Tuesday, January 03, 2012

Ulang Tahun ke-66, Kemenag Ingin Bebas Korupsi

Sudah berdiri selama 66 tahun, baru mau mulai bebas dari Korupsi sekarang? Luar biasa.
Berapa banyak pejabat dari Kementeriaan Agama akan dibuang ke dalam neraka nanti?
Mereka dipuji2 selama tinggal di dunia sebagai orang yang punya wewenang di ranah agama. Dan nanti di hadapan Allah mereka akan dinilai sebagai orang yang rendah sekali, walaupun mereka itu yang mengurus jemaah haji (dan banyak urusan agama yang lain) selama puluhan tahun.
Yang diatur oleh mereka bisa masuk sorga, tetapi yang mengatur dan mesti lebih paham agama malah masuk neraka. Sungguh ironis negara ini.
Wassalam,
Gene

Ulang Tahun ke-66, Kemenag Ingin Bebas Korupsi
Rachmadin Ismail - detikNews
Senin, 02/01/2012 15:50 WIB
Jakarta - Tanggal 3 Januari 2012 besok, Kementerian Agama genap berusia 66 tahun. Sejumlah acara bertema antikorupsi digelar untuk memeriahkan hari tersebut. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Affandi Mochtar, menjelaskan tema kegiatan besok adalah 'Memperteguh Komitmen untuk Membangun Kementerian Agama yang Bebas dari Korupsi'.

"Bagaimana Kemenag sebagai suatu institusi yang dengan sendirinya berkomitmen pada pengembangan agama. Dalam praktiknya betul-betul jadi institusi yang bersih dari korupsi," jelas Affandi saat jumpa pers di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (2/1/2012).
Guna mewujudkan itu, Kemenag bakal menyisipkan program-program antikorupsi di kegiatan nanti, mulai dari kegiatan olahraga, seni, bazar dan bakti sosial. Beberapa penghargaan juga bakal diserahkan pada tokoh-tokoh yang berkontribusi terhadap pendidikan Islam. Mereka berasal dari guru pesantren, santri, dan para tokoh wirausaha. Acara bakal digelar malam nanti di hotel Borobudur, Jakarta.

"Ada 14 bupati atau walikota yang memberikan kontribusi pada peran dan pendidikan Islam," sambungnya. Tidak hanya itu, penghargaan juga diberikan pada tokoh nasional, seperti mantan presiden BJ Habibie, mantan menteri agama Tolhah Hasan, Gubernur Lampung Sjachroedin dan Karel Albert Ralahalu.

"Gubernur Maluku memberi perhatian yang besar dan komitmennya untuk madrasah pesantren dan majelis taklim tinggi," kata Affandi saat ditanya alasan terpilihnya Karel sebagai tokoh yang diberi penghargaan. (mad/aan)

No comments:

Post a Comment