Sunday, January 29, 2012

Hukum Madzi: Keluar Madzi, Cukup Membersihkan Dengan Air


Oleh Dr. Yusuf Qardhawi

Setiap  yang  keluar  dari  tubuh manusia – karena melihat  pemandangan-pemandangan  yang  merangsang  -  belum tentu mani (yang hukumnya wajib mandi jika ia keluar). Boleh jadi yang keluar  itu  adalah  madzi, yaitu cairan  putih, jernih, dan rekat, yang keluar ketika sedang bercumbu, atau melihat  sesuatu  yang  merangsang, atau  ketika sedang mengkhayalkan   hubungan seksual.  Keluarnya  madzi  tidak disertai  syahwat yang kuat,  tidak  memancar,  dan  tidak diahkiri dengan kelesuan (loyo, letih), bahkan kadang-kadang keluarnya tidak terasa.

Madzi  ini  hukumnya  seperti  hukum kencing, yaitu  membatalkan wudhu (dan najis) tetapi tidak mewajibkan mandi. Bahkan Rasulullah saw. memberi keringanan untuk  menyiram pakaian yang terkena madzi itu, tidak harus mencucinya.

Diriwayatkan dari Sahl bin Hanif, ia berkata, "Saya  merasa melarat  dan  payah karena sering mengeluarkan  madzi dan mandi, lalu saya adukan  hal  itu  kepada  Rasulullah saw., kemudian beliau  bersabda,  'Untuk  itu,  cukuplah  engkau berwudhu.' Saya bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana dengan yang  mengenai  pakaian  saya? Beliau menjawab,  'Cukuplah engkau mengambil air setapak tangan,  lalu  engkau  siramkan pada  pakaian yang terkena itu.'" (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi. Beliau berkata, hasan sahih)

Menyiram pakaian (pada bagian yang terkena madzi) ini  lebih mudah  daripada  mencucinya, dan  ini  merupakan keringanan serta kemudahan  dari  Allah  kepada  hamba-hamba-Nya  dalam kondisi  seperti  ini yang sekiranya akan menjadikan melarat jika harus mandi berulang-ulang. Maha Benar Allah Yang  Maha Agung yang telah berfirman:

"...  Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan  kamu  dan  menyempurnakan  nikmat-Nya  bagimu, supaya kamu bersyukur." (Al-Maa'idah: 6)



0 comments:

Post a Comment