ia dihukum saat upacara berlangsung.
Sepulang sekolah, Senin lalu, Fitri menangis sepulang dari sekolah. “Saya kaget, Fitri menangis. Ia mengaku dihukum karena bet (badge) seragamnya tak baru. Saya tidak kuat membelinya,” kata ayah Fitri, Untung Budi Raharjo.

Thursday, September 15, 2011

Timnas U-15 Dapat Prestasi di Thailand

Anak-anak hebat! Kalau kualitas anak bangsa seperti ini, kenapa para pejabat dan elit politik sangat kacau? Anak U-15 di Thailand meraih:
·         tim fair play
·         pemain terbaik
·         pencetak gol terbanyak
·         penjaga gawang terbaik

Kayanya sudah saatnya Indonesia menggantikan semua anggota DPR, pemimpin partai politik dan pejabat negara dengan anak2 bangsa di bawah umur 15 tahun. Mereka lebih sanggup dan lebih pantas menjaga diri, menjaga amanah, dan mewakili yang terbaik dari Indonesia.
Presiden 2014 maksimum berumur 15 tahun! Setuju? Hehehe…

Juara Asia Tiba di Tanah Air
Oleh Boy Leonard Pasaribu | Inilah – Rab, 14 Sep 2011
INILAH.COM, Jakarta - Timnas U-15 yang baru saja menjuarai Piala Pelajar Asia 2011 (Asian Student Cup Football Tournament) di Thailand tiba di Tanah Air dengan sambutan yang meraih meski tanpa kehadiran pengurus PSSI.
Indra Kelana Nasution dan kawan-kawan saat tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang Banten, Senin hanya disambut oleh orang tua pemain serta perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Tuesday, September 13, 2011

Kekeringan, Satu Desa Minum Air Tinja

Senin, 12 September 2011 15:00 WIB
TRIBUNJATIM.COM,KEDIRI- Kemarau kali ini membuat sekitar 1.700 (dari 1.900) KK atau 5.000 warga Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, terpaksa minum air sungai yang sarat limbah cucian dan kotoran manusia serta hewan ternak.

Karena sejumlah mata air mati serta tak adanya bantuan pasokan air bersih dari PDAM, sebagian besar warga Desa Selopanggung terpaksa mengonsumsi air anak sungai Bruno yang sangat keruh.

Warga yang tinggal di lereng Gunung Wilis itu menyalurkan air dari anak sungai Bruno yang debit airnya telah mengecil itu ke sejumlah sumur resapan, termasuk satu yang bentuknya mirip kolam. Tentu saja air sungai itu sangat kotor karena warga menggunakannya selain untuk mandi, mencuci pakaian, buang air besar, dan memandikan ternak, juga untuk mencuci kendaraan.

“Karena sungai hanya satu, maka dipakai untuk semua kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) serta memandikan ternak. Semua kotoran dan limbah cucian, termasuk deterjen masuk ke sumur resapan dan langsung dimasak untuk air minum. Dalam keadaan darurat seperti ini, satu–satunya alternatif ya hanya itu,” ujar Kades Selopanggung, M Zari, Minggu (11/9).